Oknum Bea Cukai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Perkara Tewasnya H Permata

ARB INdonesia, PEKANBARU – Masih ingat dengan peristiwa di awal tahun 2021 lalu, yang berawal dari aksi pengejaran terhadap 4 buah high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK yang bermuatan rokok ilegal.

Hingga terjadi penembakan di Perairan Kabupaten Indragiri Hilir yang menewaskan Mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Haji Jumhan atau lebih dikenal dengan nama Haji Permata.

Meski berjalan panjang, pada akhirnya polisi menetapkan seorang tersangka dalam perkara  tewasnya seorang pengusaha asal Batam tersebut.

Dilansir dari haluanriau.co, pelaku penembakan tersebut diketahui merupakan oknum pegawai Bea Cukai KPPBC TMP C Tembilahan.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan membenarkan hal tersebut. Dikatakan dia, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian proses penyidikan dan gelar perkara.

“Kami sudah menetapkan satu tersangka berinisial B. Tersangka oknum pegawai Bea dan Cukai,” ujar Asep saat ditemui di Mapolda Riau, Rabu (5/10).

Dalam pengusutan perkara, kata Asep, pihaknya juga telah melakukan melakukan rekonstruksi ulang dengan memindahkan lokasinya ke Sungai Siak, Pekanbaru.

“Hasil penyidikan proyektil dengan senjata yang dipegang tersangka sama. Kami sudah periksa tersangka dan yang bersangkutan mengakui ada mengeluarkan tembakan,” sebut Asep.

Asep menambahkan, berkas tersangka juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau atau tahap I. Langkah ini untuk dilakukan penelitian guna memastikan kelengkapan syarat formil maupun materil perkara.

“Tahap I, berkas tersangka pekan lalu,” pungkas Asep.

Editor  Arbain
Sumber: haluanriau.co




Sipir Rutan Pekanbaru Terlibat Narkoba, Kanwil Kemenkumham Riau: Jika Terbukti Pecat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Riau akan memecat sipir Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru yang terlibat narkoba.

Diketahui, Polresta Pekanbaru menangkap seorang sipir Rutan Pekanbaru bernama Yudi Nata Saputra karena kedapatan membawa sabu.

“Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Seperti itulah dampak dari ulah seorang penjaga Rutan Pekanbaru yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika,” ungkap Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Muhammad Jahari Sitepu kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).

Setelah mendapat laporan, Jahari langsung memerintahkan bagian kepegawaian untuk memotong gaji sipir tersebut sebesar 50 persen.

Hal tersebut, kata Jahari, sebagai langkah awal sebelum berkas pemeriksaan kepolisian diserahkan ke Kejaksaan.

“Jika terbukti benar-benar menyalahgunaan narkoba, siapapun orangnya, akan dipecat. Kepada yang bersangkutan, apabila sudah terbukti bersalah, nantinya akan segera dibuatkan surat usulan pemecatan,” tegas Jahari.

“Kita tidak mau nama baik yang sudah dibangun dengan susah payah, rusak hanya karena tingkah oknum yang tidak bertanggungjawab,” tambahnya.

Jahari juga menyampaikan komitmen untuk terus mendukung pihak kepolisian dalam mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Tidak ada kata main-main untuk narkoba. Narkoba hanyalah barang yang merusak generasi bangsa. Saya bersedia untuk bekerja sama mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya,” ucap Jahari.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota sipir yang bertugas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Riau, ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Sipir bernama Yudi Nata Saputra, itu ditangkap setelah sempat menabrak anggota Polresta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi mengatakan, pada Selasa (27/9/2022) lalu, tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru melaksanakan patroli.

“Pada saat anggota patroli melewati Jalan Rambutan, tepat di depan kantor PTPN V melihat seorang pria mengendarai sepeda motor dengan gelagat mencurigakan. Pada saat dihentikan, pelaku mencoba kabur,” ujar Pria kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).

Tak hanya itu, kata dia, pelaku mencoba melawan anggota polisi. Bahkan, pelaku nekat menabrak dua orang petugas hingga mengalami luka ringan di tangan dan kaki.

