Peristiwa Ayah Mutilasi Anak, Ini Kata Kasat Reskrim Polres Inhil

ARB INdonesia.com, TEMBILAHAN – Seorang pria diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ngamuk-ngamuk sambil membawa parang panjang sebelum diketahui membunuh anak kandungnya sendiri.

Gelagat pria yang belum diketahui namanya tersebut sempat menarik perhatian pengendara Jalan yang melintas di Pari Empat Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir.

Setelah menarik perhatian pengendara jalan dan warga setempat, pihak kepolisian dibantu warga mengamankan ODGJ tersebut. Ternyata pria tersebut telah membunuh anaknya sendiri yang berumur 7 tahun.

Kejadian pembunuhan tersebut, Senin (13/6/22) siang, sekira pukul 14:00 WIB, sontak viral di media sosial, tampak pada video amatir yang beredar, jasad korban ditemukan tidak utuh.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Amru Abdullah saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut yang diduga dilakukan oleh ODGJ.

“Ya, diduga kuat orang gila pelakunya,” kata AKP Amru Abdullah melalui pesan WhatsApp.

AKP Amru Abdullah menjelaskan bahwa pelaku saat ini sudah berhasil diamankan, dan sedang dalam pemeriksaan, dan akan tes kejiwaan. “Udh, pelakunya laki-laki, mau kita observasi dulu kejiwaannya,” sebutnya.

Menurut penuturan warga setempat, jasad korban ditemukan tidak utuh setelah dimutilasi. Pihak kepolisian baru menemukan anggota tubuh kaki hingga ke perut, sedangkan badannya belum ditemukan.

“Anaknya di mutilasi tinggal badannya lagi belum ketemu. Ini masih nyari badannya,” sebut salah seorang warga setempat.

Belum diketahui secara pasti motif dibalik pembunuhan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki serta melakukan pencarian anggota tubuh lainnya. ( MDd)




Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria 60 Tahun ini Diringkus Polisi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pelaku pencabulan inisial N (60) terhadap anak dibawah umur berhasil diringkus kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil). Peristiwa pencabulan terhadap anak dibawah umur ini terjadi pada Senin (25/4/22) lalu, di wilayah Tembilahan, terhadap 2 korban, berumur 8 tahun 12 tahun.

Awalnya para korban diancam oleh pelaku N agar tidak memberitahukan kepada orangtua masing-masing tentang kejadian tersebut.

Akhirnya korban berumur 12 tahun melaporkan kepada orang tuanya. Orang tua korban pun mendatangi temannya yang anak berumur 8 tahun juga sebagai korban pencabulan.

Sakit hati dan tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, kedua orang tua korban lalu mendatangi Mapolsek KSKP untuk membuat laporan guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Humas AKP Liber Nainggolan mengatakan setelah penyelidikan, atas perintah Kapolsek KSKP, anggota Reskrim melakukan penangkapan terhadap N du rumahnya wilayah Kelurahan Tembilahan Kota.

“Trsangka dibawa ke Polsek KSKP untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bersama beberapa barang bukti,” ungkapnya.

Korban juga dilakukan visum dan koordinasi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Inhil.

“Pelaku dikenai pasal 82 ayat 1 UU no 35 th 2014 tentang perlindungan anak, dengan sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” tukasnya. ***




Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam waktu singkat, anggota kepolisian Polsek Pulau Burung, Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil membekuk 2 pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor), inisial IE (19) dan BSW (16), yang terjadi pada Selasa (7/6/2022) lalu.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Humas Polres Inhil AKP Liber Nainggolan, memaparkan kronologis pengungkapan Curanmor tersebut.

“Korban adalah pegawai perusahaan PT. RSUP Pulau Burung, Muhammad Rusli (31). Seperti biasa Ia melaksanakan aktivitas rutin pergi bekerja di PT. RSUP Pulau Burung dengan menggunakan sepeda motor. Korban memarkirkan sepeda motornya, lalu masuk ke dalam PT. RSUP untuk bekerja,” paparnya.

Sekitar pukul 17.00 wib korban usai bekerja, namun tidak langsung pergi mengambil sepeda motor, melainkan berjalan kaki menuju rumah temannya.

“Namun, korban mendapat telpon dari ADM perusahaan, sepeda motor miliknya telah hilang dicuri,” kata AKP Nainggolan.

Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp10 juta, lalu melapor ke Mapolsek Pulau Burung.

“Tak lama mendapat aduan laporan Curanmor itu, anggota Polsek Pulau Burung memperoleh informasi ada orang yang mau menjual sepeda motor hasil curian. Kapolsek Pulau Burung langsung memerintahkan untuk dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Tim Opsnal Polsek Pulau Burung lalu memancing para pelaku untuk menjual sepeda motor hasil curian tersebut, dengan berpura-pura sebagai pembelinya.

