Dipalak Preman, Kakek di Tembilahan Ditikam Dari Belakang

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Seorang kakek di Kota Tembilahan jadi korban penikaman oleh oknum preman.

Kakak itu bernama Idrus tumbang seketika setelah ditikam menggunakan senjata tajam (sajam) pisau dapur.

Peristiwa penganiayaan berat tersebut pada Rabu (25/05/2022), sekira pukul 23.30 WIB, di jalan H Said kecamatan Tembilahan.

Waktu itu korban, Idrus, sedang membeli nasi goreng di Jalan H Said, korban berjalan kaki kearah Surau Al Iktiat sebelum ditikam.

Sebelum sampai di Surau Al Iktiat ada orang yang tidak dikenal diduga meminta uang Rp 1.000, dan korban mengatakan tidak ada uang.

“Setelah korban membelakangi pelaku, pelaku langsung menikamnya di bagian punggung,” kata Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah, Kamis (26/5).

Setelah menikam korban, pelaku langsung pergi meninggalkan korban. Tidak lama setelah itu saksi Asril lewat dan melihat korban dalam keadaan kena tikam dengan posisi pisau masih menancap di Punggung.

“Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Inhil untuk pengusutan lebih lanjut,” ungkapnya.

Untuk saat ini pelaku masih dalam proses lidik. Sedangkan korban yang merupakan warga Jalan Soebrantas Gang Pulai Indah Kelurahan Tembilahan Hilir itu dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan. *** (Mdd)




Dituntut 3 Tahun Penjara, Otak Penyerangan Rumah Karyawan di Kampar Ternyata Dosen Unri



ARB INdonesia, PEKANBARU – Dosen Universitas Riau (Unri) Antoni Hamzah dituntut tiga tahun penjara. Antoni diduga menjadi otak penyerangan rumah karyawan di Kampar.
Dilansir detikSumut, sidang agenda tuntutan dibacakan di Pengadilan Negeri N Kampar, Rabu (18/5) malam. Kejaksaan Negeri Kampar menilai Antoni yang juga Ketua Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) periode 2016-2021 terlibat penyerangan dan pengusiran karyawan PT Langgam Harmuni.

Dalam tuntutan, Jaksa Penuntut Umum Silfanus Simanulang mengatakan hasil keterangan saksi dan fakta persidangan, Antoni Hamzah terbukti sebagai aktor intelektual di kasus tersebut. Bahkan ia meminta preman melakukan pengusiran.

“Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim yang terhormat agar menjatuhkan pidana tiga tahun penjara kepada terdakwa Antoni Hamzah. Sebab menurut keyakinan dan bukti-bukti persidangan sudah jelas terdakwa terlibat,” terang Silfanus kepada detiksumut, Kamis (19/5/2022).

Silfanus mengatakan tim JPU di Kejaksaan Negeri Kampar menilai Antoni melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 2 KUHP. Selain itu, JPU menilai Antoni sebagai tenaga pendidik tidak memberikan contoh yang baik.

“Hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian materil, menimbulkan ketakutan. Bahkan terdakwa yang merupakan seorang dosen tidak memberikan contoh yang baik,” katanya.

Tidak hanya itu, tuntutan terhadap Antoni dibuat berat karena profesinya sebagai dosen dan bergelar doktor. Di mana Antoni seharusnya bisa menyelesaikan masalah dengan tidak keluar jalur sebagai seorang dosen. ***

Artikel ini telah tayang di detiknews, “Dosen Unri Otak Penyerangan Rumah Karyawan Dituntut 3 Tahun Penjara” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-6084696/dosen-unri-otak-penyerangan-rumah-karyawan-dituntut-3-tahun-penjara.




Begal di Tembilahan Gunakan Parang Pendek

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Pelaku begal tak berkutik saat ditangkap Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Pelaku inisial MA (22) merupakan warga Tembilahan ditangkap di rumahnya jalan Soebrantas, pada Senin (16/5/2022).

