Jejak Pengungkapan Kasus Pembunuhan Berencana di Kecamatan Keritang

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Berkat penyelidikan oleh tim gabungan dari Polsek Keritang, Polres Inhil dan Polda Riau berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terjadi pada kamis (2/9/ 2021) sekira pukul 02.00 Wib.

Korban yang berinisial Hj YM (57 tahun) merupakan warga Dusun Garuda 2 Desa Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang itu ditemukan meninggal dunia oleh suaminya pada hari kamis (2/9/2021) sekira pukul 19.30 wib di dalam kamar rumah korban.

Sedangkan tersangka yang bernama Samsudin alias Hasan (42 tahun) merupakan warga Desa Kayu Raya, Kecamatan Keritang berhasil diamankan pihak kepolisian pada 20 September 2021

Dari keterangan yang paparkan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan pada Konferensi Pers, awalnya pihak keluarga tidak menaruh kecurigaan adanya tindak kekerasan yang terjadi pada korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kecurigaan kematian korban yang secara tidak wajar itu mulai diketahui saat mayat korban dimandikan oleh pihak keluarga.

Saat itu kondisi mayat mengeluarkan darah pada mulut, terdapat luka memar di bagian bawah telinga, dan dikuatkan dengan tidak ditemukannya barang berharga atau perhiasan milik korban.

“Meski demikian, saat itu prosesi pemakaman terhadap korban tetap dilakukan (3 September 2021),” tutur Kapolres, Jum’at (24/9/2021).

Lanjut Kapolres, pada 13 September pihak keluarga mendatangi Polsek Keritang, untuk melaporkan atas peristiwa tewasnya Hj YM yang dinilai tidak wajar.

Penyelidikan Dilakukan Dengan Membongkar Makam

Awalnya sebagian pihak keluarga tidak setuju untuk dilakukan penyelidikan dengan pembongkaran makam, akan tetapi setelah pihak keluarga berembuk dengan keluarga besar akhirnya pembongkaran makan dilakukan.

Pada 15 September autopsi dilakukan, dari hasil autopsi ditemukan bekas pukulan benda tumpul, tulang iga patah, dan bekas jeratan.

Selanjutnya tanggal 16 september 2021 pihak keluarga kembali melaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Keritang.

Atas laporan tersebut Kapolres Inhil membentuk Timsus yang terdiri dari Sat Reskrim Polres Inhil, Polsek Keritang dan dibackup up oleh tim Jatanras Polda Riau untuk mengungkap perkara tersebut.

Selanjutnya dari hasil penyelidikan timsus mengarah kepada pelaku Samsudin alias Hasan (42 tahun). Pada 20 September 2021 sekira pukul 04.00 Wib dilakukan penangkapan terhadap pelaku di Desa Kayu Raja Kecamatan Keritang.

“Dimaana saat itu pelaku sedang menonton acara orgen tunggal atau kybord di desa tersebut,” ungkap AKBP Dian Setyawan.

Dari keterangan pelaku kata Kapolres, bahwa antara pelaku dan korban telah saling kenal sebelumnya, yang mana pelaku mendekati korban dengan cara menjadi orang pintar alias dukun dengan berpura-pura bisa membuka aura korban.

“Pelaku telah merencanakan pembunuhan terhadap korban sebulan sebelum kejadian, hanya saja pelaku baru melancarkan aksinya pada hari Kamis tanggal 02 september 2021 sekira pukul 02.15 wib,” paparnya.

Lanjut Kapolres, pelaku menghabisi nyawa korban dengan menjerat leher menggunakan tali rafia yang didapat pelaku dari dalam rumah korban.

“Pelaku menjerat leher korban dengan tali dari arah belakang hingga korban meninggal dunia,” tutur Dian.

“Hal tersebut sesuai dengan hasil autopsi korban meninggal dunia akibat kekerasan dengan cara mencekik, menjerat dan membekap daerah leher atau kerongkongan sehingga menimbulkan patah tulang lidah dan sumbatan jalan nafas korban,” tambahnya.

Pelaku Dengan Leluasa Masuk Kerumah Korban

Kedekatan pelaku dengan korban dimanfaatkan oleh pelaku untuk dapat masuk ke dalam rumah korban dengan mudah, yang mana beberapa saat sebelum tiba di rumah korban, pelaku menghubungi korban agar korban membuka pintu rumah.

