Pesan Bupati Inhil Saat Melepas Jemaah Haji 2026: Ikhlas, Sabar, dan Fokus Beribadah
ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Suasana haru dan khidmat menyelimuti keberangkatan Jemaah Haji asal Indragiri Hilir dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci, Rabu (29/4).
Di tengah momen sakral itu, Bupati Inhil H. Herman hadir memberikan pesan penuh makna bagi para tamu Allah.
“Ibadah Haji adalah puncak ibadah dalam Rukun Islam. Tidak cukup hanya dengan kesiapan finansial, tapi juga harus ditopang ilmu agama yang mumpuni serta fisik yang sehat,” ujar Bupati dengan nada penuh ketegasan.
Kesiapan Mental Jadi Kunci Selain fisik dan ilmu, Herman menekankan pentingnya kesiapan mental. Perbedaan cuaca, iklim, bahasa, dan budaya di Tanah Suci menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan keikhlasan dan kesabaran.
“Dengan hati yang ikhlas dan sabar, semua rintangan akan terlewati, sehingga jemaah tetap bisa fokus beribadah,” tambahnya.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Bupati juga berharap seluruh pihak yang berwenang dalam penyelenggaraan haji 2026 memberikan pelayanan terbaik.
“Para pembimbing calon jemaah haji harus mampu memberi rasa aman dan nyaman, agar jemaah merasa diayomi sejak berangkat hingga kembali ke kampung halaman,” tegasnya.
Taat pada Petunjuk Petugas Agar perjalanan ibadah berjalan lancar, Herman mengingatkan jemaah untuk mematuhi arahan dari Amirul Haji, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Pembimbing Ibadah Haji Daerah (TPIHD), Ketua Rombongan, dan Ketua Regu. (Galeri Foto)
Bupati Inhil Buka MUSKAB VII PWRI, Tekankan Sinergi Pensiunan untuk Wujudkan Inhil Hebat
ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VII Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2026, yang digelar di Gedung 3 Putri Tembilahan, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “PWRI Bersama Pemda Kabupaten Inhil Siap Bersinergi Menuju Inhil Hebat” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran para pensiunan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Herman menegaskan bahwa Muskab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan langkah dan program kerja yang berdampak nyata.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ajang untuk saling bertukar pikiran, menyusun langkah kerja, serta memperkuat jalinan kerja sama antara PWRI dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir,” tegas Herman.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pensiunan yang tergabung dalam PWRI. Menurutnya, pengalaman dan dedikasi para purnabakti merupakan aset berharga dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kemajuan dan kesejahteraan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak saja. Diperlukan dukungan, partisipasi, dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para pensiunan yang memiliki pengalaman dan wawasan yang sangat berharga,” tambahnya.
Bupati Herman turut mengapresiasi kontribusi besar para pensiunan dalam membangun Indragiri Hilir dari masa ke masa. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian dan membuka ruang seluas-luasnya bagi PWRI untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan konstruktif.
“Pemerintah daerah akan terus membuka ruang bagi PWRI untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan usulan-usulan demi kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWRI Provinsi Riau, Saleh Djasit, dalam sambutannya mengingatkan bahwa makna “Wredatama” adalah sosok yang utama dan mulia, sehingga semangat pengabdian tidak boleh berhenti meski telah purna tugas
.
“Kita ini adalah abdi negara yang sudah menyelesaikan tugas secara kedinasan, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa harus tetap berjalan sampai akhir hayat. PWRI menjadi wadah untuk itu,” ungkap Saleh.
Ia juga mendorong para anggota PWRI untuk terus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti berkurban, mengunjungi panti asuhan, hingga berbagi keterampilan kepada masyarakat di desa.
Muskab VII PWRI Kabupaten Indragiri Hilir ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat peran organisasi serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan. (Galeri Foto)
Disambut Antusias Warga, Kades Sungai Berapit Apresiasi Kegiatan Kesehatan di Pustu
ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Suasana hangat terlihat dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, yang dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Concong Luar beserta staf, Kepala Pustu, kader posyandu, Kepala Desa dan perangkat desa, serta masyarakat umum.
Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemantauan penyakit menular.
Selain itu, dilakukan pendampingan pelaksanaan program kesehatan di Pustu dan Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K). Kehadiran para kader posyandu dan perangkat desa memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, sehingga program dapat berjalan lebih efektif.
Partisipasi aktif warga menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya kesehatan, sekaligus memperlihatkan dukungan terhadap upaya pemerintah desa dan tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang merata.
Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah memberi apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut, ia juga berharap kegiatan ini bisa terus terlaksana nantinya.
“Harapan kita kegiatan ini akan terus digelar secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap masyarakat,” tuturnya. (Galeri Foto)
48,39 Ton Pangan Ilegal Dibakar di Tembilahan, Wabup Inhil: Negara Tak Boleh Kalah dari Penyelundup
ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (16/4/2026).
Pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Inhil, Yuliantini, ini berlangsung di Kantor Karantina, Jalan Griliya Parit 8, Tembilahan Hulu, sebagai langkah tegas mencegah penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengamanan komoditas pangan ilegal oleh Tim Detasemen Intelijen Kodam XIX/Tuanku Tambusai (Deninteldam XIX/TT) bersama instansi terkait di perairan Tembilahan pada 31 Maret hingga 1 April 2026.
Hadir dalam kegiatan ini Komandan Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolres Indragiri Hilir, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi aparat dalam menggagalkan peredaran komoditas ilegal yang berisiko terhadap kesehatan hayati dan ketahanan pangan daerah.
