Polres Pelalawan Ungkap Jaringan Narkoba Libatkan Napi di Lapas Tembilahan

ARBindonesia.com, PELALAWAN – Satuan Reserse (Satres) Polres Pelalawan berhasil membongkar peredaran narkoba yang melibatkan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.


Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan berantai terhadap tiga orang pelaku narkoba pada 1 Februari 2020 hingga bermuara kepada napi Lapas Tembilahan, Yongki Lesmana Putra (20).


Yongki tercatat sebagai narapida kasus Narkoba di Ukui Kabupaten Pelalawan beberapa tahun lalu. Ia divonis 8 tahun penjara. Celakanya dengan sisa tahanan 9 bulan lagi ia kembali diciduk sebagai pengendali Narkoba.


Tidak saja sampai di situ, penyidik Satres Narkoba Pelalawan berhasil membongkar aliran dana diduga yang dikendalikan Yongki, di salah satu rekening yang ia kelola. Pemilik rekening diduga atas nama keluarga Yongki.


Berdasarkan print out rekening koran yang berhasil dibongkar polisi, rekening itu dikelola Yongki terhitung sejak tahun 2019 dan terlihat aliran dana cukup fantastis. Jika ditotal lalu lalang dana mencapai miliaran rupiah. Dalam satu hari terjadi satu sampai tiga kali transaksi dengan angka bervariasi, paling sedikit Rp2 juta sampai Rp3 juta. Bahkan angka tertinggi Rp 20 juta sekali transaksi.


Setelah menangkap Yongki, Satres Narkoba Pelalawan bekerjasama dengan Satres Narkoba Tembilahan dan pihak Lapas Tembilahan. Selama dalam sel ia bebas mamakai HP untuk melancarkan aksi pengendalian Narkoba. Di ponselnya ditemukan traksaksi-traksasi bank.


Terbongkarnya, jaringan pengendali Lapas tersebut bermula penangkapan kecil, terhadap Andri di sebuah perusahaan kelapa sawit yang berada di Pangkalan Lesung pada tanggal 1 Februari 2021 lalu. Andri mengaku bahwa barang haram itu diperoleh dari Hermanto yang tinggal di Desa Banjar Balam, Lirik Kabupaten Inhu.


Hari itu juga Tim Opsnal memburu Hermanto. Hermanto berhasil ditangkap hanya saja tidak ditemukan barang bukti. Andri dan Hermanto dipertemukan Hermanto dan mengaku bahwa sabu dijual ke Andri berasal dari sepupu ayahnya bernama Unyil.


Seterusnya, Unyil diburu dan berhasil ditangkap setelah ia berupaya melarikan diri. Penggeledahan dilakukan dari pelaku Unyil berhasil diamankan Narkoba jenis sabu paket besar. Pelaku Unyil mengaku dan menerangkan, sabu ini ia peroleh dari kawannya, yang bernama Yongki Lesmana Putra merupakan seorang narapidana di Lapas Tembilahan.


Hal ini terungkap pada press rilis yang dipimpin Kapolres Pelalawan AKBP Indra Sujatmiko, S.Ik, Jumat (5/2/2021). Turut serta pres rilis ini dihadiri Kasat Narkoba Iptu Gus Purwanto, didampingi Kasubag Humas Iptu Edy Harianto.


Menurut Kapolres Indra, penangkapan empat pelaku ini adalah sebuah keberhasilan besar. Keberhasilan yang dimaksud bukan dinilai dari banyak jumlah barang bukti, melainkan keberhasilan memutus mata rantai peredaran narkoba.***


Sumber cakaplah.com




Ratusan Juta Raib, Begini Kronologi Perampokan di Perairan Mandah

Foto Ilustrasi Internet. Inews.id


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –
Speed Boat yang membawa penumpang dari Tembilahan dengan tujuan Tokolan dirampok di perairan Kuala Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Berdasarkan Laporan Singkat (Lapsik) dari pihak Kepolisian Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Inhil.


Kronologis peristiwa perampokan itu bermula saat Speed Boat berangkat dari pelabuhan Tembilahan Air Bagi menuju menuju Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Jum’at (5/2/2021) pukul 13.30 Wib.


Ternyata, pelaku perampokan tersebut ikut naik bersama penumpang lainnya pada speed Boat yang dikemudikan oleh H Iwan.


