Lakukan ini Saat Live di Facebook, Polres Inhil Aman Pemilik Akun ‘Petta Tanga Petta Tanga’

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemilik akun media sosial Facebook ‘Petta Tanga Petta Tanga’ terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Hal itu dikarenakan, pemilik akun Facebook tersebut nekat melakukan kekerasan terhadap dua orang anak dibawah umur saat melakukan live streaming didalam sebuah mobil pada Rabu (22/2/2023) sekitar pukul 16.00 Wib.

Sontak live video kekerasan terhadap dua bocah yang berumur 9 dan 5 tahun yang tak lain anak kandung dari pelaku itu sendiri beredar di masyarakat.

Atas viralnya video live streaming tersebut, tak butuh waku lama Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil), Polda Riau berhasil melacak keberadaan pemilik akun ‘Petta Tanga Petta Tanga’ hingga berhasil mengamankannya.

“Berinisial AS (33) terduga pelaku tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur yang disebarkannya melalui video live streaming (siaran langsung-red) melalui media sosial Facebook berhasil diamankan,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah SIK MSi, Kamis (23/2/2023).

Saat itu kata Kasat Reskrim, AS beserta kedua anaknya berangkat dari Kotabaru, Kecamatan Keritang menuju Tembilahan. Tepat di Desa Nusantara Jaya, AS melakukan live pada akun facebook miliknya yaitu ‘Petta Tanga Petta Tanga’.

“Dalam live di facebook itu, AS melakukan kekerasan terhadap anaknya, hingga disaksikan netizen,” ungkap AKP Amru Abdullah SIK MSi.

lanjutnya, AS melakukan kekerasan dengan cara mengangkat dan membanting anaknya di dalam mobil sambil mengemudi. Hingga hal itu dapat membahayakan keselamatan mereka.

“Berdasarkan laporan atas viralnya video kekerasan ini, kami melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Dari hasil penyelidikan, diketahui AS berada di Jalan Pramuka Pulau Palas, Tembilahan Hulu. Kami berhasil mengamankan pelaku pada pukul 18.30 Wib, berkat kerjasama dengan Polsek Tembilahan Hulu,” jelasnya.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui atas perbuatan yang dilakukannya, hal tersebut nekat dilakukannya dengan harapan agar sang istri kembali lagi kepadanya.

“Memang ada masalah keluarga. Pelaku dan kedua anaknya dibawa ke Mapolres Inhil untuk dilakukan proses lebih lanjut. Kedua anaknya dalam keadaan selamat,” ucap AKP Amru.

Atas kejadian ini, Kasat Reskrim berpesan kepada seluruh masyarakat Inhil, agar tidak melibatkan anak di bawah umur ketika terjadi permasalahan dalam keluarga.

“Jangan libatkan anak dibawah umur dalam permasalahan keluarga apalagi sampai melakukan tindak kekerasan. Seperti yang tercantum pada pasal 80 UU No. 35 tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak ayat 1, dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan atau denda paling banyak Rp72 juta rupiah,” pesannya.

Dan ditambah dalam UU ITE dan perubahannya, menyebarkan video kekerasan dapat dipidana berdasarkan Pasal 27 ayat (1) UU ITE jo. Pasal 45 UU 19/2016.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” tutupnya.

Editor: Arbain




Pelaku Aktivitas Pertambangan Ilegal Ditangkap Reskrim Polres Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Unit III Tipidter Sat Reskrim Polres Inhil berhasil mengungkap aktivitas pertambangan jenis batuan tanpa izin di Jalan Penunjang RT. 002 RW. 001 Dusun Air Bilu Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Inhil, Riau, 19 Februari 2023 lalu.

Pertambangan batu ilegal tersebut beraktivitas di lahan bekas kebun sawit dengan panjang 30 meter dan lebar 30 meter.

Dua pelaku, H (43) dan R (36) warga Keritang Hulu bersama barang bukti 1 unit eksavator, mesin pompa air dan 2 buah selang diamankan dari lokasi.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kasat Reskrim AKP Amru Abdullah SIK MSi mengatakan kedua tersangka melanggar Pasal 158 Undang – undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan Mineral dan Batubara.

“Dugaan tindak pidana dilakukan oleh kedua tersangka adalah penambangan tanpa izin sesuai pasal tersebut mereka terancam pidana 10 tahun penjara,” kata Kasat.

Penangkapan tambang batu ilegal ini diketahui pihak kepolisian dari masyarakat yang menyampaikan informasi adanya pertambangan jenis batuan tanpa izin di Desa Keritang Hulu.

Kasat Reskrim lalu memerintahkan Katim Unit Tipidter bersama anggota Tipidter Sat Reskrim lainnya melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi pertambangan.

“Di lokasi kami temukan adanya aktivitas pertambangan dengan menggunakan 1 unit eksavator serta beberapa unit mobil dump truck yang sedang antri menunggu hasil galian tambang untuk di muat,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, Tim yang berada di lokasi langsung memberhentikan aktivitas pertambangan tersebut dan di lakukan pengecekan maupun pemeriksaan terhadap izin maupun dokumen penambangan.

