Pelaku Pencurian Hingga Melakukan Pelecehan Kepada IRT di Pulau Kijang Tertangkap

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR- Tidak hanya mencuri di rumah korban, pelaku juga tega melakukan pelecehan seksual terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) di daerah Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah, peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/7/2) pukul 00:45 wib dinihari, di rumah korban, inisial RE (35) yang saat itu sedang tidur terlelap bersama anak-anaknya.

“Pelaku inisial IP (30) masuk ke rumah dan mengambil 3 buah handphone milik korban yang terletak diruang tamu. Pelaku juga masuk ke kamar korban dan membuka lemari yang ada didalam kamar tersebut,” ujarnya.

AKP Amru memaparkan, saat pelaku membuka lemari, korban terbangun dan melihat aksi pelaku. Tidak ingin korban berteriak, pelaku langsung menghampiri, mencekik leher dan memerintahkan korban untuk diam “diam nanti ku bunuh, dimana simpan uangmu?”, begitu kata pelaku sambil memegang pisau badik di pinggangnya.

“Pelaku juga mengeluarkan alat kemaluannya dan melakukan hal tidak senonoh (pelecehan seksual,) kepada korban hingga mengeluarkan cairan sperma di baju korban. Dirasa tak berdaya, korban menunjukan tempat menyimpan uang dan menyerahkan ke pelaku sebanyak kurang lebih Rp.700 ribu,” paparnya.

Pelaku lalu pergi melalui pintu samping. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp.9 juta dan melaporkan ke polsek Reteh guna dilakukan proses lebih lanjut. Tak lama setelah proses penyelidikan, Pelaku berhasil diamankan Tim Resmob Polres Inhil, pada Jum’at (29/7/2022).

“Pelaku berhasil kami amankan saat berada di sebuah Wisma wilayah Tembilahan. Namun karena pelaku melakukan perlawanan, maka tim kami mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak betis pelaku,” jelas AKP Amru.

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan pencurian dengan kekerasan dan disertai dengan perbuatan pelecehan seksual terhadap korbannya.

“Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pelaku dikenai Pasal 365 KUHP Jo 289 KUHP dengan ancaman Pidana selama 9 Tahun penjara,” tukasnya. rls




Terungkap! ini Motif dan Kronologis Pembunuhan Gadis Cantik di Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Entah apa yang yang merasuki pelaku hingga tega menghabisi nyawa gadis cantik kelahiran Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

SN alias S (19 tahun) ditemukan tewas setalah jasadnya membusuk di kamar kos Jalan Subrantas , Gg Jelutung Indah, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (13/7/2022).

Kematian gadis malang yang baru diketahui setelah 4 hari itu menimbulkan pertanyaan hingga dugaan ketidakwajaran atas tewasnya gadis remaja itu.

Benar saja, sehari setelah ditemukannya jasad yang sudah menimbulkan bau busuk menyengat itu akhirnya terungkap oleh pihak kepolisian Inhil.

Siapa sangka, wanita yang akrab disapa Sasa itu ternyata dihabisi oleh orang terdekatnya sendiri yang merupakan kekasihnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Inhil melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Amru Abdullah bahwa kematian korban dibunuh oleh seseorang yang merupakan kekasih korban sendiri.

“Saat ini, pelaku sudah berhasil diamankan tim Resmob Satreskrim Polres Inhil dan sudah berada di Mapolres Inhil untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya saat dikonfirmasi awak media riau1.com mitra arbindonesia.com, Kamis (14/7/2022).

Motif dan Kronologis Tewasnya Sasa

Selain itu, Kasat Reskrim juga mengungkapkan kronologis peristiwa tersebut. Pembunuhan sadis itu terjadi pada Minggu 10 Juli 2022 sekitar pukul 5 subuh, dimana ketika itu pelaku tidur di kos milik korban.

“Pelaku sedang tidur di kamar kos korban, saat subuh sebelum takbiran Idul Adha, korban membangunkan pelaku dan korban sempat menampar pelaku,” ungkap Kasat Reskrim menceritakan.

Atas perlakuan korban tersebut, pelaku mengaku emosi dan ditambah lagi pelaku melihat korban ada melakukan video call dengan seseorang sehingga terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban.