“Pelaku mengajak melakukan transaksi jual beli sepeda motor di Tepi Kanal RSUP Basika Jaya Desa Pulau Burung. Saat Tim Opsnal Polsek Pulau Burung sampai di lokasi, kedua pelaku telah menunggu di lokasi. Keduanya langsung diamankan tanpa adanya perlawanan, berikut barang bukti 1 unit sepeda motor,” ungkap AKO Nainggolan.

Dari hasil interogasi singkat, para pelaku mengakui sepeda motor tersebut dicuri mereka dari parkiran PT. RSUP.

“Kedua pelaku dan barang bukti di bawa ke Mapolsek Pulau Burung guna proses lebih lanjut. Pelaku inisial IE dikenai pasal 363  KUHPidana dan terancam pidana penjara maksimal 7 tahun penjara. Sementara pelaku inisial BSW diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak,” tuturnya. ***




Nekat Melakukan Jambret, Dua Pelajar di Pekanbaru Ditangkap Warga

ARB INdonesia, PEKANBARU – Dua orang yang masih bersatus pelajar di Pekanbaru nekat melakukan aksi penjambretan terhadap seorang wanita di Jalan Arifin Achmad, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, pada, Sabtu (28/5/2022).

Beruntung, aksi dari pelaku yang berinisial YA berusia 16 tahun dan IW 17 tahun bisa digagalkan warga setempat, hinga kemudian diserahkan ke polisi.

Diungkapkan Iptu Dodi Vivino Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, kedua pelaku masih berstatus pelajar.

Keduanya kata Dodi diproses sesuai laporan korbannya bernama Yunita Selvina (27) warga Desa Kubang Jaya, Siak Hulu.

Dodi menjelaskan, awalnya korban melintas di Jalan Arifin Achmad menggunakan sepeda motornya sekitar pukul 11.00 WIB.

Dan ditempat Kejadian Perkara (TKP), 2 pelaku datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor mereka Honda Beat warna hitam. Setelah sejajar pelaku yang dibelakang langsung merampas rantai gelang emas korban.

Tidak terima perhiasannya dirampas, ungkap Dodi, seketika korban langsung berteriak minta tolong, sehingga petugas parkir yang mendengar, langsung refleks menendang pelaku dan langsung terjatuh.

Lantaran takut diamuk massa, masih kata Dodi, keduanya langsung kabur kearah semak-semak meninggalkan sepeda motornya.

Namun, seorang petugas keamanan yang melihat kejadian itu pun langsung melapor ke Polsek Bukit Raya.

Dibantu tim Opsnal Polsek Bukit Raya, warga sekitar langsung mengepung semak-semak dan berhasil menangkap keduanya.

Selanjutnya, langsung digiring ke Polsek Bukit Raya, Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.

“Saat ditangkap kami turut kami turut mengamankan barang bukti 1 buah gelang rantai emas 2 gram beserta sepeda motor Beat warna hitam BM 5819 ABF yang dikendarai pelaku saat melakukan aksinya,” kata Dodi.

Sementara itu, hasil introgasi diketahui kedua pelaku mengaku telah beraksi di 5 TKP di Kota Pekanbaru.

Seluruh aksinya sebut Dodi, terjadi pada 3 bulan berturut-turut yakni pada bulan Maret-Mei 2022 dengan lokasi di Jalan Kelapa Sawit, Kecamatan Tenayan Raya, Jalan Labersa, Kecamatan Bukit Raya, Jalan Arengka 2, Kecamatan Tampan, Jalan Sepakat  Kecamatan Tenayan Raya, Jalan Harapan Raya Kecamatan Tenayan Raya.

“Hasil yang didapat para pelaku di 5 lokasi itu antara lain 3 hp android, 1 Iphone dan gelang,” jelas Dodi.

Selain keduanya, pihaknya saat ini sedang mengejar 3 rekan masing-masing, Aseng, Riski Alip, Galang.

“Pelaku saat ini ditahan dan di jerat pasal 363 KUHP,” tutup Dodi. (Mdd)

Editor Arbain




Gunakan Speed Boat Penumpang, Penyelundup Amatir Terciduk di Pelabuhan Pelindo

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sepasang suami istri (pasutri) tertangkap oleh pihak penegakan hukum saat melintas di Sungai Indragiri membawa ratusan barang elektronik ilegal.

Tertangkapnya pasutri ini menjadi indikasi nyata penyelundupan barang elektronik ilegal dari Batam masuk ke wilayah Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Perjalanan aksi penyeludupan yang dilakukan pasutri ini terbilang amatir, tersudut saat membawa barang ilegal, nekat menggunakan speedboat penumpang.

Pasutri itu tersudut di Sungai Indragiri saat speedboat yang ditumpangi berlabuh di pelabuhan Pelindo Tembilahan, dan diperiksa oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP).

Terungkap, pasutri itu berbekal koper untuk menyimpan barang elektronik seludupan dari Kota Batam menggunakan speedboat penumpang menuju Sungai Guntung dan Kota Tembilahan.