“Namun ternyata kegiatan penambangan dimaksud tidak dilengkapi dengan Dokumen IUP (Izin Usaha Pertambangan), IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus), IPR (Izin Pertambangan Rakyat), SIPB (Surat Izin Penambangan Batuan), Izin penugasan, Izin Pengangkutan dan Penjualan, IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan, IUP (Izin Usaha Pertambangan) untuk penjualan,” terangnya. ***




Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur,
Polsek Enok Tangkap 2 Palaku Lainnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Enok kembali berhasil mengamankan 2 orang pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur yang ter jadi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, aparat kepolisian juga telah mengamankan 1 orang pelaku kejahatan seksual setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban pada Senin (30/1/2023).

Kapolsek Enok Iptu Cardi Edi Haryanto saat di hubungi awak media ARB INdonesia membenarkan bahwa kedua pelaku pemerkosaan telah berhasil diamankan tanpa perlawanan.

“Saya yang turun langsung, sudah berhasil kita amankan tanpa perlawanan dan akan diproses lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Enok, Iptu Cardi Edi Haryanto, Sabtu (4/2/2023).

Untuk diketahui dalam pemberitaan sebelumnya,
peristiwa pemerkosaan yang terjadi pada seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP itu merupakan anak kedua dari pasangan BS (46) dan DW (34) yang merupakan warga Kecamatan Enok, Kabupaten Inhil.

Dikatakan ayah korban BS, bahwa kajadian itu diketahui ketika putrinya tidak pulang kerumah selama satu hari satu malam (1x24jam).

Atas hal tersebut sang ayah mencari anaknya, yang masih berusia 13 tahun tersebut dan berhasil menemukannya di kilometer 7 Kecamatan Enok di dalam kebun kalapa, Sabtu,(28/1/2023) sore.

Saat dibawa pulang kerumah kata Ayah Korban, saat itu kondisi ‘Wangi’ (‘wangi’/nama samaran) dalam keadaan trauma. Hingga pada akhirnya ia mengaku telah disetubuhi lebih dari satu kali.

Mirisnya lagi, kejidian pemerkosaan ini telah dilakukan berulang kali oleh 3 orang di waktu yang berbeda.

“Keseluruhan ada 3 orang pelaku nya. Pelaku selalu mengancam anak saya dengan badik (sajam) agar tidak memberi tahu kepada siapa saja,” ungkap Ayah korban kepada awak media, Rabu (1/2/2023).

Mengetahui hal tersebut, lantas pihak keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Enok pada hari Senin (30/1/2023).

Dari laporan tersebut pihak kepolisian Polsek Enok langsung gerak cepat dan berhasil mengamankan 1 orang pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Untuk diketahui juga, dalam Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, bagi pelaku pemerkosaan di ancaman pidana maksimal 15 (lima belas) tahun, minimal 5 (lima) tahun dan denda maksimal sebanyak Rp5.000.000.000,- (lima milyar rupiah). Yang lebih khusus dalam undang undang ini adalah jika pelaku pemerkosaan atau pencabulan dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga pendidik maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga). (Arbain)




JMSI Riau Kutuk Penembakan Waketum JMSI, Desak Polisi Segera Tangkap Pelakunya

ARB INdonesia, RIAU -Penembakan Wakil Ketua Umum JMSI DR Rahiman Dani mendapat perhatian serius dari Pengurus Daerah JMSI Provinsi Riau. H Dheni Kurnia, Ketua JMSI Provinsi Riau mengutuk keras aksi penembakan terhadap Rahiman Dani.

Dikatakan Dheni, tindakan ini adalah tindakan kekerasan terhadap insan pers. Apalagi, saat ini menjelang HPN 2023, tindakan ini jelas telah membuat dunia pers berduka.

H Dheni Kurnia, mengatakan kabar tertembaknya wakil ketua Umum JMSI ini didengarnya langsung dari Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa.

“Saya menerima kabar dari Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa, adanya penembakan terhadap Waketum. Rahiman Dani. Peristiwanya terjadi sebelum salat Jumat. Mari sama-sama kita doakan agar segera pulih, dan pelaku segera terungkap,” ujar Dheni Kurnia.

Mantan Ketua PWI Riau dua periode ini juga meminta aparat kepolisian di jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu bertindak cepat menangkap pelakunya.

“Setelah banyak payung hukum, yang melindungi wartawan dan insan pers, masih ada juga yang menggunakan kekerasan terhadap wartawan,” tambah Dheni

Sekretaris Jenderal JMSI Pusat, Eko Pamuji yang dihubungi Sekretaris JMSI Riau Ridha M Haztil mengatakan persoalan ini masih dibicarakan dengan ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa.

