Ada Oknum ASN, Polda Riau Amankan 3 Tersangka Penyeludup Rokok Ilegal di Perairan Inhil

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Tim Direktorat Polisi Air (Polair) Polda Riau menggagalkan penyelundupan 230.400 batang rokok ilegal merek H Mild. Tiga orang tersangka diamankan, salah satunya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).


Direktur Polair Polda Riau, Kombes Pol Eko Irianto, mengatakan penangkapan dilakukan di Perairan Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Senin, 24 Januari 2021 sekitar pukul 00.30 WIB.


Menurut Eko, penangkapan berawal ketika kapal IV-1009 melaksanakan patroli di Perairan Sei Guntung, dan mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya rokok ilegal dari Batam. Rokok itu akan dibawa ke Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.


Petugas meminta bantuan kapal patroli IV-2602 Sat Pol Airud Polres Inhil dan Ka Marnit Sei Guntung Bripka Gino Hinco untuk melakukan pengintaian.


“Pengintai dilakukan selama 5 jam,” ujar Eko, disampingi Kasubdit Gakkum Polair Polda Riau, AKBP Wawan Setiawan, Rabu (27/1/2021).


Selanjutnya patroli gabungan melihat speedboat yang mencurigakan. Tim langsung melakukan pengejaran dan pemeriksaan pada koordinat N 0°20’26.1492” E 103°36’27.8388” terhadap muatan speedboat.


“Ternyata isinya kotak-kotak yang diduga rokok ilegal dari Batam. Ada 18 kotak atau 1.440 selop dengan jumlah rokok 230.400 batang. Rokok itu tidak disertai surat-surat resmi,” kata Eko.


Dijelaskan, tiga orang diamankan yakni Jun Kenedy (36) yang bertindak selaku nakhoda kapal, Elvi Munandar (38) yang merupakan ASN Syahbandar Inhil selaku orang yang mengambil keuntungan dari penjualan rokok ilegal dan Arfan (40).


“Tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolair Polda Riau untuk penyidikan lebih lanjut. Para tersangka sudah dilakukan penahanan sejak Selasa, 26 Januari 2021,” ujar Eko.


Jun Kenedy dijerat dengan Pasal 323 ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana diubah dengan UU RI No 11 th 2020 ttg Cipta Kerja Dan Pasal 480 atat 1 KUHP, Sementara Elvi dan Arfan dijerat dengan Pasal 480 ayat 1 KUHP tentang penadah.


Dari interogasi, tersangka mengaku baru satu kali membawa rokok ilegal ke Inhil. Menurut pelaku, rokok itu milik IS, warga Sei Guntung. “Pelaku dalam pengejaran,” kata Eko.


Penyidik masih melakukan pengembangan penyidikan, terkait keaslian merek rokok dan lainnya. “Kami masih dalami merek apakah dibuat di Batam atau daerah lain,” tutup Eko.


Sumber cakaplah.com


Editor Arb


https://www.cakaplah.com/berita/baca/64369/2021/01/27/polda-riau-sita-230400-batang-rokok-ilegal-tiga-tersangka-diamankan/#sthash.BvbljS31.dpbs




Sudah Berumur 66 Tahun, Masih Bergelut dengan Barang Haram

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – KU yang sudah berusia 66 tahun masih bergelut dengan bisnis barang haram. Atas tindakannya itu, ia terpaksa diamankan polisi karena dugaan tindak pidana narkotika jenis shabu pada Sabtu (23/12021) sekitar pukul 12.15 Wib.


KU merupakan salah warga di Desa Kotabaru Seberida Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil.


Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasubbag Humas AKP Warno, mengatakan bahwa Plh Kapolsek Keritang Ipda Delni Atma Saputra mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika jenis shabu di Home Base D, Lorong Seratus RW 005 Desa Kotabaru Seberida.


