Dua Pemuda di Inhil Kembali Diamankan Polisi Karena Narkoba

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sat Narkoba Polres Inhil kembali berhasil mengamankan terhadap 2 (dua) orang pemuda, diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu di Jalan Gerilya Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Pemuda tersebut berinisial MU (24) bersama rekannya HW (22), merupakan warga Tembilahan Hulu.

Dari keduanya turut diamankan 12 paket shabu-shabu seberat 1,31 gram.

Kronologis pengungkapan dikatakan KBO Sat Narkoba Polres Inhil Iptu Hendri J melalui Paur Humas Ipda Esra, S.H bermula pada hari Sabtu (24/7) anggota Sat Res Narkoba Polres inhil memperoleh informasi dari masyarakat, ada seorang laki-laki berinisial MU yang sering melakukan transaksi narkoba di Jalan Gerilya Tembilahan Hulu.

Selanjutnya KBO Sat Narkoba Polres Inhil Iptu Hendri J bersama Opsnal Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi itu.

“Pada Selasa (27/7) sore, anggota Sat Res Narkoba langsung melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap MU bersama rekannya HW,” tutur Ipda Esra.

Setelah diamankan, dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang disaksikan ketua RT dan warga setempat.

“Tim melakukan penggeledahan badan dan rumah atau tempat tertutup lainnya. Saat itu ditemukan barang bukti diduga shabu dari MU sebanyak 12 (dua belas) paket, ditemukan dibawah meja dalam kamar,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penggeledahan MU dan HW beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Keduanya dikenakan pasal 112 Jo 114 UU RI No 35 /2009 tentang Narkotika, dan diancam pidana paling lama dua puluh tahun penjara,” ujarnya. *




Kejari Sabu Raijua Selamatkan Uang Daerah 109 Juta dari Perusahaan Tambak Garam

ARBIndonesia.com, SABU RAIJUA – Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negera Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua senilai Rp.109.000.000 (Seratus Sembilan Juta Rupiah).

Yang mana uang Seratus Juta lebih tersebut berhasil di selamatkan dari perusahaan yang mengelola tambak garam di daerah Kabupaten Sabu Raijua.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sabu Raijua, Agus Kurniawan, SH.MH, melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muhammad Juanda Sitorus, SH. MH mengatakan pengembalian uang dari perusahaan tambak garam ke kas daerah tersebut berdasarkan hasil temuan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi NTT.

“Dalam temuan audit BPK tersebut menyimpulkan bahwa perusahaan yang melakukan pengelolaan tambak garam yang berkontrak kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sabu Raijua terbukti berdasarkan audit tidak melaksanakan kewajiban penyetoran laba hasil penjualan garam kepada Pemda,” ungkap Juanda Sitorus, Rabu (14/7/2021).

“Sehingga menimbulkan kerugian pada keuangan daerah senilai 109 Juta Rupiah,” tambahnya.

Lebih lanjut Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muhammad Juanda Sitorus, SH. MH menyampaikan bahwa awalnya Pemerintah Sabu Raijua meminta bantuan kepada Kejari untuk membantu melakukan pemulihan keuangan daerah tersebut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Akhirnya kata Juanda, Kejari Sabu Raijua berhasil melakukan pemulihan pengembalian keuangan daerah tersebut setelah melakukan beberapa kali usaha negosiasi penagihan.

“Saat ini uang sejumlah 109 Juta Rupiah tersebut telah di setorkan kembali ke kas daerah melalui rekening Bank NTT,” tutup Juanda Sitorus.

Editor : Arbain




Polres Inhil Tangkap Pelaku Pencuri Motor yang Beraksi di Jalan H Said Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Satreskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Sabtu (10/7/2021) di Jalan H. Said Tembilahan Kota, Kabupaten Inhil.

Pelaku, yakni MS (21) merupakan warga Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka.

Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah melalui Paur Humas Ipda Esra menjelaskan, pelaku ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah beraksi mencuri sebuah sepeda motor di daerah Tembilahan.

Ia menyampaikan bahwa penangkapan pelaku berawal dari laporan korban Tony (33), warga Tembilahan. Awalnya, korban memarkirkan sepeda motornya di depan rumah.

Selanjutnya, korban masuk ke rumah untuk bekerja. Tidak lama kemudian sepeda motor merk RX King itu raib.

“Korban lalu mencari di sekitar lokasi namun sepeda motor tersebut tidak ditemukan,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, korban selanjutnya melapor ke Polres Inhil. Setelah menerima laporan korban, Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah langsung memerintah timnya untuk mengecek TKP dan melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, diduga kuat bahwa pelaku MS. Selanjutnya, tim bergerak mencari keberadaan pelaku.

“Tidak berapa lama setelah mendapat laporan, pelaku akhirnya dapat diamankan berkat informasi dari saksi dan masyarakat setempat,” kata Ipda Esra.

Pelaku sudah dibawa ke Mapolres Inhil bersama barang bukti 1 unit sepeda motor beserta surat suratnya.