“Setelah rangkaian penyelidikan pelaku MA berhasil dibekuk,” kata Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah, Selasa (17/5/2022).

Aksi pembegalan tersebut terjadi pada 14 Mei 2022 tengah malam lalu di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, korban inisial RE (18).

Pembegalan itu bermula saat korban bersama temannya jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor sekitar pukul 23:00 WIB.

Tepatnya di jalan Tanjung Harapan Ujung, tiba tiba datang seorang laki-laki yang tidak dikenal juga menggunakan sepeda motor yang langsung memberhentikan korban dan mengambil kunci motor korban.

“Pelaku juga mengeluarkan sebilah parang pendek lalu memukul korban dengan menggunakan gagang parang tersebut,” papar Kasat Reskrim.

Dijelaskan AKP Amru, setelah memukul, pelaku merampas 1 unit handphone yang dibawa korban dan 1 unit handphone teman korban.

“Pelaku lalu kabur dengan membawa kunci motor korban yang mana tujuannya agar korban tidak dapat mengejar pelaku,” jelasnya.

Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Inhil. Atas peristiwa itu korban mengalami kerugian jutaan rupiah.

Sedangkan pelaku saat diinterogasi, mengakui perbuatan melakukan tindak pidana pencurian sendirian. Pelaku dibawa ke Polres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Pelak dikenai pasal 365 KUHPidana dan terancam pidana 9 tahun penjara,” tukasnya.

Pihak Polres Inhil berpesan dan mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati ketika berkendara melewati jalan yang sepi.

“Hindari sekedar jalan-jalan ke tempat yang sepi apalagi di tengah malam, bisa saja pelaku bukan ada niat tapi ada kesempatan melakukan tindak kriminal,” pesannya. (Dd)




Kasus Dugaan Korupsi Dana BLU di UIN Suska Riau Naik ke Tahap Penyidikan

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengendus dugaan korupsi dana Bantuan Layanan Umum (BLU) di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska). Status dugaan korupsi itu langsung ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasi Penkum Kejati Riau, Bambang Heripurwanto mengatakan kasus dugaan korupsi ditingkatkan setelah melakukan ekspose perkara. Hadir dalam ekspose Kajati Riau Jaja Subagja, Wakajati Akmal Abbas dan pejabat utama.

“Kemarin bertempat di kantor Kejati Riau dilakukan gelar perkara ekspose perkara terkait dana BLU di UIN Suska. Ada hadir seluruh pimpinan,” kata Bambang kepada detikSumut, Kamis (12/5/2022).

“Kesimpulannya kasus ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan, tim penyelidik di Pidsus telah melakukan pemeriksaan saksi dan bukti dokumen,” lanjut Bambang.

Bambang mengatakan penyelidikan dana BLU ditangani tim Tindak Pidana Khusus. BLU sendiri dikucurkan pada 2019 lalu yang bersumber dari APBN. Sementara untuk pagu anggaran sebesar Rp 129 miliar lebih.

Untuk saksi, tercatat ada 20 orang saksi diperiksa secara marathon. Termasuk dokumen yang berkaitan pengelolaan dana BLU tahun 2019.

“Tim penyelidik Pidsus Kejati Riau telah menemukan adanya indikasi peristiwa pidana, perbuatan melawan hukum dan potensi kerugian negara,” kata Bambang.

Selanjutnya untuk proses penyidikan, Kejati Riau telah mengeluarkan surat perintah penyidikan. Termasuk menunjuk beberapa orang jaksa untuk menyelesaikan proses penyidikan terhadap penanganan perkara tersebut. *

Artikel ini telah tayang detiksumut, dengan judul “Kasus Dugaan Korupsi di UIN Suska Riau Naik ke Tahap Penyidikan” selengkapnya https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-6074098/kasus-dugaan-korupsi-di-uin-suska-riau-naik-ke-tahap-penyidikan.




Polres Inhil Amankan Terduga Pembakar Lahan di Kempas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang terduga pelaku pembakaran lahan di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas Kabupaten Inhil, Riau, diamankan pihak kepolisian. Kebakaran lahan itu dilakukan terduga pelaku inisial Md (59) warga Kempas, pada Selasa (29/3) lalu.