Namun, petugas dengan cekatan berhasil menangkap pelaku.

Setelah diamankan, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

“Barang bukti satu paket sabu seberat 10 gram. Pelaku sempat membuang barang bukti saat akan ditangkap,” sebut Pria.

Pelaku selanjutnya dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber: Kompas.com
https://regional.kompas.com/read/2022/10/04/171836378/sipir-rutan-pekanbaru-ditangkap-karena-narkoba-kemenkumham-riau-potong?page=all




Pelaku Pencurian Motor di Jalan Subrantas Tembilahan Tertangkap

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dua pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (2/10).

Peristiwa pencurian itu diketahui terjadi pada hari Senin 26 September 2022 pagi, di depan rumah korban, Jalan Soebrantas Gang Pulai Indah RT.005 RW.006, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan.

“Saat itu orang tua korban ingin membuang sampah, menyadari sepeda motor Beat sudah tidak ada diparkiran rumah. Orang tua korban menceritakan kepada anaknya, bahwa sepeda motor tersebut tidak ada di halaman rumah,” beber Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah SIK MSi.

Korban lalu berusaha mencari sepeda motor miliknya, namun tidak ditemukan. Atas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekitar 8,3 juta. Korban melaporkan pencurian itu kepada pihak berwajib untuk pengusutan lebih lanjut.

“Setelah penyelidikan, Minggu tanggal 2 September, dua pelaku berhasil kami amankan, inisial MM (16) dan MG (14). MM kami amankan saat berada di Taman Kota dan MG dirumahnya,” kata Kasat Reskrim.

Kedua pelaku mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor Beat tersebut, dengan cara membuka body sepeda motor dan menggabungkan kabel kunci kontak.

“Mereka dikenai pasal 363 KUHP, Juncto pasal 64 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” tukasnya.




Ex Ketua DPRD dan Seorang Wartawan Jadi Saksi Perkara Dugaan Kriminalisasi Aktivis Larshen Yunus

ARB INdonesia, PEKANBARU – Aktivis Larshen Yunus menghadirkan seorang wartawan senior dari PWI, Efriadi Situmorang sebagai saksi dugaan kriminalisasi oleh Aparat Kepolisian dan Kejaksaan.

Bukan hanya mendatangkan wartawan, Aktivis Anti Korupsi itu juga menghadirkan Ex (Mantan) Ketua DPRD Provinsi Riau, H Suparman, untuk dijadikan saksi di Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti sidang lanjutan, yakni tahap mendengarkan saksi dari pihak terdakwa, yang disangkakan telah melakukan Pasal 406 (Pengrusakan) serta Pasal 168 dan atau Pasal 167 (Masuk Tanpa Hak) di Ruangan Publik.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Daniel Ronald SH M.Hum tersebut justru secara jelas mempertontonkan sekaligus menelanjangi Ketidakprofesional Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Pasalnya, tahap demi tahap Persidangan dilalui, mulai dari Menghadirkan 7 (tujuh) orang saksi yang faktanya tidak pernah melihat secara langsung Peristiwa Hukum terkait dakwaan Aktivis Larshen Yunus dan Jurnalis Rudiyanto, maupun Melihat adanya gerakan merusak dari Barang Bukti 2 (dua) Rekaman CCTv hingga akhirnya Ketiga Hakim dan Satu Panitera melihat Rekaman CCTv dari Laptop JPU. Pada akhirnya Hakimpun terheran-heran dengan Kualitas Saksi dan Barang Bukti yang dihadirkan dalam Persidangan tersebut.

Lalu, Apakah sebelumnya Penyidik Sat Reskrim Polresta dan Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru Terbukti Melakukan Aksi Kriminalisasi? Mari kita ikuti semua rangkaian Persidangan yang sangat Langka tersebut.

Bagi Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus terhadap semua Peristiwa Hukum tersebut hanya dilandasi dengan sikap yang ikhlas, seraya mengedepankan semangat Supremasi Hukum.

