Polda Riau Selidiki Dugaan Perusakan 100 Hektare Hutan Mangrove di Rohil

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Sekitar 90 hingga 100 hektare hutan mangrove di Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), ditemukan rusak, diduga untuk dijadikan lahan perkebunan.

Atas temuan tersebut, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau langsung ditugaskan menyelidiki dugaan tindak pidana lingkungan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, mengatakan tim penyidik menemukan sejumlah kerusakan di beberapa titik pada hutan mangrove di kawasan Kepenghuluan Pasir Limau Kapas tersebut.

“Dugaan perusakan hutan mangrove tersebut diperkirakan mencakup area seluas sekitar 90 sampai 100 hektare. Kasus ini menjadi perhatian Polda Riau dan akan kami usut secara tuntas,” kata Ade, Rabu (15/7/2026).

Kombes Ade menjelaskan, lokasi kawasan yang diduga dirambah tersebut berada di Dusun Lestari Indah Sungai Sanggul hingga Dusun Batang Kopau.

Hasil pengecekan menunjukkan kawasan tersebut merupakan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

“Kawasan hutan mangrove tersebut memiliki fungsi penting sebagai pelindung pesisir serta habitat berbagai jenis flora dan fauna,” jelas Kombes Ade.

Lebih lanjut, Ade mengatakan, sesuai instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, pihaknya diperintahkan melakukan penyelidikan secara profesional, menyeluruh, dan berbasis pembuktian ilmiah.

Karena itu, pihaknya akan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku jika ditemukan unsur pidana.

“Kami akan menindak setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan, antara lain penyidik Ditreskrimsus Polda Riau berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta instansi teknis lainnya untuk melakukan verifikasi lapangan, pengumpulan alat bukti, pengukuran luasan kerusakan, hingga analisis dampak ekologis.

Ade mengingatkan bahwa ekosistem mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi dan intrusi air laut, penyerap karbon biru (blue carbon), sekaligus habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, burung, dan satwa lainnya yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian hutan dan kawasan pesisir dengan melaporkan setiap dugaan tindak pidana lingkungan kepada aparat penegak hukum.

“Penanganan perkara ini merupakan bagian dari implementasi program Green Policing Polda Riau yang mengedepankan penegakan hukum sekaligus perlindungan terhadap kelestarian lingkungan hidup,” tegas Kombes Ade. (MC Riau)




Sabu 8Kg Disita, Kurir dan Pengedar Disikat Polres Bengkalis

ARBindonesia.com, BENGKALIS – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika dalam jumlah besar di wilayah hukumnya. Dalam operasi penindakan kali ini, petugas di lapangan berhasil mengamankan barang bukti berupa delapan paket besar narkotika jenis sabu dengan berat kotor mencapai 8 kilogram.

Selain menyita barang haram tersebut, aparat penegak hukum juga sukses meringkus tiga orang pemuda yang diduga kuat bertindak sebagai kurir sekaligus pengedar.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Siregar, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus kakap ini berawal dari adanya laporan valid yang disampaikan oleh masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan. Menindaklanjuti informasi berharga tersebut, tim opsnal Satresnarkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam di lapangan. Petugas kemudian berhasil mengidentifikasi profil serta ciri-ciri para pelaku yang ditengarai masuk dalam jaringan peredaran narkoba lintas wilayah.

“Kasus besar ini berhasil terungkap berkat adanya laporan dan kerja sama yang baik dari masyarakat. Setelah dilakukan pendalaman serta pemetaan oleh Satresnarkoba, anggota langsung bergerak cepat melakukan pengejaran secara intensif hingga ke tiga lokasi yang berbeda,” terang AKBP Fahrian Siregar saat memberikan keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).

Rangkaian penggrebekan secara maraton tersebut menyasar beberapa titik krusial di dua daerah. Lokasi pertama berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan, Kabupaten Bengkalis. Dari titik tersebut, pengejaran tim antinarkoba terus melebar dan dikembangkan hingga ke area depan Pasar Buah Kota Pekanbaru, sebelum akhirnya bermuara di titik penangkapan terakhir yang berlokasi di Desa Senggoro, Kabupaten Bengkalis.

