Rumah Singgah oksigen Siap Tampung Pasien Terpapar Kabut Asap

Plt Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan penjelasan kepada Bupati Inhil saat berkunjung ke rumah oksigen, kemaren
Plt Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan penjelasan kepada Bupati Inhil saat berkunjung ke rumah oksigen, kemaren

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terkena penyakit dan dampak akibat kabut asap diimbau untuk segera memeriksakan diri dan berobat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Imbauan tersebutkembali  disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan ketika diwawancarai awak media di kantornya, belum lama ini.

Dikatakan Saut, saat ini pihaknya telah menyediakan rumah singgah dampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk bayi, ibu dan lanjut usia (lansia), di Jalan M Boya Tembilahan atau tepatnya di rumah dinas Kadiskes Inhil.

“Rumah singgah oksigen ini difungsikan untuk menanggulangi keluhan dan penyakit yang terjadi akibat dampak kabut asap, yang beberapa waktu lalu melanda Kabupaten Inhil,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, meskipun sekarang kabut asap mulai hilang dan cuaca pun sudah cerah, namun dampak pasca kabut asap ini yang harus diantisipasi dan butuh penananan segera.

“Karena itu, kita sediakan rumah singgah oksigen bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya dan berobat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, hingga Selasa (3/11/2015) kemarin, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 2.789 jiwa, iritasi mata 396 jiwa, iritasi kulit 535 jiwa, pneumonia 46 jiwa dan asma 123 jiwa. (adi/adv)




Diskes Inhil Taja Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bidan di Puskesmas Sungai Salak

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Pelatihan peningkatan kapasitas bidan fasilitator kelasa ibu hamil di UPT Puskesmas Sungai Salak, Rabu (4/11/2015).

Kegiatan yang diikuti 30 bidan ini, menghadirkan narasumber Kasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil, Bidan Koordinator Puskesmas Sungai Salak, Kempas Jaya dan Pengalehan Enok.

Kasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan agar seluruh peserta mampu memahami kebijakan dalam meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita, serta mampu menjelaskan analisis situasi kesehatan ibu, bayi dan balita.

“Yang juga tak kalah pentingnya, yakni mampu menjelaskan strategi dan upaya peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita,” tutur wanita yang akrab disapa Imun ini.

Lebih lanjut ditambahkan Imun, pelatihan kelas ibu ini sanat diperlukan bagi petugas kesehatan, untuk dapat melaksanakan kelas ibu, baik kelas ibu hamil maupun kelas ibu balita secara efektif dan efisien.

Apalagi, kelas ibu merupakan upaya pembelajaran ibu, suami dan keluarga dengan menggunakan buku KIA untuk memahami kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan balita.

Dimana, buku KIA adalah salah satu instrumen pelayanan kesehatan ibu dan anak, yang diterima langsung oleh ibu dan keluarga.

“Belum seluruh ibu dan keluarga memanfaatkan buku KIA dengan baik. Jadi, agar buku KIA dapat digunakan dengan benar dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, maka petugas perlu memberikan pemahaman tentang buku KIA melalui kelas ibu hamil dan kelas ibu balita,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Inhil Intensifkan Penanganan Kasus Gizi Buruk

Plt Kepala Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kepala Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengintensifkan penanganan kasus gizi buruk, yang telah terdata di sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit.

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan terkait dengan ditemukannya 4 bayi penderita gizi buruk di Sungai Guntung dan Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman.

Dikatakan Saut, saat ini 1 bayi penderita gizi buruk di Desa Kuala Selat telah ditangani melalui pengobatan rawat jalan oleh pihak Puskesmas setempat, dengan pemberian vitamin dan asupan makanan tambahan.

“Setelah mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan, sekarang berat badannya sudah mulai naik, yakni dari 4 kg menjadi 4,4 kg,” tutur Saut kepada detikriau.org melalui telepon selulernya,” Rabu (4/11/2015).

Peningkatan kesehatan bayi penderita gizi buruk di Desa Kuala Selat ini, juga diikuti oleh 3 bayi penderita gizi buruk yang ditemukan di Sungai Guntung, karena mereka juga diberikan asupan vitamin, susu dan makanan tambahan yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Untuk 3 bayi gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Guntung, perkembangannya juga mengembirakan, dan berat badannya meningkat dengan baik,” tambah Saut.

Selanjutnya, Saut juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di Yayasan Inhil Peduli dan Dompet Dhuafa, yang telah memberikan informasi kepada Diskes Inhil, serta turut bersama memberikan penyuluhan dan bantuan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya penanganan gizi buruk di Kabupaten Inhil. (adi/adv)




Diskes Sediakan Rumah Singgah Bagi Korban Bencana Asap.