“Coba sejenak kita bayangkan bersama. Bahwa Perkara ini Atensi dari Para Pejabat yang merasa Gerah dan Tak Nyaman dengan Sikap Jujur. Perkara ini menunjukkan masih Lemahnya Integritas Para Penyidik di Kepolisian dan Kejaksaan. Faktanya, mereka tempatkan Hukum sebagai Produk Negoisasi. Ingat ya!!! Sampai kapanpun dan dimanapun Karirmu akan kami Kejar dengan Surat Pengaduan Rakyat. Seragam dan Jabatanmu sudah sangat hina ternoda, dilacuri dengan Aksi Penghianatan Sumpah. Kau korbankan nama baik institusi itu dengan berbagai macam Spekulasi dan Sandiwara. Ingat ya!!! Hukum Adalah Pembuktian, segala sesuatu harus dilandasi dengan Bukti. Jangan Bermain-main dengan Nasib Seseorang” ungkap Ketua Presidium Pusat GAMARI 5 (Lima) Periode tersebut.

Sebelumnya, Perkara Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus itu telah membuat Heboh seluruh Jagat Raya, Netizen dan Masyarakat Indonesia, khususnya yang berdomisili di Wilayah Provinsi Riau. Pasalnya, Aktivis yang dikenal Vokal dan Aktif membela kepentingan Masyarakat itu dituding, dituduh bahkan difitnah telah melakukan Pengrusakan dan Masuk Tanpa Hak di Kantor DPRD Provinsi Riau, yang notabene adalah Rumah Rakyat bersifat umum (Ruang Publik).

Untuk itu, Persidangan yang berlangsung pada hari Kamis (22/9/2022) di Ruang Prof Oemar Seno Adji SH, Kantor Pengadilan Negeri (PN) Jalan Teratai Pekanbaru Menghadirkan Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau sekaligus Mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) dan Wartawan PWI dari Media Online Gerakan Sentral Riau (GESER).

Hasil Kesaksian itu lagi-lagi memastikan, bahwa Perkara Aktivis Anti Korupsi Larshen Yunus benar-benar diluar akal sehat.

Ex Ketua DPRD Provinsi Riau menjelaskan, bahwa Gedung dan semua Ruangan yang menjadi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sepenuhnya milik Rakyat. Bahkan, H Suparman S.Sos M.Si dengan tegas menyampaikan, bahwa penggunaan Fingger Print (Alat Buka Pintu) sangat tidak tepat, karena baginya Gedung DPRD adalah Lembaga Politik yang tidak bisa disamakan dengan Lembaga lainnya, sekalipun itu yang berkaitan dengan SOP.

Mantan Anggota Dewan dan Ketua DPRD Provinsi Riau 3 (Tiga) Periode itu kembali memastikan, bahwa Peristiwa Hukum yang dilalui Aktivis Larshen Yunus wajar-wajar saja, tidak boleh ada istilah masuk tanpa hak, karena AKD di Kawasan Rumah Rakyat itu bersifat Umum (Ruang Publik). Namun, terkait Pasal 406 (Pengrusakan) hal tersebut harus benar-benar dibuktikan berdasarkan Saksi dan Barang Bukti (BB).

Ditempat yang sama, Wartawan Senior dari Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hanya singkat mengatakan, bahwa sebagai Pekerja Pers dirinya sangat terbantu dan bersyukur dengan kehadiran Narasumber seperti Aktivis Larshen Yunus.

Dihadapan Para Hakim, Wartawan PWI itu berkali-kali bersaksi, bahwa Larshen Yunus adalah Aktivis Anti Korupsi yang sangat Berani, Jujur dan Cerdas. Efriadi juga katakan, bahwa justru dirinya terkejut, kenapa Proses Advokasi Rakyat Rohul di Gedung DPRD Riau tempo lalu berujung di Persidangan seperti saat ini.

