Setelah Crane Jatuh, Musibah di Tanah Suci Kembali Terjadi , Lebih dari 200 JCH Tewas terinjak-Injak

detikriau.org – Musibah kembali terjadi di tanah suci. Lebih dari 200 jamaah haji meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat jamaah haji sedang melakukan ibadah wajib melempar jumrah di Mina dipinggiran kota Mekkah. Kamis (24/9/2015)

“sementara 450an jamaah haji lainnya mengalami luka-luka,” disampaikan direktorat pertahanan sipil Arab Saudi dilansir melalui aljazeera.com

Diterangkan, prosesi melempar jumrah jamaah haji tahun ini diikuti sekitar dua juta orang.
menurut laoran reporter Al Jazeera, Basma Atassi dari Mina, insiden itu terjadi di jalan antara kamp haji yang bernama jalan 204.

Sementara itu juga dilaporkan hingga saat ini jumlah JCH yang meninggal mungkin akan terus bertambah.

“Ini hanya jumlah awal … Awal musim haji sudah dibayangi oleh kecelakaan derek yang menewaskan 107 orang dan melukai lebih dari 200,” kata reporter Aljazeera, Alsaleh. (*/dro)




Ini Nama-Nama Jama’ah Haji Indonesia yang Wafat dan Terluka Musibah Crane Ambruk

Foto: Liputan6.com
Foto: Liputan6.com

Berikut ini daftar nama yang dirilis oleh Kantor Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi pada Sabtu (12/09) pukul 01.00 waktu Arab Saudi:

  1. ITI RASTI DARMINI, No Paspor: B0716645, Kloter: JKS – 023 (Keterangan: Wafat)
  2. MASNAULI SIJUADIL HASIBUAN, No. Paspor: B1061545, Kloter: MES – 009 (Wafat)
  3. SUJI SYARBAINI IRONO, No Paspor: B1306321, Kloter: BTH – 014 (dirawat BPHI Makkah)
  4. ERNAWATI MUHAMMAD SAAD, No. Paspor A4761751, Kloter: BTH – 001 (dirawat di RSAS)
  5. KURSIA NANTING LEMBONG, No. Paspor B0507644, Kloter: BTH – 017 (dirawat di RSAS)
  6. NASRIAH BINTI MUHAMMAD ABDURRAHMAN, No Paspor: B1175082, Kloter: BTJ – 001, (dirawat di RSAS)
  7. ARDIAN SUKARNO EFFIEN, No. Paspor: B0907275, Kloter: JKG – 007, (dirawat di RSAS)
  8. TETI HERAWATI MAD SALEH, No. Paspor: B0941422,  Kloter: JKS – 005, (dirawat di RSAS)
  9. APIP SAHRONI ROHMAN, No. Paspor: B0941479, Kloter: JKS – 005, (dirawat di RSAS)
  10. EMMIWATY JANAHAR SALEH, No Paspor:  B1354467, Kloter: MES – 008, (dirawat di RSAS)
  11. NUR BAIK NASUTION, No. Paspor: B1061239, Kloter: MES – 009, (dirawat di RSAS)
  12. SOPIAH TAIZIR NASUTION, No. Paspor: A6773447,  Kloter: MES – 009, (dirawat di RSAS)
  13. TRI MURTI ALI, No. Paspor:  B0396519, Kloter: PDG – 003, (dirawat di RSAS)
  14. ZULFITRI ZAINI HAJI, No. Paspor: A3910753, Kloter: PDG – 003, ( dirawat di RSAS)
  15. ZALNIWARTI MUNAF UMMA, No. Paspor: B0393772, Kloter: PDG – 004, (dirawat di RSAS)
  16. ALI SABRI SELAMUN, No. Paspor: B0785804, Kloter: PDG – 007, (dirawat di RSAS)
  17. UMI DALIJAH AMAT RAIS, No. Paspor B0957604, Kloter: SOC – 024, (dirawat di RSAS)
  18. ENDANG KASWINARNI POERWOMARTON, No. Paspor: B1107076, Kloter: SOC – 046, (dirawat di RSAS)
  19. DJUMALI JAMARI SETRO WIJOYO, No. Paspor: B1496896, Kloter: SOC – 052, (dirawat di RSAS)
  20. MURODI YAHYA KASANI, No. Paspor:  B0754094, Kloter:  SUB – 001, ( dirawat di RSAS)
  21. HASAN MANSUR AHMAD, No. Paspor: B0746467, KLoter: SUB – 010, (dirawat di RSAS)
  22. SAINTEN SAID TARUB, No. Paspor: B0992684, Kloter:  SUB – 015, (dirawat di RSAS)
  23. NURUDDIN BAASITH SUJIYONO, No. Paspor:  B1035292, Kloter: SUB – 021, (dirawat di RSAS)
  24. ISNAINY FADJARIJAH ABDUL DJUMALI, No. Paspor: B1052806, Kloter SUB – 021, (dirawat di RSAS)
  25. SAHARMI UMAR PASSIRE, No. Paspor: B0590380, Kloter: UPG – 002, (dirawat di RSAS)
  26. NORMA LATANG KULASSE, No. Paspor: B1161965, Kloter: UPG – 005, (dirawat di RSAS)
  27. ROSNALLANG CACO BABA, No. Paspor: B0901348, Kloter: UPG – 005, (dirawat di RSAS)
  28. HADIAH SYAMSUDDIN SAK, No. Paspor: B1162080, Kloter: UPG – 015, (dirawat di RSAS)
  29. MUHAMMAD HARUN ABDUL HAMID, No . Paspor: B1163100, Kloter: UPG – 016, (dirawat di RSAS)
  30. FATMAWATI ABDUL JALIL, No. Paspor: B1162645, KLoter: UPG – 018, (dirawat di RSAS)
  31. ABDUL JALIL CONCI LETA, No. Paspor:  B1162600, Kloter:  UPG – 018, (dirawat di RSAS)
  32. ROSDIANA MUDU TOHENG, No. Paspor: B1162756, Kloter: UPG – 018, (dirawat di RSAS); dan
  33. ERNI SAMPE DOSEN,, No. Paspor: B1162715, Kloter: UPG – 018, (dirawat di RSAS).

