Pusksmas Pengalihan Keritang Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis dan Senam Bumil

image_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pengalihan Keritang menggelar pemeriksaan kanker leher rahim (serviks) gratis dan senam bagi ibu hamil (bumil), Rabu (25/11/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Petalongan, Kecamatan Keritang ini, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2015.

Kepala UPT Puskesmas Pengalihan Keritang, Hj Herawati SKM mengatakan, kanker leher rahim atau serviks merupakan pembunuh kedua di kalangkan perempuan setelah kanker payudara. Oleh karena itu, dengan adanya pemeriksaan gratis ini, diharapkan dapat menekan jumlah penderita kanker serviks di daerah setempat dan bisa diantisipasi sedini mungkin.

image“Selain melakukan pencegahan dengan pemeriksaan secara rutin dan pengobatan yang paripurna, kanker serviks juga dapat dihindari perempuan dengan melaksanakan beberapa langkah, antara lain pola hidup bersih dan sehat, pola makan yang baik dan benar, serta rajin berolahraga,” tutur Herawati.

Sedangkan senam bagi bumil, lanjut Herawati, bertujuan untuk menekan dan mengantisipasi sejak dini semakin meningkatkan jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Inhil, khususnya di Kecamatan Keritang.

“Mudah-mudahan, moment ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membekali diri, dalam rangka menambah pengetahuan, sehingga nantinya akan lancar dalam proses persalinan dan menyusui,” imbuhnya. (adi/adv)




Blejar Penerapan KTR, Diskes Inhil Agendakan Kunker ke Bogor

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Kota Madya Bogor.
Kuker yang dilakukan dari tanggal 24-27 November 2015 ini, dalam rangka pembelajaran secara langsung tentang penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di daerah tersebut.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari Tim Penyusun Peraturan Daerah (Perda) KTR, yakni Kabag Hukum Setda, Sekretaris Diskes, Kabid PPKDPK, Kasi Promkes dan Staf di lingkungan Diskes Kabupaten Inhil ini, disambut oleh Asisten Pemerintahan Setda Kota Madya Bogor.
Kepala Diskes Inhil melalui Kabid PPKDPK, Ns Matzen SKep, Msi, Mkes mengatakan, dalam kuler tersebut dibahas tentang cara penyusunan Ranperda KTR.
“Kami turun ke lapangan di Botani Square dan Lippo Plaza Bogor, untuk melihat langsunv kawasan KTR. Dari situ, diketahui bahwa ada tempat merokok khusus yang memang disiapkan,” tutur Matzen.
Dijelaskan Matzen, hasil kuker ini akan menjadi pembelajaran untuk kemudian diadopsi di Kabupaten Inhil. Dimana, pada tahun ini telah disusun Ranperda KTR dan rencananya akan dibahas di DPRD pada awal tahun 2016 mendatang.
“Mudah-mudahan, Perda ini bisa diterapkan di daerah kita, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” harapnya. adi/adv



Operasi Katarak 5-6 Desember, Penderita Yang Terdaftar Diimbau Lakukan Pemeriksaan Ulang di RSUD PH Sehari Sebelumnya

katarakTEMBILAHAN (detikriau.org) – Para penderita katarak yang telah terdaftar di Diskes Kabupaten Inhil dan Puskesmas setempat diimbau, untuk melakukan pemeriksaan ulang katarak di RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan sehari sebelum waktu pelaksanaan operasi atau tepatnya tanggal 4 Desember mendatang.

Imbauan tersebut disampaikan Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia terkait dengan akan digelarnya operasi katarak matur gratis di Negeri Seribu Parit pada tanggal 5-6 Desember 2015.

Dikatakan Devi, saat ini jumlah masyarakat atau pasien yang sudah mendaftar untuk mengikuti operasi katarak matur gratis sudah mencapai sekitar 200 orang, yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Inhil.

“Pendaftarannya belum kita tutup, karena berkemungkinan masih ada yang mendaftar,” tutur Devi kepada detikriau.org, Selasa (24/11/2015).

Dari 200 pasien yang telah mendaftar di Diskes Kabupaten Inhil dan Puskesmas setempat tersebut, lanjut Devi, nantinya akan diperiksa ulang oleh tim dokter spesialis mata yang datang dari Jakarta.