Kasus penyelundupan barang ilegal sangat jarang terungkap, padahal sungai Indragiri diduga kuat menjadi pintu masuk para penyelundup liar melalui ribuan jalur tikus.

Tidak dengan pasutri ini, nekat menyelundupkan barang elektronik melalui jalur resmi, tetap tertangkap walaupun ada upaya mengelabui petugas dengan menyimpan barang ilegal di 2 buah koper, 3 tas, dan 2 plastik.

Pasutri itu berinisial DK (48) dan S (44) tertangkap pada Sabtu 28 Mei 2022, sekitar pukul 16.00 WIB, di Pelabuhan Pelindo, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau.

Salah seorang masyarakat, Avrizon buka suara mengenai kasus penyelundupan ini. Ia meminta Direktorat Jenderal Bea Cukai harus mengambil peran dalam pencegahan penyelundupan.

Bea Cukai sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab sebagai filter masuknya barang ilegal di pelabuhan laut maupun dari transportasi udara di Indragiri Hilir, khususnya di Riau harus bergerak.

“Harus betul-betul diawasi pelabuhan-pelabuhan yang ada di Inhil ini. Apalagi pelabuhan tikus sangat rentan menjadi jalur masuk penyelundupan,” kata Evrizon saat berdiskusi dengan media, Minggu (29/5).

Dikatakan Evrizon, maraknya kasus penyelundupan barang elektronik ilegal berbagai modus dalam menghindari petugas di Indragiri Hilir berpotensi merugikan negara dengan kehilangan pajak dan konsumen.

Barang elektronik seperti handphone, lektop, komputer dan barang elektronik lainnya sangat murah dipasaran yang dijual ‘kanibal’, diduga hasil beli karungan dari negara tetangga yang masuk ke wilayah Batam.

“Barang beli karungan, kemudian dikerjakan sendiri oleh teknisinya. HP rusak istilahnya refurbish, dibongkar, dipasang lagi, hidup lagi, lalu dijual dipasaran,” sebut Evrizon.

Berikut kronologi penangkapan pasutri pembawa 243 unit handphone berbagai merek, 5 unit kamera digital dan 1 unit laptop ilegal yang diduga kuat hasil selundupan dari Kota Batam Kepulauan Kepri.

Menurut penuturan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah, pengungkapan itu berawal informasi dari masyarakat adanya dua orang membawa barang ilegal.

Dua orang tersebut diduga pasutri menggunakan speedboat penumpang, membawa handphone dalam jumlah banyak, yang tidak memenuhi surat izin atau tidak sesuai dengan standar dipersyaratkan.

“Mereka berhasil ditangkap saat diperiksa petugas ditemukan 2 buah koper, 3 tas dan 2 bungkusan plastik berisi barang elektronik ilegal,” sebut AKP Amru Abdullah.

Kasat Reskrim menuturkan bahwa kedua orang tersebut mengaku suami istri dengan inisial DK (48) dan S (44) dan mengakui barang elektronik dalam koper yang di turunkan porter pelabuhan dari speedBoat adalah miliknya.

“Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap barang – barang tersebut di temukan 243 unit handphone berbagai merek, 5 unit kamera digital dan 1 unit laptop,” sebutnya.

Saat ini, kata AKP Amru Abdullah, pasangan suami istri tersebut bersama dengan barang bukti di bawa ke Polres Inhil guna penyidikan lebih lanjut. (Mdd)




Pelaku Penikaman Kakek di Jalan H Said Tertangkap

ARB Indonesia, INDRAGIRI HILIR – Sat Reskrim Polres Inhil akhirnya berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap seorang kakek di Tembilahan. Pelaku penikaman itu berinisial Ar (18) warga Jalan M. Boya Tembilahan Kota. Ia ditangkap pada Jum’at (27/5/2022) malam.

Untuk diketahui, peristiwa penikaman berawal dari pelaku meminta uang seribu rupiah kepada korban, inisial Id (54) di Jalan H. Said yang terjadi pada 25 Mei 2022, tengah malam lalu.

Korban mengatakan tidak ada uang lalu membelangi pelaku, saat itulah korban ditikam oleh pelaku menggunakan sebilah pisau pada bagian punggung. Pelaku meninggalkan korban begitu saja.

Tak lama berselang seorang warga melihat korban dalam keadaan terluka dengan posisi pisau masih menancap di punggung, warga tersebut lalu membawa korban ke rumah sakit, dan saat ini sedang menjalani perawatan.

Mendapat kabar ayahnya ditikam, anak korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Inhil untuk pengusutan lebih lanjut.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah mengungkapkan pelaku berhasil ditangkap di sebuah warung makan, Jalan M Boya Tembilahan.

“Setelah melakukan penyelidikan atas tindak penganiayaan ini diketahui pelaku berinisial Ar. Pelaku berhasil kami tangkap di sebuah warung Jalan M. Boya Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan,” ungkapnya.

Kasat Reskrim menuturkan, dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan tersebut sendirian.

“Pelaku dibawa ke Polres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tukasnya. ***