“Saut : Selain Obat, Tenaga Kesehatan Juga Standby 24 Jam”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meninjau lokasi rumah singgah dampak bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk bayi, ibu dan lanjut usia (lansia), yang disediakan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) di Jalan M Boya Tembilahan atau tepatnya di rumah dinas Kadiskes Inhil, Selasa (3/11/2015).

Turut mendampingi saat itu, Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, Yusfek beserta jajarannya.

Pada kesempatan itu, Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan mengatakan, sejak ditetapkannya sebagai lokasi rumah singgah, sudah ada beberapa pasien yang dirawat terutama anak-anak, baik yang datang langsung maupun rujukan dari Puskesmas.

“Bagi masyarakat yang terkena penyakit akibat kabut asap, seperti ISPA dan lain sebagainya, kita imbau untuk segera memeriksakan diri dan berobat kesini, karena selain obat-obatan, kita juga telah menyediakan tenaga kesehatan selama 24 jam,” tutur Saut.

Sementara itu, Bupati Wardan menjelaskan, saat ini Kabupaten Inhil telah memperpanjang kondisi siaga darurat asapnya, yakni hingga tanggal 25 November mendatang.

“Saya pikir, rumah singah ini sangat penting sekali untuk kita laksanakan. Walaupun sekarang kita rasakan kabut asap mulai berkurang, tetapi untuk mengantisipasi dampak paska bencana kabut asap, tentu keberadaan rumah singgah oksigen ini sangat dibutuhkan,” kata Bupati Wardan.

Selanjutnya, Bupati yang dikenal agamis ini mengimbau kepada seluruh pihak terutama kalangan media, untuk menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat luas, agar masyarakat yang terkena dampak bencana kabut asap dapat datang langsung memeriksakan diri dan dirawat segera, guna mencegah dan mengantisipasi timbulnya masalah yang dapat mengganggu kesehatannya.

“Selama ini, tentunya kita juga sudah memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Pustu. Namun, jika tidak terlayani, silahkan untuk dibawa kesini. Apalagi, saya lihat tempatnya cukup representif, nyaman dan letaknya strategis,” imbuhnya. Adi/adv)




Pemda dan Polres Inhil Dirikan Posko Pengobatan Gratis

“Bagi Masyarakat Yang Terpapar Kabut Asap”

poskoTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bagi seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terpapar atau terkena dampak akibat kabut asap, disarankan mendatangi dan memeriksakan kesehatannya di posko penanggulangan darurat asap yang telah disediakan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat ditemui detikriau.org di kantornya, pekan kemarin.

Dikatakan Saut, saat ini Pemda bekerjasama dengan Polres Inhil telah mendirikan posko penanggulangan darurat asap, yang dipusatkan di Jalan M Boya Tembilahan atau tepatnya disamping Kantor Diskes Inhil.

“Mengingat semakin meningkatnya jumlah warga yang terserang penyakit saluran pernafasan dikarenakan kabut asap, maka keberadaan posko ini sangat penting dan dibutuhkan masyarakat,” tutur Saut.

Dengan adanya posko penanggulangan darurat asap atau posko balai pengobatan bagi korban kabut asap ini, diharapkan dapat mendekatkan dan memberikan pelayanan kesehatan yang baik serta maksimal.

“Pengobatan ini diberikan secara gratis bagi masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)




Dipusatkan di 2 Tempat Berbeda, Diskes Lakukan Pembinaan dan penilaian desa ber-PHBS

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus melakukan pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Kali ini, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS dipusatkan di 2 tempat berbeda, yakni di Desa Sari Mulya, Kecamatan Kateman dan Desa Catur Karya, Kecamatan Pelangiran, Kamis (29/10/2015).

Pelaksanaan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Diskes Inhil, Fitri Astuti SST didampingi jajarannya, yakni Maria Hairani, Bambang Hariandi, Munawwarah dan Nora Hesvita Sari.

image_1Turut hadir saat itu, Kepala Desa, kader PHBS dan TP PKK Desa Sari Mulya, Kecamatan Kateman dan Desa Catur Karya, Kecamatan Pelangiran.

Kasi Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti mengatakan, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini, diikuti sebanyak 10 desa. Dimana, 3 desa terbaik nantinya akan dipilih sebagai pemenang lomba.

“Dari tiga desa pemenang lomba, terbaik satu akan ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Inhil, untuk mengikuti perlombaan serupa tingkat Provinsi Riau tahun 2016 mendatang,” tutur Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya.

Adapun kategori penilaian dalam perlombaan desa ber-PHBS tersebut, yaitu :

  1. Kelengkapan administrasi, seperti sistem pencatatan yang ada di desa ber-PHBS.
  2. Adanya kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh desa, yang menunjang 10 indikator PHBS.
  3. Dukungan kebijakan pemerintah, baik tingkat desa maupun kecamatan.
  4. Observasi langsung kondisi rumah tangga (peranserta masyarakat).

“Kita harapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya sebatas penilaian pemenang. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku hidup sehat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi)