Modus Undangan Pernikahan di Whatsapp, Jangan Buka Kalau Tak Ingin Rekening Dibobol

ARB INdonesia – Mengirim atau menerima sebuah undangan pernikahan digital melalui pesan WhatsApp memang bukan sesuatu yang baru bagi pengguna Android.

Hal itu dikarenakan, saat ini banyak yang telah mengganti undangan fisik melalui undangan digital yang dikirim melalui nomor kontak WhatsApp.

Hal itu tentu saja dilatarbelakangi kemudahan dalam menyampaikan undangan kepada sanak saudara dan teman yang jauh.

Siapa sangka momentum itu dijadikan modus baru oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk membobol isi rekening.

Seperti yang saat ini ramai dibagikan dan diperbincangkan di media sosial menganai aksi penipuan dengan mengirimkan undangan pernikahan lewat WhatsApp.

Surat undangan yang dikirim tersebut bukan berbentuk file, melainkan surat undangan digital berbentuk aplikasi (apk) yang berjalan dengan sistem operasi android.

Dalam sebuah tangkapan layar yang beredar di berbagai grub whatsapp, terlihat pengirim pesan (pelaku) mengirimkan file (apk) dengan judul Surat Undangan Pernikahan Digital kepada sitarget.

Selainn mengirim file tersebut, pelaku juga mengirim pesan yang bertuliskan “Kami harap kehadirannya”.

Saat menerima pesan tanpa menuliskan informasi pemberi undangan tersebut, lantas Penerima pesan (target) hanya menanyakan siapa yang mengirimkan itu. “Ini Siapa..” tanya penerima pesan.

Setelah ditanya, pengirim tak menjawabnya siapa dirinya dan hanya meminta untuk membuka file undangan tersebut. “Silahkan dibuka agar lebih jelas dan kenal KK,” tulis pelaku.

Beruntung penerima pesan saat itu tau bahwa hal tersebut merupakan suatu modus penipuan.

IMG_20230127_212958
Sc. Pesan Whatsapp yang beredar tentang Modus penipuan melalui undangan pernikahan.

Ternyata saat file tersebut dibuka akan memberikan informasi data pribadi anda seperti aplikasi banking mobile yang dimiliki korban.

Setelah segala data di tangan pelaku, maka mereka bisa leluasa memegang akun bank korban. Setelah itu rekening mereka akan habis disikat oleh para pelaku penipu.

Seperti yang dilansir dari kuasakata.com, nasib apes dialami warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kupang, NTT.

Derasmus Kenlopo harus kehilangan tabungannya sebesar Rp14 juta usai membuka link undangan nikah yang diterimanya lewat WhatsApp (WA).

Link undangan tersebut dikirim dari nomor tak dikenal. Uang yang raib dari rekeningnya sebanyak Rp14 juta baru saja dipinjam Derasmus dari Bank BRI di Kupang. 

Derasmus mengajukan kredit untuk mengembangkan usaha bengkel las yang ia rintis.

Uangnya lenyap dari rekening seketika seusai sang istri membuka sebuah link undangan digital pernikahan yang dikirim melalui pesan di WA oleh nomor tidak dikenal. 

“Ada nomor baru masuk di handphone yang sementara istri pegang, setelah buka ada pesan dengan link berisi undangan pernikahan. Istri klik link itu untuk lihat foto prawedding, untuk memastikan siapa yang menikah,” jelas Derasmus, Rabu (18/1/2023). 

Tak lama setelah mengklik tautan pada undangan digital, mereka mendapatkan pesan dari aplikasi Brimo mengenai aktivitas transfer dari rekening mereka ke sejumlah nomor rekening.

Mendapat pesan tersebut, Derasmus dan istrinya pun panik. Apalagi sandi mereka telah diubah. Setelah dicek ke ATM, uang dalam rekening mereka hanya tersisa Rp25.000.

“Setelah buka link undangan pernikahan, uang semua ditarik dengan munculnya pesan singkat dari aplikasi Brimo. Saya coba Buka brimo tapi kata sandinya sudah langsung diganti saat itu,” ujarnya.

Derasmus kemudian mendatangi kantor BRI untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dia hadapi. BRI memberikan jawaban bahwa rekening mereka telah dibobol karena telah memberikan nomor OTP, sehingga transaksi itu dinyatakan sah.

“Kata BRI, rekening kami orang sudah bobol karena kami kasi nomor OTP. Saya jelaskan bahwa kami hanya buka undangan nikah, sehingga klik link untuk mencari tau siapa yang menikah,” jelasnya.