Awalnya, anggota kepolisian dari Polsek Kempas Polres Inhil yang telah dilengkapi dengan alat deteksi titik hotspot (titik panas) bernama Aplikasi Lancang Kuning langsung dari Satelite NOAA20 sumber NASA, memantau adanya titik panas di Parit Bunga Padi RT 003 RW 006 Kelurahan Kempas Jaya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kempas Jaya membenarkan ada kebakaran lahan di Parit Bunga Padi RT 003 RW 006 Kelurahan Kempas Jaya. Kapolsek Kempas AKP Handoko lalu memerintahkan anggotanya berangkat ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pemadaman Karhutla.

Setelah api padam, Sat Reskrim Polres Inhil bersama Unit Reskrim Polsek Kempas melakukan penyelidikan atas kasus karhutla yang menghanguskan kurang lebih 2,5 hektar lahan tersebut, hingga akhirnya terduga pelaku inisial Md diamankan.

“Terduga pelaku mengaku telah membakar lahan pada Selasa (29/3) sekitar pukul 10:00 wib. Awalnya Ia hanya membakar rumput kering yang sudah ditebas di lahan miliknya dengan cara menumpuknya pada akar pohon (tunggul) sisa tebangan,” kata Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah, menuturkan pengakuan terduga pelaku, Rabu (13/4/2022).

Setelah api menyala terduga pelaku menunggu selama kurang lebih 2 jam, agar akar pohon sisa tebangan tersebut benar-benar terbakar.

“Pelaku sempat menyiram akar pohon yang sudah terbakar dengan air dan mencangkul tanah yang ada disekitar akar pohon. Menurut pelaku akar pohon yang terbakar tersebut apinya sudah padam, Ia dan istrinya lalu memilih pulang ke rumah. Hingga keesokan harinya (30/3) sekitar pukul 21.00 wib, pelaku diberitahu api yang ada dilahannya merambat ke lahan milik orang lain. Ia berusaha untuk memadamkan api di lahan yang terbakar tersebut, namun karena peralatan tidak memadai dan cuaca gelap maka pada saat itu api tidak bisa dipadamkan hingga menghabiskan lahan sekitar 2,5 hektar,” tukasnya.***




Narkoba, 2 Pelaku Diciduk Polisi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sat Narkoba Polres Indragiri Hilir (Inhil) menangkap 2 orang laki-laki terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu, Jum’at (4/3) lalu, di Jalan Prof M.Yamin Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan.

2 terduga pelaku tersebut inisial RD (42) dan SG (25) warga Tembilahan.

Penangkapan bermula saat anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil memperoleh informasi dari masyarakat adanya peredaran narkotika di Jalan Prof. M. Yamin.

“Atas informasi tersebut dilakukan penyelidikan. Kemudian pada hari Jum’at (4/3) anggota Sat Res narkoba langsung melakukan penangkapan terhadap RD,” kata Kasat Narkoba Iptu Indra Mulyadi Lubis melalui Kasubsi Penmas Iptu Saukani, saat dikonfirmasi, Kamis (10/3/2022).

Setelah berhasil ditangkap personil memanggil RT dan warga setempat sebagai saksi untuk dilakukan penggeledahan.

“Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 3 bungkus plastik putih bening yang berisikan serpihan kristal warna putih yang diduga narkotika jenis Shabu dengan berat kotor 11,01 gram,” papar Iptu Saukani.

Terhadap RD dilakukan interogasi untuk mengetahui asal narkotika jenis shabu itu, dari hasil interogasi narkotika jenis shabu tersebut didapat dari SG.

“Sekitar pukul 13.30 wib, SG dapat diamankan. Kedua pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut,” tukasnya. Ke dua tersangka dikenai pasal 112 Jo 114 Jo 132 UU RI No.35 thn 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama dua puluh tahun penjara,” jelasnya. ***