Dari keterangan pelaku lanjut Kapolres, setelah melakukan pembunuhan terhadap korban, pelaku kemudian mengambil barang berharga 1 untai kalung emas milik korban yang dikenakan oleh korban setelah berhasil membunuh korban.

Selanjutnya pelaku meminta tolong kepada saudara perempuannya untuk menjual kalung emas tersebut ke pedagang emas di Tembilahan dengan dalih menjualkan emas milik mertuanya.

Dari penjualan emas yang dilakukan pada 2 September 2021 sekira pukul 10.00 Wib, pelaku berhasil mengantongi uang sebesar 66 juta lebih dari hasil penjualan emas seberat 25 mayam.

“Uang hasil penjualan dimasukkan pelaku ke rekening BNI miliknya sebesar 20 juta yang sebahagian dipergunakan oleh pelaku berfoya-foya,” ungkap Kapolres Inhil.

Dari keterangan pihak keluarga korban, laanjut Kapolres, perhiasan korban yang hilang atau tidak ditemukan adalah 1 untai kalung dan beberapa buah gelang dengan kerugian 120 mayam. Apabila di kalkulasi dengan uang mencapai Rp 340.000.000.

“Motif pelaku melakukan pembunuhan ialah ingin memiliki barang berharga milik korban. Pelaku diancam hukuman mati atau seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara,” kata Dian.

Untuk diketahui, saat ini pelaku dan barang bukti berupa uang sejumlah 9.557.000 dan 2 unit handphone serta barang bukti lainnya telah diamankan di Polres Inhil. (Arbain)




Diduga Korupsi Hibah Alat Kesehatan, Polda Riau Tahan dr HM

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Dalam jumpa pers usai memimpin Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021, Senin (20/9), Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan pihaknya telah menahan dr MH M.Kes (52 tahun), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti atas dugaan menggelapkan alat rapid tes dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Tersangka terancam dijerat undang-undang Korupsi pasal 9 jo pasal 10 dengan ancaman 5 hingga 10 tahun penjara.

Kini MH sudah ditahan oleh Polda Riau. Kasusnya ditangani Subdirektorat III Reskrimsus. Irjen Agung dalam jumpa persnya didampingi Wakapolda, Brigjen Tabana Bangun, Kabid Humas Kombes Sunarto dan Direktur Reskrimsus Kombes Ferry Irawan menyebutkan, bahwa penyidikan akan terus bergulir, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pelaku lain, selain tersangka MH sendiri.

“Tentu, kita akan dalami lagi kasusnya,” tegas Irjen Agung.

Terungkapnya perbuatan MH berawal setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat terkait alat rapid tes yang diberikan oleh kantor KKP kelas II, yang disalahgunakan. Seharusnya rapid tes ini diperuntukkan secara gratis, namun diduga dikomersilkan atau dijual oleh tersangka dengan nilai Rp150 ribu bahkan lebih, untuk setiap satu alatnya.

“Jumat kemarin kita sudah memeriksa dan menahan dr MH, selaku Kadiskes Meranti. Kita lakukan penyidikan atas perbuatan penggelapan barang negara untuk kepentingan pribadi. Kita temukan bantuan rapid tes antigen sebanyak 3.000 alat yang diberikan oleh kantor KKP diselewengkan, tidak didistribusikan,” beber jenderal bintang dua tersebut.

“Antigen ini dikomersilkan kepada masyarakat yang membutuhkan, dimana tujuan hibah Rapid tes yang diberikan kepada dinas sudah disalahgunakan. Kita akan hitung nanti berapa kerugian negara. Dia mengomersilkan satu rapid tes dengan menarik dana Rp150 ribu bahkan lebih,” terang mantan Direktur cyber Bareskrim tersebut.

Agar tidak dicurigai, tersangka lalu menutupinya dengan membuat laporan pengalokasian palsu. Kasusnya dilakukan tersangka mulai September 2020 lalu.

“Kita mendapat informasi dan datanya dari masyarakat, kemudian kita dalami karena kita tahu bahwa rapid yang harusnya disimpan difasilitas kesehatan ternyata tidak demikian, di mana sebagian alat berada di klinik yang bersangkutan (MH),” tutup Agung. (rls)




Kunci Tertinggal Saat Parkir, Satu Unit Motor Dibawa Kabur

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – pencurian bisa saja terjadi tanpa ada niat dari pelakunya, akan tetapi bisa saja muncul dikarenakan adanya kesempatan.

Seperti kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di di Jalan Teuku Umar Gang Taman Bahagia, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang baru-baru ini terjadi.

