Akibat Pandemi Corona, Industri Pers Daerah Minta Insentif

ARBindonesia.com, JAKARTA – Pertemuan antara Menteri Kominfo dengan para pemimpin redaksi, Dewan Pers, dan KPI via video conference, Jumat kemarin (3/4/2020), menghasilkan beberapa poin. Pertama, meminta kepada pemerintah untuk  memberi stimulus buat perusahaan pers, berupa subsidi pembelian bahan baku (kertas) atau pemberian keringanan pajak, khususnya kepada media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya dolar AS.


“Kondisi ini memicu kenaikan harga kertas. Di lain pihak perusahaan pers juga menghadapi menurunnya pendapatan dari  iklan dan berkurangnya pembeli atau pembaca, serta naiknya biaya operasional,” begitu bunyi dalam bahan pertemuan yang telah beredar.


Selain itu, pertemuan itu juga mengusulkan agar memasukkan wartawan dalam kelompok masyarakat yang mendapat fasilitas Jaringan Pengaman Sosial, khususnya wartawan profesional (yang telah tersertifikasi) dari media di daerah.


Poin ketiga, Dewan Pers dan Kemenkominfo mendorong pemerintah daerah untuk dapat berkontribusi dalam perlindungan kerja wartawan melalui bantuan alat perlindungan diri (APD) bagi wartawan yang bertugas, khususnya yang meliput Covid-19.


Poin berikutnya, terkait peran serta media dalam menyajikan informasi yang layak dipercaya. Media selayaknya menjadi rumah penjernih informasi bagi publik. “Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan”.


Sumber Sindonews.com




Sambu Grub Pastikan Tetap Terus Membeli Kelapa Masyarakat

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Perusahaan Sambu Grup menyatakan tetap beroperasi, dan terus membeli kelapa masyarakat serta ingin memastikan bahwa roda ekonomi  tetap berjalan.


Humas Sambu Group, A Ginting menyebutkan hingga kini di pabrik Sambu Group berjalan seperti biasa. Pembelian kelapa dari petani terus dilakukan dan tidak ada pemberhentian aktifitas kerja.


“Karena memang permintaan tetap ada, dan pabrik membutuhkan kelapa dalam jumlah banyak untuk berproduksi. Bahkan, untuk jam operasional kerja, tidak ada pengurangan sehingga jam operasional berjalan seperti biasa,” tukasnya saat dikonfirmasi media, Sabtu (28/3/2020).


Ginting juga memastikan ketersediaan bahan baku kelapa tetap terpenuhi dengan baik yakni dengan tetap menerima pasokan dari petani kelapa demi kelancaran proses produksi.


“Sambu Group tetap menerima kelapa dari petani dan berproduksi untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat sekitar,” jelasnya.


A Ginting juga mengatakan, situasi sekarang memang sedang krisis kesehatan dunia, dan untuk menangkal Covid 19 khususnya di Indonesia, Sambu Group mendukung segala upaya dalam memutuskan rantai penyebaran virus Corona dengan memastikan keberlangsungan bisnis dan operasional semua unit usaha tetap terjaga.


“Sambu Group tetap beroperasi dengan mengadaptasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya menangkal Covid 19 khususnya di bidang industri,” jelasnya.


Dengan tetap beroperasi, sambung Ginting, Sambu Group ingin memastikan bahwa roda ekonomi akan tetap berjalan. “Semoga pandemik Covid 19 ini bisa segera berlalu, dan masyarakat bisa beraktifitas dengan tenang,” imbuhnya. (ar)




Open Rekruitmen di RS 3M Plus Tembilahan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Info resmi, Rumah Sakit 3M Plus Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuka kesempatan bagi anda yang berlatar belakang pendidikan perawat S1 + Ners.


Pendaftaran dimulai pada tanggal  27 Maret sampai 4 April 2021.


Kriteria :
1.Tamatan S1 dan telah mengambil profesi Ners
2. Sehat jasmani dan rohani
3. Mampu berkomunikasi dengan baik
4. Mampu bekerja sama dalam tim
5. Memiliki integritas dedikasi dan disiplin
6. Tidak menjadi pegawai tetap di instansi Lain
7. Mampu mengoperasionalkan komputer
8. Usia maksimal 30 tahun
9. Minimal 150 cm bagi wanita, 163 cm pria
10. Diutamakan memiliki pengalaman kerja


Persyaratan administrasi yang wajib penuhi :
A. Surat lamaran
B. Fotokopi KTP
C. Fotokopi ijazah
D. Transkrip nilai S1 + Ners
E. STR yang masih berlaku
F. Kurikulum vitae
G. Pas foto 3×4 dan 4×6 (satu lembar)


Tes : Wawancara,  Psikotes, dan Keterampilan.


Informasi lebih lanjut silakan hubungi :
Whatsapp di nomor 0822 9209 1119 atau kontak  di 0852 7137 4484.



(RS 3M Plus Tembilahan)
Editor Arb




Ada Corona, Penjual Daging dan Ikan Harus Pakai Sarung Tangan Plastik

ARB INdonesia.com – Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyemprot disinfektan ke seluruh pasar tradisional yang merupakan kampung halaman Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19 atau virus Corona.


“Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa sesuai instruksi Bupati Gowa agar semua sektor ikut andil dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Sehingga kami melakukan penyemprotan di beberapa pasar yang merupakan binaan dinas kami,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Goea, Andi Sura Suaib melalui rilis yang diterima, Rabu, 25 Maret 2020.