Dalam kurun waktu operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang masing-masing berinisial DT (23), F (21), dan A (22). Berdasarkan hasil penggeledahan dari tangan ketiga pelaku, polisi menyita delapan bungkus besar berisi sabu, beberapa paket pil ekstasi, satu unit mobil, satu unit sepeda motor, serta sejumlah telepon genggam (handphone) yang digunakan untuk melancarkan transaksi terlarang.

AKBP Fahrian Siregar memaparkan bahwa kronologi penangkapan bermula saat petugas menyergap tersangka DT di dalam sebuah mobil yang di dalamnya tersimpan bungkusan besar sabu siap edar. Setelah diinterogasi secara mendalam di tempat kejadian perkara, tersangka DT akhirnya membuka suara terkait keterlibatan rekan-rekannya. Nyanyian dari mulut DT inilah yang menjadi kunci bagi petugas untuk menangkap tersangka F dan A tanpa perlawanan di Desa Senggoro.

“Informasi awal yang kami terima menyebutkan bahwa para pelaku ini kerap melakukan transaksi mencurigakan di daerah Bantan. Saat penyelidikan dipastikan akurat, penindakan langsung kami lakukan. Kami menegaskan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen total Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkoba di Negeri Junjungan,” tegas Kapolres.

Guna mempersempit ruang gerak jaringan ini, Kapolres mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan resmi Call Center Polri 110, atau melaporkan langsung ke nomor telepon pribadinya di 0813-8238-2005 jika melihat pergerakan mencurigakan. Saat ini, penyidik kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap ketiga tersangka guna mendalami asal-usul pasokan sabu 8 kg tersebut, yang diduga kuat diselundupkan dari jaringan internasional Malaysia. (MC Riau)




Satres Narkoba Polres Inhil Bongkar Peredaran Besar, Ribuan Ekstasi Disita

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi dalam perang melawan narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) ditangkap dalam operasi pengungkapan kasus narkoba di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.

Penangkapan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, pukul 16.10 WIB di Rumah Makan Bintang Raya, Jalan Lintas Timur, Desa Keritang. Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi sabu di wilayah tersebut. Informasi segera ditindaklanjuti oleh Kasat Res Narkoba Polres Inhil, AKP Adam Effendi, S.E., M.H., dengan mengerahkan tim opsnal untuk melakukan penyelidikan intensif.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas menemukan sebuah tas ransel hitam berisi 5.707 butir ekstasi dan 0,48 gram sabu. Selain itu, turut diamankan satu unit telepon genggam Samsung Galaxy A07 warna hijau serta berbagai plastik kemasan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tersangka berperan sebagai pengedar. Tes urine juga mengonfirmasi bahwa ia positif mengonsumsi narkotika. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., menegaskan komitmen pihaknya: “Polres Inhil tidak akan memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika. Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi agar lingkungan kita bebas dari narkoba.”

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Inhil. Penyidik masih mendalami kasus ini untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. *




Pemilik Salon yang Terseret Gelapnya Bisnis Narkoba

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dibalik kaca bening sebuah salon di Jalan Hasanudin, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir tersimpan rahasia kelam yang akhirnya terbongkar.

Senin sore, 8 Juni 2026, suasana yang biasanya dipenuhi aroma hair spray dan obrolan ringan pelanggan berubah menjadi tegang. Polisi bersenjata lengkap menggrebek ruko itu, mengakhiri drama yang selama ini tersembunyi di balik gemerlap dunia kecantikan.

WN, perempuan pemilik salon, tak pernah menyangka bisnis kecantikannya akan menjadi pintu masuk aparat untuk mengungkap peredaran sabu. Bersama dua orang lain, OT dan JN, ia terperangah saat tim Opsnal Polsek Kateman yang dipimpin IPTU Abdullah Awang menggeledah setiap sudut ruangan.

Dihadapan Ketua RT dan warga yang menyaksikan, satu demi satu barang bukti ditemukan seperti plastik berisi kristal bening, mancis tanpa kepala, sendok kertas, dompet kecil bermotif kotak-kotak, hingga sebuah iPhone 13 putih yang menjadi saksi bisu aktivitas terlarang.