“Peredaran shabu itu diduga dilakukan oleh seorang laki-laki yang diketahui inisial KU. Berdasarkan informasi tersebut kemudian Anggota Unit Reskrim Polsek Keritang melakukan penyelidikan dan diketahui terlapor (pelaku_) sedang berada di dalam rumahnya,” kata AKP Warno Akman.


Saat dilakukan penggerebekan terhadap terlapor didalam kamar, saat itu Ia sedang menimbang barang bukti diduga narkotika jenis shabu dengan menggunakan timbangan digital.


“Pelaku segera ditangkap dan dilakukan penggeledahan dengan disaksikan oleh Kepala dusun dan warga setempat, dari hasil penggeledahan rumah terlapor ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik bening ukuran sedang yang berisi serpihan kristal warna putih yang diduga narkotika jenis shabu, dan beberapa alat hisap shabu,” jelasnya.


Dari hasil keterangan KU, bahwa barang bukti diduga Narkotika jenis shabu tersebut diperolehnya dengan cara membeli dari rekannya yang berinisial A (Dalam Lidik_).


“Rencananya narkotika yang dibelinya tersebut akan kembali dipaket dalam beberapa paket kecil untuk dijual kembali. Total berat kotor shabu yang berhasil diamankan 1 gram,” sebut Kasubbag Humas AKP Warno.


Selanjutnya terlapor dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Keritang Guna Penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.


Editor Arbain




Sedang Asik Main Tembak Ikan, 3 Orang Diamankan Polres Rohul

Foto : Tiga Tersangka yang diduga melakukan TP Perjudian jenis mesin Gelper


ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Sedang asik melakukan perjudian Gelanggang Permainan (Gelper) jenis mesin tembak ikan, 3 orang diamankan Polres Rokan Hulu (Rohul).


Kapolres Rohul, melalui Paur Humas, IPDA Totok mengatakan penangkapan terhadap 3 orang terduga pelaku tindak pidana perjudian yakni, M (33), MN (34), dan A (24) bermula dari informasi yang diperoleh Team Opsnal Polres Rokan Hulu dari masyarakat, bahwa adanya permainan perjudian (Gelper) jenis mesin ikan-ikan yang bertempat di Km 7 Kecamatan Rambah.


Berdasarkan info tersebut, Jum’at ( 22/1/2020) sekitar pukul 23.30 Wib, team Buser Polres Rokan Hulu yg di pimpin oleh Kasat Reskrim  AKP Rainly L, SIK melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi tersebut.


“Sesampainya di lokasi, didapati 3 orang laki-laki yang sedang bermain judi dengan menggunakan mesin ikan-ikan,” tutur Paur Humas, IPDA Totok, Sabtu (23/1/2020).


Selanjutnya para pemain tesebut diamankan dan didapatkan barang bukti berupa satu unit mesin Gelper jenis ikan-ikan, dan satu buah chip untuk mengisi poin di mesin ikan-ikan tersebut.


“Kemudian, dari tangan pelaku juga turut diamankan uang senilai Rp 360.000. Saat interogasi awal, pelaku mengaku telah melakukan perjudian tersebut selama dua jam,” imbuhnya.


“Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Rokan Hulu guna pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Paur Humas, IPDA Totok.


Editor Arbain




Tersinggung Karena Dibilang Kok Ganteng Kali, Pria di Siak ini Aniaya Korban Hingga Tewas

ARBindonesia.com, SIAK – Hanya tersinggung soal ucapan, “Tumben, kok ganteng kali, mau ke mana?, KS (45) alias Kuna alias BAI warga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menganiaya Susiato alias Yanto, sehingga menyebabkan korban tewas.


Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengatakan bahwa motif pembunuhan tersebut karena tersangka BAI tersinggung dengan ucapan korban, karena menyebut pelaku dengan sebutan ganteng.


“Tumben, kok ganteng kali, mau ke mana?. Itu yang disampaikan korban ke pelaku, dikarena ucapan itu membuat pelaku tersinggung,” ucap Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto, saat konferensi pers, Kamis (21/1/21) di halaman Mapolres Siak.


Kapolres menjelaskan, ucapan tersebut dilontarkan korban ke pelaku, saat sama-sama menginap di salah satu kos-kosan di Km 11 Kecamatan Koto Gasib.


“Meski sama-sama berasal dari Sumatera Utara, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Di kosan tersebut mereka bertemu,” ucap Kapolres.


Lanjutnya, sebab dari ucapan tersebut, pelaku diduga sakit hati ke korban. Sehingga korban dan temannya yang bernama Soni Syah Dalimunthe hendak berangkat kerja atau berjualan peralatan rumah tangga menuju ke Desa Maredan Kecamatan Tualang, dibuntuti pelaku dari belakang.


Pelaku membuntuti korban dengan sepeda motor. Sampai di tempat kejadian perkara, di jalan Bakal Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, pelaku langsung membacok Yanto dan Soni menggunakan parang sebanyak 4 kali.


“2 kali mengenai perut sebelah kanan korban, bacokan ketiga ke arah Soni dan mengenai Soni, dan kemudian Soni berhasil lari dari pelaku. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke arah Pekanbaru,” kata Kapolres.


“Setelah jauh dari TKP Soni berhenti meminta bantuan, dan saat itu lewat mobil pick up kemudian diantar korban ke Puskesmas Koto Gasib,” jelasnya.


Setelah membawa korban ke puskesmas dengan kondisi sudah meninggal dunia, kemudian Soni melaporkan peristiwa itu ke Polres Siak.


Tanggal 18 Januari, tim opsnal Polres Siak mendapat informasi dari masyarakat, tentang keberadaan pelaku di wilayah Kabupaten Rokan Hulu Riau.


Dipimpin kasat reskrim Polres Siak AKP Noak Aritonang berangkat ke lokasi tujuan, tanggal 19 Januari, pelaku berhasil diamankan di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu.
“Pelaku berusaha untuk melawan, namun berhasil kita amankan,” kata kasat reskrim AKP Noak menambahkan.


AKP Noak mengatakan, pelaku akan diterapkan oasal 340 KUHPidana, kemudian jo pasal 338 KUHPiadana, dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.


Editor Arbain




H Permata Tewas Tertembak, 6 Petugas Bea Cukai Tembilahan Diperiksa Internal

Kantor Bea Cukai Tembilahan, Foto arbindonesia.com


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Penembakan yang menewaskan H Jumhan alias H Permata di perairan Indragiri Hilir (Inhil) berbuntut panjang. Enam petugas Bea dan Cukai Tembilahan diperiksa internal.


Penembakan terjadi ketika Satgas Patroli Laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepri dan Bea Cukai Tembilahan melakukan penggagalan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal pada Jumat (15/1/2021) lalu. Dikabarkan terjadi perlawanan’.


Enam pegawai Bea Cukai harusnya juga diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Senin (21/1/2021). Namun mereka tidak datang dan ternyata sedang berada Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai di Jakarta.


“Ada enam petugas (Bea Cukai Tembilahan) itu sedang diperiksa di pusat. Diperiksa secara internal, namanya pemeriksaan kepatuhan,” ujar Kasi Penyidikan Kanwil Bea Cukai Riau, Satrianto, ketika ditemui di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.


Satrianto mendampingi dua pejabat BC dari Tembilahan dan Balai Karimun yang diperiksa polisi di Mapolda Riau. Keduanya adalah Kepala Bea Cukai Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Ari Wibawa Gunawan, dan Kepala Seksi Penyidikan Bea Cukai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Gunar Wiratno.


Satrianto menjelaskan, pihak Bea Cukai telah memberikan bantuan hukum untuk para petugas yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau. “Ada bantuan hukum yang diberikan dalam pemeriksaan ini. Kalau saya sendiri mendampingi, yang dari kantor Tembilahan dan Balai Karimun,” jelas Satrianto.