Saat itu, pelaku pertama yang diketahui berinisial W duduk didekat mesin boat, sedangkan pelaku kedua yang berinisial D duduk di atas nakhoda boat.


Sekitar pukul 14.30 Wib, Pelaku yang diketahui berinisial W itu memutus selang minyak Mesin Bot di Kuala Palongan, Kecamatan GAS.


Saat itu juga, datang Speed Boat bermesin 40 Pk merapat ke Boat yang bermuatan penumpang sebanyak 35 orang.


Ketika itu, pelaku W dan D mengeluarkan Senpi 2 pucuk dan senjata tajam untuk mengancam korban.


Kemudian pelaku sekira pkl 14.40 wib meninggalkan korban dengan menggunakan Speed Boat yang bermesin 40 PK itu.


Atas peristiwa itu, tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian ditaksir mencapai Rp 230 Juta.


Adapun korban atas perampokan itu diantaranya :


  • H Iwan (44) pemilik Boat sekaligus Kep, alamat Desa Batang Tumu, Dusun 5 Pasar Tokolan Kecamatan Mandah.
  • H.Abdul Azis (44) warga Desa Tokolan mengalami kerugian uang tunai Rp175 Juta,
    HP Nokia, BPKB Honda beserta STNK Vario 150 cc, dan BPKB Yamaha N.Max.
  • H.Budiansah (51) Jalan Batang Tuaka Tembilahan, mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 45 Juta dan dua buah HP Vivo.


Untuk diketahui, Peristiwa perampok tersebut saat ini sudah di tangani pihak kepolisian Polsek Kecamatan Gaung Anak Serka sesuai lokasi kejadian dan dalam proses pendalaman.


Editor Arbain




Sidang Pidana Pemilu di Inhu, 1 Kadis dan 5 Kades Dituntut 5 Bulan Kurungan Penjara

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HULU – Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riswidiantoro bersama 5 orang kepala desa (Kades) dituntut 5 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang pidana pemilu di Pengadilan Negeri (PN) kelas II Rengat, Senin (1/2/2021). JPU juga menuntut 6 terdakwa untuk ditahan.


Tuntutan 5 bulan penjara kepada 6 terdakwa, Kadis PMD Riswidiantoro dan 5 orang Kades masing-masing Suherman Kades Aur Cina, Septian Eko Prasetiyo Kades Peladangan Saranggeh Tiga, Said Usman Kades Pondok Gelugur, Guspan Ardodi Kades Bukit Selanjut dan Rajiskhan Kades Petonggan dibacakan JPU Jimmy Manurung SH didampingi rekannya Febri Erdin Simamora SH.


“Yang memberatkan adalah, perbuatan 6 orang terdakwa ini terbukti merugikan orang lain sehingga dinyatakan bersalah dituntut 5 bulan penjara,” kata JPU Jimmy membacakan tuntutan.


Selain dituntut 5 bulan penjara untuk 6 terdakwa pidana pemilu di Inhu, JPU juga menuntut masing-masing 6 terdakwa membayar denda Rp6 juta subsider 3 bulan kurungan dan membayar biaya perkara Rp5 ribu.


Setelah berkas tuntutan dibacakan untuk 6 terdakwa, kemudian masing-masing terdakwa diberikan berkas tuntutan dari JPU tersebut, dari 6 terdakwa, dua terdakwa yakni Kadis PMD Inhu Riswidiantoro dan Guspan Ardodi Kades Bukit Selanjut melakukan pembelaan melalui penasihat hukumnya. Sedangkan 5 Kades lainnya membuat sendiri pembelaan dan dibacakan pada sidang yang diagendakan Selasa (2/2/2021) besok pukul 15.00 WIB.


“Terdkawa Kadis PMD Riswidiantoro dan Guspan Ardodi Kades Bukit Selanjut silahkan koordinasi dengan penasihat hukum, untuk 4 terdakwa yang lain silahkan buat pembelaan secara tertulis dan dibacakan dalam sidang besok,” kata ketua majelis hakim Omori Rotama Sitorus SH MH yang dibantu dua hakim anggota yakni Maharani Debora Manullang SH MH dan Immanuel Marganda Putra Sirait SH MH.