“Iya mas, saya lagi koordinasi dulu sama Ketua Umum, sebelum ada langkah-langkah yang kita ambil,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Inhu Dodi Irawan yang juga anggota Dewan Pakar JMSI Riau mengecam tindakan yang telah mencederai insan pers. “Segera tangkap pelakunya, dan kami mengecap tindakan penembakan terhadap waketum JMSI Pusat ini,” ujar Dodi. (rls)




Gunakan Mobil, 2 Pelaku Terciduk Curi Bahan Aluminium di Bandara Tempuling

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Menggunakan kendaraan roda 4 (Mobil), Dua orang pelaku pencurian bahan alumunium di Bandara Tempuling terciduk oleh petugas pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (1/2) malam sekitar pukul 21:00 WIB.

Aksi pencurian itu diketahui saat Fahrizal pegawai Dinas Perhubungan tegah menjalankan tugas untuk melakukan pengecekan di Bandara Tempuling yang memang sudah lama tak beroperasi.

Saat tiba di bandara, Fahrizal yang bertugas seorang diri ini melihat Mobil Toyota Avanza terparkir di depan Bandara.

“Merasa curiga Ia langsung masuk ke gedung memeriksa setiap lantai dan menemukan batangan aluminium berserakan serta salah satu pintu kaca telah hilang,” “kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK melalui Kapolsek Tempuling AKP Osben Samosir SH.

Kemudian kata Kapolsek Tempuling, Petugas Dishub keluar gedung untuk menghampiri 3 orang yang berada di lantai bawah dan mempertanyakan maksud tujuan mereka di Bandara Tempuling.

“Para pelaku berdalih sedang mencari burung. Tak terima dengan alasan pelaku, Fahrizal langsung mengintip isi mobil melalui kaca jendela dan melihat puluhan batang aluminium serta 1 lembar pintu kaca,” ungkap Osben Samosir.

“Saat itu juga Fahrizal mengamankan S dan AY, sedangkan 1 pelaku lainnya melarikan diri,” jelasnya,” tambahnya.

Atas kejadian pencurian itu, petugas Dishub pun langsung menghubungi Polsek Tempuling. Hingga aparat kepolisan berhasil mengamankan dua pelaku tindak pencurian di kawasan Bandara Tempuling.

“Kedua pelaku dan barang bukti kami bawa ke Mapolsek untuk penyidikan lebih lanjut,” tutur Kapolsek Tempuling.

Lanjutnya, dari aksi pencurian ini di perkiraan kerugian kurang lebih sekitar Rp10 juta, dan
para pelaku berasal dari luar wilayah Kecamatan Tempuling.

“S merupakan warga Tembilahan Hulu dan AY warga Sungai Beringin Tembilahan. Sementara barang bukti batangan aluminium berjumlah 20 batang,” sebut Kapolsek.

“Pelaku dikenai pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun penjara,” tutupnya.

Editor: Arbain




Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur, Keluarga Korban Beharap Polsek Enok Tangkap Semua Palaku

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa pemerkosaan anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kejadian merenggut kehormatan ini menimpa seorang pelajar yang masih duduk dibangku sekolah menengah.

Sebut saja ‘Wangi’, ia merupakan anak kedua dari
pasangan BS (46) dan DW (34) yang merupakan warga Kecamatan Enok, Kabupaten Inhil.

Dikatakan ayah korban BS, bahwa kajadian itu diketahui ketika putrinya tidak pulang kerumah selama satu hari satu malam (1x24jam).

Atas hal tersebut, sang ayah mencari ‘Wangi’ yang masih berusia 13 tahun tersebut dan berhasil menemukannya di kilometer 7 Kecamatan Enok di dalam kebun kalapa, Sabtu,(28/1/2023) sore.

Saat dibawa pulang kerumah kata Ayah Korban, saat itu kondisi ‘Wangi’ dalam keadaan trauma. Hingga pada akhirnya ia mengaku telah disetubuhi lebih dari satu kali.

Mirisnya lagi, kejidian pemerkosaan ini telah dilakukan berulang kali oleh 3 orang di waktu yang berbeda.

“Keseluruhan ada 3 orang pelaku nya. Pelaku selalu mengancam anak saya dengan badik (sajam) agar tidak memberi tahu kepada siapa saja,” ungkap Ayah korban kepad awak media, Rabu (1/2/2023).

Mengetahui hal tersebut, lantas pihak keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Enok pada hari Senin (30/1/2023).

Dari laporan tersebut pihak kepolisian Polsek Enok langsung gerak cepat dan berhasil mengamankan 1 orang pelaku pemerkosaan terhadap anak yang masih duduk dibangku sekolah menengah itu.

“Satu orang sudah ditangkap, tapi 2 orang lagi masih bebas berkeliaran. Anak saya tau betul siapa-siapa saja pelakunya,” ungkapnya.

“Kita berharap semua pelaku yang merusak masa depan anak saya bisa ditangkap oleh pihak berwajib dan di hukum seberat-beratnya” ungkap Ayah Melati dengan mata berkaca-kaca kepada wartawan.

Hingga berita ini di terbitkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi Kapolsek Enok untuk dimintai keterangan mengenai kasus pemeriksaan anak dibawah umur tersebut. (Arbain)