Serang Petugas Hingga Terluka, Satu Pelaku TP Narkoba 'Didor' Tim Opsnal Polsek Siak Hulu

ARBindonesia.com, SIAK HULU – Tim Opsnal Polsek Siak Hulu terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap salahsatu pelaku tindak pidana narkoba saat proses penangkapannya.


Kapolda Riau melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengatakan, tersangka terpaksa ‘didor’ atau ditembak karena menyerang petugas kepolisian dengan senjata tajam dengan sebilah pisau hingga melukai petugas yang akan menangkapnya.


Dua orang tersangka lainnya juga berhasil diamankan petugas, sementara untuk tersangka yang dilakukan penembakan ini langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk pertolongan medis.


“Namun pihak rumah sakit kemudian menyatakan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia,” ungkapnyam


Lanjutnya, para pelaku narkoba yang diciduk Aparat Kepolisian ini adalah EF, HA dan YO (Tersangka yang tewas), ketiganya merupakan warga Desa Pangkalan Serik Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.


“Bersama para pelaku ditemukan barang bukti 5 bungkus kecil narkotika jenis shabu dengan berat sekitar 2.14 gram, 1 unit timbangan digital, 6 unit handphone, 1 set alat hisap shabu (bong), 500 lembar plastik bening, sebilah pisau yang digunakan tersangka YO untuk menyerang petugas, dan uang tunai sebesar Rp 2.230.000 yang diduga dari hasil transaksi narkoba,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.


Selain itu, kata Sunarto, peristiwa ini bermula pada Rabu malam (20/1/2021), saat itu Unit Reskrim Polsek Siak Hulu mendapat informasi dari masyarakat, bahwa dilapangan sepakbola Desa Pangkalan Serik sering terlihat sekelompok orang berkumpul dimalam hari yang diduga tengah melakukan transaksi narkotika.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Siak Hulu AKP Rusyandi Zuhri Siregar perintahkan Tim Opsnal Polsek mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.


Sekira pukul 23.45 Wib Tim tiba di lokasi dekat Lapangan Sepakbola Desa Pangkalan Serik dan terlihat beberapa orang berada disana, 2 orang petugas kemudian mendekati target dengan mengendarai sepeda motor, sementara 4 orang anggota lainnya menunggu dari jarak sekitar 50 meter.


“Setelah berhasil mendekati sasaran ternyata di TKP ditemukan 4 orang terduga pelaku, namun melihat kedatangan petugas para pelaku berupaya melarikan diri,” tuturnya.


Lanjutnya lagi, tersangka EF berhasil diamankan oleh Katim Opsnal Polsek Siak Hulu, sementara seorang petugas lainnya berupaya mengamankan tersangka YO, akan tetapi yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah pisau dan sempat terjadi pergumulan.


Saat pergumulan ini, petugas berusaha memegangi tangan YO yang memegang sebilah pisau tersebut dan melukai tangan kiri petugas yang bergumul dengannya.


“Karena merasa terancam, anggota ini berteriak minta tolong kepada rekannya sambil berujar “Tolong Katim”,”papar Kombes Sunarto.


Saat mendengar teriakan itu kata Sunarto, Katim Opsnal Polsek Siak Hulu ini melihat temannya yang minta tolong itu dalam posisi jongkok, sementara tersangka YO terlihat berdiri memegang pisau dan akan mengayunkan ke arah tubuh rekannya.


Kemudian Katim Opsnal Polsek ini melakukan tembakan peringatan keatas namun tidak diindahkan oleh YO, dia tetap melakukan penyerangan kepada petugas yang menangkapnya itu.


Melihat posisi rekannya ini makin terancam, Katim Opsnal Polsek Siak Hulu ini memutuskan melakukan tindakan tegas terukur menggunakan senjata api ke arah tubuh tersangka YO, dan mengenai dada bagian atas sebelah kanan YO yang membuatnya jatuh ke tanah.


“Selanjutnya YO ditolong dan dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan tindakan medis, setibanya di RS Bhayangkara dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga dan dinyatakan bahwa YO telah meninggal dunia,” tutup Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.


Sementara itu, Kapolsek Siak Hulu AKP Rusyandi Zuhri Siregar S.Sos, MH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek Siak Hulu ini bahwa pihaknya telah mengamankan 2 tersangka beserta sejumlah barang bukti terkait kasus ini.