Saat ini telah dilakukan penyemprotan disinfektan di sembilan pasar di Kabupaten Gowa. Diantaranya, di Pasar Induk Minasamaupa, Pasar Sentral Sungguminasa, Pasar Malakaji, Pasar Majannang, Pasar Limbung, Pasar Malino, Pasar Burung-burung, Pasar Taipa Le’leng Kampili dan Pasar Balang-balang.


“Kami menargetkan untuk menyelesaikan penyemprotan di semua pasar di bawah binaan kami yang jumlahnya 31. Pasar ini tersebar semua kecamatan di dataran rendah dan dataran tinggi di Gowa,” terang Andi.


Selain penyemprotan pasar, juga dilakukan pemasangan westafel cuci tangan agar pedagang selalu menjaga kebersihan. Sejumlah spanduk berisi imbauan agar penjual dan pembeli tidak melakukan kontak, bersentuhan badan ataupun pakaian juga terpasang.


Bahkan, ada imbauan khusus bagi penjual daging, ikan, sayuran agar mereka menggunakan sarung tangan dan baju plastik, seperti jas hujan yang agak tipis dan masker.


“Konsumen juga diimbau agar membeli bahan-bahan yang tahan lama, sehingga bisa mengurangi kunjungan ke pasar. Ini untuk mengurangi pengunjung ke pasar, sehingga risiko bersentuhan atau kontak antara pembeli dan penjual bisa diminimalisir,” jelas Andi.


Sumber : Vivanews.com https://www.vivanews.com/berita/42220-ada-corona-penjual-daging-dan-ikan-harus-pakai-sarung-tangan-plastik?medium=autonext




Gawat, Nilai Tukar Rupiah Dekati Krisis Moneter 1998

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Situasi ekonomi Indonesia tampaknya mulai terancam dan hampir mendekati apa yang bangsa ini alami di tahun 1998 silam. Salah satu faktornya Nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).


Rupiah hari ini berada di atas level Rp 16.000, bahkan mendekati posisi terburuk pada krisis 1998 dan hanya berbeda sedikit dengan 1998, Rp16.950.


Mengutip data Financial Times, Jumat (20/3), nilai tukar rupiah hari ini pada pukul 09.13 WIB bergerak tertekan di Rp 15.950,00 terhadap dolar AS atau melemah 50,00 poin (0,31 persen). Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) berada di posisi Rp 15.712 per tanggal 19 Maret.


Sementara itu, dalam transaksi konvensional di perbankan tanah air, sudah ada yang menjual dolar AS di posisi Rp 16.550. Berikut daftar nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar:


Bank Mandiri: kurs jual Rp 16.500


BCA: kurs jual di Rp 16.550


BNI: kurs jual di Rp 16.450


BRI: kurs jual di Rp 16.335


Panin: kurs jual di Rp 16.530


Sumber : Haluanriau.com
https://riau.haluan.co/2020/03/20/gawat-nilai-tukar-rupiah-dekati-krisis-moneter-1998/




Permintaan CPO Dunia Turun Akibat Corona, Harga Sawit Riau Kian Anjlok

ARB INdonesia, PEKANBARU – Harga Tanda Buah Segar (TBS) sawit di provinsi Riau periode 18-24 Maret tahun 2020 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengatakan bahwa jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun. Penurunannya sebesar Rp 89,32/Kg atau mencapai 5,45 % dari harga minggu lalu.

“Sehingga harga pembelian TBS untuk periode satu minggu kedepan menjadi Rp 1.550,34/Kg,” ujar Defris, Kamis (19/3/2020).

Ia menjelaskan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

“Untuk faktor internal penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. Penurunan yang terjadi cukup signifikan dibanding minggu lalu,” cakapnya.

Untuk harga jual CPO, di PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 413,40/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 234,00/Kg, Astra Agro Lestari Group turun sebesar Rp 155,00/Kg, Asian Agri Group turun harga sebesar Rp 402,34/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana turun sebesar Rp 471,80/Kg dari harga minggu lalu.

“Sedangkan harga jual kernel, di Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 175,82/Kg, Asian Agri Group naik sebesar Rp 232,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana turun sebesar Rp 232,91/Kg dari harga minggu lalu,” terangnya.

Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga TBS periode ini dipengaruhi oleh menurunnya permintaan CPO dunia akibat merebaknya virus COVID-19.

Harga minyak sawit anjlok karena terjadi disrupsi permintaan di Uni Eropa dan Timur Tengah kala jumlah kasus infeksi COVID-19 di negara-negara tersebut bertambah dan menjadi risiko yang berdampak terhadap permintaan.

“Selain itu anjloknya harga minyak global juga memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan harga CPO. Biodisel merupakan energi alternatif untuk solar, sehingga koreksi harga minyak turut menekan prospek permintaan CPO untuk energi tersebut,” tukasnya.

Berikut ini harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau periode 18 hingga 24 Maret 2020.

Umur 3th (Rp 1.144,38)

Umur 4th (Rp 1.239,28)

Umur 5th (Rp 1.354,08)

Umur 6th (Rp 1.386,54)

Umur 7th (Rp 1.440,53)

Umur 8th (Rp 1.480,24)

Umur 9th (Rp 1.514,94)

Umur 10th-20th (Rp 1.550,34)

Umur 21th (Rp 1.484,65)

Umur 22th (Rp 1.477,21)

Umur 23 th (Rp 1.471,02)

Umur 24 th (Rp 1.409,04)

Umur 25 th (Rp 1.374,96).


Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/51210/2020/03/19/permintaan-cpo-dunia-turun-akibat-corona-harga-sawit-riau-kian-anjlok/#sthash.tPo7dsgK.dpbs