“Pelaku mengaku emosi dan diduga langsung menghabisi korban. Pelaku dan korban ini memang berpacaran,” tambah Kasat.

Namun, bagaimana cara pelaku menghabisi korban belum bisa diungkapkan oleh Kasat Reskrim secara gamblang karena mengingat saat ini pihaknya masih harus mencocokkan dengan hasil otopsi terhadap jasad korban di RS Bhayangkara Pekanbaru.

“Penyebab kematian korban akan kita lihat dan cocokkan dari hasil otopsi. Hasil otopsi akan segera keluar, siang atau sore ini mungkin sudah keluar hasilnya,” lanjut AKP Amru.

Kasat Reskrim berharap tidak ada informasi simpang siur yang menyebar di tengah masyarakat terkait kebenaran akibat kematian korban sebelum bukti-bukti khususnya hasil otopsi keluar.

“Mayat baru sampai, jadi informasi lanjutnya nanti kami keluarkan setelah hasil otopsi keluar, supaya beritanya tidak simpang siur lagi,” pungkasnya. (Arbain)




Oknum Polisi di Riau Ditangkap BNN, 50 Kg Sabu Diamankan

ARB INdonesia, PEKANBARU – Seorang oknum polisi di Kabupaten Siak, Riau, Aipda EV ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena terlibat jaringan peredaran narkoba.

Tak tanggung-tanggung, BNN berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 50 kilogram dari tangan Aipda EV.

Informasi diterima detikSumut, penangkapan dilakukan BNN, Jumat (8/7/2022). Dalam operasi itu,sekitar 50 kg sabu dan seorang oknum polisi ditangkap di parkiran Hotel The Zuri Dumai.

Belakangan diketahui Aipda EV adalah bintara polisi yang berdinas di Polres Siak. EV diduga membawa barang haram itu saat diamankan BNN.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto membenarkan penangkapan Aipda AV. Di mana kasus kini ditangani BNN Pusat dan sedang dikembangkan.

“Ya (ada penangkapan). Pastinya hukuman tegas menanti (Aipda AV),” terang Sunarto saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022).

Sunarto mengatakan Kapolda Irjen M Iqbal secara tegas akan menindak anggotanya. Iqbal juga disebut tak mentolerir perbuatan yang dilakukan Aipda AV.

“Yang jelas Kapolda sudah menegaskan tidak akan tolerir oknum-oknum seperti itu. Tindak tegas sesuai hukum,” kata Sunarto.

Sumber: Detik.com/Detiksumut




Pencuri Gitar dan Gas LPG di Tembilahan Ditangkap

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang pelaku pencurian sebuah alat musik gitar berhasil diamankan pihak kepolisian Polres Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (8/7/2022) dinihari.

Pelaku inisial A (21) ini juga mengaku mencuri gas elpiji diberbagai TKP daerah Tembilahan, diantaranya, Jalan H. Said, Jalan Sungai Beringin, Jalan M Boya dan Jalan Sederhana.

Pencurian dengan pemberatan ini dipaparkan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah terjadi pada Kamis ( 7/72022) malam, di sebuah cafe.

“Saat itu, korban mencari gitar yang sebelumnya berada di atas sofa, setelah tidak menemukan, Ia lalu mengecek CCTV, dari kamera pemantau itu diketahui ada seseorang yang masuk ke dalam Cafe dan mengambil gitar,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, korban sempat memposting rekaman CCTV tersebut ke akun Media Sosial, berharap pelaku dan gitarnya dapat ditemukan.

“Setelah Cafe tutup, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut. Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 3.200.000,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan oleh Tim Resmob, pelaku pencurian diketahui berinisial A. Tak membuang-buang waktu, tim RESMOB menangkap pelaku.

“Selain gitar, dari interogasi inilah pelaku juga mengakui perbuatannya melakukan pencurian tabung gas elpiji di berbagai TKP yaitu diantaranya di Jalan H. Said, Sungai Beringin, M. Boya dan Sederhana,” papar AKP Amru.

Pelaku dan barang bukti dibawa ke MaPolres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku dikenai pasal 363 KUHPidana dan terancam pidana maksimal 7 atau 9 tahun penjara,” imbuhnya. ***




Kejari Inhil Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi PT GCM Senilai Rp 4,2 miliar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menetapkan dua orang tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal Pemerintah Kabupaten setempat kepada PT Gemilang Citra Mandiri tahun 2004-2006 senilai Rp 4,2 miliar.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah Tim Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Inhil melakukan ekspos perkara. Dimana sebelumnya, Penyidik telah melakukan penyidikan umum.