“Pelaku dikenakan pasal 363 K.U.H.Pidana dan diancam pidana maksimal lima tahun penjara,” tukasnya. (***)




Satu Warga Tembilahan Hulu Diamankan Polisi Karena Narkotika

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sat Narkoba Polres Inhil berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu inisial RU (38) di Jalan Ahmad Yani Parit 9 Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Inhil.

RU merupakan warga Tembilahan Hulu yang berprofesi sebagai petani. Ia diamankan bersama 2 paket shabu yang dibungkus dengan plastik bening dengan berat kotor sabu 0.54 gram.

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat, bahwa diduga ada seorang laki-laki yang sering melakukan transaksi narkotika di Jalan Ahmad Yani. Informasi tersebut disampaikan kepada KBO sat Res Narkoba Polres Inhil Iptu Hendri.J

“Setelah dilakukan penyelidikan, pada Sabtu (10/7/2021) sekitar pukul 19:50 wib anggota Sat Res Narkoba langsung melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap RU,” kata KBO sat Narkoba Polres Inhil Iptu Hendri.J melalui Paur Humas Ipda Esra SH.

Setelah diamankan Anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil memanggil RT dan warga setempat untuk dijadikan sebagai saksi, dan Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 2 (dua) paket narkotika yang di duga jenis shabu di atas tempat tidur dalam kamar pelaku.

“Berdasarkan hasil interogasi shabu tersebut didapatkan dari seseorang yang diduga berinisial IJ(dalam lidik). RU beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pelaku dikenakan pasal 114 Jo 112 UU RI No. 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal dua puluh tahun penjara,” ujarnya.(***)




Tewas Tak Wajar saat Peristiwa Penggerebekan H Permata, Polda Riau Periksa 2 Saksi

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) memeriksa dua orang saksi dalam kasus meninggalnya Baharudin seorang warga Indragiri Hilir dalam peristiwa penggrebekan kelompok H Permata beberapa waktu lalu, Jumat (09/07/21) kemarin.

Dua orang saksi tersebut berasal dari keluarga Almarhun Baharudin yakni Abang kandung dan Istri korban.

Dalam pemeriksaan yang berjalan lebih kurang 5 jam tersebut, yakni mulai pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB saksi didampingi langsung oleh kuasa hukumnya Razman Arif Nasution.

Saat dikonfirmasi media, pengacara kondang tersebut mengatakan pemeriksaan ini buntut dari adanya aduan pihaknya terkait kejanggalan terhadap meninggalnya Baharudin yang tewas tertembak petugas bea dan cuka Tembilahan beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya pemeriksaan ini, kami yakin penyelidikan kembali berjalan. Kita berharap kasus ini cepat menemui titik terang, pelaku dan aktor intelektualnya cepat tertangkap,” ujarnya, Jumat (09/07/31) malam.

Razman mengaku penyidik Polda Riau mempersilahkan pihaknya jika ingin menghadirkan saksi-saksi lain untuk dilakukan pemeriksaan. Namun lantaran adanya kebijakan PPKM ditengah pandemi covid-19, Razman memilih untuk menghadirkan saksi lain dua Minggu ke depan.

“Intinya kami selaku kuasa hukum ingin, siapa pelaku pembunuhnya terungkap,” tegasnya.

Menurut Razman inti pemeriksaan tersebut adalah kronologis kejadian meninggalnya korban. Mulai dari bagaimana bisa bersama kelompok H Permata hingga tertembak di bagian kepala dan proses pengobatan yang akhirnya nyawa korban tak tertolong.

“Keliatannya sudah mengarah ke satu orang yakni penembak. Namun pasti ada yang menyuruh dan ini pasti berantai. Aktor intelektualnya harus terungkap. Ini prestasi bagi Polda Riau jika terungkap,” tuturnya.

Ia percaya, dibawah pimpinan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi penyelidikan kasus ini akan berjalan dengan baik.

“Ada yang menghubungi saya, saya tidak perduli mau niatnya baik, nego atau apapun itu saya tidak peduli. Pelaku dan aktor intelektualnya harus ditangkap,” tambahnya lagi.

Bukan hanya itu, pihak keluarga juga mengaku sempat dihubungi seseorang dengan menawarkan uang senilai Rp 4 miliar agar mencabut laporan dan kasus ini dihentikan. Namun mereka belum mengetahui pasti siapa orang tersebut.

“Ada yang datang ke rumah untuk memberikan uang duka. Malah ada juga sms dari Kepala Bea Cukai Tembilahan. Kita ada buktinya,” paparnya.

Rencananya, Razman akan menghadirkan saksi inti di pemeriksaan selanjutnya yakni dua Pekan ke depan. Mereka adalah saksi yang tau persis dan berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi. Bahkan juga sempat memangku Baharudin setelah kepalanya ditembak oleh petugas bea dan cukai.

“Ini saksi mahkota, mereka masyarakat yang melihat langsung kejadian itu. Kalau polisi perlu, saksi ahli kita juga akan siapkan,” jelasnya.