Derasmus kemudian melaporkan kejadian yang dia alami ke Polresta Kupang Kota. Dia berharap polisi mampu mengungkap para pelaku penipuan ini sehingga tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban.

Jadi ingat hati-hati saat menerima jenis file dan apapun yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal melalui WhatsApp. Jangan membuka sembarangan file ttersebut.

Editor Arbain




Polres Inhu Dalami Dugaan Terbakarnya Gedung DPRD, 6 Orang Saksi Diperiksa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HULU – Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) terus mendalami dugaan penyebab terbakarnya Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhu yang terjadi pada Selasa (17/1/2023) siang.

Bahkan selain mengamankan sejumlah barang bukti pascakejadian, saat ini sudah ada 6 orang saksi yang telah periksa untuk dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Inhu.

Selain itu, Penyidik Polres Inhu juga telah meminta tim Bidlabfor Polda Riau untuk mengambil sampel untuk diuji pada Rabu (18/1/2023).

Dilansir dari laman riaupos.co, Kapolres Inhu AKBP Dodi Wirawijaya, SIK melalui Plh Kasat Reskrim, Ipda Miki Kurniawan ketika dikonfirmasi membenarkan telah memeriksa enam orang saksi pascakebakaran gedung DPRD Inhu.

”Benar, hingga saat ini sudah ada enam orang saksi yang telah dimintai keterangan pascakebakaran gedung DPRD Inhu yang terjadi pada Selasa (17/1),” ujar Plh Kasat Reskrim, Iptu Miki Kurniawan, Kamis (19/1).

Akan tetapi Iptu Miki Kurniawan tidak menjelaskan secara rinci tentang identitas saksi yang sudah dimintai keterangan. Namun demikian, dari enam orang saksi tersebut merupakan pegawai Sekretariat Dewan (Sekwan) dan pihak luar Sekwan.

Dari keterangan sejumlah saksi, menyebutkan bahwa api berasal dari ruang bagian depan. Di mana ruangan depan yang dimaksud saksi tersebut, merupakan ruangan Ketua DPRD Inhu, Elda Suhanura SH MH.

Saksi juga menyebut bahwa, saat sumber api berasal dari ruang depan tersebut, ruangan Ketua DPRD Inhu dalam kondisi terkunci. Sehingga ada upaya sejumlah pegawai untuk memadamkan dengan racun api.

Selain itu, Plh Kasat Reskrim Polres Inhu, Iptu Miki Kurniawan juga menyebutkan ada sejumlah barang bukti yang diamankan dari kantor DPRD, salah satu barang bukti yang diamankan itu yakni CCTV. Hanya saja, CCTV tersebut berdasarkan keterangan pihak Setwan, dalam kondisi rusak.

”Jika CCTV tersebut rusak, kami tetap akan membawanya ke labor. Sehingga kerusakan CCTV tersebut ada penjelasan ahli,” ungkapnya.

Ketika ditanya jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut, Miki Kurniawan belum bisa menjelaskan.

”Untuk jumlah kerugian akibat kebakaran yang terjadi, baiknya konfirmasi pihak Setwan,” harapnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Inhu, Afrizal Dharma SE ketika dikonfirmasi tentang kerugian akibat kebakaran mengatakan bahwa, dari hitungan pihaknya yakni mencapai Rp6 miliar lebih.

”Dari hitungan kami, kerugian bangunan sekitar Rp4,5 miliar dan kerugian mebeler sekitar Rp1,6 miliar,” ucapnya.

Editor : Arbain
Sumber: www.riaupos.jawapos.com > Pascakebakaran, Penyidik Periksa Enam Saksi
Link:
https://riaupos.jawapos.com/indragiri-hulu/20/01/2023/292736/pascakebakaran-penyidik-periksa-enam-saksi.html




Polsek Kateman Ungkap Kasus Pencurian di Kelurahan Tegaraja

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Kateman, Polres Inhil Polda Riau berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi disalah satu rumah warga di Jalan Beringin II Kelurahan Tagaraja.

Peristiwa pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi pada pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2022 lalu sekira pukul 10.00 Wib.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Norhayat, S.I.K melalui Kapolsek Kateman AKP A. Raymon Tarigan, S.Sos., M.H, mengungkapkan kronologis kejadian itu bermula saat korban Tri Wahyuni alias Yuni menitipkan rumahnya kepada saudaranya HB pada Sabtu 20 Agustus sekira pukul 13.00 Wib. Hal itu dikarenakan korban saat itu hendak berangkat ke Tembilahan, Kamis (15/12/2022).

