Digrebek Warga, Tiga Oknum Polisi ini Diduga Menggunakan Narkoba

ilustrasi, foto fajar.co.id


ARBindonesia.com, MEDAN – Warga di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) melakukan aksi nekat dengan melakukan penggerebekan dan menangkap tiga oknum polisi yang diduga tengah menggunakan narkoba jenis sabu.


Dilansir dari pojoksatu.id, ketiganya diketahui satu diantaranya bertugas di Polsek Panai Tengah dan dua lainnya anggota Pol Air Polres Labuhanbatu dengan pangkat Bripka dan juga Brigadir.
Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan adanya kejadian itu.


“(Benar), kejadiannya tanggal 5 (Januari) sore, sekelompok masyarakat yang melakukan penggerebekan terhadap oknum anggota Polri,” ujarnya, Senin (11/1/2021).


Hanya saja, Hadi tidak membeber identitas ketiganya juga apa saja barang bukti yang ditemukan warga saat penggerebekan.
Hadi menjelaskan aksi warga itu lantaran sudah sangat resah dengan aktivitas yang dilakukan ketiga polisi.


“Ketiga orang ini sudah meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian masyarakat melakukan penangkapan dan melaporkan ke Polres setempat,” jelasnya.


Ditegaskannya, pihak kepolisian akan bertindak tegas dan memproses para pelaku.


“Saat ini penanganan lebih lanjut, ketiga oknum telah ditarik ke Polres, tidak lagi bertugas di Polsek. Pidananya kita proses, karena ini kasus atensi kali. Bapak Kapolda menekankan berkali-kali bahwa tidak ada tempat untuk pelaku penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.


Hadi mengungkapkan pihak kepolisian berterima kasih atas upaya warga membantu aparat untuk memberantas narkoba.


“Kami menyampaikan terima kasih karena telah membantu petugas kepolisian melakukan hal seperti ini. Kami (juga) terus mengimbau kepada masyarakat jika menemukan oknum siapapun itu, untuk segera melaporkan ke kami untuk ditindaklanjut,” sebutnya.


Editor arb
Sumber Pojoksatu.id




Modus VCS, Pria Asal Jambi ini Nyamar jadi Wanita di Medsos untuk Peras Uang Korbannya di Riau


Foto: Pria nyamar di medsos jadi wanita lalu dia peras lelaki yang VCS (dok Istimewa), detik.com


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Bermoduskan panggilan video sex (video call sex atau VCS) dengan melakukan penyamaran sebagai wanita di media sosial, pria asal Sarolangun, Jambi ini lakukan pemerasan terhadap korbannya hingga 20 juta.


Dilansir dari detik.com, Ahmad Tantowi (24) ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Riau atas kasus pemerasan lewat modus panggilan video seks (video call sex atau VCS).


Direktur Ditreskrimsus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadi, mengatakan pelaku ditangkap Rabu (6/1) pukul 17.30 WIB di Sarolangun. Penangkapan setelah adanya laporan pemerasan terhadap korban pria berinisial RS.


“Pada Rabu lalu di Desa Pemusiran, Mandi Angin, Sarolangun dilakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik inisial AT. Pelaku ditangkap atas penyebaran konten asusila dan atau pemerasan,” terang Andri kepada detikcom, Senin (11/1/2021).


Setelah ditangkap, Owi langsung dibawa ke Ditreskrimsus Polda Riau. Di hadapan polisi, dia mengakui membuat akun media sosial palsu dengan foto profil gadis tanpa busana alias bugil.


“Modusnya pelaku membuat akun palsu atas nama Chidy Moy yang menggunakan foto profil seorang perempuan. Pelaku mengambil foto perempuan tersebut dari internet,” kata Andri.



Setelah membuat akun, pelaku mencari beberapa korban secara acak dengan melakukan chatting terlebih dahulu. Isi chatting yaitu memancing korban untuk melakukan video call sex.


“Pelaku sudah mempersiapkan sebuah video porno di salah satu handphone lainnya, pelaku di sini menggunakan dua handphone. Handphone pertama untuk melakukan video call dan handphone yang kedua untuk memutar video porno yang kemudian diarahkan ke kamera handphone pertama,” katanya.


Ketika video call sex berjalan, pelaku lalu merekam layar atau screenshoot korban yang sedang melakukan VCS. Setelah itu pelaku memeras korban dengan meminta pulsa atau sejumlah uang.


“Jika tidak diberi, tangkapan layar tersebut akan disebarkan ke rekan-rekan Facebook korban. Pelaku awalnya meminta Rp 7 juta dan sudah dikirim,” kata mantan Kapolres Banyuasin tersebut.