“Jujur yang Mulia, seharusnya kita melihat Peristiwa Hukum ini secara utuh. Karena awalnya saya juga ikut dan terlibat dalam proses penyampaian Aspirasi Rakyat Rohul. Semuanya sudah jelas! Kehadiran Rombongan Aktivis Larshen Yunus  disambut langsung oleh unsur Pimpinan DPRD Riau, H Syafaruddin Poti SH dan unsur Pimpinan Badan Kehormatan (BK) atas nama Abu Khoiri pada saat itu. Intinya, sepengetahuan saya semuanya sudah berjalan dengan baik, benar dan Prosedural” tegas Efriadi Situmorang SE.

Terpisah, ditemui pada saat mengunjungi ruang kerja Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, pada hari Jum’at (23/9/2022) Aktivis Anti Korupsi yang juga Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu hanya katakan, bahwa dirinya tetap taat sesuai dengan Semangat Supremasi Hukum di Republik ini.

“Maaf ya! Tegas saya katakan, bahwa saya ini Petarung. Berbekal ilmu dari sekolah dan bangku Perkuliahan, Saya siap melawan Ketidakadilan di Negeri ini. Apapun itu! siapapun orangnya, kalau sudah bermental Oligarki, tak ada tempat baginya dan wajib untuk di Lawan! Camkan sekali lagi, bahwa Larshen Yunus hidup untuk Setia di Garis Perjuangan Rakyat. Perspektif Hidup seorang Larshen Yunus adalah Menangis dan Tertawa bersama Rakyat” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Alumni Sekolah Vokasi Mediator Hukum dari Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu hanya katakan, bahwa Perkaranya di Kantor Pengadilan Negeri Pekanbaru adalah Konsekuensi seorang Aktivis yang Pro terhadap Kepentingan Rakyat. Baginya, semua masalah hukum yang dihadapi saat ini adalah Proses Belajar Kehidupan, bak istilah Pepatah Orang Minang, Alam Takambang Jadi Guru.

“Ayo Para Mahasiswa dan Pemuda, Jadilah Pribadi yang Cerdas! Jangan hanya berdiam diri dengan suasana yang Nyaman. Hilangkan Mental Jilat Menjilat, karena itu semua hanya menghasilkan Sifat Pecundang. Bersatu, Berjuang, Menang!” ungkap Larshen Yunus, Ketua DPD KNPI tingkat Provinsi termuda se-Indonesia itu. (rls)




Ini Penjelasan Jaksa Peneliti Kejari Inhil Terkait Perkara Dugaan Penggelapan BBM di SPBU Parit 4 Tembilahan Hulu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perkara terhadap dugaan penggelapan minyak bersubsidi jenis Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parit 4 Tembilahan Hulu masih berjalan di tahap P-19.

Hal tersebut di ketahui usai awak media ARB INdonesia mengkonfirmasi langsung Jaksa Peneliti yang merupakan Kasi Datun Kejari Inhil, Ferry Kurniawan, S.H di ruang kerjanya baru-baru ini.

IMG_20220919_111038
Jaksa Peneliti, Ferry Kurniawan, S.H ketika dikonfirmasi ARB INdonesia

“Berkas perkara dari penyidik Polres Inhil sudah kita terima, dan sudah kita lakukan pemeriksaan berkas perkaranya,” ujarnya

Dari hasil pemeriksaan berkas perkara, Jaksa Peneliti masih menemukan keterangan yang dinilai belum lengkap untuk dinaikan ke tahap selanjutnya.

“Maka kami menerbitkan surat P-19 atau pengembalian berkas perkara untuk di lengkapi kembali oleh penyidik. Sampai saat ini kami masih menunggu pengembalian perbaikan berkas perkara dari penyidik,” ungkap Ferry.

Mencari informasi lebih lanjut mengenai perkembangan perkara yang sudah ditahap P-19 yang diduga telah melewati masa waktu 14 hari, awak media ARB INdonesia saat ini masih  berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak penyidik Polres Inhil melalui Kasat Reskrim, Amru Abdullah, S.I.K., M.Si.

Selain itu, awak media juga telah berupaya mengkonfirmasi Heny Febrina, yang diketahui sebagai Direktur SPBU Parit 4 Tembilahan Hulu untuk dimintai penjelasannya terkait perkara yang telah hangat menjadi konsumsi publik.