Kemudian pada hari Rabu (24/8) sekira pukul 10.00 Wib, HB hendak mengecek rumah yang dititipkan kedapanya yang beralamat di Jalan Beringin ll, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman.

Sesampainya di lokasi, HB terkejut melihat gembok rumah sudah tidak ada dan ensel pintu rumah telah rusak. Kemudian HB bertanya kepada tetangga korban apakah melihat gembok rumah milik korban.

Kemudian tetangga korban IS memberi tahu HB seraya berkata “Gak tahu bang, aku kira abg lupa pasang gemboknya”.

Saat itu juga HB bersama IS bersama-sama mengecek keadaan dalam rumah dengan melihat lemari yang berada di depan kamar sudah dalam keadaan berantakan, jendela disebelah kiri rumah sudah terbuka dan besi jendela tersebut juga sudah dalam keadaan rusak atau di Potong oleh pelaku pencurian (dalam lidik).

“Selain itu HB juga melihat 1 unit televisi 42 Inchi dan 32 Inchi yang mulanya berada di ruang keluarga dan di dalam kamar sudah tidak ada saat itu,” ungkap Kapolsek Kateman AKP A. Raymon Tarigan, S.Sos., M.H.

Lanjut Kapolsek Kateman, setelah mengecek keadaan di dalam rumah, HB menemukan sepasang cendal merek ‘CONVERRO’ berwarna Hitam yang terletak di dalam Kamar, dan ditemukan 1 buah gunting potong besi beton yang di perkirakan di gunakan oleh pelaku (dalam lidik) tersebut untuk melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

“Atas Kejadian tersebut HB mengubungi pemilik rumah (Yuni) yang sedang berada di Tembilahan untuk memberitahukan bahwasanya rumah miliknya sudah dimasuki oleh pencuri,” papar AKP A. Raymon Tarigan, S.Sos., M.H.

Saat HB menghubungi pemilik rumah kata Kapolsek, waktu itu Yuni meminta tolong kepada HB untuk melihatkan 1 unit Handphone OPPO RENO 5 berwana Hitam yang berada di dalam Laci lemari Hias, 2 buah celengan terletak di dalam lemari Baju, 1 buah Tablet Samsung TAB 10 di Laci di dalam lemari, dan sejumlah uang tunai lebih kurang 5 Juta Rupiah yang terletak di bawah lipatan baju dalam lemari kamar.

“Atas hal tersebut, HB melakukan pengecekan di sejumlah tempat, akan tetapi semua barang tersebut juga sudah tidak ada atau sudah hilang. Selanjutnya atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar 18,5 Juta, dan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kateman,” imbuh Kapolsek Kateman

Atas laporan Polisi Nomor : LP/B/16/IX/2022/ SPKT/SEK KATEMAN/RES INHIL/POLDA RIAU, tanggal 10 September 2022, aparat kepolisian Polsek Kateman langsung malakukan tindak lanjut atas kejadian tersebut hingga berhasil mengantongi identitas pelaku pencurian.

Tak butuh waktu lama, Tim Opsnal Polsek Kateman berhasil mengamankan salah seorang pelaku berinisial NM (34 tahun) warga Jalan Tunas Wijaya, Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman pada hari Sabtu tanggal 10 September.

“Sementara 2 orang pelaku lainnya ditetapkan sebagai Daftar Pencairan Orang (DPO) pada 13 Oktober 2022 yakni ISM dan FB,” ungkapnya.

Selanjutnya pada hari Rabu, 14 Desember 2022 Tim sekitar pukul 14.00 Wib, Tim Opsnal Polsek Kateman yang dipimpin Panit Intelkam IPDA Abdullah Awang, S.Sos memperoleh informasi tentang keberadaan pelaku yang berstatus DPO.

Kemudian, sekira pukul 17.30 Wib, bertempat disebuah warung di Jalan Tunas Harapan, Kelurahan Tagaraja Tim Opsnal Polsek Kateman
berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 orang DPO yang berinisial ISM alias MAIL (36 tahun).

“Pelaku (Mail) merupakan warga Jalan Tunas Harapan, Kelurahan Tegaraja, dangan status tidak bekerja,” tutur Kapolsek yang dikenal ramah ini.

IMG_20221215_130202
Badik yang dibawa tersangaka ISM saat dilakukan Penangkapan.

