Warga Myanmar Boikot Perayaan Maulid Nabi Muhammad

Ilustrasi polisi Myanmar. (AFP Photo/STR)

Jakarta — Sebanyak 30 warga Myanmar, termasuk sejumlah biksu dari kelompok Pembela Agama Buddha, menggelar demonstrasi memprotes salah satu gelaran perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Shan Kone, Yangon, pekan lalu.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia Burma Human Rights Network (BHRN) menyatakan para pemrotes yang mengenakan topeng itu menuntut otoritas membatalkan acara tersebut.

“Kami mengecam kegagalan pihak berwenang mencegah upaya para anggota ‘Pembela Agama Buddha’ mengganggu peringatan Hari kelahiran Nabi Muhammad,” kata Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win, melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (26/11).

Kyaw mengatakan pemboikotan bermula ketika gelaran acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diumumkan secara publik pada Senin (19/11). Kelompok Pembela Agama Buddha langsung mengirimkan pernyataan keberatan kepada sejumlah kantor pemerintah lokal untuk membatalkan acara tersebut.

Pada Rabu sore, para pemrotes berkumpul di Bahan Myo Oo Sasana Monastery, lokasi markas Asosiasi Biksu Buddha Patriotik.

“Dari situ, para pemrotes pergi ke Shan Kone Road di Sanchuang sekitar pukul 16.00 waktu lokal,” kata Kyaw Win.

Kyaw Win mengatakan di saat yang sama para warga nasionalis juga mengunggah pesan berbau ujaran kebencian di media sosial. Para pemrotes juga mengajak warga lainnya untuk ikut mendukung aksi pemboikotan.

“Ujaran kebencian itu tampaknya dimaksudkan untuk memicu konflik beragama atau bahkan kekerasan,” katanya.

Kyaw Win menyebut insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Myanmar. Pada 2015 lalu, acara Maulid Nabi Muhammad dan forum dialog antar-agama juga batal digelar di Tharkayta karena tekanan dari kelompok nasionalis Buddha. Di tahun kedua, acara serupa juga batal digelar karena alasan yang sama.

“Ini adalah tahun ketiga pemerintahan Partai NLD (partai pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi) berkuasa dan tahun ketiga pula mereka gagal mencegah pengunjuk rasa mengganggu upacara hari besar umat Islam.”

Kyaw menganggap “pemerintah Myanmar tidak berusaha melindungi hak-hak umat Muslim untuk bebas beribadah” di negara mayoritas Buddha tersebut.




Lagi, Rusia Janji Bongkar Pendaratan AS di Bulan

Photo :Ist/RR Auction./
Astronot AS David Scott saat mendarat di Bulan

detikriau.org – Rusia kembali mempertanyakan kebenaran Amerika Serikat telah mendarat di Bulan. Kepala Badan Antariksa Rusia, Dmitry Rogozin berjanji institusinya akan menjalankan misi ke Bulan untuk memverifikasi dan membongkar apakah Amerika pernah mendarat di satelit Bumi tersebut atau tidak.

“Kami telah menetapkan misi untuk terbang dan memverifikasi apakah mereka pernah ada di sana atau tidak,” ujar Rogozin dikutip dari laman Independent, Minggu 25 November 2018 dilansir VIVA.co.id

Pada awal November ini, Rogozin mengungkapkan rencana Rusia bakal mulai membangun markas dasar di Bulan setelah 2025. Setelahnya, Rusia akan mengirimkan manusia ke Bulan setidaknya pada 2030 atau 2031.

Rusia bukan kali pertama ini membongkar kebenaran Amerika telah mendaratkan astronotnya di Bulan.

Pada 2015, Rusia sangsi Amerika pernah mendarat di Bulan. Tiga tahun lalu, juru bicara Komite Investigasi Rusia, Vladimir Markin mengungkapkan ingin menguji apakah misi pendaratan astronot AS di Bulan benar-benar terjadi atau hanya rekayasa saja.

Dia mendukung pencarian hilangnya rekaman asli dari pendaratan di Bulan serta akan mencari keberadaan batuan Bulan yang telah dibawa ke Bumi selama beberapa misi.

“Kami tak menentang bahwa mereka tak terbang (ke Bulan) dan hanya membuat film tentang itu. Tapi ini semua artefak ilmiah adalah bagian dari warisan kemanusiaan. Dan hilangnya artefak tanpa jejak adalah kerugian kita bersama. Sebuah penyelidikan akan mengungkapkan apa yang terjadi,” tulis Markin dalam kolom koran lokal Izvestia yang dikutip Moskow Times.

Pada 2009, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengakui telah menghapus rekaman video asli pendaratan pertama kali di bulan dengan alasan untuk menghemat uang. Tapi NASA berdalih telah menyalin rekaman pendaratan dari sumber lain yaitu CBN News.

