Perda Kawasan Bebas Rokok, Diskes Akan Sediakan Lokasi Merokok di Fasilitas Umum dan Layanan Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam rangka persiapan kawasan bebas rokok, maka Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan menyediakan lokasi khusus bagi masyarakat yang merokok, terutama di sekitar fasilitas umum dan tempat pelayanan kesehatan.

Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang merokok di sembarang tempat, karena bisa mengganggu kesehatan orang lain yang berada disekitarnya.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (P2KPK), NS Matzen MSi mengatakan bahwa untuk keperluan tersebut, saat ini pihaknya sedang menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Bebas Rokok.

Dimana, dalam pelaksanaannya harus melibatkan berbagai pihak terkait, karena sebelumnya harus melalui berbagai tahapan-tahapan yang telah ditentukan, seperti mengikuti studi pembelajaran ke daerah percontohan.

“Untuk Perda Kawasan Bebas Rokok ini, rencananya kita akan melakukan studi pembelajaran di Padangpanjang. Lokasi itu dipilik karena Sumatera Barat (Sumbar) dianggap sebagai salah sattu kabupaten yang berhasil menjalankannya,” tutur Matzen saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Apabila Perda tersebut disetujui, lanjut Matzan, maka akan ada tempat-tempat khusus bagi masyarakat yang merokok, terutama di fasilitas umum dan tempat pelayanan kesehatan.

“Selama ini, kita lihat di tempat pelayanan kesehatan masih banyak masyarakat yang bebas merokok ke sana-sini, juga di tempat-tempat umum. Karena itu, dengan adanya Perda ini kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang merokok sembarangan,” imbuhnya.(adi)




Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Diskes Godok 3 Perda Baru

kawasan-bebas-rokok-dilarang-merokok-no-smoking-areaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Saat ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sedang menggodok tiga Peraturan Daerah (Perda) baru, untuk selanjutnya diterapkan di daerah tersebut.

Tiga Perda baru yang terdiri dari Perda Kawasan Bebas Rokok, Perda Desa Siaga dan Perda Inisiasi Menyusui Dini ini dalam rangka meningkatkan pelayanan serta penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit.

“Perda itu sudah ada dan masuk di RKA tahun anggaran 2015 ini. Sekarang, kami sedang melakukan penjajakan dan konsultasi ke Bagian Hukum Setda Inhil,” tutur Kepala Diskes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (P2KPK), NS Matzen, S.Kep, MSi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Senin (2/2/2015).

Dijelaskan Matzen, dalam pelaksanaan tiga Perda itu harus melibatkan berbagai pihak terkait, karena sebelumnya harus melalui berbagai tahapan-tahapan yang telah ditentukan, seperti mengikuti studi pembelajaran ke daerah percontohan.

“Untuk Perda Kawasan Bebas Rokok, rencananya kita akan melakukan studi pembelajaran di Padangpanjang, karena Sumatera Barat (Sumbar) dianggap sebagai salah sattu kabupaten yang berhasil menjalankannya,” terang Matzen.

Sedangkan untuk Perda Desa Siaga dan Inisiasi Menyusui Dini, lanjut Matzen, pihaknya berencana melakukan studi pembelajaran ke daerah Klaten, Jawa Tengah.

“Khusus Perda Desa Siaga, kita juga akan melibatkan narasumber dari pihak akademisi, yang dalam hal ini rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Riau (Unri),” imbuhnya.(adi)




Jabatan Kepala UPT Puskesmas Enok Diserahterimakan

dua dari kiri matzen, Kapolsek enok dan Lurah Enok,TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie resmi melantik pejabatan baru Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Enok dari Hayadi SKM kepada pejabat yang baru, NS Edi Chandra S.Kep, Rabu (28/1/2015).

Prosesi serah terima jabatan yang dipustkan di Kantor UPT Puskesmas Kecamatan Enok ini, dihadiri Kepala Bidang (Kabid) PKK dan PK, Matzein, Kasubbag Kepegawaian diwakili Lanurung, Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan Msi beserta jajaran di lingkungan Diskes, serta Kapolsek Enok, AKP Suharyono dan Camat Enok diwakili Lurah, Ambo Ase S.Sos.

Kepala Diskes Inhil diwakili Kabid PKK dan PK Diskes Inhil, Matzein berpesan kepada seluruh pimpinan dan jajaran Puskesmas Enok untuk terus menjalin kerjasama dengan seluruh lintas sektor dan mitra kerja agar program pembangunan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan terarah, demi mencapai derajat kesehatan yang optimal di wilayah Kecamatan Enok untuk menuju Kabupaten Inhil sehat.