“Pada hari ini, Tim Penyidik baru saja selesai melakukan ekspos dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal pada BUMD Kabupaten Indragiri Hilir PT GCM tahun 2004-2006,” ujar Kepala Kejari (Kajari) Inhil Rini Triningsih melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Haza Putra, Kamis (16/6/2022).

Saat penyidikan umum tersebut, kata Haza, Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi, dan 2 orang ahli.

Selain itu, Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen terkait dengan dugaan rasuah tersebut.

Dari hasil ekspos tersebut, lanjut Haza, Tim Penyidik berpendapat bahwa telah menemukan pelaku tindak pidana korupsi tersebut, berdasarkan dua alat bukti yang telah dikantongi. Dimana para pelaku itu harus mempertanggung jawabkan terhadap perbuatanya tersebut.

“Tim Penyidik telah menetapkan dua orang tersangka. Yakni, atas nama ZI selaku Direktur PT GCM, dan IM selaku Bupati Inhil periode 2003 sampai 2013,” tegas Haza.

Dari dua tersangka itu, ZI langsung dilakukan penahanan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tembilahan untuk 20 hari ke depan. Sebelum ditahan, dia dipanggil untuk diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka.

“Sedangkan terhadap tersangka IM, telah kami panggil namun yang bersangkutan tidak hadir. Tentunya akan kami tindak lanjuti dengan melakukan langkah-langkah hukum sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas Kasi Pidsus Kejari Inhil Ade Maulana menambahkan.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah menyita aset berupa tanah milik PT GCM, Rabu (13/4) lalu. Tanah itu berada di Air Hitam Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka dengan luas 30 meter x 40 meter.

Lalu, tanah di Kempas, Kecamatan Kempas seluar 50×100 meter. Penyitaan aset milik PT GCM tersebut sesuai surat penetapan Pengadilan Negeri Tembilahan Nomor 63/pen.pid/2022/PN.Tbh tertanggal 21 Februari 2022 dan nomor 52/pen.pid/2022/PN.Tbh tertanggal 11 Februari 2022.

Sumber: haluanriau.co

link Sumber :https://riau.harianhaluan.com/hukrim/pr-113670275/mantan-bupati-inhil-indra-muchlis-adnan-sandang-status-tersangka-korupsi-ini-perkaranya




Miliki 7 Paket Sabu, 2 Pelaku Terciduk Dipinggir Jalan Desa Lahang Baru

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dua pelaku tindak pidana narkotika di Kecamatan Gaung , Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil diamankan Polisi, Senin (13/6/2022), dipinggir jalan Desa Lahang Baru.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Humas Polres Inhil AKP Liber Nainggolan mengatakan, dua pelaku inisial RH (52) dan AS (33) merupakan warga Desa Lahang Baru, Kecamatan Gaung.

“Kedua pelaku ini dikenai pasal 114 Sub Pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, mereka terancam pidana dengan pidana maksimal 12 tahun penjara,” paparnya.

Sebelumnya, anggota Polsek Gaung menangkap kedua pelaku bersama barang bukti sebanyak 7 paket narkotika jenis shabu, (untuk berat barang bukti belum didata).

“Informasi dari masyarakat sekitar, pelaku sering melakukan transaksi narkoba dirumahnya. Berdasarkan hal itu anggota Polsek Gaung melakukan penyelidikan, hingga berhasil menangkap keduanya,” kata AKP Nainggolan.

Setelah berhasil ditangkap, anggota kepolisian menggeledah badan kedua pelaku dengan disaksikan warga sekitar.

“Barang bukti yang ditemukan berupa narkotika jenis shabu sebanyak 6 paket didalam tas selempang dan 1 paket shabu didalam saku celana,” imbuhnya.

Setelah diintrogasi AS mengatakan barang berupa shabu yang ada padanya adalah milik RH yang akan dijual.

“Sementara RH juga mengaku shabu tersebut adalah miliknya. Atas kasus ini kami masih melakukan pengembangan. Kedua pelaku dibawa ke Mapolsek Gaung guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tukasnya. ***