Ia juga berharap, keluarga H Permata ikut berjuang untuk mengungkap kasus ini. Sebab dia menduga ada pelanggaran SOP oleh petugas bea dan cukai hingga menembak para korban tersebut.

Sebelumnya Razman menuturkan, peristiwa ini sangat penting untuk diungkap. Sebab ia menilai dalam kasus ini Baharudin menjadi korban penembakan oleh Petugas Bea dan Cukai kala itu.

“Baharudin itu menjadi korban penembakan. Hingga kita menilai kematiannya tak wajar. Kenapa tak wajar, karena dia tidak terlibat dalam kasus yang katanya H Permata itu. Baharudin hanya masyarakat yang sehari-hari mengantar penumpang untuk menyeberang, nah kala itu ditelpon oleh ajudannya H Pertama bernama Basir,” ujarnya.

Tuturnya, Baharudin itu hanya pemilik pancung yang sehari-hari digunakan untuk transportasi mengantar orang menyeberang. Kemudian kala itu, Baharudin dihubungi oleh Basir yang merelakan ajudan dari H Pertama. Dalam percakapan yang juga diketahui oleh istri Baharudin, Neni, dan Abang Kandungnya Syamsir, bahwa Basir meminta Bahrudin membuatkan 40 nasi bungkus.

Namun nasi belum masak, Basir kembali menghubungi Baharudin untuk datang dan mengambil uang nasi tersebut. “Jadi Bahrudin pergi menjumpai Basir. Tapi bukan mendapat uang tadi, malah H Permata dan rombongan langsung naik ke kapal Baharudin. Rupanya sebelumya sudah ada kejar mengejar antar Beca Cukai dan kelompok H Permata tadi. Mereka tertangkap dan ditembak,” bebernya.

“Ditembak ya, bukan tembak menembak. Sebab tidak ada perlawanan tembakan dari kapal yang dikemudikan Baharudin. Kalau tembak menembak pasti ada senjata dong di atas kapal itu,” imbuhnya.

Selanjutnya, kapal yang ditumpangi H Permata itu milik Baharudin. Dia juga bukan anak buah H Permata dan tidak ada urusan rokok ilegal bahkan mafia rokok ilegal. Baharudin murni hanya penyedia jasa transportasi di wilayah itu.

“Kita sudah dapat informasi senjata yang digunakan dalam penembakan itu. Nah sekarang sekarang tupoksinya, boleh gak bea cukai melakukan penembakan itu. Seharusnya kan melumpuhkan dulu. Jagan asal bunuh. Ini meski diusut, siapa yang diusut polisi pasti tau lah,” tegasnya.

“Mulai hari ini ini kasus harus jalan, kalau terlibat misalnya Bea Cukai Riau, Bea Cukai Tembilahan, Cukai Kepri, proses. Jika tidak berjalan kita akan laporkan ke Mabes, namun kita akan lihat perjalanannya dulu,” tandasnya.

Sumber gagasan riau.com




Curi Pupuk Milik Perusahaan di Inhil, 2 Orang Diamankan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Polsek Pelangiran, Polres Inhil menangkap dua (2) orang terduga tindak pidana pencurian pupuk di perusahaan PT. TH Indo Plantations (THIP), Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Inhil.

Pencurian itu terjadi pada Selasa (29/6/2021) sekitar pukul 01:00 Wib. Diamankan terduga pelaku FU (27) dan AN (25), keduanya bekerja sebagai buruh PT yang tinggal di Camp. POM Pulai PT. THIP.

Pengungkapan tindak pencurian dengan pemberatan (curat) itu terungkap ketika karyawan PT THIP Pelangiran melaporkan hilangnya 12 sak pupuk di logistik, pada 29 Juli 2021 lalu.

“Setelah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana curat yang diduga dilakukan oleh kedua pelaku, Tim personil Polsek Pelangiran melakukan penyelidikan kepada saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Kapolsek Pelangiran IPTU Andi Aceh, S.H melalui Paur Humas Ipda Esra SH.

Setelah diperoleh informasi dan hasil penyelidikan, terduga pelaku mengarah kepada FU dan AN. Berdasarkan informasi tersebut kemudian Ps. Kanit Reskrim Bripka Saut P.Nainggolan melaporkan informasi tersebut kepada Kapolsek Pelangiran Iptu Andi Aceh, SH dan selanjutnya Kapolsek Pelangiran memerintahkan untuk melakukan penangkapan.

“Terduga pelaku kemudian diamankan serta di interogasi secara lisan. Para pelaku pun mengakui telah melakukan pencurian tersebut,” tuturnya.

Diketahui para pelaku memikul hasil curian tersebut dari tumpukan pupuk di Dermaga di bawa ke pinggir sungai dengan maksud akan di jual.

“Tersangka dan barang bukti di bawa ke Mapolsek Pelangiran untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Para pelaku di kenakan pasal 363 KUH.Pidana dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara,” tukasnya. ***