Dari hasil pengecekan urine ketiga tersangka hasilnya positif Methamphetamine, yang mengindikasikan bahwa mereka mengkonsumsi narkotika, jelasnya.


Lebih lanjut disampaikan Kapolsek Siak Hulu ini bahwa anggotanya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur karena tersangka YO melakukan perlawanan terhadap petugas dengan senjata tajam.


“Posisi anggotanya saat itu dalam keadaan terancam, kini jenazah YO telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” ungkapnya.


Editor Arbain




Lagi 'Tinggi', Dua Wanita Penikmat Pil Ekstasi Diamankan Polres Inhu

Foto : Dua orang tersangka dugaan tindak pidana narkotika jenis pil ekstasi (inek)


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HULU – Dua orang wanita yang lagi ‘tinggi’ alias dalam pengaruh narkoba jenis pil ekstasi atau inek terpaksa diamankan Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui unit Reskrim Polsek Peranap.


Diketahui, kedua tersangka tersebut diantaranya, RH (24 tahun) merupakan salah satu warga Desa Batu Rijal Hulu Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu, sedangkan MP (34 tahun) merupakan warga Kelurahan Peranap.


Atas dugaan Tindak Pidana narkotika jenis ekstasi, kedua tersangka diamankan unit Reskrim Polsek Peranap pada Selasa (19/1/2021) pukul 02.30 Wib dini hari pada sebuah warung pinggiran Desa Gumanti Kecamatan Peranap.


Dilansir dari riaukarya.com, Kapolres Inhu AKBP Efrizal S.IK melalui PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, membenarkan adanya dua orang wanita penikmat pil ekstasi jenis inek yang diamankan unit Reskrim Polsek Peranap.


Dijelaskannya, Kamis dinihari pukul 02.30 WIB, empat orang anggota unit Reskrim Polsek Peranap dan 1 orang anggota SPK menggelar patroli antisipasi C3 diwilayah hukum Polsek Peranap.


Sekitar pukul 03.00 WIB, terlihat sebuah mobil jenis Toyota Avanza warna hitam dengan Nopol BH 1406 NC yang parkir disamping sebuah warung. Curiga dengan mobil itu, unit Reskrim berhenti dan mendekati warung.


Ternyata diwarung itu terlihat dua orang wanita yang sedang duduk dengan gerak-gerik tidak normal, sesekali mereka menggelengkan kepala sambil menggerakkan tangan dan mata mereka sayu.


Ketika diinterogasi, dua wanita yang sedang mabuk itu mengaku telah menelan inek, selanjutnya polisi menggeledah mobil.
Di dashboard, ditemukan 1 kotak permen karet yang berisi 3 butir pil ekstasi.


“Setelah mendapatkan BB narkoba itu, kedua wanita tersebut langsung diamankan. Dua tersangka mengaku membeli inek dari seseorang di Air Molek yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Peranap sebanyak 5 butir dengan harga Rp 1,9 juta,” tutur Kapolres Inhu.


Editor Arbain




Karena Shabu, Dua Pria di Inhil ini Tak Lagi Rasakan Nyenyaknya Tidur Dikasur Empuk

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat memiliki barang haram jenis Shabu, RAB (23 tahun) dan SL (39 tahun) tak lagi dapat merasakan nyenyaknya tidur di kasur empuk karena harus mendekam di jeruji besi.


Dua tersangka atas dugaan Tindak Pidana Narkotika jenis Shabu tersebut diamankan Polres Inhil melaui Unit Reskrim Polsek Kempas, Selasa (19/1/2021).


Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dian Setyawan, mengungkapkan, penangkapan terhadap dua orang terduga Tindak Pidana Narkotika berawal dari informasi masyarakat tentang peredaran peredaran narkotika di Seputaran Jalan Km 6 Desa Pulai Indah Kecamatan Kempas Kabubaten Inhil – Riau.


Mendapat informasi tersebut, Kanit Reskrim IPDA Andrianto,SH dan Kanit Intel IPDA Handoko kemudian melaporkan informasi tersebut kepada Kapolsek Kempas AKP Handoko Sujaryanto, SH.MH.


Kemudian pada hari Selasa (19/1202) pukul 11.00 Wib, setelah mendapatkan informasi yang akurat (A1) bahwa ada transaksi di wilayah tersebut, Unit Reskrim Polsek Kempas berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang berinisial RAB.