sumber : www.kemenag.go.id.

deetik-deetik crane ambruk:

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=RmsDPxoaR28]




Crane Ambruk, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia

https://youtu.be/gEqGMRq2fk0MEKKAH – Otoritas Pertahanan Sipil Saudi mengatakan jumlah korban tewas dalam peristiwa robohnya alat berat (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, mencapai setidaknya 107 orang. Sementara itu korban luka tercatat sedikitnya 238 orang.

“Semua korban, baik yang terluka maupun yang meninggal, sudah dibawa ke rumah sakit. Tidak ada lagi korban yang di lokasi kejadian,” kata Jenderal Suleiman al-Amr, direktur umum Otoritas Pertahanan Sipil Saudi kepada televisi al-Ikhbariya, Jumat (11/9/2015) waktu setempat.  Alat berat itu roboh akibat terjangan badai dan hujan deras di Mekkah.

Ketika itu jemaah tengah bersiap untuk melaksanakan salat magrib, Jumat (11/9/2015).

Dari jamaah haji Indonesia sendiri, sampai sekitar pukul 01.00 waktu setempat diketahui ada 33 orang yang jadi korban, dua di antaranya meninggal dunia.

Kedua korban adalah Masnauli Hasibuan dari Medan dan Siti Rasmina dari embarkasi Jakarta Bekasi 03

Pihak Kementerian Agama telah merilis nama-nama korban tersebut beserta lokasi tempat mereka di rawat di laman situs www.kemenag.go.id.

Selain itu, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga telah menyiapkan layanan telepon lewat nomor +966 543603154 yang bisa diakses langsung oleh keluarga jamaah Indonesia yang menjadi korban.

Pihak Kemenag berjanji akan terus memperbaharui data terkait dengan musibah jatuhnya crane ini dan menginformasikannya ke masyarakat. (dro/tribunnews/jpnn)




Taj Mahal dibangun karena rasa bersalah?

140626032556_taj_mahal_india_512x288_bbc_nocreditdetikriau.org – Istana marmer putih Taj Mahal kerap disebut sebagai salah satu keajaiban dunia.

Bangunan itu didirikan oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia saat melahirkan.

Tetapi sebuah drama yang baru saja dipentaskan di India mengindikasikan bahwa ada motif lain di balik pembangunan Taj Mahal.

Mungkinkah gedung itu dibangun karena rasa bersalah?