NASA mengakui karena upaya pemulihan rekaman itu, kualitas bagus rekaman yang didapatkan pada dokumen asli telah hilang.

dilansir dari kompasiana.com, artikel berjudul “Apollo Tak Mendarat di Bulan: Proyek Hoax Rp 2000 Triliun ” memaparkan sejumlah dugaan rekayasa yang menuai banyak perdebatan.

untuk lengkapnya KLIK LINK INI




Tolong, Mayoritas Penduduk Negara Supermiskin Ini Kelaparan

Bencana kelaparan di Somalia. Foto: AFP

detikriau.org – Bencana kelaparan masih jadi ancaman serius di Benua Afrika. Salah satu negara yang paling parah terdampak adalah Republik Afrika Tengah.

Sebanyak 63 persen dari populasi negara termiskin di dunia itu dinyatakan dalam kondisi membutuhkan bantuan darurat.

Begitu data terbaru yang dirilis oleh koordinator kemanusiaan Amerika Serikat pada Rabu (21/11).

Dikabarkan Reuters dilansir dari jpnn, negara tersebut diketahui telah berada dalam kekacauan sejak 2013 lalu, ketika sebagian besar pemberontak Saleka Muslim memprovokasi reaksi dari milisi anti-balaka Kristen. Pertempuran telah menyebabkan lebih dari 1 juta orang tewas.

Kepala kemanusiaan PBB di negara itu, Najat Rochdi, mengatakan 2,9 juta dari 4,6 juta penduduk negara itu saat ini membutuhkan bantuan. Dengan 1,6 juta di antaranya sedang dalam kebutuhan akut.

Untuk diketahui, Republik Afrika Tengah adalah negara dengan GDP per kapita terendah di dunia sejak tahun lalu. Indeks pembangunan manusia tetangga Sudan itu juga di urutan terakhir dari 188 negara.




Iran Ancam Rudal Pangkalan Militer AS

Ilustrasi. (Reuters/Raheb Homavandi)

detikriau.org — Seorang komandan Garda Revolusi Iran mengklaim bahwa sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Afghanistan, Uni Emirat Arab, dan Qatar berada dalam jangkauan rudal mereka. Ia pun mengancam akan menyerang jika AS macam-macam.


“Mereka ada dalam jangkauan kami dan kami bisa menyerangnya jika mereka bergerak,” ujar Kepala Divisi Udara Garda Revolusi Iran, Amirali Hajizadeh, sebagaimana dikutip Reuters dilansir dari CNN Indonesia , Rabu (21/11).

Hajizadeh kemudian mengatakan bahwa militer Iran sudah meningkatkan presisi rudal mereka hingga benar-benar bisa menyerang sejumlah pangkalan militer yang menjadi basis personel AS.

Ia menjabarkan beberapa di antaranya, yaitu Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Al Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Pangkalan Udara Kandahar di Afghanistan.

Ketegangan antara AS dan Iran ini mulai panas setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik negaranya dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada Mei lalu.

Di bawah perjanjian ini, negara yang bersepakat bakal mencabut sanksi atas Iran dengan timbal balik Teheran membatasi produksi uranium hingga tak dapat membuat senjata nuklir.

AS pun memutuskan untuk kembali menerapkan sanksi atas Iran yang menargetkan sektor ekspor minyak dan institusi finansial negara pimpinan Ayatollah Khomenei itu terhitung mulai 5 November lalu.

Iran lantas mengancam akan memblokade Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak keluar kawasan Timur Tengah menuju pasar utama, seperti Eropa dan AS.

Setelah keputusan Trump tersebut, Iran juga sempat menembakkan rudal ke basis ISIS di Suriah setelah kelompok militan itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan di parade militer negaranya yang menewaskan 25 orang pada Oktober lalu.




Hari Kedua AARM 2018, Kontingen TNI AD Masih Bertengger Di Puncak

Suasana lomba tembak antarangkatan darat negara-negara ASEAN atau ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-28 Tahun 2018 di Lapangan Terendak Camp, Melaka, Malaysia. (Foto-foto: Dispenad)

Malaysia, detikriau.org – Kontingen TNI AD dari Indonesia kembali meraih medali pada Kejuaraan Lomba Tembak Asean Armies Rifle Meet (AARM) ke-28 di Lapangan 400 Terendak Camp, Melaka, Malaysia.

Tambahan satu trophy dan empat medali semakin memperkokoh Indonesia pada posisi puncak sementara penilaian dari tiga cabang yang diperlombakan pada hari kedua (Senin, 19/11).

rmol.co mengabarkan, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya mengatakan, dengan perolehan sementara di hari kedua kejuaraan lomba AARM, Indonesia saat ini tetap memimpin sementara dengan mendapatkan satu trophy, enam medali emas, dua medali perak dan tiga medali perunggu.

“Posisi puncak masih kita pertahankan sampai dengan hari kedua dengan berhasil meraih tambahan medali satu trophy, dua emas, satu perak dan satu perunggu,” sebutnya.