“Saat diperiksa, dari tangan pelaku ditemukan 2 paket kecil Narkotika Jenis Shabu, Handphone dan kotak Rokok,” imbuh AKBP Dian Setyawan


IMG-20210120-WA0019


Lanjutnya, dari interogasi yang dilakukan, bahwa Barang Bukti (BB) tersebut diperoleh tersangka RAB dari SL, kemudian dilakukan pengembangan ke rumah Saudara SL yang berada di Desa Mumpa Kecamatan Tempuling.


Sekira pukul 12.30 Wib, dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap SL ditemukan barang bukti berupa 8 paket kecil shabu, handphone, dan Uang Tunai senilai Rp 1.680.000.


“Tersangka dan Barang Bukti shabu seberat 2,46 Gram beserta Barang Bukti lainnya di amankan ke Mapolsek Kempas Guna Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutup Kapolres Inhil.


Editor Arbain




Kasus Dugaan Money Politik di Pilkada Meranti Dinyatakan Kadaluarsa

Foto Kuasa Hukum Paslon nomor Urut 1 (H Adil dan Asmar)


ARBindonesia.com, MERANTI – Kasus dugaan money politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Meranti dinyatakan Kadaluarsa oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Budi Rahardjo.


Kasus laporan dugaan pelanggaran Pilkada 2020 di Kabupaten Meranti, yang dilaporkan tim Paslon nomor urut 3 (Mahmuzin Taher, dan Nuriman) kepada Gabung Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) ditolak Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti.


Seperti yang dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Budi Rahardjo, bahwa laporan dugaan money politik yang melilit Tim Paslon nomor Urut 1 (H Adil dan Asmar) yang dilimpahkan Gamkumdu tidak memiliki kecukupan bukti dan waktu untuk ditangani.


“Jaksa Penuntut Umum (JPU), bersama tim Gakkumdu menyatakan kadaluarsa kasus yang dilimpahkan di JPU, karena tidak cukup waktu, dan Kasusnya tidak di limpahkan ke persidangan,” kata Kepala Kejati Kepulauan Meranti Budi Rahardjo ketika di konfirmasi Media ini, Rabu (20/01/2021).


“Jaksa Penuntut umum (JPU) berpendapat bahwa perkara tersebut tidak cukup bukti dan lewat waktu, sesuai UUD Pilkada nomor 10 Tahun 2016 dan peraturan mahkamah Agung (PerMA) Nomor 1 tahun 2018,” tambahnya.


Secara terpisah, Kuasa Hukum H.Adil – Asmar, YP Sikumbang, SH,.CPL,C.me & Antoni Shidarta,S.H.,CP.NLP mengaku sangat mengapresiasi langkah Kejari Kepulauan Meranti yang sudah profesional dan objektif menilai kasus ini.


“Karena perkara ini tidak cukup bukti dan kadaluarsa secara formil, bahkan tidak memenuhi syarat dan prodak hukumnya. Kami tinggal menunggu SP3 dari Kejaksaan saja lagi,” kata Kuasa Hukum H.Adil – Asmar, melalui YP Sikumbang, Rabu (20/1/2021).


Editor Arbain




Kapolres Inhil Terus Berantas Peredaran Narkoba

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dian Setyawan


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kali ini Kapolres Indragiri Hilir Berhasil melakukan pengungkapan terhadap kasus dugaan tindak pidana Narkoba Jenis Shabu di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dian Setyawan mengatakan, untuk menjaga masyarakat Kabupaten Inhil agar tetap tentram, pihaknya akan terus berantas penyalahgunaan Narkoba yang bisa mengancam masa depan pemuda pemudi di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.



“Pada hari Senin,18/1/2021) sekira pukul 19.15 Wib, bertempat di lorong Kelapa, Jalan Batang, kita Kembali melakukan pengungkapan pelaku atas dugaan tindak pidana narkotika jenis shabu,” sebut Kapolres Inhil yang dikenal dengan kepribadian humanis, Selasa (19/1/2021).


Selain itu, Kapolres Inhil juga memaparkan
Kronologi penangkapan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika. Awalnya,
Ps. Kanit Reskrim BRIPKA Amaluddin, SH, mendapatkan informasi dari masyarakat tentang peredaran narkotika jenis Shabu di sseputaran Jalan Batang Tuaka.


Diduga dilakukan oleh seorang laki-laki yang kemudian diketahui berinisial MRP. berdasarkan informasi tersebut kemudian Kanit Reskrim melaporkan informasi tersebut kepada Kapolsek Tembilahan Inpektur Polisi Dua Raudo Perdana, S.Tr.K.