Dalam pidana pemilu yang disidangkan di PN kelas II Rengat, 6 terdakwa diantaranya Kadis PMD Inhu dan 5 orang Kades di Inhu tersebut, masing-masing didakwakan oleh JPU melanggar pasal 188 undang-undang (UU) nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pengganti UU nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati/wali kota junto pasal 71 ayat 1 UU nomor 10 tahun 2014 tentang peraturan kedua atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2014 dengan ancaman maksimal selama enam bulan dan minimal tiga bulan hukum penjara.


Sumber cakaplah.com




Bea Cukai Batam Amankan 2 Wanita yang Sembunyikan Sabu di Selangkangan dan Dubur

ARBindonesia.com, BATAM – Bea Cukai Batam berhasil mengamankan 2 orang wanita penyelundup narkotika jenis sabu yang disembunyikan pada selangkangan dan dubur.


Keduanya berhasil diamankan petugas Bea Cukai Hang Nadim di Terminal Keberangkatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Jum’at (22/01/2021) lalu.


Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata melaui Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani menyampaikan sekira pukul 17.45 WIB, Jum’at (22/1/2021) petugas Bea Cukai Batam Bandara Hang Nadim berhasil menangkap dua orang wanita yang menyembunyikan sabu sebanyak masing-masing tiga bungkus.


“Satu menyembunyikan di selangkangan dan yang satu lagi di dubur,” kata Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani, Minggu (31/1/2021).


Lanjutnya, kedua wanita yang berinisial DSA (32) dan C (33) tersebut merupakan calon penumpang pesawat tujuan Jakarta, dengan tujuan akhir Lombok.


“Diawali kecurigaan petugas Bea Cukai Batam bersama petugas Avian Security Bandara Hang Nadim terhadap gerak-gerik dua orang penumpang wanita, dan dilanjutkan pemeriksaan kepada dua orang wanita tersebut,” ungkap Undani.


Petugas selanjutnya melakukan body typing, dan ditemukan terdapat benda mencurigakan di area selangkangan tersangka DSA, lalu keduanya dibawa ke hanggar untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara mendalam.


“Hasil pemeriksaan, petugas menemukan benda yang terdapat pada area selangkangan tersangka DSA adalah tiga bungkus berisi sabu” jelas Undani.


Kemudian kedua tersangka tersebut dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan rongent, dan ditemukan tiga bungkus lainnya di dalam dubur tersangka C, kemudian keduanya digiring ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.


“Setelah sampai di Kantor Bea Cukai Batam, petugas menimbang tiga bungkus barang bukti pertama seberat 180 gram dan tiga bungkus kedua sebanyak 179 gram, sehingga total sebanyak 359 gram, lalu terhadap barang bukti dan tersangka diserahterimakan ke Kepolisian Resort Kota Barelang Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut,” pungkas Undani.


“Untuk perkiraan nilai barang dari tangkapan sabu seberat 359 gram tersebut adalah Rp 359.000.000 dengan estimasi harga per gram adalah Rp1.000.000,” tutupnya.


Keberhasilan Bea Cukai Batam dalam mengamankan sabu tersebut merupakan komitmen Bea Cukai Batam untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat seperti halnya efek negatif dari mengonsumsi narkoba.


Editor Arbain




Pulau ini Diduga Dijual 900 Juta, Polres Selayar Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi Pulau Lantigiang Selayar, Sulsel. (Foto: disparbud.pariamankota.go.id)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Polres Selayar tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penjualan Pulau Lantigiang Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pulau itu diduga dijual sebesar Rp 900 juta


“Benar sedang dalam penyelidikan, telah ada transaksi di mana Pulau Lantigiang diduga dijual dengan harga Rp900 juta, namun baru dibayar DP 10 juta,” kata Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud yang dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (30/1).


Ia menyatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan informasi di masyarakat yang berkembang. Selain itu, polisi, kata dia, juga menerima surat dari Taman Nasional Taka Bonerate.


“Awalnya info masyarakat dan info yang berkembang, bahkan kami dapat surat dari Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Kami telah mendatangi TKP, mengambil keterangan beberapa saksi,” ucap dia.


Kedepan, ia menyatakan pihaknya masih akan mengambil keterangan ke beberapa saksi lainnya. Jika ada pihak yang dirugikan karena tertipu, maupun ditemukan penjualan tanpa hak, kata dia, kasus itu dapat ditingkatkan ke proses penyidikan.


“Kami masih menunggu pihak yang membeli tersebut, atau pihak yang dirugikan, baik itu perorangan maupun pihak pemerintah,” kata dia.


