Diskes Komit Wujudkan Inhil Bebas Pasung 2017

bebas pasungTEMBILAHAN (detikriau.org) -Untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dapat dilakukan dengan barbagai cara, salah satunya mungkin yang perlu disikapi dengan bijak adalah terkait tekad dan komitmen Dinas Kesehatan (Diskes) dalam mensukseskan program Inhil bebas pasung 2017.

Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan prioritas program pembangunan Pemkab Inhul ke depan, yang diantaranya di bidang kesehatan.

Dikatakan Alvi, Inhil bebas pasung 2017, berarti di tahun 2016 mendatang tidak boleh lagi ada orang sakit jiwa yang dipasung dan dirawat di rumah.

“Untuk penguatan lintas program dan lintas sektor seperti ini, tentunya kami akan memperkuat internal melalui pelayanan kesehatan khusus maupun secara koordinatif kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, penguatan internal tersebut diantaranya dengan mendirikan ruang rawat inap bagi pasien sakit jiwa yang ada di Negeri Seribu Parit ini.

“Kita tidak bisa mencapai Inhil bebas pasung, kalau pasien sakit jiwa tidak punya ruang untuk dilakukan penjemputan dan pelayanan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini menyatakan, itulah contoh perbaikan konprehensif untuk bidang kesehatan, yang sudah mulai tata dan disusun sejak RPJMD dan draft Rensra Kabupaten Inhil. (adi)




Tekan AKI dan AKB, Tahun Ini Diskes Lakukan Pelatihan APN

aki dan akbTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan melakukan pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) bagi tenaga bidan yang ada di daerah setempat.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, salah satu upaya untuk menekan serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Inhil ini adalah dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi para bidan.

“Terjadinya kematian pada ibu dan bayi sebagian besar dikarenakan kurangnya SDM bidan pada pertolongan persalinan. Untuk itu, di tahun ini kita akan lakukan pelatihan APN bagi 100 bidan,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, dengan adanya pelatihan ini diharapkan semakin memperkokoh dan menjaga profesi bidan, serta mampu menduduki posisi sentral di penjuru negeri seribu parit ini, sehingga dapat meningkatkan kepentingan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan bayi.

“Apalagi seperti diketahui bahwa angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Inhil tercatat masih cukup tinggi, jika dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau,” terang Alvi.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, sangat diperlukan adanya perpanjangan tangan Diskes, salah satunya melalui profesi bidan yang dapat bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan, dalam rangka menurunkan angka kematian tersebut.

“Saya berharap agar program kesehatan yang sama-sama kita prioritaskan ini dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa yang akan datang, sehingga Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat dapat kita wujudkan,” imbuhnya.(adi)




Kadiskes : Bangun Negeri Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H.
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H.

TEMBILAHAN (detikriau.org)-Seluruh aparatur di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga honorer, diajak untuk mengkolaborasikan semangat Maulid Nabi dalam ikhtiar membangun daerah, dengan spirit baru menuju Kabupaten Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H di lingkungan Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan, Jum’at (23/1/2015).

Dikatakan Alvi, berbagai penguatan dan pembinaan moral, mental dan akhlak yang dilakukan oleh individu muslim, lembaga dakwah, pendidikan dan pemerintah di seluruh nusantara merupakan sebuah wujud tanggungjawab bersama terhadap masa depan peradaban dunia Islam dan Bangsa Indonesia.

“Mari kita semua berikhtiar dengan segala daya dan upaya, untuk membangun negeri ini dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Insya Allah, negeri kita akan aman dan damai, sejahtera lahir dan batin, serta memperoleh keberkahan dari Allah SWT,” tutur Fauzar.

Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Inhil ini mengucapka terima kasih kepada seluruh jajarannya, yang selama ini telah berpartisipasi aktif dalam menjalankan dan mensukseskan berbagai program pembangunan, baik itu di Diskes maupun Pemkab Inhil, sehingga daerah ini selalu aman, damai dan berbagai prestasi pembangunan dapat kita raih.

“Mudah-mudahan, melalui peringatan Maulid Nabi ini kita dapat terus mempererat tali silaturrahmi antar sesama, dalam upaya meningkatkan kinerja terutama dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat, serta mendukung dan mensukseskan berbagai program pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Al-Ustadz Suhaili dalam tausiyahnya juga mengajak seluruh yang hadir saat itu, untuk terus meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW, yang merupakan nabi junjungan alam dan nabi akhir zaman.

“Bagi siapapun yang ingin mendapat banyak bidadari di surga nanti, banyak-banyaklah bershalawat, karena dengan begitu Insya Allah kita juga akan mendapat syafaat di hari akhir kelak,” imbuhnya. (adi)




Kadiskes Inhil Lantik 22 Pejabat Eselon IV

IMG_5030TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwi melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 22 pejabat eselon IV di lingkungan Diskes Inhil, Rabu (21/1/2015).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipusatkan di aula Kantor Diskes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini, turut dihadiri Sekretaris Diskes, Ridwan Ahim, sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer di lingkungan Dinas tersebut.

