Sebanyak 3062 UKM di Inhil akan Dapat Tambahan Modal Usaha

Foto : Tengku Edy, Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Indragiri Hilir


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 3.062 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Indragiri Hilir direncanakan akan mendapatkan bantuan tambahan modal melalui dana APBD Inhil tahun 2020.


Hal itu disampaikan Tengku Edy, Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Indragiri Hilir, saat dijumpai awak media, Kamis (27/8/2020).


“Bantuan tambahan modal usaha akan diberikan kepada 3.062 UKM yang tersebar di 20 Kecamatan. Masing-masing UKM nantinya akan mendapat 1juta,” imbuhnya.


3.062 UKM tersebut berdasarkan data validasi di masing-masing Kecamatan dan merupakan UKM yang aktif dan terdata melalui https://oss.go.id.


“Saat ini kita masih melakukan beberapa tahapan-tahapan untuk melakukan penyalurannya. Ketika semua sudah final akan segera kita salurkan,” tuturnya


Selain itu, Tengku Edy juga berharap agar nantinya bantuan tersebut benar-benar menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usaha yang dijalankan saat ini. “Jangan digunakan untuk kehal yang lain,” harapnya. (Arb)




Membludak! Pendaftar Kartu Prakerja Tahap 5 Tembus 1,7 Juta

Foto ilustrasi, liputan6


ARBindonesia.com – Pendaftaran Program pelatihan Prakerja gelombang kelima sudah ditutup per hari ini, Minggu, 23 Agustus 2020, pukul 12.00 WIB. Jumlah pendaftar mencapai 1,7 juta dari kuota yang ditetapkan sebanyak 800.000 orang setiap gelombangnya.


Head of Communication Prakerja, Louisa Tuhatu mengatakan, saat ini Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja sedang melakukan seleksi dan akan segera mengumumkan nama-nama pendaftar yang lolos seleksi program ini.


“Pendaftaran gelombang 5 sudah kami tutup tadi pukul 12.00 WIB dengan total pendaftar lebih dari 1,7 juta orang. Kuota untuk gelombang 5 ini tetap 800.000 orang.


Sekarang kami masih dalam tahap seleksi dan akan segera kami umumkan langsung melalui SMS kepada mereka yang lolos seleksi,” katanya, kepada CNBC Indonesia, Minggu (23/8/2020).


Untuk diketahui, pemerintah memutuskan besaran kuota penerimaan peserta program Kartu Prakerja sebanyak 800.000 peserta per tiap gelombang, yang diharapkan akan bisa terselesaikan pada akhir Oktober 2020.


Pada setiap gelombang penerimaan peserta program kartu prakerja, pemerintah akan memprioritaskan 80% yang berasal dari korban PHK yang dimiliki oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Sementara 20% lainnya berasal dari peserta umum yang dipilih secara acak.


Nantinya, setiap peserta yang lolos seleksi Kartu Prakerja berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp 3,55 juta yang terdiri atas dana beasiswa untuk membeli pelatihan serta dana insentif yang diberikan selama 4 bulan.


Komponen wajib ikut pelatihan inilah yang dimaksudkan untuk meningkatkan skill dan kompetensi sumber daya manusia Indonesia. (*)


Sumber CNBC




Laris di 6 Benua, Ekspor Kelapa Indonesia Duduki Nomor 1 Dunia

Kelapa Bulat Indragiri Hilir, foto arbindonesia.com


ARBindonesia.com – Kelapa merupakan sumber daya alam yang sangat bermanfaat. Dari buah, batang hingga daunnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.


Hal ini membuat Indonesia memanfaatkannya sebagai bahan ekspor. Ternyata hampir seluruh bagian kelapa Indonesia telah diekspor.
Mulai dari daging kelapa, air kelapa, tempurung kelapa, sabut kelapa sampai batang kelapa juga telah diekspor.


Mengutip instagram @KementerianPertanian, Jakarta, Senin (8/6/2020), kelapa Indonesia saat ini menduduki posisi nomor satu di dunia. Di mana, Indonesia melampaui Filipina, India, Brazil, dan Srilangka.


Menurut data Kementan, ekspor produk olahan kelapa tercatat pada periode Januari-Mei 2020 telah mencapai 463,5 ribu ton. Kelapa tersebut diekspor ke puluhan negara yang tersebar di 6 benua.


Tidak hanya produktivitasnya yang tinggi, kualitas serta terpenuhinya persyaratan teknis negara tujuan yang menjadikan produk ini laris. Terutama di banyak negara.


Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat setidaknya ada 13 ragam komoditas turunan kelapa yang telah laris di pasar global. Negara tujuan ekspornya pun telah menembus 6 benua, yaitu benua Asia, Eropa, Australia, Afrika, Amerika Utara hingga Amerika Selatan.


Sumber okezone.com




Peluang Ekspor Produk Olahan Kelapa Indonesia Dinilai Besar

kementan
VCO (Virgin Coconut Oil) jenis produk olahan kelapa asal Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara yang berhasil menembus pasar ekspor Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).