Kadispenad menjelaskan bahwa tambahan medali pada hari kedua tersebut, berasal dari cabang Karaben Match 2 Individual dipersembahkan oleh Praka  Bagus dengan total nilai 197,009. Selanjutnya medali emas cabang lomba Senapan Otomatis (SO) Match 2 Individual dipersembahkan oleh Pratu Hendro dan Praka Roky dengan total nilai 431.

Untuk satu trophy berhasil diraih pada cabang lomba SO dengan memperoleh nilai indeks tertinggi dari seluruh tim.

Tambahan 1 medali perak berasal dari cabang lomba Karaben pada Match 2 Individual yang dipersembahkan oleh Pratu Ali dengan total nilai 196.012. Satu medali perunggu lagi diraih atas nama Serka Priyanta dan Pratu Angga pada cabang lomba SO Match 2 Individual.

Kadispenad menambahkan, ke depannya persaingan dalam memperebutkan medali akan terus mewarnai jalannya perlombaan. Untuk itu diharapkan kontingen Indonesia selalu tetap fokus dan semangat selama berlangsungnya pertandingan.

“Kita ingin agar lagu kebangsaan Indonesia selalu terdengar selama jalannya pertandingan, serta Merah Putih berada di posisi paling atas,” harapnya.

Klasemen sementara pada hari kedua AARM, Indonesia masih menempati posisi teratas. Posisi kedua ditempati Thailand dengan perolehan satu trophy, lima perak dan dua perunggu. Filipina dengan satu emas disusul urutan keempat oleh Malaysia dengan dua medali perunggu.

Sedangkan enam negara lainnya, yakni Vietnam, Singapura, Myanmar, Laos, Brunei dan Kamboja, sementara belum berhasil dalam mendapatkan medali.

Pada hari ketiga ini, kontingen Indonesia akan bertanding kembali untuk memperebutkan tiga emas yang adiperebutkan pada cabang Pistol Putri Match 2, Karaben Match 2 dan Senapan Match 1




1000 Orang Hilang dalam Kebakaran Besar di California

Sisa-sisa bangunan yang hangus akibat kebakaran hutan di Paradise, California, 12 November 2018. Sebanyak 42 orang tewas akibat kebakaran hutan dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. REUTERS/Sharon Bernstein

California – Lebih dari seribu orang belum ditemukan memasuki pekan kedua kebakaran besar yang terjadi di California.

Jumlah orang yang tewas akibat kebakaran, yang disebut paling mematikan dalam sejarah negara bagian California, telah mencapai 74 orang sejak kebakaran Camp terjadi di California Utara pada 8 November 2018.

“Jumlah orang yang hilang ini bisa berubah sejalan upaya otoritas menghubungi keluarga-keluarga untuk mengkonfirmasi jika mereka mengetahui ada anggota keluarganya yang hilang,” kata Kory Honea, ahli medis, dan Sheriff Butte County seperti dilansir Tempo dari CNN pada Sabtu, 17 November 2018.

Kebakaran Camp telah menghancurkan 9.800 rumah dan menghanguskan 146 ribu acre atau sekitar 60 ribu hektar. Mirror melansir mayoritas korban tewas di temukan di Kota Paradise, yang mayoritas perumahan warganya terbakar pada malam 8 November 2018.

Saat ini ada ratusan petugas yang dikerahkan untuk mengecek satu per satu rumah warga dan mobil yang hangus terbakar untuk mencari korban jiwa.

Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan bakal mengunjungi kawasan ini pada Sabtu waktu setempat dengan ditemani Gubernur Jerry Brown dan Gubernur baru terpilih Gavin Newsom.

Honea mengatakan petugas mengalami kesulitan untuk menetapkan berapa sebenarnya orang yang hilang akibat kebakaran ini. Ini karena sebagian dari mereka diduga telah melakukan evakuasi namun tidak bisa ditelpon.

“Ada banyak orang yang mengungsi dan mereka tidak tahu kalau kami mencari mereka,” kata dia. Kantor sheriff Butte County telah membuat situs yang menampilkan nama-nama orang yang dicari. Keluarga yang mengetahui keberadaannya agar menghubungi petugas.

Seorang warga Whitney Vaughan yang lolos dari kebakaran ini mengatakan dia dan suaminya sekarang tidak memilik rumah lagi. Enam anak mereka telah diitipkan kepada beberapa keluarga. Sedangkan dia dan suami berkelana dari satu motel ke motel lain untuk mencari tempat istirahat.

“Kami tidak punya uang lagi. Dan setiap kali saya menutup mata, saya teringat jilatan api dan orang-orang yang terperangkap di jalan di perumahan. Suara ledakan dan jeritan itu tidak akan bisa saya lupakan,” kata Vaughn. “Saya tidak tahu lagi harus bagaimana.”

Pemerintah negara bagian California Utara telah menetapkan kejadian ini sebagai bencana dan daerah itu dalam keadaan darurat nasional. Ini dilakukan agar warga mendapat bantuan federal untuk membangun rumah mereka kembali.