Tak sampai di situ, pelaku kembali minta uang lagi ke korban sebesar Rp 13 juta. Merasa diperas, korban pun akhirnya melaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau pada Selasa (29/12/2020) dengan Nomor : LP/05/I/ 2021/SPKT/RIAU.


Dari pelaku diamankan 2 buah handphone, 1 buku tabungan, ATM, dan KTP milik pelaku. Atas perbuatannya, pelaku diancam UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.


Editor arbain
Sumber detik.com




Cekcok Gara-gara Baju, Seorang Ibu Dipolisikan Anak Kandungnya

Seorang ibu di Demak dipolisikan oleh anak kandungnya, Sabtu (9/1/2021). Foto: Dok Direktur LBH Demak Raya, Haryanto


ARBindonesia.com, JAWA TENGAH – Seorang gadis di Demak, Jawa Tengah, A (19) melaporkan ibu kandungnya ke polisi usai cekcok gara-gara baju. Akibatnya sang ibu, S (36), kini ditahan di kantor polisi.


“Kasihan ibunya sambil nangis-nangis, ‘Ya Allah Gusti uripku’, keluhnya. Karena ingat anaknya sendiri. Akhirnya si ibu pasif tidak mau melawan,” cerita kuasa hukum terlapor S (36), Haryanto saat dihubungi awak media, Sabtu (9/1/2021).


“Ditahan sejak kemarin di Polsek (Demak) Kota. Karena berkasnya sudah lengkap atau P-21” sambungnya.


Haryanto menyebut perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual pakaian di Pasar Bintaro itu tidak berniat melaporkan balik anaknya. “Karena saat didorong anaknya itu sebenarnya bisa juga dibuat melaporkan balik,” ucap Haryanto.


Peristiwa itu bermula saat A, yang ikut ayahnya tinggal di Jakarta sejak bercerai dengan ibunya, pulang ke Demak pada 21 Agustus 2020 lalu. Kala itu, A dan ayahnya, kata Haryanto, lebih dulu ke rumah Lurah dan RT setempat sebelum mendatangi rumah S. Lalu ayah dan anak itu mendatangi rumah S bersama perangkat desa.


“Terus dia (A) masuk, terus nyari bajunya. Ibunya jengkel, bilang ke anaknya, suruh minta belikan ayahnya, ‘karena sudah ikut ayahmu yang katanya uangnya banyak’,” cerita Haryanto.


A yang masih mencari itu terus mengomel karena tak menemukan bajunya di lemari. Hingga akhirnya sang ibu berkata jika baju-baju A itu telah dibuangnya.


“Kemudian anak tersebut mencari di lemari nggak ada, sambil ngomel-ngomel. Ibunya bilang, wes (sudah) tak buang,” terang Haryanto.


Haryanto mengungkap, A sempat mendorong ibunya sampai terjatuh. Menurutnya, saat sang ibu akan kembali berdiri dia refleks menyentuh anaknya.


“Itu kena kukunya, tapi ibunya juga tidak merasakan kalau kena kukunya, sampai divisum itu muncul dua cm di pelipis anak. Setelah itu ya sudah, karena masih banyak orang, dilerai dan setelah itu pak lurah dan pak RT pulang dan sudah selesai,” urainya.


Berbekal hasil visum luka tersebut, lanjut Haryanto, S dilaporkan sang anak kepada polisi keesokan harinya yakni 22 Oktober 2020 dengan dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga. S dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. S akhirnya ditahan di Polsek Demak Kota setelah jaksa menyatakan berkas kasus ini P-21 kemarin.


Sementara itu, A juga telah buka suara soal pelaporan ibu kandungnya itu ke polisi. Namun, dia menyerahkan kasus ini lewat kuasa hukumnya.


“Saya belum bisa menjawab sekarang. Sejauh ini belum ada bahasa apapun berkenaan dengan masalah ini ke saya. Kalau masalah hukum ini saya serahkan pada pengemban hukum karena ini negara hukum, akan saya sampaikan ketika di persidangan nanti,” jelas A lewat pesan singkat, Sabtu (9/1).


Kuasa hukum A, M Syaefudin, mengungkap kliennya akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan jika sang ibu meminta maaf. Permintaan maaf itu, kata Syaefudin, bisa disampaikan S melalui telepon, pesan singkat atau surat.


“Selaku PH-nya A, saya telpon A tadi, saya tanya kalau misalkan ibu kamu, ada upaya upaya kalau merasa salah minta maaf, baik itu melalui WA atau telepon, atau surat, atau keluarga, atau melalui PH nya itu gimana, nok? ‘Saya pertimbangkan, pak,’ bilangnya,” ujar M Syaefudin saat dihubungi detikcom, kemarin.