ARBindonesia.com – Peluang ekspor produk olahan kelapa asal Indonesia ke depannya dinilai memiliki prospek yang besar. Hal ini mengingat permintaan pasar dunia terhadap komoditas tersebut semakin meningkat.


Alit Pirmansah dari International Coconut Comunity di Jakarta, Kamis (20/8) menyatakan, permintaan produk olahan kelapa dunia semakin meningkat dengan total nilai 11,6 miliar dolar AS pada 2019, terbesar olahan daging kelapa 3,91 miliar dolar AS, air kelapa 3,41 miliar dolar AS, tempurung 2,21 miliar dolar AS, dan sabut 0,2 miliar dolar AS.


Menurut dia, secara umum perdagangan kelapa dunia pada 2020 akan turun tetapi tidak besar dan tidak untuk seluruh produk. “Ketika negara lain kesulitan memenuhi permintaan, ini jadi kesempatan untuk Indonesia menggantikan. Dalam jangka panjang prospeknya positif meskipun banyak tantangan yang harus diatasi,” katanya.


Khusus untuk Indonesia, menurut dia, nilai ekspor kelapa pada 2019 sebesar 2,17 miliar dolar terdiri olahan daging kelapa 663,8 juta dolar AS, olahan tempurung kelapa 209,6 juta dolar AS, olahan air kelapa 35,3 juta dolar AS dan olahan sabut 12,6 juta dolar AS.


Volume ekspor yang paling besar selama 2019 adalah minyak kelapa 610.812 ton, kemudian kelapa segar 558.153 ton, arang tempurung kelapa 349.607 ton, kopra meal 237.639 ton.


Disusul, kopra 153.655 ton, desicated coconut 98.742 ton, produk sabut 37.928 ton, gula kelapa 36.465 ton, air kelapa 31.547 ton, santan 30.753 ton, dan karbon aktif 28.708 ton.


Sementara itu, Dirut PT Tom Cococha Indonesia Asep Jembar Mulyana menyatakan tempurung kelapa hanya 16 persen dari total volume kelapa, sehingga untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tergantung dari pengusaha minyak dan sabut kelapa.


Sekitar 90 persen produsen arang briket tempurung kelapa di Indonesia memproduksi arang shisha, lanjutnya, Indonesia merupakan produsen arang shisha terbesar dan terbaik di dunia.


“Tidak ada negara lain yang sanggup membuat arang shisha sebaik Indonesia. Merupakan anugrah Tuhan kualitas tempurung kelapa Indonesia merupakan yang terbaik,” katanya dalam webinarforum diskusi kelapa “Merebut Pasar Kelapa Dunia” yang diselenggarakan Media Perkebunan dan Sahabat Kelapa Indonesia.


Dikatakannya, arang briket kelapa satu-satunya pasar dengan permintaanlebih tinggi dari pasokan. Banyak permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh Asep karena keterbatasan bahan baku.


“Bisnis ini tidak ada yang mengatur harga seperti minyak kelapa di bursa Rotterdam, sehingga produsen bebas menentukan harga sendiri. Bahan baku 100 persen lokal dan produksi 100 persen diekspor,” katanya.


Untuk itu, menurut Asep, pemerintah harus campur tangan memecahkan masalah bahan baku ini, apalagi Indonesia masih banyak mengekspor kelapa segar sehingga bahan baku arang ikut diekspor.


“Tidak mungkin pengusaha arang berhadapan langsung dengan petani dan minta jangan diekspor,” ujarnya.


Dirut PT Mahligai Indococo Fiber Efli Ramli menyatakan Indonesia yang mempunyai kebun kelapa terluas di dunia hanya memenuhi tiga persen dari kebutuhan sabut kelapa dunia.


“Sebagian besar sabut kelapa terbuang begitu saja tanpa diolah, bahkan dibakar,” ujar Ketua Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia itu.


PT MIF yang berdiri 2007 setiap bulan mengekspor 30 kontainer coco fiber atau sabut kelapa dan 35 ton coco peat atau serbuk dari sabut kelapa.


Permintaan coco peat China 3.000 kontainer/tahun, lanjutnya, Jepang 1.500 kontainer, Korea 1.500 kontainer, Italia 300 kontainer, Jerman 200 kontainer, Belgia/Belanda 300 kontainer, Israel 300 kontainer dan negara-negara Timur Tengah 300 kontainer.


Supaya potensi sabut kelapa yang luar biasa tersebut bisa memenuhi kebutuhan dunia, menurut dia, maka tiap sentra produksi kelapa harus didirikan industri ini.


CEO PT Multi Gemilang Agro Plantation Tbk Petrus Tjandra menyatakan kelangsungan ekspor produk olahan kelapa sangat tergantung pada hulunya yaitu ketersediaan buah kelapa.


Saat ini, di hulu ada masalah yaitu kelapa yang sudah tua, lebih dari 60 tahun sehingga produktivitasnya rendah, petani kelapa hanya berpenghasilan Rp5-6 juta per tahun, sumbangan ekspor kelapa juga hanya kecil sekali yaitu satu persen, sehingga kurang mendapat perhatian.