Akibat kunci sepeda motor tertinggal di stop kontak saat diparkir, satu unit motor Kawasaki raib dibawa pelaku pencurian.

Beruntung gerak cepat pihak kepolisian Polsek Kateman berhasil menangkap seorang pelaku pencurian sepeda motor tersebut.

Disampaikan Kapolsek Kateman, Kompol Afrizal, SH, Msi melalui Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra, SH, kronologi pencurian sepeda motor tersebut bermula pada Jum’at (10/9/2021) saat korban Sarbaini (36), menitipkan sepeda motor Kawasaki kepada kerabatnya dikarenakan Ia akan berangkat ke Tembilahan.

Lalu pada Minggu (12/9/2021), korban dihubungi oleh kerabatnya memberitahukan, sepeda motor korban yang dititipkan telah hilang sewaktu diparkir ditepi Jalan Teuku Umar.

“Korban lalu pulang ke Sungai Guntung untuk melaporkan ke Polsek Kateman pada Selasa (14/9/2021) siang, guna dilakukan pengusutan lebih lanjut. Menurut kerabat korban, sepeda motor kawasaki itu hilang saat kunci sepeda motor tertinggal di kontaknya,” ungkap Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra, SH, Kamis (16/9/2021).

Atas kejadian pencurian itu kata Ipda Esra,
korban mengalami kerugian sebesar Rp 17.500.000.

“Pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 wib, berkat informasi dari masyarakat Desa Teritip. Bahwa ditemukan 1 unit sepeda motor Kawasaki yang terparkir di dekat pondok dusun Suak Besar Desa Sungai Teritip, sekitar kebun kelapa sawit PT. Oskar,” ujar Ipda Esra.

Atas informasi itu personil Polsek Kateman bersama korban mendatangi lokasi tersebut dan menemukan sepeda motor Kawasaki milik korban yang telah hilang.

“Personil Polsek Kateman dibantu masyarakat menyisir lokasi kebun Kelapa Sawit dan bertemu dengan seorang pria yang tidak dikenal. Pria itu lalu diamankan dan dilakukan pengeledahan. Saat digeledah ditemukan kunci sepeda motor milik korban, dikantong celana,” ungkapnya.

Setelah di interograsi pria tersebut berinisial HF (30) dan mangakui telah melarikan sepeda motor milik korban.

“Pelaku dan barang bukti diamankan dan di bawa ke Polsek Kateman guna dilakukan proses lebih lanjut. Pelaku dikenai pasal tentang tindak Pidana Pencurian sepeda motor, sebagaimana dimaksud dalam Rumusan Pasal 363 KUH.Pidana dan diancam pidana maksimal lima tahun penjara,” jelasnya. (arb)




Polres Inhil Amankan 1 Warga Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sat Narkoba Polres Inhil kembali mengamankan 1 (satu) orang laki-laki diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis Shabu, lada Rabu (1/9/ 2021) lalu sekira pukul 17.20 wib.

Pelaku inisial AL warga Tembilahan, diamankan di Jalan Pekan Arba Kelurahan Pekan Arba Tembilahan.

“Selain pelaku, tim opsnal sat Narkoba juga berhasil mengamankan 21 paket shabu dengan berat kotor 10,81 gram,” kata Sat Narkoba Polres Inhil Iptu Indra Lubis, SE,SH melalui Paur Humas Ipda Esra, SH Rabu (8/9/2021).

Dijelaskan pihak Polres Inhil, penangkapan pelaku narkotika ini berdasarkan hasil pengembangan dari beberapa kasus yang sebelumnya telah ditangani.

“AL ini berperan sebagai pengedar shabu disekitar Pekan Arba. Saat diamankan anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil langsung memanggil ketua RT dan warga setempat, untuk dijadikan saksi dalam melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 21 (dua puluh satu) paket narkotika yang diduga jenis shabu serta alat transaksi shabu,” paparnya.

Pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku dikenakan pasal 112 Jo 114 UU RI No.35 thn 2009 tentang Narkotika, dan diancam pidana penjara maksimal dua puluh tahun,” jelasnya. (Rls Hms Polres Inhil)




Takut Ketahuan Orang Tuanya, Pelajar di Inhu Nekat Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HULU – Kepolisian Sektor Siberida berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Jalan Setepak, Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan yang baru dilahirkan tersebut ternyata adalahseorang remaja putri berusia 18 tahun berinisial YS. Dialah ibu kandung bayi malang itu.