Diketahui, H Permata tewas di tempat dengan lima luka tembak di bagian dada. Polisi menemukan lima proyektil dari tubuh pengusaha asal Batam, Provinsi Kepulauan Riau itu.


Kejadian itu dilaporkan pihak keluarga H Permata ke Polda Kepulauan Riau untuk diusut. Namun, Senin (18/1/2021) penanganan kasus diserahkan ke Polda Riau sesuai locus delicti atau tempat kejadian perkara.


Dari penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau diketahui tidak hanya H Permata yang tertembak. Anak buahnya yang juga jadi nakhoda kapal ketika kejadian juga tertembak dan tewas.


Korban tewas itu adalah Bahar. Ia meninggal Selasa (19/1/2021) dan telah dikebumikan di Tembilahan. Bahar mengalami luka tembak di kepala. Penembakan dilakukan dari arah depan


Korban ketiga adalah Abdul Rahman. Korban mengalami luka tembak di telapak kaki sebelah kiri. “Dapat tujuh jahitan,” ucap Teddy.


Korban terakhir adalah Irwan, yang juga merupakan warga Inhil. Ia mengalami luka di lengan sebelah kiri. “Semua korban berada dalam satu kapal,” kata Teddy.


Terkait jarak tembakan antara petugas Bea Cukai dengan para korban, Teddy belum mengetahuinya. Begitu juga senjata yang digunakan karena proyektil harus diuji terlebih dahulu di Labfor Polda Riau.


“Kita belum tahu soal jarak penembakan. SOP (standar opersional prosedur) penangkapannya juga sedang kita pelajari,” kata Teddy.


Menurut Teddy, dari hasil pemeriksaan pihak Bea Cukai, nantinya penyidik akan mendapatkan penjelasan bagaimana kronologi kejadian serta siapa pelaku penembakan terhadap H Permata. (*)


Sumber cakaplah.com




Bersama BB 50 Gram Shabu, 2 Tersangka Diamankan Polres Kampar

ARBindonesia.com, KAMPAR – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar yang berjuluk “Tim Ojoloyo” ini kembali menggebrak pelaku narkoba, 2 pelaku ditangkap bersama barang bukti 50,42 gram narkotika jenis shabu, pada Selasa sore (19/01/2021) di Jalan Lingkar Bangkinang wilayah Desa Salo Kecamatan Salo.


Kedua tersangka kasus penyalahgunaan narkotika yang diciduk Resnarkoba Polres Kampar ini adalah RE alias IM (35) dan FD alias FA (27), keduanya warga Desa Aliantan Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu.


Bersama pelaku turut diamankan barang bukti 1 bungkus narkotika jenis shabu terbungkus plastik bening seberat 50.42 Gram, sebuah plastik bening, sebuah plastik warna hitam dan 2 unit Hp yang digunakan pelaku.


Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK melalui Kasatres Narkoba AKP Daren Maysar SH mengatakan pengungkapan kasus ini berawal pada Selasa (19/1/2021) sekira pukul 15.30 Wib, saat itu Tim Opsnal SatResnarkoba Polres Kampar mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis shabu di Dusun Koto Bangun Desa Salo tepatnya dikawasan Jalan Lingkar Bangkinang Salo.


Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal SatResnarkoba Polres Kampar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian, Tim berhasil mengamankan 2 orang pria yang dicurigai sebagai target di jalan lingkar Bangkinang Salo.


Selanjutnya didampingi aparat desa setempat dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 bungkus narkotika jenis shabu didalam plastik bening yang disimpan pada saku celana bagian belakang tersangka RE alias IM. Kedua tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


“Dari hasil pengecekan urine kedua tersangka hasilnya potitif Methamphetamine,” Kasatres Narkoba AKP Daren Maysar SH, Kamis (21/1/2021).


“Kini kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, keduanya akan dijerat dengan pasal 114 (1) junto pasal 112 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun,” tutupnya.


Editor Arbain