“Terus lakukan koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah di Kecamatan Enok serta masyarakat, karena kita ingin selain sebagai wadah menciptakan warga sehat, juga turut andil menjadi bagian yakni sebuah ikatan keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal,” tutur Matzein.

Sementara itu, Camat Enok diwakili Lurah, Ambo Ase mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang baru, NS Edi Chandra S.Kep dan menyampaikan terima kasih kepada pejabat yang lama Hayadi SKM.

“Semoga Pak Hayadi bisa lebih berhasil dalam menjalankan tugasnya di tempat yang baru,” imbuhnya.(adi)

 

 

 

 




Tangani Pasien Gangguan Jiwa, Tahun Ini, Diskes Lakukan Pelatihan Khusus Bagi Dokter dan Perawat

pasungTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan mengirim dokter dan perawat ke Rumah Sakit Jiwa, Tampan Pekanbaru untuk mengikuti pelatihan khusus. Langkah tersebut dalam rangka mempersiapakan tenaga medis untuk melakukan pengobatan serta mencegah dan mengantisipasi meningkatnya jumlah penderita penyakit ganggung jiwa di Negeri Seribu Parit ini.

“Kita akan persiapan tanga medis yang memiliki kemampuan untuk menangani pasien sakit jiwa,”Sampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kasi Kesehatan, Devi Natalia, belum lama ini.

Kendati demikian diakui Devi, saat ini pendistribusian obat-obatan bagi mereka yang mengalami gangguan kejiwaan ini masih sangat rendah, namun diyakini pada Bulan Februari mendatang seluruh obat-obatan tersebut sudah terdistribusi ke seluruh Puskesmas.

Sementara itu, terkait dengan pencanangan Inhil Bebas Pasung 2017, Devi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan bekerjasama dalam persoalan ini, seperti dengan memberikan laporan jika ada ditemukan pasien yang dipasung.

“Masyarakat bisa memberitahukannya ke Puskesmas dan dinas terkait, nanti akan ditangani secara langsung ,” imbuhnya.(adi)




Hingga 2014, Tercatat 52 Warga Inhil Masih Dipasung

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berdasarkan laporan dan data yang diperoleh dari 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), pada tahun 2014 lalu tercatat sebanyak 52 warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih dipasung.

Warga yang dipasung tersebut, pada umumnya dikarenakan mengalami gangguan jiwa berat, yang rata-rata berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

Oleh karena itu, dalam upaya memfasilitasi sejumlah warga yang dipasung tersebut, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil telah melakukan sosialisasi dan penjaringan ke 14 Puskesmas yang ditemukan adanya warga yang mengalami gangguan jiwa.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwani Alwi melalui Kepala Seksi Kesehatan, Devi Natalia mengatakan bahwa warga yang dipasung ini merupakan kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Sedangkan yang menengah ke atas, keluarga mereka mampu membawa ke rumah sakit jiwa untuk berobat. Jadi, yang dari ekonomi ke bawah inilah yang dipasung,” kata Devi, belum lama ini.

Adapun 14 Puskesmas di Negeri Seribu Parit, yang ditemukan para penderita penyakit gangguan jiwa, yakni Tembilahan Kota 6 orang, Enok 5 orang, Kotabaru 5 orang, Kuala Lahang 5 orang, Batang Tumu 5 orang, Sungai Piring 5 orang, Pulau Kijang 4 orang, Sungai Guntung 4 orang, Pengalihan Enok 3 orang, Benteng 3 orang, Keritang 2 orang, Kuala Enok 2 orang, Pelangiran 2 orang dan Sungai Salak 1 orang.(adi)




Capai Target 1 Desa 1 Pustu, Alvi Harap Dukungan Dalam Pembangunan Lintas Sektor

Kadiskes Inhil, Hj Alvie Furwanti Alwie
Kadiskes Inhil, Hj Alvie Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali memprioritaskan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu), guna meraih target capaian satu desa satu Pustu atau Poskesdes.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan cita-cita tersebut Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi mengharapkan dukungan dan kerjasama dalam pembangunan lintas sektor.

“Contohnya, kalau untuk penguatan pembangunan kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), supaya pembangunan kesehatan juga masuk dalam satu petunjuk teknis (juknis) di Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ),” tutur Alvi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kendati tidak bisa di tahun ini, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Inhil berharap sekurang-kurangnya di tahun 2016 mendatang ada arah kebijakan tersebut, untuk memaksimalkan dana desa yang semakin lama tentunya semakin besar.

“Melalui Program DMIJ ini, kami harap bisa dibangunkan rumah bidan di desa yang multifungsi menjadi Poskesdes, sehingga bidan yang ada di desa juga memiliki fasilitas pelayanan yang bisa lebih memudahkan, menyenangkan dan menyamankan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.(adi)