Syaefudin pun mengaku tak bisa mengurai kasus ini secara detail. Namun, dia masih akan berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak S. Dia juga berharap kasus ini bisa diselesaikan kekeluargaan.


“Saya yakin perkara itu, saya yakin masih terbuka ruang lebar wong deliknya aduan. Saya berharap ibu dan anak itu baikan lagi, berpelukan lagi, bagaimanapun anak tidak ada mantan, bagaimanapun ibu tidak ada mantan. Kalau bicara hukum, saya akan memberi pengertian hukum dengan sebaik-baiknya sesuai dengan regulasi hukum yang ada,” ujarnya. (*)


Sumber detik.com




Petani Nyambi Jual Togel, Dicokok Team Opsnal Polres Rohul Depan Istana Rokan

ARBindonesia.com, ROKANHULU – Lagi nunggu pembeli agen judi Toto gelap (Togel) jenis Kim Hongkong dicokok Team Opsnal Polres Rohul ketika sedang mangkal di sebuah Warung Kopi Faneza, tepatnya di depan Istana Rokan IV Koto Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Rabu (06/01/2021) tengah malam.


Pria yang kesehariannya bekerja sebagai Petani diduga nyambi jadi agen togel jenis Kim Hongkong itu berinisial MP (47 th), merupakan warga RT 002 RW 001 Dusun 02 Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu.


Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.IK, M.H melalui Paur Humas Ipda Totok Nurdianto, S.H mengatakan awalnya Team Opsnal Polres Rokan Hulu menerima laporan tentang adanya judi togel yang meresahkan warga, Team pun langsung melakukan penyidikan, dan diperoleh Informasi dari masyarakat bahwa MP adalah merupakan agen togel yang kerap mangkal di Warung Faneza, depan Istana Rokan IV Koto Desa Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto,” ujar Ipda Totok.


Berdasarkan informasi tersebut Team Opsnal yang di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Rokan Hulu AKP Rainly Labolaang, S.IK melakukan penyelidikan. Sesampainya di tempat yang dimaksud didapati seorang lelaki yang mengaku berinisial MP sedang duduk menunggu pelanggan untuk melakukan aktifitas perjudian.


Mengetahui bahwa itu MP yang sudah menjadi target, kemudian team langsung mengamankan dan menggeledah Pelaku, saat itu Team menemukan Barang Bukti berupa beberapa 1 lembar kertas bukti transfer ke rekening sejumlah Rp.700.000 (tujuh ratus ribu rupiah). Kemudian dari pelaku juga ditemukan 1 unit handphone android merk VIVO Y30 warna biru yang digunakan pelaku untuk melakukan perjudian online dengan nama situs totopedia.com dengan nama akun TOKE73.


Selain itu juga turut diamankan uang senilai Rp.322.000,- (tiga ratus dua puluh dua ribu rupiah), 1 buah ATM BRI yang digunakan untuk melakukan transfer uang hasil penjualan. Pelaku juga mengakui dan menerangkan bahwa benar telah melakukan perjudian tersebut lebih kurang 1 tahun ini dan omset yang didapati Pelaku perharinya adalah sejumlah Rp.200.000 (dua ratus ribu rupiah). Selanjutnya Lelaku beserta Barang Bukti dibawa ke Polres Rokan Hulu guna proses lebih lanjut.


Barang bukti berupa uang tunai senilai Rp.322.000,- (tiga ratus dua puluh dua ribu rupiah). 1 Unit Hand Phone merek VIVO Y30 warna biru, 1 buah ATM Bank BRI, 2 lembar kertas transfer senilai Rp.700.000 (tujuh ratus ribu rupiah). Saat ini kami sedang menginterogasi Pelaku untuk melakukan pengembangan lebih lanjut,” terang Ipda Totok kepada wartawan, Kamis (07/01/2020) sore.(***/Alfian Top)




Enam Orang ini Diamankan Polres Inhil, Satu Diantaranya Oknum PNS

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Enam warga Kabupaten Inhil berhasil diamankan Sat Narkoba Polres Inhil atas tindak pidana Narkotika jenis Shabu dan Pil Extacy pada 5 Januari 2021, sekitar pukul 11.00 wib di Jalan Baharudin Yusuf Tembilahan Kota.


Adapun 6 tersangka tersebut berinisial


  • SA (38) residivis kasus narkoba, alamat Tembilahan Kota,
  • JU (47) residivis kasus narkoba, alamat Tembilahan Kota,
  • EI (44) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), alamat Kecamatan Mandah,
  • SY (43) residivis kasus narkoba) alamat Tembilahan kota,
  • RAM (24) warga Tembilahan Kota,
  • FI (24), warga Tembilahan kota.