Siswi salah satu SMA ini diamankan petugas di rumahnya tak lama setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan pada Sabtu (4/9/2021) tak lama setelah bayi malang itu ditemukan warga.

“Kami sedang memeriksa YS,” kata Kapolres Inhu AKBP Bachtiar Alponso melalui PS Paur Humas Aipda Misran, Selasa (7/9/2021).

Menurut Misran, kasus ini terungkap saat seorang pelajar SD bernama Afgan (10) yang baru pulang sekolah melintas di jalan setapak menuju rumahnya.

Afgan sebenarnya baru turun dari sepeda motor yang dikendarai oleh Nur Fitriani (27), tukang ojek yang selalu mengantar jemput Afgan ke sekolah. Seperti biasa Afgan turun disimpang jalan setapak menuju rumahnya, kemudian berjalan kaki.

Ketika beberapa meter berjalan kaki, Afgan dikagetkan dengan melihat sosok bayi yang tergeletak di pinggir jalan setepak dengan mulut disumpal kain.

Melihat hal ini, Afgan berlari menuju jalan raya dan mengejar Nur Fitriani menyampaikan temuan bayi itu. Keduanya lalu kembali menuju jalan setapak mengambil bayi dan membuka mulut yang tersumpal kain. Nur kemudian membawa bayi malang tersebut pulang untuk dimandikan dan dipasangi pakaian.

“Setelah itu Nur Fitriani mendatangi rumah Ketua RT dan anggota Bhabinkamtibmas setempat untuk menyampaikan prihal temuan bayi berjenis kelamin perempuan itu,” lanjutnya.

Bayi lalu dibawa ke RSUD Indrasari Rengat untuk mendapatkan perawatan medis, dilanjutkan dengan melaporkannya ke Polsek Seberida.

Polsek Siberida yang menerima laporan langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, hitungan jam melakukan penyelidikan petugas membuahkan hasil.

“Kita selidiki dan akhirnya menemukan ibu si pembuang bayi tersebut,” lanjutnya.

Diketahui YS salah seorang pelajar yang selama ini terlihat tidak lazim, dengan kondisi perut membesar, namun setelah temuan bayi itu, perutnya mengecil.

“Kepada polisi, YS mengaku baru saja melahirkan seorang bayi perempuan, namun karena malu dan takut ketahuan orang tuanya, ia lalu membuang bayi tersebut di jalan setapak wilayah RT 037 RW 10 Dusun Sungai Arang,” pungkasnya.

Selanjutnya polisi mengamankan YS beserta sejumlah barang bukti ke Mapolsek Siberida untuk proses hukum selanjutnya. *

Sumber Cakaplah.com




Dua Warga Tembilahan Hulu Ditangkap

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dua pelaku narkotika jenis Shabu berhasil diamankan Sat Res Narkoba Polres Inhil, Jum’at (20/8) lalu sekitar pukul 11:30 wib di Jalan Telaga Biru Gang Madrasah Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu.

Ke dua pelaku inisial CI (32) sebagai pengedar dan HB (26) sebagai pemakai, para pelaku merupakan warga Tembilahan Hulu.

“Kronologis pengungkapan para pelaku beserta barang haram itu awalnya anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil memperoleh informasi dari masyarakat, ada seorang pria inisial CI sering bertransaksi narkoba dirumahnya yang beralamat di Jalan Telaga Biru Gang Madrasah,” kata Kasat Res Narkoba Polres Inhil IPTU Indra Mulyadi Lubis, SE, SH melalui Paur Humas Ipda Esra SH, Selasa (7/9/2021).

Kasat Res Narkoba Polres Inhil Iptu Indra Mulyadi Lubis lalu memerintahkan Opsnal Sat Res Narkoba untuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

“Pada Jum’at (20/8) siang anggota Sat Res Narkoba langsung melakukan penangkapan terhadap CI dan HB. Mereka saat itu tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika,” ungkapnya.

Setelah diamankan anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil langsung memanggil ketua RT dan warga setempat untuk dijadikan saksi pada saat penggeledahan.

“Saat digeledah ditemukan barang bukti berupa 4 (empat) paket sedang narkotika jenis shabu dengan berat 3,44 gram. Tindak pidana narkotika ini kembali akan dikembangkan asal muasal barang haram itu,” sebut Ipda Esra.

Para pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Mereka dikenakan pasal 112 Jo 114 UU RI No.35 / 2009 tentang Narkotika dan, pelaku terancam pidana penjara maksimal dua puluh tahun,” tambahnya. (Rls Hms Polres Inhil)