“Indonesia merupakan negara nyiur melambai, keberadaan kelapa harus diselamatkan,” katanya.


Dia memaparkan penyelamatan perkebunan kelapa dengan peremajaan kelapa tua dengan kelapa hibrida, sebab kalau menggunakan kelapa dalam baru berbuah tujuh tahun sedangkan kelapa hibrida berbuah tiga tahun. (*)


Sumber Antara




Hasil Uji Kelayakan Sudah Keluar, Seleksi Calon Komisaris dan Direksi PT KIG Tinggal Setahap Lagi

ARBindonesiam.com,TEMBILAHAN – Tahapan Seleksi calon Komisaris dan Direksi PT Kelapa Indragiri Hilir Gemilang (PT KIG) hampir final setelah keluar hasil uji kelayakan.


Sekretaris Panitia Seleksi calon Komisaris dan Direksi PT KIG, Wanhar, menuturkan penetapan tersebut setelah wawancara akhir yang akanndilaksanakan minggu terakhir bulan Agustus ini.


Setelah diumumkannya hasil uji kelayakan dan Kepatutan calon komisaris dan direksi, panitia dalam waktu dekat akan segera melakukan pemanggilan terhadap 3 peserta yang dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi.


“1 orang Calon Komisaris, 1 Orang Calon Direktur Utama, dan 1 Orang Calon Direktur Operasional,” kata Wanhar, Sabtu (15/8).


Lebih lanjut Wanhar mengatakan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia, mengenai tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Komisaris dan Direksi PT KIG telah berkahir pada hari Sabtu kemarin, 8 Agustus 2020.


“Secara keseluruhan ada 18 orang yang mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan, dah hasilnya pun telah kita umumkan hari Kamis kemarin,” tutur Wanhar yang juga sebagai Ketua Panitia Seleksi Rekrutmen.


Setelah itu, papar Wanhar, tahapan selanjutnya adalah wawancara akhir dengan Kepala Daerah dan Unsur-unsur terkait lainnya dan selanjutnya peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan di tetapkan dalam RUPS.


“Tahapan-tahap seleksi yang kita laksanakan semuanya mengacu pada peraturan yang ada yaitu PP 54 Tahun 2017,” tambahnya


Selain itu Wanhar juga memyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta yang telah ikut berpartisipasi dengan semangat membesar BUMD, dalam Pelaksanaan seleksi Calon Komisaris dan Direksi PT. KIG, baik yang lanjut ke tahap selanjutnya, maupun yang sudah dinyatakan harus tinggal.


“Mohon do’anya semua semoga apa yang kita harapakan kepada PT KIG dapat segera terwujud,” ucapnya


Setelah terisinya jajaran pengurus, PT KIG optimis dengan 3 divisi unggulan, yakni SRG, Pelabuhan, dan Kerjasama BUMDES yang dinilai mampu mendorong majunya pertumbuhan ekonomi masyarakat Inhil.


“Semoga ini dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (arb)




Hasil Seleksi UKK Calon Komisaris dan Direksi PT KIG, 3 Orang Dinyatakan Lulus

Foto : Tahapan Psikotes yang dilaksanakan di UPT Penilaian Kompetensi BKD Provinsi Riau



ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Hasil seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk mengisi formasi calon Komisaris dan Direksi PT Kelapa Indragiri Hilir Gemilang (KIG), 3 orang dinyatakan lulus, Kamis (13/8/2020).


Seleksi UKK tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 8 Agustus 2020 di Pekanbaru, dengan tahapan Pemaparan Makalah dan Wawancara yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (UR), sedangkan tahapan Psikotes dilaksanakan di UPT Penilaian Kompetensi BKD Provinsi Riau.


Peserta yang mengikuti seleksi UKK sebanyak 18 orang, diantaranya 9 orang yang mengikuti seleksi sebagai calon Komisaris, 5 orang Direktur Operasional, dan 4 orang Direktur Umum.


Dari masing-masing formasi tersebut, 3 orang diantaranya dinyatakan lulus dengan memperoleh nilai tertinggi dan akan mengikuti tes wawancara akhir.


Foto : Pemaparan Makalah dan Wawancara yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (UR)


Adapun 3 orang tersebut diantaranya:
1. Calon Komisaris, Hariyanto, S.Pd.i, dari Pekanbaru
2. Calon Direktur Operasional, Joni Oktavia, ST,  dari Jakarta
3. Calon Direktur Utama, Ibnu Utama, ST, dari Jakarta.


Pengumuman hasil seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tersebut berdasarkan pengumuman resmi dari Panitia Seleksi (Pansel) calon Komisaris dan Direksi PT KIG dengan nomor : 606.49/PANSEL-KIG/VIII/2020.


Untuk diketahui, Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Pansel calon Komisaris dan Direksi PT KIG terkait waktu pelaksanaan tes Wawancara Akhir.


Info pengumuman dapat dilihat di inhilkab.go.id


(Arb)