Disayangkan, saat dikonfirmasi wartawan, yang bersangkutan belum memberi respon.

Untuk diketahui, dari informasi dilapangan perkara dugaan penggelapan BBM Bersubsisi jenis Solar di SPBU Parit 4 Tembilahan Hulu  tersebut terungkap saat aparat kepolisian melakukan penggrebekan pada Ahad dini hari (17/8/22) lalu.

Kemudian Polres Inhil sudah menetapkan 2 tersangka yakni Manager SPBU Parit 4 Tembilahan Hulu dan seorang supir yang mengangkut BBM tersebut serta ada juga yang menjadi DPO.

Penulis : Arbain




Sejarah Baru, 203 KG Sabu dan 404.491 Butir Ekstasi Diamankan Polda Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kerjasama Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Riau bersama Direktorat Intelkam dan Polres Dumai berhasil menggulung 16 tersangka komplotan narkoba dengan barang bukti sebanyak 203 kilogram sabu dan 404.491 butir pil ekstasi disita hanya dalam kurun waktu 4 hari saja (11-14 September 2022).

Ini merupakan prestasi terbesar yang diraih Polda Riau dalam pengungkapan kasus narkoba.

Kapolda Riau Irjen Moh Iqbal didampingi Dir Narkoba, Dir Intelkam, Kabid Humas, Kabid Propam dan Kapolres Dumai pada konferensi pers yang digelar dihalaman mapolda Riau pada Senin sore (19/9/2022) mengatakan keberhasilan pengungkapan tersebut sebagai bukti jajarannya tetap menyatakan perang terhadap pengedar narkoba diwilayahnya.

“Tergelar barang bukti sabu 203 kg dan 404.491 butir ekstasi yang berhasil kita sita dari kasus penyalanggunaan tindak pidana narkoba. 203 kg sabu ini terdiri dari kasus TKP pertama yaitu di Taman Karya Pekanbaru, kita melaksanakan upaya paksa tentunya melalui proses penyelidikan. Tim Ditresnarkoba bekerja sama dengan Dit Intelkam berhasil mengungkap 100.000 butir ekstasi dan 100 kg sabu dengan 10 tersangka yang ada di belakang saya ini pada hari Minggu 11 september 2022,” terangnya.

“TKP kedua yaitu dihotel Holywood dan perumahan Griya Citra Pekanbaru pada esokan harinya (Senin 12 september 2022) diamankan 11 kg sabu dengan 4 tersangka ini dilakukan oleh Tim Ditresnarkoba. Dan menyusul hari Rabu 14 september 2022, TKP di Bandar Laksamana Bengkalis, giliran Tim Satuan Reserse Narkoba polres Dumai berhasil menyita 92 kg sabu dan 304.491 butir ekstasi dari 2 tersangka,” urai lanjutnya.

Mantan Kadiv Humas Polri tersebut mengatakan bulan ini saja (September), Tim dijajarannya telah mengungkap lebih dari 250 kg sabu dan beberapa ratus ribu ekstasi.

“Ini menunjukkan bahwa kita terus berperang dengan pengedar narkoba, dan ini juga menunjukkan bahwa tim Polda Riau terus melakukan kinerja yang sangat luar biasa. Lebih dari 500 kg sabu berhasil diungkap semenjak saya disini,” tegas mantan Kapolda NTB tersebut.

“Sengaja saya ekspose disini (depan Mapolda) untuk menunjukkan bahwa mulai hari ini Polda Riau terus berperang secara masiv kepada mengedar narkoba. Kita proses tegas dan terukur serta tidak ada toleransi bagi pelaku narkoba, kita harus perangi bersama, para pengedar gelap narkoba gelap ini,” tegasnya.

Irjen Iqbal mengakui pihaknya terus melakukan upaya preentif, preventif secara terus menurus termasuk kerjasama dengan negeri jiran Malaysia.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan koordinasi dengan kepolisian negara Malaysia, untuk terus mengurangi masuknya barang barang haram ini ke wilayah kita,” tutupnya.*