“Kemudian saat dilakukan penangkapan juga ditemukan sebuah badik dipinggang kiri pelaku. Pada saat penangkapan situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali, selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Kateman untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek Kateman AKP A. Raymon Tarigan, S.Sos., M.H. (Arbain)




Belum Genap Setahun Bertugas, Kapolda Riau Sita 800 Kilogram Sabu

ARB INdonesia, PEKANBARU – Belum genap setahun menjabat sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal terus menorehkan prestasi yang cukup membanggakan dalam bertugas.

Sejak dilantik pada bulan Januari 2022 lalu, tercatat Kapolda Irjen Mohammad Iqbal telah banyak mengungkap peredaran barang haram di Riau.

Terhitung selama 11 bulan bertugas, sebanyak 800 kilogram narkoba jenis sabu berhasil disita.

“11 bulan saya bertugas, hampir 800 kilogram narkoba kita ungkap. Itu merupakan jumlah yang fantastis,” ujar Irjen Iqbal saat pengungkapan di Mapolda Riau, Selasa, 6 Desember 2022.

Irjen Iqbal juga menyatakan narkoba merupakan pemicu dari keamanan. Banyak tindak kejahatan terjadi karena pengguna narkoba.

“Kita ingin bebas dari narkoba dan kita tahu Riau berada di jalur strategis penyelundupan barang haram ini,” tuturnya.

“Saya ingatkan sekali lagi, jangan main main-main, saya akan tindak tegas siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba. Jika ada oknum terbukti terlibat, akan saya tindak tegas,” pungkas Kapolda Riau.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali mengungkap peredaran narkoba di Bumi Lancang Kuning dengan 12 orang tersangka.

Tak tanggung-tanggung narkoba jenis sabu seberat 91 kilogram dan 25 kilogram daun ganja kering berhasil diungkap di tiga lokasi penangkapan.

TKP pertama dilakukan di Jalan Perawat – Siak, TKP dua di Jalan Sungai Pakning, Bengkalis – Dumai serta pengungkapan di Pintu Tol Pekanbaru – Dumai.

Kapola Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan pengungkapan barang haram ini dilakukan tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau

“Alhamdulillah Polda Riau berhasil mengamankan 12 orang tersangka bersama 91 kilogram sabu dan 25 kilogram daun ganja kering,” ujar Irjen Iqbal di Mapolda Riau, Selasa, 6 Desember 2022.

Editor : Arbain




Dari 90 Juta Uang Palsu, Rp 10 Juta Lebih Sudah Diedarkan di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dua pelaku sindikat pengedar dan penyimpan uang palsu di wilayah Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diamankan pihak kepolisian dari Tim Resmob Polres Inhil.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah SIK MSi mengatakan uang palsu yang berhasil diamankan dari para pelaku sebesar Rp.79,4 juta dari total Rp.90 juta.

“Uang palsu yang kami amankan sebanyak Rp.79,4 juta. Jadi ada total Rp.10 juta lebih uang palsu yang sudah diedarkan oleh para pelaku ini,” kata Kasat Reskrim Polres Inhil, Sabtu (5/11/2022).

Modus para pelaku adalah menggunakan uang palsu untuk belanja barang yang nilai tukarnya kecil ke beberapa toko dengan pecahan 50 hingga 100 ribu untuk mendapatkan kembalian uang asli.

“Uang asli yang juga berhasil kami amankan dari pelaku sebanyak Rp.4.772.000,” paparnya.

Dua pelaku uang palsu tersebut berinisial AM (44) dan S (43) warga Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kedua pelaku diamankan pada hari Rabu (2/11) lalu, bersama barang bukti 2 set komputer dan uang palsu tersebut,” paparnya.

Penangkapan pelaku pengedar dan penyimpan uang palsu di wilayah Tembilahan ini berdasarkan laporan dari warga adanya penemuan uang palsu dari transaksi jual beli di Jalan Telaga Biru Tembilahan.

“Setelah mendapat informasi itu, kami melakukan penyelidikan dari berbagai sumber dan saksi. Maka didapatlah data bahwa salah satu pelaku adalah inisial AM. Pelaku ini kami amankan saat berada di salah satu wisma Jalan Baharudin Yusuf Tembilahan,” sebutnya.

Pelaku diamankan tanpa perlawanan. Dari pelaku AM ditemukan barang bukti uang palsu di dalam dompet sebesar Rp. 4,4 juta, di dalam Jok motor pelaku sebanyak Rp. 45 juta dan di rumah pelaku yang beralamat di Kelurahan Tanjung Siantar Kecamatan Batang Tuaka sebanyak Rp. 30 juta.