Selanjutnya kata Kapolres, Kapolsek Tembilahan memerintahkan anggota Reskrim Polsek Tembilahan yang di pimpin oleh Ps. Kanit Reskrim Polsek Tembilahan BRIPKA Amaluddin, SH berdasarkan Sp. Gas / 03 / I / 2020 / Reskrim, tanggal 18 Januari 2021 untuk melakukan Penyelidikan, Penangkapan, penggeledahan dan penyitaan terhadap pelaku tindak pidana narkotika di Jalan Batang Tuaka.


Sekira jam 18.30 Wib, diketahui bahwa terlapor sedang berada di Jalan Batang Tuaka. Kemudian terlapor langsung di amankan dan ditangkap untuk dilakukan penggeledahan, dan disaksikan oleh Ketua RT dan warga.


“Kita berhasil mengamankan RP dengan barang bukti beruapa : 1 bungkus pelastik bening klip merah berisikan serpihan Kristal bening yang di duga shabu. 1 unit sepeda motor Yamaha Lexi, 1 unit Handphone, 1 buah timbangan,1 buah Dompet warna coklat, 40 lembar plastik rol bening, dengan berat kotor barang bukti narkotika jenis shabu 0.95 Gram,” papar AKBP Dian Setyawan.


“Selanjutnya terlapor dan barang bukti di amankan ke Mapolsek Tembilahan Guna Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.


Editor Arbain




Aksi Bejatnya Terhadap Gadis 20 Tahun Kepergok

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Asmar (65) Warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, terpaksa harus diamankan oleh aparat kepolisian sektor Gaung karena dilaporkan telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang gadis dengan inisial Mi (20 tahun).


Aksi bejat itu dilakukannya pada hari Kamis, 14 Januari 2021, sebelum pukul 13.00 wib yakni didalam kamar rumah korban.


Dari keterangan pihak kepolisian, Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SH SIK M.hum mengatakan bahwa aksi bejat itu terungkap setelah kakak kandung korban pulang ke rumah.


“Kejadian tersebut terungkap setelah kakak korban TS (22 tahun) pulang ke rumah untuk mengambil uang milik orang tuanya di kamar. Sampai dikamar, TS melihat Mi sedang terduduk dan akan memakai celana dalam,” terang Kapolres.


Saat itu juga TS kaget dan tak bisa berkata apa-apa setelah melihat dibelakang pintu ternyata ada Pelaku yang sedang bersembunyi.


“Kakak korban kaget setelah melihat ada pelaku dibalik pintu, dengan santai Pelaku berkata “aku nak balek”, dan langsung keluar kamar pergi meninggalkan si kakak korban dan korbannya,” tambah Kapolres.


Usai pelaku keluar, TS bertanya kepada Mi, “Kau ngape bedue dikamar dengan die” dan Mi tidak menjawab sepatah katapun, hanya bisa berdiam saja.


Karena belum ada jawaban TS keluar rumah dan kemudian kembali lagi sekitar pukul 14.00 wib dengan bertanya hal yang sama kepada Korban, lalu korban menjawab “Die yang mau”, ucap Korban.


TS kembali bertanya “Kenape kau mau”, lalu Korban hanya diam saja.


Atas kejadian tersebut, setelah orang tua korban pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 wib, TS lalu menceritakan semua kejadian yang dilihatnya.


Mengetahui hal itu, orang tua korban melaporkan aksi bejat Asmar kepada Ketua RT dan selanjutnya dilaporkan ke Polisi Sektor Gaung.


Setelah menerima laporan, Polsek Gaung langsung melakukan penangkapan terhadap pria yang berusia senja tanpa perlawanan.


Kesokan harinya, Jum’at 15 Januari 2021, pelaku langsung digiring ke Mapolres Inhil untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


“Ya betul mas, pelaku sudah berhasil kita amankan,” ujar Kapolres melalui WhatsApp, Minggu (17/1/2021) malam.


Atas perbuatannya, pelaku disangkakan telah melanggar pasal 285 atau pasal 289 KUHP, dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara.


Adapun barang bukti yang juga ikut diamankan yakni berupa Baju Hitam, Baju dalam jenis singlet, Celana Pendek Dongker, dan celana dalam wanita bermotif bunga warna oren. (Arb)