“Keberhasilan pengamanan ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan tidak boleh kalah dari praktik penyelundupan. Ini juga bentuk komitmen kita dalam menjaga kedaulatan pangan serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang dibawa melalui komoditas ilegal,” tegasnya.
Adapun komoditas yang dimusnahkan terdiri dari bawang merah sebanyak 1.115 karung besar seberat 22,3 ton dan 1.776 karung kecil seberat 17,76 ton, bawang bombai 356 karung seberat 3,56 ton, bawang putih 220 karung seberat 4,4 ton, serta cabai merah kering sebanyak 47 karung seberat 0,37 ton.
Seluruh barang bukti tersebut sebelumnya diangkut menggunakan KM Anisa 89 tanpa dilengkapi dokumen karantina resmi, sehingga melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Yuliantini menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan memiliki konsekuensi hukum serius. Pelaku pemasukan media pembawa tanpa dokumen sah dapat dijerat Pasal 88 dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda hingga Rp2 miliar.
“Pemerintah daerah mendukung penuh penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku yang mencoba merusak tatanan perdagangan dan membahayakan kesehatan hayati di wilayah kita,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk mematuhi prosedur karantina dalam setiap aktivitas perdagangan komoditas.
“Berbisnislah dengan cara yang benar. Laporkan setiap komoditas yang masuk melalui jalur resmi agar dapat diperiksa oleh petugas karantina. Ini penting untuk menjamin keamanan dan kualitas produk yang beredar di masyarakat,” tambahnya.
Pemusnahan dengan cara pembakaran ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menjadi edukasi bagi pelaku usaha transportasi laut dan perdagangan agar tidak mengabaikan aturan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemudahan usaha yang legal, sekaligus memperkuat pengawasan dan tindakan tegas terhadap segala bentuk penyelundupan yang mengancam kesehatan hayati dan perekonomian daerah. (Galeri Foto)
Pemkab Inhil Respons Aksi Massa soal BBM, Tegaskan Solusi Humanis dan Subsidi Tepat Sasaran
ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merespons aksi damai ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat Kawal BBM Inhil (Gebrak BBM Inhil) di halaman Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Nomor 1 Tembilahan, Rabu (15/4/2026).
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari penyampaian aspirasi yang sebelumnya digelar di Mapolres Inhil. Dalam orasinya, massa menyuarakan harapan agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap masyarakat kecil, khususnya mereka yang berperan sebagai pelangsir BBM akibat keterbatasan akses distribusi di sejumlah wilayah. Selain itu, massa juga mengajak pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi nyata dalam pemerataan distribusi BBM bersubsidi.
Aksi berlangsung tertib dan kondusif. Aspirasi massa diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi Jauhari, yang hadir bersama Kapolres Inhil dan unsur terkait lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Tantawi Jauhari menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami kondisi yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya terkait kelangkaan BBM di lapangan.
“Apa yang disampaikan masyarakat merupakan gambaran situasi riil di lapangan. Tentu kondisi ini memiliki berbagai faktor penyebab yang perlu dipahami secara bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) saat ini mengarah pada penerapan subsidi BBM tepat sasaran. Untuk itu, telah diberlakukan sejumlah mekanisme pengendalian, seperti penggunaan barcode bagi kendaraan darat serta sistem aplikasi untuk sektor transportasi laut.
“Tujuannya agar BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh yang berhak dan tidak disalahgunakan,” jelasnya.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Inhil juga mengakui adanya tantangan geografis yang menyebabkan belum meratanya akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi, terutama di wilayah yang jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Kondisi ini memunculkan peran masyarakat sebagai penghubung antara SPBU dengan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau. Di satu sisi membantu, namun di sisi lain secara regulasi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Tantawi.
Untuk itu, pemerintah daerah akan mengkaji persoalan tersebut secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, guna menghadirkan solusi yang tidak hanya berlandaskan aturan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi yang humanis, berkeadilan, dan tetap mengacu pada regulasi. Aspirasi ini menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan ke depan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Inhil juga mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai dan tertib, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. (Galeri Foto)
Bunda PAUD Inhil Tekankan Peran Posyandu dalam Peningkatan APK PAUD
ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Indragiri Hilir terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal ini disampaikan Bunda PAUD Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Inhil, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir ini bertujuan mendorong peningkatan keterlibatan anak usia dini dalam layanan PAUD, sekaligus mempererat kolaborasi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan masyarakat melalui peran aktif Posyandu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Inhil Abdul Rasyid, Ketua TP-PKK Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, kader Posyandu, serta para kepala sekolah TK dan PAUD.
Dalam pemaparannya, Hj. Katerina Susanti menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar anak. Ia juga menyoroti posisi strategis Posyandu sebagai garda terdepan dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat bawah.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendata anak usia dini yang belum terakses layanan PAUD, sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua akan pentingnya pendidikan sejak dini.
“Melalui sinergi yang terbangun antara PAUD dan Posyandu, kita dapat menjangkau lebih banyak anak, khususnya di wilayah yang akses pendidikannya masih terbatas,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih peduli dan aktif dalam memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak sejak usia dini.
“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, tenaga pendidik, kader Posyandu, dan masyarakat, kita optimis APK PAUD di Kabupaten Indragiri Hilir akan terus meningkat,” tutup Bunda PAUD Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman. (Galeri Foto)