Selain para pelaku, Sat Narkoba Polres Inhil juga mengamankan 17 butir Pil Extacy warna merah dan 8 paket Shabu, 1 Unit timbangan digital dan uang tunai sebesar Rp. 680.000,- (enam ratus delapan puluh ribu rupiah).


Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasubbag Humas AKP Warno mengatakan kronologis penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa di rumah SA Jalan Baharudin Yusuf sering terjadi transaksi narkotika yang sudah meresahkan masyarakat, diduga dilakukan residivis narkoba.


Atas informasi tersebut Kasat Narkoba AKP Bahtiar memerintahkan Opsnal Sat Narkoba melakukan penyelidikan.


“Setelah mendapat informasi yang akurat, dibawah pimpinan KBO Narkoba bersama anggota melakukan penangkapan terhadap SA dan 5 (lima) orang lainnya inisial JU, SY, EI, RAM dan FI,” ujarnya.


Disaksikan ketua RT dan warga setempat anggota kepolisian melakukan penggeledahan rumah. Dikatakan Kasubbag AKP Warno dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 2 paket Shabu dan 1 unit timbangan digital yang ditemukan didalam kamar.


“Selain itu, 5 paket Shabu ditemukan dilantai, 1 paket Shabu ditemukan di samping lemari TV, alat hisap Shabu tergeletak dilantai. Uang Tunai Rp. 680.000,- (empat ratus tiga puluh ribu rupiah) ditemukan disaku sebelah kiri SA,” jelas AKP Warno.


Sementara terhadap JU disita 2 unit handphone. 17 butir pil Extacy warna merah terbungkus plastik putih bening dan dibalut dengan bungkus permen didapati dari RAM.


“Setelah melakukan penggeledahan para pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Inhil untuk diproses lebih lanjut. Untuk Shabu total beratnya belum ditimbang,” ungkapnya.


Dari hasil interogasi diketahui bahwa,


  • Sebanyak 5 paket shabu siap edar yang ditemukan oleh petugas diakui milik SA,
  • 1 paket shabu milik JU dibeli dari SA,
  • 2 paket milik SY dan EI juga dibeli dari SA,
  • Narkotika jenis pil extacy sebanyak 17 (tujuh belas) butir ditemukan oleh petugas diakui milik RAM dan FI untuk digunakan dan diedarkan. (*)



Polres Inhil Tangkap Pelaku TP Narkotika di Gaung

Foto: Barang Bukti


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Polres Inhil melalui Unit Reskrim Polsek Gaung lakukan penangkapan terhadap pelaku Tindak Pidana (TP) Narkotika jenis Shabu, Kamis (31/12/2020) sekira pukul 17.45 Wib.


Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan menyampaikan bahwa tersangka yang berinisial (K, 34 tahun) merupakan warga
Dusun Sentosa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Gaung merupakan seorang pengedar narkoba jenis sabu.


Dari penangkapan tersebut, didapatkan barang bukti berupa:


2 paket ukuran sedang yang dibungkus plastik putih bening didalam lipatan tisu dan 3 paket kecil Narkotika jenis Shabu yang dibungkus plastik putih bening. Dengan berat kotor 11,20 gram.



1 set alat hisap (Bong) lengkap didalam sebuah dompet warna merah. 1 unit handphone Nokia warna hitam, 1 unit handphone Infinix warna hitam, 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX.


-1 dompet coklat merek Levis, 1 sajam jenis badik, dan 1tas selempang warna coklat.


Selain itu, Kapolres Inhil juga menerangkan dalam penangkapan tersebut, melalui
Bhabinkamtibmas Desa Simpang Gaung AIPTU Heriyanto mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang berinisial K sering melakukan transaksi Narkoba di Desa Simpang Gaung.


Informasi tersebut disampaikan kepada Kapolsek Gaung AKP Anwar, selanjutnya Kapolsek Gaung memerintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan penyelidikan.


Setelah mendapatkan informasi akurat, Kanit Reskrim Polsek Gaung IPDA Herry Indrawan bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Simpang Gaung AIPTU Heriyanto,
Bhabinkamtibmas Desa Gembira AIPDA Safrizal Zufri dan Bhabinkamtibas Desa Pungkat BRIGADIR Ilfa Ratno melakukan penangkapan terhadap pelaku di depan warung makan Alizar Jl. Merdeka Desa Simpang Gaung.


Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti tersebut. kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Gaung guna penyidikan lebih lanjut.


“Dari hasil interogasi yang dilakukan petugas kepolisian, tersangka K mengakui mendapatkan Shabu dari J (DPO) yang berada di Desa Simpang Gaung Kabupaten Inhil,” tutup Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan.


Editor Arbain