“Setelah di interogasi, pelaku mengakui Ia akan mengedarkan uang palsu tersebut di Tembilahan yang mana uang palsu ini pelaku jemput dari Provinsi Jawa Timur bersama rekan pelaku inisial S,” jelas Kasat Reskrim Polres Inhil.

Tim Resmob kemudian kembali melakukan penyelidikan terhadap S yang diketahui sedang berada di rumahnya di Desa Tanjung Siantar.

“Pelaku S dan dua set komputer (CPU dan Monitor, red) sebagaimana akan digunakan untuk alat pencetakan uang palsu berhasil juga berhasil kami amankan,” imbuhnya.

Kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Inhil untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Merkea dikenai pasal pasal 36 jo 26 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang jo pasal 55 KUHP pengedaran atau penyimpanan uang palsu dan terancam pidana maksimal 15 tahun penjara,” terang Kasat Reskrim. (Hms Polres Inhil)




Tujuh Pelaku Yang Akan Edarkan 1.135 Butir Pil Extacy di Tembilahan Tertangkap

ARB Indonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 1.135 butir pil extacy rencananya akan diedarkan oleh ‘kelompok lingkaran hitam’ di pusat Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Beruntung Sat Narkoba Polres Inhil berhasil menggagalkan upaya peredaran barang haram tersebut dengan mengamankan 7 orang pelaku beserta barang bukti 1.135 butir pil extacy.

Ke tujuh pelaku tersebut berinisial J (36) warga Kateman, IS (39), AA (22), TTS (31) IJ (28), HFJ (30) warga Tembilahan dan CR (33) warga Tembilahan Hulu, diamankan pada Minggu (9/10) lalu.

MyGif_1665975289024

Anggota Sat Narkoba Polres Inhil telah melakukan penyelidikan pelaku inisial J pada Kamis (6/10), yang datang dari Kecamatan Kateman ke Tembilahan untuk melakukan transaksi jual beli narkotika jenis Pil Extacy.

Hari Minggu (9/10) Sat Narkoba Polres Inhil mendapat informasi J bersama dengan IS berada di sebuah warung makan Jalan Telaga Biru Tembilahan. Tim Opsnal langsung mengamankan kedua pelaku tersebut.

“Setelah berhasil diamankan dari tas J terdapat uang tunai senilai Rp. 44 juta hasil dari transaksi narkotika pil ekstasi,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Narkoba AKP Indra Lubis SE SH MH.

Kedua pelaku diintrogasi dan diperoleh keterangan J dan IS dengan dibantu AA telah menjual narkotika jenis pil extacy tersebut kepada TTS.

“Sore harinya kami juga berhasil menangkap AA dan TTS. Pelaku TTS menerangkan telah menjual narkotika jenis pil ekstasi tersebut kepada CR,” ungkapnya.

Atas keterangan tersebut, Tim Opsnal juga mengamankan CR dan kemudian dilakukan interogasi, dimana CR mengakui telah membeli narkotika jenis pil Extacy dari TTS. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti narkotika jenis pil extasi sebanyak 220 butir.

“Berdasarkan keterangan lainnya dari J, Ia juga menitipkan pil ekstasi kepada AA dengan tujuan untuk dipasarkan di wilayah Tembilahan. Dari pengakuan AA kepada J, pil Extacy sebanyak lebih dari 900 butir telah laku terjual dan belum dilakukan pembayaran, namun itu hanya akal-akalan dari AA dimana narkotika Pil Extacy tersebut sebenarnya belum terjual yang sebenarnya dititipkan kepada IJ untuk disimpan.” terangnya.

IJ pun dapat diamankan dan diperoleh keterangan bahwa Narkotika jenis pil extacy tersebut disimpan rumahnya.

“Kami didampingi Ketua RT setempat melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika jenis Pil Extacy sebanyak 915 butir di rumah IJ,” tutur Kasat Narkoba.

Dari hasil pemeriksaan semua pelaku, diduga terdapat keterlibatan dari HFJ, yang memiliki peran bersama dengan TTS mencari uang pinjaman dan juga menggunakan uang milik HFJ untuk melakukan pembayaran atas pembelian narkotika jenis pil extasi. Dan terhadap pelaku HFJ telah diamankan.

“Total Narkotika jenis pil Extacy yang ditemukan sebanyak 1.135 butir,” paparnya.

“Para pelaku dikenai Pasal 114 Jo 112 Jo 132 UU RI No 35 thn 2009 dengan ancaman hukuman paling singkat pidana 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tanbahnya.

Editor Arbain