Kadiskes Inhil dalam sambutannya berpesan kepada seluruh Kepala UPT Puskesmas yang telah dilantik, untuk segera melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam memberikan dan menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Jadikan seluruh keterbatasan yang ada saat ini sebagai modal dan titik awal untuk melakukan perubahan, bukan berarti dengan keterbatasan kita tidak bisa berbuat maksimal,” tutur Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Inhil ini berharap agar Kepala UPT Puskesmas, yang merupakan perpanjangan tangan Diskes dapat bertindak sebagai pengayom dan memberikan pembinaan kepada jajarannya, sehingga pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan.

“Fahami seluruh persoalan yang ada dan jalin koordinasi yang baik kepada seluruh pihak terkait, karena prioritas kita di tahun ini adalah menyukseskan pelayanan Puskesmas UGD 24 jam. Jadi, melalui peran optimal seluruh jajaran Puskesmas dan Diskes, diharapkan apa yang menjadi cita-cita kita ini dapat tercapai,” imbuhnya.

Adapun 22 pejabat eselon IV di lingkungan Diskes Inhil yang dilantik saat itu, yakni Kasubbag UP, Azri, Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan, Kasubbag Perencanaan, Edi, Kasi Yandan, Hayandi, Kasi SDM, Burhanudin, Kasi Kefarmasian, Irdawati, Kasi Pemberdayaan Promkes, Suhariani dan Kasi Promkes, Fitri Astuti.

Selanjutnya Kepala UPT GF, Irmanita. Kepala UPT Gajahmada, Subowo Radianto, Kepala UPT Enok, Edi Candra, Kepala UPT Pengalihan Keritang, Hj Herawati, Kepala UPT Sungai Guntung, Zainudin, Kepala UPT Bekawan, Supardi Saleh, Kepala UPT Sungai Iliran, Kusma Hendra, Kepala UPT Kotabaru, Yuheldi, Kepala UPT Selensen, Suharmin, Kepala UPT Kempas Jaya, Didik Suhardiman, Kepala UPT Kuala Enok, M Syum, Kepala UPT Pelangiran, Hidayat Kepala TU GFK, Sari Ulina dan Kepala TU Tembilahan Kota, Suryadi. (adi)

 




Siapkan Puskesmas BLUD, Diskes Mulai Lakukan Pembinaan Pelayanan UGD 24 Jam

TEMBILAHAN (detikriau.org)-Mulai hari ini Selasa (20/1/2015), Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah turun ke seluruh Puskesmas di daerah setempat, untuk melakukan pembinaan terutama bagi pelaksanaan pelayanan UGD 24 Jam dan hal-hal lainnya yang diperlukan.

“Kami akan turun melakukan pembinaan secara bertahap ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di Inhil, yang dimulai dari daerah Utara, yakni di Kecamatan Pulau Burung. Pembinaan ini bertujuan untuk menyiapkan Puskesmas yang lebih baik kedepannya,” tutur Kepala Diskes Inhil, Hj Alvi Fuwanti Alwi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2015).

Dijelaskan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pekerjaan itu tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan memerlukan konsistensi dalam perencanaannya, sehingga apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan serta berjalan dengan baik dan lancar.

Oleh karena itu, pada tahun ini pihaknya juga sudah merencanakan untuk mulai melakukan penjajakan dan tindaklanjut terhadap Puskesmas yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara bertahap pula.

“Mudah-mudahan, kerja keras kita ini juga diikuti dengan penguatan-penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), bukan hanya SDM yang memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga yang berada dalam tatanan manajemen, mulai dari pihak Diskes sampai kepada Puskesmas dan jaringannya,” imbuhnya.(adi)




Diskes Bertekad Wujudkan Puskesmas BLUD

Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bertekat untuk mewujudkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seperti yang telah disandang oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi dalam menyikapi perubahan peraturan, khususnya dalam merespon persoalan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Dikatakan Alvi, dari 27 Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil, 21 Puskesmas diantaranya sudah masuk dalam kategori rawat inap, sedangkan 6 Puskesmas lainnya masih berstatus non rawat inap.

“Dengan kondisi fisik maupun sarana dan prasarana, serta SDM yang ada sekarang ini, masih harus dikuatkan lagi, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Permenkes Nomor 75 Tahun 2014,” tutur Alvi saat dikonfirmasi detikriau.org di ruang kerjanya, Senin (19/1/2015) sore.

Penguatan diberbagai lini tersebut, lanjut Alvi, akan dilakukan dengan berbagai langkah, diantaranya membuat tim pembinaan Puskesmas, yang langsung dipimpin oleh masing-masing Kepala Bidang (Kabid) perwilayah yang sudah dibagi.

“Dengan melihat kondisi eksisting sekarang dan apa yang kita harapkan ke depan, tentunya hal ini harus kita perbaiki, termasuk salah satunya penguatan pelayanan kesehatan dasar melalui Puskesmas UGD 24 jam,” terangnya.

Dijelaskan mantan Kepala Bappeda Kabupaten Inhil ini, itulah beberapa langkah yang akan dilakukan Diskes, supaya apa yang diamanahkan oleh Permenkes diatas dapat diwujudkan di Negeri Seribu Parit ini.

“Disamping permasalahan lainnya yang harus juga dibenahi bersama, yakni persoalan capaian di semua Puskesmas, seperti program dan penguatan administrasi,” imbuhnya.(adi)