Pemdes Panglima Raja Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Guru dan Siswa SD 012 Concong Luar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Panglima Raja, Kecamatan Cincong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan pembagian masker dan vitaminvitamin, Kamis (4/11/2021).

IMG-20220306-WA0010

Kegiatan yang didampingi oleh petugas Pukesdes Panglima Raja tersebut menyasar kepada guru dan siswa SDN 012 Concong Luar.

IMG-20220306-WA0011

Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto melalui Sekretaris Desa, Rahman, S.Pd.Imengatakan pembagian masker merupakan upaya dalam mencegah terjadinya penularan covid 19.

IMG-20220306-WA0012

“Sedangkan vitamin dibagikan sebagai daya tahan tubuh agar kita kebal akan virus-virus,” tuturnya.

IMG-20220306-WA0014

Terakhir ia berpesan agar guru dan siswa terus menerapkan protokol kesehatan agar aktifitas belajar mengajar bisa berjalan lancar baik itu daring maupun tatapmuka.

IMG-20220306-WA0013

(Adv/Gf/Arb)




Bangun Masyarakat Religius, Pengurus Masjid Nurul Iman Desa Sungai Berapit Gelar Peringatan Maulid Nabi

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pengurus Masjid Nurul Iman di Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyelenggarakan peringatan Maulid Nadi Muhammad SAW, Kamis (28/10/2021).

Dalam kegiatan tersebut, melalui Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa salah satu tujuan dilaksanakannya peringatan Maulid Nabi ini yaitu untuk membangun masyarakat desa yang lebih religius.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, dan umat Islam khususnya warga Desa Sungai Berapit dapat meningkatkan sholat lima waktu seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” kata M Ihsah.

Di sisi lain kata M Ihsah, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi antar sesama warga desa.

“Menjaga kekompakan, kebersamaan, serta persaudaraan,” ungkapnya.

Dengan itu, dia berharap agar warga Desa Sungai Berapit selalu menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, saling tolong menolong serta menjaga kedamaian antar sesama warga. (Adv)




Perdana ! Pemdes Sungai Berapit Gelar Lomba MTQ untuk Anak-anak

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar lomba MTQ dan Tahfiz Al-Qur’an untuk kalangan anak-anak.

Kegiatan yang dilangsungkan selama 2 hari ini digelar mulai tanggal 25 sampai 26 Oktober 2021 dan diikuti oleh 26 peserta lomba.

Kepala Desa (Kades) Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa kegiatan lomba MTQ dan Tahfiz untuk anak-anak ini baru pertama kali dilaksanakan.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus yang beriman, bertaqwa dan akhlakul karimah.

Selain itu kata Kades, bibit-bibit muda yang berbakat ini nantinya akan dipersiapkan dalam perlombaan-perlombaan ke keagamaan baik di tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun bahkan Provinsi.

“Penanaman sikap mental yang baik kepada anak-anak merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Baik dalam rangka membentuk generasi yang mempunyai sikap, karakter dan mental yang profesional untuk menjadi panutan dengan akhlak yang mulia kedepannya,” tutur M Ihsah, Selasa (26/10/2021).

“Kita ingin membina moral dan akhlak anak-anak yang ada di Desa Sungai Berapit sejak usia dini sehingga kedepan bisa menjadi orang yang baik budi pekertinya,” tambahnya.

Untuk diketahui, adapun dalam perlombaan tersebut terdapat 3 dewan juri yang akan menilai peserta lomba, diantaranya Dewan Baharuddin, H. Basir dan Nur Aini, S. Ag. (Adv/Arbain)




Potret Pemaparan Faktor Stanting oleh Dinkes Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama. Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si anak. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kasi Prokemas Dinkes Inhil Maria, Jumat (22/10/2021).

Dipaparkannya, pada umumnya stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan.

Salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga bisa membuat anak mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa, dan menyebabkan kematian pada usia dini. Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini.

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita.

“Faktor-faktor dasar yang menjadi sebab stunting antara lain seperti pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Lalu, masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan), Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas. Kemudian, kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, hal ini dikarenakan harga makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi,” papar Maria.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI, ada sekitar 8,9 juta anak di Indonesia yang menderita kondisi stunting. Artinya, 1 dari 3 balita mengalami gangguan pertumbuhan dan butuh perhatian lebih. Indonesia menduduki peringkat tertinggi penderita kondisi stunting di Asia Tenggara dan kelima di dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Di Kabupaten Indragiri Hilir sendiri, jika situasi ini tidak diatasi, maka dapat mempengaruhi kinerja pembangunan baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan.

“Penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Masyarakat Umum, dan lini sektor lainnya. Mari kita sama sama berkomitmen untuk memimpin langsung upaya penanganan stunting agar penurunan prevalensi stunting dapat dipercepat dan dapat terjadi secara merata di seluruh pelosok Kabupaten Indragiri Hilir,” tukas Maria. (adv/galeri foto/arbain)




Pilkades di Desa Panglima Raja Sukses Digelar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemilihan Calon Kepala Desa di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir berjalan lancar alias sukses digelar tanpa ada kendala, Kamis (21/10/2021).

IMG-20220304-WA0097

Hal tersebut disampaikan langsung oleh PLH Kepala Desa Panglima Raja, Rahman, S.Pd.I bahwa proses pencoblosan hingga penghitungan suara calon kepala desa berjalan dengan aman dan damai.

IMG-20220304-WA0108

“Allhamdulilah pemilihan kepala Kepala Desa ini berjalan dengan lancar, tanpa ada konflik yang terjadi,” tuturnya.

IMG-20220304-WA0110

Siapapun yang terpilih itu nantinya kata Ramhan, tentunya itulah hasil demokrasi, artinya masyarakat banyak yang menginginkannya untuk memimpin desa Panglima Raja ini.

IMG-20220304-WA0112

“Kita berharap, Kepala Desa yang terpilih ini nantinya mampu membawa perubahan baru atas kepemimpinannya yang berdampak baik bagi masyarakat desa inj,” tutupnya.

IMG-20220304-WA0096

(Adv/Gf/Arb)




Potret Dinkes Inhil dan Riau Gelar Monitoring dan Evaluasi Terpadu Intervensi Stunting

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebagai upaya penanganan permasalahan stunting di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dan Dinkes Provinsi Riau melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Intervensi Stunting di Puskesmas Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (21/10/2021).

1636352327000

Tujuan dari kegiatan ini tak lain guna memastikan kesiapan dan implementasi rencana aksi intervensi spesifik dan sensitif di lokus prioritas stunting di Provinsi Riau di tahun 2021. Terdapat 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yang menjadi prioritas intervensi stunting ini, salah satunya adalah Kabupaten Indragiri Hilir.

“Monitoring dan Evaluasi terpadu ini dilaksanakan untuk penurunan angka stunting, dari pemetaan dan riset terdapat beberapa tempat yang didapati angka stunting yang signifikan salah satunya kita, Inhil,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Drs H. Afrizal Darmawan kepada media ini.

1636352334438

Disebutkannya, dalam upaya penanggulangan penanganan stunting di Kabupaten Inhil, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyusun rencana aksi intervensi secara holistik integratif yang melibatkan seluruh program terkait. Agar implementasi rencana aksi tersebut berjalan dengan baik, memerlukan koordinasi dan peran aktif serta monitoring dan evaluasi progam di pusat, provinsi, kabupaten dan Puskesmas. Dalam hal ini, Dinkes Inhil sebagai perpanjangan tangan vertikal dari Dinkes Provinsi Riau dan Kemenkes.

1636352330564

“Program penurunan stunting ini tidak bisa berjalan sendiri, semua unsur terkait harus bergerak, pemerintah daerah juga lebih fokus untuk upaya investasi masa depan dan jangka panjang,” sebut Afrizal.

Terkait adanya angka gizi buruk stunting, dikatakan Afrizal, perlu adanya upaya pengukuran yang jelas sehingga harapannya tidak ada lagi kasus stunting di berbagai daerah di Indonesia khususnya Kabupaten Inhil. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan prevalensi stunting adalah melakukan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

1636354682396

“Untuk intervensi gizi spesifik dilakukan bisa melalui pemberian tablet tambah darah dan promosi serta suplemen gizi makro dan mikro. Selain itu juga dilakukan penatalaksanaan gizi kurang/buruk, pemberian obat cacing dan zinc untuk manajemen diare,” jelas Afrizal.

1636352338423

Lanjutnya pemaparannya, intervensi ini disusun berdasarkan siklus hidup. Sedangkan untuk intervensi gizi sensitif dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang, penyediaan air bersih, pendidikan gizi, imunisasi, pengendalian penyakit, penyediaan jaminan kesehatan, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Nusantara Sehat, serta akreditasi Puskesmas dan rumah sakit. (Adv/Galeri foto/Arbain)