“Konflik adalah pendorong dalam naskah saya,” kata Dilip Hiro, seorang penulis dan pakar hubungan internasional berbasis di London, kepada BBC.

Dalam kisah Taj Mahal, Hiro mengeksplorasi “konflik pada pasangan yang cintanya terukir sebagai sebuah kisah populer.”

“Sebagai orang India, saya terkesima oleh Taj. Kisah konvensional di belakangnya adalah cinta abadi Shah Jahan untuk Mumtaz.

“Secara sederhana, ini bukan drama tentang kecantikannya, drama ini adalah bagaimana meraih kekuasaan penuh sebagai kaisar.”

Hiro pertama kali menulis naskah drama Taj Mahal dalam bahasa Inggris pada 1970-an dengan judul Tale of Taj.

Drama ini pertama kali dipentaskan untuk pertama kalinya dalam bahasa Urdu, sebuah bahasa yang digunakan rakyat India di masa pemerintahan Shah Jahan dan masih digunakan oleh banyak orang India saat ini.

Pecatur hebat

Mumtaz adalah istri ketiga dan istri yang paling disayang Shah Jahan sehingga kisah cinta mereka menjadi legenda.

Mumtaz digambarkan sebagai istri yang cantik dan setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ia meninggal saat melahirkan anak ke-14.

“Tapi ada sisi lain yang tidak banyak diketahui, ia bukan istri yang cantik dan setia sama sekali. Ia adalah pecatur yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Shah Jahan, dan dia ambisius serta kejam,” kata sutradara M Sayeed Alam dari kelompok teater Delhi Pierrot’s Troupe.

Para ahli sejarah setuju bahwa perempuan-perempuan kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan.

Kejutan dari drama ini berpusat pada permainan catur dengan taruhan tinggi.

Saat itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang suaminya untuk mempertaruhkan takhtanya. Dan ketika sang kaisar kalah, ia pun naik takhta dan mewujudkan ambisinya yang kejam.

Sang kaisar menyadari bahwa ratunya harus dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir dengan jatuhnya Mumtaz dari takhta dan meninggal saat melahirkan.

Namun apakah itu hanya sebuah kecelakaan atau apakah ia didorong?

Drama ini tidak memberikan jawaban pasti bagaimana Mumtaz tewas. Tetapi penonton pergi dengan membawa satu kecurigaan, bahwa mungkin Kaisar Shah Jahan berperan dalam kematiannya.

Jadi, apakah Taj Mahal benar monumen untuk cinta atau monumen untuk pembunuhan?(BBC)




Peneliti: Ternyata, Penyebab Kanker adalah Nasib Buruk

ilustrasi-kanker-paru-_130428202536-233detikriau.org WASHINGTON — Selama ini para ahli kesehatan menyatakan, kanker dan tumor disebabkan oleh pola makan tidak sehat hingga gen turunan. Namun, penelitian terbaru justru menemukan, penyebab kanker adalah nasib buruk.

Telegraph melansir, para peneliti fakultas kedokteran Universitas John Hopkins di Amerika Serikat (AS) menemukan, penyebab utama kanker bukan pola hidup tidak sehat atau ketidaksempurnaan DNA, melainkan nasib buruk.

Para peneliti memberi pernyataan tersebut karena dua per tiga kasus kanker disebabkan oleh kesalahan tak sengaja yang terjadi di pada proses pembelahan sel dalam tubuh. Kesalahan ini murni terjadi di luar kendali.

Para peneliti juga menemukan, semakin sering suatu sel membelah diri untuk menjaga kesehatannya, tambah besar pula kemungkinan kanker untuk tumbuh. Ini menjadi kali pertama para peneliti dapat memberikan penjelasan kenapa beberapa jenis kanker lebih umum dibanding jenis yang lainnya.

Sebagai contoh, kanker usus besar lebih umum dibandingkan dengan kanker usus kecil. Karena sel-sel di usus besar membelah diri dua kali lebih cepat dibandingkan dengan sel di usus bagian atas.

Dari 31 kasus kanker yang diteliti oleh para peneliti Universitas John Hopkins, hanya sembilan yang terkait dengan pola hidup maupun kesalahan genetik. Sementara 22 kasus kanker lainnya lebih disebabkan pada “nasib buruk” dari pembelahan sel.