Pemeriksaan ulang sebelum dilakukannya operasi ini, bertujuan untuk memastikan apakah penyakit katarak yang diderita oleh para pasien termasuk dalam kategori matur atau tidak.

“Jadi, dokterlah nantinya yang akan memutuskan apakah pasien ini dioperasi atau tidak,” terangnya. (adi/adv)

 




Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Tenaga Laboratorium Puskesmas

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan Tenaga Laboratorium Puskesmas, Senin (23/12/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan ini diikuti 27 peserta, yang terdiri dari 12 Tenaga Analis dan 15 petugas kesehatan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Riduan SKM mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, serta keterampilan para peserta dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu mensosialisasikan kepada tenaga kesehatan lainnya, sehingga memiliki kompetensi yang baik dan dapat mengoptimalkan segala potensi yang ada,” tutur Riduan.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, H Ridwan SSos MKes dalam sambutannya menjelaskan, saat ini Kabupaten Inhil masih kekurangan tenaga kesehatan terutama tenaga labor dan analis.

“Mudah-mudahan, nanti ada formasi penerimaan pegawai, khususnya untuk tenaga laboratorium, apoteker, gizi dan kesling, yang sampai kini masih sangat kurang,” tambahnya.

Kendati mengalami kekurangan tenaga kesehatan, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, pihaknya terus berupaya mencari solusi, seperti dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehaan yang tersedia saat ini, dalam meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya.

“Ke depan, secara bertahap akan kita penuhi peralatan kesehatan di Puskesmas terutama yang berkaitan dengan laboratorium, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih ditingkatkan lagi,” imbuhnya. (adi/adv)




Plt Kadiskes : Dukungan Sosial aau Pendampingan Sangat Penting Bagi Penderita HIV AIDS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus berupaya semaksimal mungkin, untuk mencegah penularan penyakit HIV AIDS di daerah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org usai mengikuti salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Saut, upaya antisipasi sejak dini terhadap penyebaran penyakit HIV AIDS tersebut, dalam dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan, penjarinan dan pemeriksaan penyakit yang mematikan ini.

“Jika ditemukan, maka akan lansung ditangani dan diberikan pengobatan oleh tenaga kesehatan,” tutur Saut.

Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya dalam upaya menekan penyebaran HIV AIDS ini, adalah dukungan sosial atau pendampingan kepada para penderita.

“Ini dimaksudkan agar mereka tidak down. Karena itu, kita tidak perlu menjauhi atau takut kepada para penderita HIV AIDS,” imbuhnya.

Untuk diketahu, hingga Bulan Oktober tahun 2015 lalu, jumlah penderita penyakit HIV AIDS yang sudah ditemukan dan terdata di Kabupaten Inhil mencapai sebanyak 134 orang, yang terdiri dari 83 laki-laki dan 51 perempuan. Adi/adv




Diskes Kembali Gelar Pertemuan Advokasi Penurunan Angka Kematian Ibu, Anak dan Penanggulangan Masalah Gizi

“Kali Ini Dengan Lintas Sektor di Kecamatan Batang Tuaka”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar pertemuan advokasi penurunan kematian ibu, anak dan penanggulangan masalah gizi dengan lintas sektor di kecamatan, Sabtu (21/11/2015).

Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Batang Tuaka, yang diikuti penanggung jawab program Puskesmas dan lintas sektor di wilayah setempat.

Kepala Diskes Inhil melalui Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni SKM MM mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak di Negeri Seribu Parit.

“Tujuan lainnya adalah dalam upaya menurunkan kasus gizi buruk di Inhil,” tutur perempuan yang akrab disapa Imun ini.

image_1Dijelaskan Imun, agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar, aspek peningkatan mutu pelayanan tetap diharapkan menjadi kegiatan prioritas di setiap daerah.

“Peningkatan mutu program KIA juga dinilai dari besarnya cakupan program pada masing-masing wilayah kerja, dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelola dan pelaksana program KIA di tingkat Puskesmas, maka pengelola program KIA harus mampu mengolah data KIA guna memperkuat manajemen program,” terangnya.

Apalagi, lanjut Imun, sebagian data KIA sudah tersedia di lapangan, salah satunya dengan pengisian Kohort ibu, bayi dan balita.

“Untuk itu, kegiatan surveilans diperlukan guna memantau pemantapan cakupan program, demi menunjang penurunan angka kematian ibu dan bayi,” imbuhnya. (adi/adv)