Ledakan Besar Terjadi, ini Video Detik-detik Roket Hantam Kota di Ukraina
ARB INdonesia, UKRAINA – Ledakan besar terjadi di Mariupol, Donetsk Ukraina setelah kota tersebut mendapat hantaman roket, Kamis (24/2/2022) waktu setempat.
Video detik-detik roket menghantam kota di Ukraina. Sumber, Channel Youtube Vivacoid
(ARB)
Cuaca Ekstrem AS, Mahasiswa Tewas Kedinginan Saat Jalan ke Asrama
USA – Seorang mahasiswa University of Iowa ditemukan meninggal dalam kondisi membeku ketika hendak menuju asramanya di tengah cuaca ekstrem. Semua kelas di universitas telah dibatalkan akibat cuaca dingin ekstrem.
Melansir melalui Tempo.co yang dikutip dari New York Times, 1 Februari 2019, Gerald Belz, 18 tahun, adalah mahasiswa semester kedua di University of Iowa, ditemukan tak sadarkan diri di luar gedung kampus dan kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit. Tim penyelidik yakin kematiannya karena suhu dingin ekstrem yang melanda Midwest.
Kampus hanya setengah jam perjalanan dari rumah Belz di Cedar Rapids. Tapi Gerald memilih untuk tinggal di asramanya di tengah cuaca dingin.
“Pada saat itu, saya pikir itu adalah langkah yang cerdas,” kata Michael Belz, ayah korban. “Saya tidak ingin dia terjebak di suatu tempat ketika mengemudi. Jadi dia memutuskan akan tinggal.”
Gerald Belz, 18 tahun, adalahmahasiswa tahun pertama di University of Iowa, ditemukan kaku di luar asrama dan dinayatakan meninggal saat di rumah sakit.[New York Times]Pada Rabu pagi, ketika suhu mencapai titik terendah, tubuh Gerald Belz ditemukan dalam kondisi kaku, hanya beberapa langkah dari gedung asramanya. Ketika dibawa ke rumah sakit, dia dinyatakan meninggal. TIME melaporkan saat itu suhu berada pada angka minus 46 derajat celsius.
Belz, sejauh ini adalah satu dari 21 korban yang meninggal akibat suhu dingin yang melumpuhkan wilayah utara AS, menurut pemerintah. Suhu dingin menyebabkan orang-orang menderita gejala hipotermia atau radang dingin, dan bahkan sejumlah perusahaan, sekolah dan kampus ditutup.
Meskipun otoritas setempat yakin laporan kematian terkait dengan terpaan suhu dingin yang mulai terjadi sejak Ahad kemarin, namun laporan masih diselidiki dan kesimpulan pasti kematian belum diumumkan. Demikian pejabat setempat tetap yakin cuaca ekstrem adalah penyebab kematian
Di antara mereka yang tewas, menurut petugas koroner setempat, polisi dan pemadam kebakaran serta pejabat lainnya, empat orang ditemukan membeku di dekat rumah mereka di Illinois, Wisconsin, dan Michigan. Enam orang yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Iowa. Kemudian pejalan kaki yang ditabrak pembajak salju di Libertyville, Illinois, lalu seorang pria ditemukan tewas di antara dua truk FedEx di pusat distribusi di Moline Timur, Illinois, dan seorang perempuan ditemukan tewas membeku di dalam apartemen Milwaukee setelah termostatnya tidak berfungsi.
Di daerah Buffalo, satu orang meninggal pada hari Kamis ketika menggunakan alat pembersih salju, dan yang lainnya ditemukan tewas setelah menyekop. Awal pekan ini, sepasang suami istri berusia 20-an meninggal di Indiana dalam kecelakaan mobil, seorang lelaki di Milwaukee ditemukan tewas di garasinya setelah membersihkan salju dengan sekop dan seorang lelaki meninggal karena hipotermia di Evanston, Illinois.
Di Williamsville, N.Y., di luar Buffalo, seorang pria tunawisma dinyatakan meninggal setelah ditemukan di dalam tempat penampungan bus pada Kamis pagi.
Sejak hembusan angin kutub terjadi, beberapa kota telah mencapai rekor suhu rendah, dan tampak bahwa Illinois mungkin telah memecahkan rekor terendah negara sepanjang masa. Pengamat cuaca di Mount Carroll, Illinois, mencatat suhu minus 38,8 derajat celsius tercatat dalam bencana cuaca ekstrem akibat fenomena polar vortex.
Suhu AS -48 Derajat Celcius, Sekolah Tutup dan Penerbangan Dibatalkan
Seorang pria mengambil foto Danau Michigan dan kaki langit ketika suhu turun menjadi -20 derajat F (-29 C) di Chicago. (Foto: AFP/JOSHUA LOTT)
New York – Sebagian wilayah di Amerika Serikat (AS) dilanda cuaca dingin dengan suhu lebih rendah dari Antartika. Hal ini membuat penerbangan dihentikan dan sekolah-sekolah ditutup.
Masyarakat diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah, lantaran hampir sebagian negara di AS mengalami udara yang cukup dingin. Cuaca buruk juga meningkatkan ketakutan bahaya hipotermia menyerang tunawisma.
Layanan Cuaca Nasional (NWS) memperkirakan suhu akan tetap berada pada 25 hingga 45 derajat hingga Kamis (31/1). Dengan nilai angin dingin serendah -25 hingga -55 derajat Fahrenheit atau -32 hingga -48 Celcius.
Media AS melaporkan sedikitnya terjadi lima kematian karena kondisi yang membeku serta badai salju. Lebih dari 1.800 penerbangan dibatalkan di dua bandara utama Chicago, selain itu operator kereta api Amtrak juga membatalkan layanan kereta api di pusat kota.
Penyebab dari udara dingin ini dikabarkan karena adanya pusaran udara Arktik yang memisahkan diri dari pusaran kutub yang terdapat di kutub utara.
“Angin dingin yang berbahaya dapat menyebabkan radang dingin pada kulit yang terpapar dalam waktu lima menit,” demikian pernyataan NWS, seperti dilaporkan AFP melansir melalui iNews, Kamis (31/1/2019).
Gubernur Michigan Gretchen Whitmer mengatakan kantor pemerintah akan tetap ditutup hingga Kamis. Karyawan yang tidak memiliki kepentingan diminta untuk tetap tinggal di rumah.
“Layanan Cuaca Nasional terus memprediksi suhu dingin di bawah nol yang berbahaya dan prioritas harus terus dipertahankan agar orang tetap aman,” kata Whitmer, dalam sebuah pernyataan.
Namun, pusat-pusat hawa panas dibuka untuk penghuni rentan seperti lansia, tunawisma hingga 16.000 orang yang diperkirakan tinggal di jalanan Chicago. Di Chicago dan Minneapolis, beberapa bus berkeliling untuk digunakan sebagai tempat penampungan hawa panas untuk para tunawisma.
Sejarah Tersembunyi Islam di Australia Mulai Terungkap
Rekaan realitas virtual dari masjid pertama Australia di daerah Marree, yang dipamerkan di Islamic Museum of Australia. (Supplied: Islamic Museum of Australia)
Ammin Nullah Shamroze memiliki logat bahasa Inggris warga pedalaman yang sangat kental. Dia seorang penjaga masjid tua di Broken Hill, keturunan dari para Muslim penunggang unta yang sering terlupakan di Australia.
Pria yang biasa disapa Bob ini merupakan keturunan terakhir para pendatang Timur Tengah yang di abad ke-19 bekerja sebagai penunggang unta.
“Tanpa jasa penunggang unta, negara kita tidak akan seperti sekarang ini,” ujar Bob kepada ABC.
Bob tumbuh dewasa di kota pedalaman Broken Hill. Ayahnya, Shamroze Khan, kemungkinan besar berasal dari Pakistan, tiba pada akhir 1800-an untuk membantu pendatang Inggris menjelajahi pedalaman benua ini.
Kisah mereka kini dipamerkan di Museum Islam Australia di Melbourne, bertujuan untuk mengungkap peran umat Islam dalam membangun Australia.
Ammin Nullah “Bob” Shamroze dan istrinya Janet. (Kiriman: Bob dan Indiana Shamroze)
Direktur pendidikan pada museum ini, Sherene Hassan, menjelaskan pameran dimaksudkan sebagai upaya meluruskan sejarah.
“Sangat bermakna bila masyarakat luas memahami kontribusi umat Islam ke Australia selama berabad-abad,” katanya kepada ABC.
Pameran bertajuk Mekah ke Marree menggunakan teknologi realitas virtual 3 dimensi, mengajak pengunjung menyusuri perjalanan Islam dari Mekah hingga ke masjid pertama Australia, yang dibangun para penunggang unta di Marree, Australia Selatan, tahun 1885.
Menurut Sherene Hassan, kereta api Adelaide ke Darwin, The Ghan yang dinamai dari penunggang unta Afghanistan, terkesan menyesatkan. Sebab, para penunggang unta itu bukan hanya dari Afghanistan.
“Mereka berasal dari berbagai negara, bukan hanya Afghanistan, tetapi juga Pakistan, Mesir, Suriah, dan Turki,” jelasnya.
Penulis Hanifa Deen, yang bukunya Ali Abdul v The King menceritakan kisah ini, mengatakan mereka datang untuk bekerja dan berpetualang.
“Tiga penunggang unta Afghanistan mendarat dengan 20 ekor unta, bergabung dengan ekspedisi Burke dan Wills pada tahun 1860,” jelas Deen.
“Inggris menyadari betapa gersangnya padang pasir Australia dan berpikir unta bisa mengatasinya, dan kita membutuhkan orang yang tahu menangani unta,” tambahnya.
Unta menjadi alat transportasi yang bisa diandalkan di pedalaman Australia pada abad ke-19. (Kiriman: Indiana Shamroze)
Berbeda dengan pendatang China, para penunggung unta itu tak diizinkan menambang emas atau membawa istri mereka ke Australia.
Mereka umumnya hanya tinggal beberapa tahun, dan fokus sebagai pekerja transportasi di wilayah pedalaman yang keras.
Menurut Deen, para penunggang unta yang kembali ke tanah air mereka secara tidak langsung kemudian merekrut orang lain.
“Mereka bercerita tentang orang kulit putih dengan mata biru yang aneh atau kisah semacam itu,” katanya.
“Bagi mereka yang ingin berpetualang dan menghasilkan uang, Australia adalah tempat yang tepat untuk itu,” tuturnya.
Sejarah yang tak tersingkap
Menurut pengakuan Bob Shamroze, riwayat Muslim di kedua sisi keluarganya nyaris tak pernah dibahas. Ibu Bob juga keturunan penunggang unta.
“Tidak ada yang pernah membicarakannya,” katanya. “Kami tak pernah bertanya.”
Dia mengaku tak mengenal keluarga dari pihak ayahnya. “Kami tidak tahu dia naik kapal apa atau tanggal berapa dia datang ke sini,” ujarnya.
Menurut Deen, hal ini juga bagian dari semacam penuturan selektif tentang sejarah Australia.
“Ini sejarah yang tak terlihat. Kita selalu fokus dengan sejarah orang kulit putih,” katanya.
Baru sekitar satu dekade terakhir, katanya, sejarah masyarakat adat mulai muncul karena mereka semakin giat menuntut agar dipandang sebagai bagian dari sejarah Australia.
“Sebagian besar penunggang unta pulang kembali ke negara asalnya. Atau mereka terlupakan,” katanya.
Masjid pertama Australia di daerah Marree, Australia Selatan, dari sekitar tahun 1884. (Kiriman: State Library of South Australia)
Meski tinggal sedikit yang menjalankan agamanya, namun sebagai keturunan Muslim, Bob Shamroze mengaku masih mengikuti tradisi penguburan sesuai ajaran Islam.
Ketika berusia 17 tahun, Bob belajar tata-cara menguburan dari pamannya, ketika kakek dari pihak ibunya meninggal dunia.
“Kami ke masjid dan harus memandikan jenazah kakek. Dia menunjukkan bagaimana caranya,” kata Bob.
“Saya melakukan hal yang sama untuk jenazah kakakku,” katanya.
Jet pribadi yang bawa pesepakbola Emiliano Sala hilang kontak
Foto: Internet
Jakarta – Jet pribadi yang membawa pesepakbola Argentin, Emiliano Sala, hilang kontak di selat Inggris saat terbang menuju Cardiff, Wales. Kepolisian Kepulauan Guernsey yang melakukan pencarian menghentikan sementara upaya tersebut.
“Operasi pencarian dan penyelamatan telah ditunda karena matahari sekarang telah terbenam,” kata Polisi Kepulauan Guernsey seperti dilansir detikcom dari Reuter, Selasa (22/1/2019).
Kepolisian setempat mengatakan sejumlah benda ditemukan mengambang selama pencarian. Namun belum bisa dipastikan apakah benda tersebut merupakan bangkai pesawat.
“Rencana saat ini adalah melanjutkan pencarian saat matahari terbit besok,” ujarnya.
Pesawat tersebut hilang kontak sejak pukul 21.30, Senin (22/1/2019) waktu setempat. Pesawat bermesin tunggal tersebut hilang dari radar di dekat mercusuar Casquets yang berada di Alderney, Kepulauan Channel.
Sala diketahui sedang mengurus proses kepindahannya dari klub Liga Prancis ke klub asal Wales, Cardiff City. Dalam penerbangan tersebut, jet pribadi itu hanya mambawa Sala dan pilotnya.
Sepuluh penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Mali
Dokumen foto tentara penjaga perdamaian di bawah Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensional Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali/MINUSMA) yang dibentuk berdasarkan Resolusi 2100 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 25 April 2013. (un.org/MINUSMA-Marco Dormino)
Bamako, Mali – Sepuluh penjaga keamanan PBB yang berasal dari Chad tewas dan sedikitnya 25 orang terluka saat memukul mundur serangan yang dilakukan oleh penyerang bersenjata di dekat sebuah desa di sebelah utara Mali pada Minggu (20/1), demikian laporan PBB dan misi PBB negara Afrika Barat tersebut sebagaimana dilansir Antara.
Identitas para penyerang tidak segera diketahui. Penjaga perdamaian PBB dan pasukan Prancis yang ditempatkan di sebelah utara Mali memerangi kelompok ekstremis bersenjata lengkap yang dianggap mengancam keamanan di seluruh wilayah Sahel Afrika.
Bentrokan di dekat Desa Aguelhok terjadi pada Minggu dini hari menyusul serangan yang dilakukan oleh penyerang di banyak kendaraan bersenjata, tulis pernyataan misi penjaga perdamaian PBB di Mali (MINUSMA).
PBB mengatakan bahwa penjaga perdamaian berhasil menggagalkan serangan tersebut, namun menyebabkan 10 tewas dan sedikitnya 25 orang terluka.
“Sekretaris Jenderal PBB kembali menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak akan mengurangi tekad PBB untuk terus mendukung rakyat dan pemerintah Mali yang berupaya menghadirkan perdamaian dan stabilitas di negara tersebut,” kata dia.
Kesepakatan damai 2015 yang ditandatangani pemerintah Mali dan kelompok separatis gagal mengakhiri kekerasan. Islamis juga melancarkan serangan terhadap sejumlah target utama di ibu kota, Bamako, dan di negara tetangga Burkina Faso dan Pantai Gading.
Pasukan Prancis ikut campur tangan di Mali pada 2013 untuk mengusir para pejuang yang membajak pemberontakan Tuareg setahun sebelumnya, dan sekitar 4.000 pasukan Prancis tetap berada di tempat itu. Dewan Keamanan PBB kemudian mengerahkan penjaga perdamaian, yang menjadi target serangan gerilya pemberontak.