Pembelahan sel hal yang penting bagi tubuh untuk memperbarui dan memperbaiki kerusakan dalam tubuh. Tetapi, terkadang satu susunan dalam DNA tidak tergandakan dengan baik saat proses replikasi berlangsung. Hal inilah yang kemudian menghasilkan sel kanker.

Namun, para pakar kesehatan menilai penelitian ini menunjukkan bahwa penting bagi seseorang untuk menurunkan risiko kanker. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi asupan sehat, olahraga serta berhenti merokok.

Meskipun penyebab kanker adalah nasib buruk, mereka menyatakan risiko kanker tetap terkait dengan kombinasi gen, lingkungan serta aspek lain yang sebenarnya dapat dikontrol oleh seseorang.(rol)




Beberapa Maskapai Indonesia Yang Dilarang di Eropa

detikriau.org – Puluhan maskapai penerbangan di Indonesia mendapat rapor merah dari Uni Eropa terkait faktor keamanan dan dilarang beroperasi di wilayahnya. Sebagian besar maskapai kecil, lainnya dimiliki konglomerat papan atas. Namun dari beberapa nama maskapai penerbangan itu, Garuda Indonesia justru peroleh penghargaa Most Improved Airline dan predikat maskapai regional terbaik di Dunia.

 

0,,17829798_303,00Sriwijaya Air

Sejumlah insiden minor tercatat dalam sejarah Sriwijaya Air yang baru seumur jagung. Didirikan 11 tahun silam, salah satu pesawat milik maskapai besutan keluarga Lie ini pernah tergelincir 2008 lalu di Bandar Udara Sultan Thaha dan menabrak tiga orang. Insiden diakibatkan kerusakan pada sistem hidraulik rem. 13 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

0,,16742256_303,00Lion Air

Lion Air mencatat pembelian terbesar dalam sejarah Airbus dan Boeing. Namun ambisi ekspansi maskapai besutan konglomerat Rusdi Kirana ini tidak berbanding lurus dengan faktor keamanan. 2013 lalu salah satu pesawatnya tergelincir di Bandara Ngurah Rai dan tercebur ke laut. Sedikitnya 45 orang mengalami luka-luka. Tercatat sebanyak 24 insiden pernah dialami Lion Air dalam sejarahnya

0,,17496713_303,00Merpati Nusantara Airlines

Kendati mengalami kebangkrutan Februari 2014 silam, Merpati tetap masuk dalam daftar hitam Uni Eropa. Maskapai pelat merah ini mencatat berbagai macam insiden yang menelan korban jiwa. 2009 silam pesawat Twin Otter hilang di Papua. Sebanyak 15 penumpang tewas. Mei 2011 pesawat bernomer penerbangan 8968 jatuh di perairan dekat Bandar Udara Utarom, Kaimana, Papua Barat. Seluruh penumpang Tewas.

0,,17430111_303,00Citilink

Anak perusahan Garuda Indonesia yang khusus melayani penerbangan murah ini sejatinya belum pernah mengalami insiden serius, kecuali 2011 silam saat penerbangan 087 dibatalkan setelah mengudara lantaran kerusakan pada mesin. Dengan berbekal armada pesawat yang rata-rata berusia 5,7 tahun, Citilink diyakini tidak lama lagi akan keluar dari daftar hitam Uni Eropa.

0,,17829810_303,00Batik Air

Serupa dengan Citilink, Batik Air belum pernah mengalami insiden sejak pendiriannya 2013 silam. Larangan beroperasi disematkan pada maskapai murah ini karena kedekatannya dengan perusahaan induk Lion Air dalam hal pemeliharaan pesawat. Lion Air saat ini banyak dikritik karena terlalu banyak berhemat di bidang Maintenance, yang mengakibatkan pesawat sering mengalami kerusakan.

0,,17260434_303,00Garuda Indonesia

Garuda adalah contoh terbaik kebangkitan maskapai Indonesia. Sempat masuk dalam daftar hitam Uni Eropa, maskapai pelat merah ini berbenah diri dan mampu merangsek dalam daftar maskapai terbaik di dunia. Oleh Skytrax, Garuda 2010 lalu dianugerahi pengarhagaan sebagai Most Improved Airline. Setahun kemudian Garuda juga mendapat predikat maskapai regional terbaik di dunia.

Sumber; http://www.dw.de/maskapai-indonesia-yang-dilarang-di-eropa/g-17829926