Dikutip dari tntakabonerate.com, Pulau Lantigiang masuk dalam pemerintahan Desa Jinato. Pulau ini disebut memiliki luas sekitar 10 hektare. (*)


Sumber Cnnindonesia.com
Editor Arbain




Operasi Gabungan, Bea Cukai Batam Sita 8 Kilo Sabu dan 21 Ribu Butir Ekstasi asal Malaysia

ARBindonesia.com, BATAM – Upaya penyeludupan barang haram jenis sabu, pil ekstasi dan happy five asal Malaysia berhasil digagalkan Bea Cukai Batam dalam operasi gabungan di Perairan Nongsa, Batam, Jum’at (29/1/2021).


Operasi gabungan itu terdiri dari Sub Direktorat (Subdit) Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan (Dit. P2) Kantor Pusat Bea Cukai, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kantor Bea Cukai Batam, dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam.


Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata mengatakan dari operasi gabungan yang dilakukan pihaknya berhasil menyita 8 Kg Sabu, 21 Ribu Butir Ekstasi dan 220 butir happy five,


“Diperkirakan total nilai tangkapan sabu dan ekstasi tersebut ditaksir Rp12,4 miliar, dengan estimasi harga jual sabu Rp1.000.000/gram dan ekstasi Rp200.000/butir,” tuturnya, Jum’at (29/1/2021).


Selain itu Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata juga menyampaikan bahwa
Kronologi diawali dengan penyampaian Nota Hasil Intelijen (NHI) dari Subdit Narkotika Dit. P2 Bea Cukai pada Rabu, 13 Januari 202. Bahwa akan ada kegiatan pemasukan narkotika dari Malaysia menuju Batam.


Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan Tim P2 Lapangan dan Tim CSS (Coastal Surveillance System) Bea Cukai Batam dengan Tim Dit. IV Bareskrim Polri.


Pada hari Kamis (21/01), tim melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil di KP Agas Tanjung Umma Lubuk Baja, Kota Batam yang dikendarai oleh SK bersama MNS.


“Salah seorang pelaku (SK) berusaha mencoba melarikan diri dan melawan petugas sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur,” ujar Susila.


Lebih detail, Susila mengungkapkan hasil pemeriksaan awal pada mobil tersebut, petugas mendapati dua karung warna putih yang masing-masing di dalamnya terdapat jerigen plastik warna biru, dan di dalam herigen tersebut terdapat masng-masing satu buah tas warna hitam.


“Tas itu berisi bungkusan teh hijau dan aluminium foil berisi pil yang diduga kuat adalah narkotika jenis sabu, ekstasi, dan happy five,” ungkap Susila.


Kemudian kedua pelaku yang membawa barang tersebut diamankan petugas dan setelah diinterogasi, didapati informasi bahwa mereka diperintah oleh HY.


“Tim segera melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang yaitu HY dan H di Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, dan keduanya mengakui bahwa tersangka HY yang menyuruh SK dan MNS,” lanjut Susila.


Tim gabungan kemudian melakukan pengembangan pada Jumat (22/01) dengan teknik controlled delivery ke Kecamatan Batam Kota dan berhasil menangkap tersangka RFH yang akan mengambil barang haram berupa sabu sebanyak 5kg dan mengakui diperintah oleh warga binaan lapas Barelang (WN Malaysia).


“Terhadap RFH juga dilakukan tindakan tegas dan terukur karena mencoba melarikan diri,” ungkap Susila Brata.


“Barang bukti berupa ekstasi, menurut pengakuannya akan diedarkan di salah satu tempat hiburan malam di kota Batam,” ungkapnya lagi.


Tambahnya, Sehingga barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh tim gabungan Bea Cukai dan Polri diantaranya yaitu, delapan bungkus sabu dengan berat total 8.206 gram brutto, 21.000 butir ekstasi, 220 butir happy five, handphone milik SK, HY, dan H, serta satu unit mobil yang mengangkut barang haram tersebut.


Susila juga menyampaikan bahwa penindakan kali ini juga telah berhasil menyelamatkan 30.000 jiwa manusia dengan asumsi per orang mengonsumsi satu butir/gram sabu.


“Terhadap barang hasil penindakan serta para terduga pelaku telah diserahterimakan ke Bareskrim Polri untuk dilakukan penyidikan lebih lebih lanjut,” tutup Susila.


Editor Arbain