Kapolsek Kateman, KOMPOL Bachtiar, menegaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari keberanian masyarakat melaporkan dugaan peredaran narkoba melalui pesan privat di Facebook.

“Setiap informasi akan kami tindaklanjuti secara profesional. Tidak ada ruang bagi narkoba di Kateman,” ucapnya lantang, meneguhkan komitmen polisi menjaga wilayah dari ancaman narkotika.

Kini, WN ditetapkan sebagai terduga pelaku tindak pidana narkotika dengan jeratan pasal terkait kepemilikan narkotika Golongan I. Sementara OT dan JN masih berstatus saksi. (Arb)




Diduga Curi Buah Sawit di Kebun PT. APN, Humas Laporkan ke Polsek Keritang

KERITANG – Dugaan pencurian buah kelapa sawit di areal perkebunan milik PT. Agrinas Palma Nusantara (APN) mitra Kerjasama Operasional (KSO) PT Citra Mutiara Bumi Riau (CMBR) melaporkan ke Polsek Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Laporan tersebut disampaikan oleh Fadly R. bin Ridwan pada 30 Mei 2026. Dalam laporannya, peristiwa dugaan pencurian disebut terjadi pada Kamis, 28 Mei 2026 sekitar pukul 11.40 WIB di Blok 42 dan 43 kebun PT. APN mitra KSO PT. CMBR yang berada di Desa Pancur, Kecamatan Keritang.

Berdasarkan laporan, aksi tersebut diketahui saat petugas patroli perusahaan melakukan pengawasan rutin di areal perkebunan. Petugas kemudian menemukan adanya aktivitas pengambilan buah sawit yang diduga dilakukan oleh beberapa orang yang namanya turut disebutkan dalam laporan polisi.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak perusahaan melalui manajemen kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Keritang guna dilakukan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Humas PT CMBR, Fadli, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan perusahaan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kami telah melaporkan dugaan pencurian buah sawit yang terjadi di areal kebun perusahaan. Selanjutnya kami mempercayakan proses penanganannya kepada pihak Polsek Keritang sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami berharap laporan ini dapat ditindaklanjuti secara profesional dan objektif,” ujar Fadli.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas laporan yang telah disampaikan oleh pihak perusahaan.*




Jangankan Bandar, Kurir Sabu Pun Ditangkap: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku Kejahatan Narkoba

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Komitmen aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba kembali dibuktikan. Polsek Gaung berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wilayah hukumnya, Senin (11/05/2026) pagi.

Seorang pria berinisial S Als U Bin A (38) ditangkap di Pelabuhan Penyebrangan Sepeda Motor, Desa Lahang Baru, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan barang bukti sabu seberat 9,05 gram.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkoba di sekitar pelabuhan. Tim Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan dan pengintaian hingga berhasil mengamankan pelaku.

Dalam penggeledahan yang disaksikan Ketua RT dan warga setempat, polisi menemukan satu unit handphone Realme Note 60x serta sebuah kotak rokok Gudang Garam Surya berisi tiga paket sabu dengan berat kotor 9,05 gram. Pelaku diketahui berperan sebagai kurir atau perantara.

“Barang bukti dan tersangka kini diamankan di Polsek Gaung untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

“Proses penyidikan masih berlanjut, termasuk penimbangan barang bukti, pemeriksaan laboratorium forensik di Polda Riau, koordinasi dengan instansi terkait, hingga pemberkasan perkara untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” tutup Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto.

Dengan penangkapan ini, publik semakin yakin bahwa perang terhadap narkoba tidak mengenal kompromi. Baik bandar maupun kurir, semua akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Pesan yang mengemuka jelas bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika untuk bersembunyi di balik alasan apa pun.

Aparat penegak hukum menunjukkan komitmen penuh, sementara masyarakat menaruh harapan besar agar langkah ini menjadi peringatan keras sekaligus bukti nyata bahwa keadilan benar-benar ditegakkan. (Arb)