Selain UGD, Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Siapkan Ambulance dan Siaga Bencana 24 Jam

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, maka Puskesmas Gajah Mada Tembilahan berkomitmen untuk menyiapkan dan menyediakan jasa ambulance dan siaga bencana 24 jam.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto saat pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi para bidan di wilayah kerja setempat, kemarin.

Dikatakan Subowo, tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengayomi serta memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Jadi, semua PNS, PTT dan honorer harus benar-benar melaksanakan tugasnya selama jam kerja,” tutur Subowo.

Oleh karena itu, Kepala Markas PMI Inhil ini menginginkan, selain menyediakan pelayanan UGD 24 jam, pihaknya juga akan menyiapkan ambulance dan siaga bencana 24 jam, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis bisa segera terlayani.

“Dengan semangat baru ini, mari kita bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya masyarakat itu sehat semua dan pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan,” harap Subowo, yang baru saja menjabat sebagai Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini.(adi)




Bintek KIA, KB dan Gizi, Tenaga Kesehatan Diminta Perbanyak Penyuluhan dan Konseling

konselingTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk memperbanyak pelaksanaan penyuluhan dan konseling tentang kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat membuka bimbingan teknis (bimtek) Program KIA, KB dan Gizi, Rabu (25/2/2015).

Bimtek yang digelar di aula Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini, turut dihadiri Kepala Puskesmas, Subowo Radianto, serta diikuti puluhan tenaga kesehatan dan bidang di lingkungan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

Dikatakan Munziarni, bimtek yang rencananya akan dilaksanakan di seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit ini, bertujuan untuk meningkatkan capaian program sesuai indikator program KIA, KB dan Gizi nasional, yang diberikan dalam bentuk penjelasan keseluruhan program bersangkutan.

Selain itu, juga dibahas tentang pengisian register dan format laporan, serta masalah yang ditemui di wilayah Puskesmas, khususnya ygang berkaitan langsung dengan bidan, sehingga berdampak pada pencapaian program dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan.

“Berdasarkan data yang ada, untuk tahun 2014 lalu jumlah kematian ibu dan bayi di Inhil masih termasuk dalam kategori tertinggi di Provinsi Riau, yakni mencapai 24 ibu dan 183 bayi,” tutur Munziarni.

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, tenaga kesehatan harus lebih banyak melakukan penyuluhan dan konseling di lapangan, agar masyarakat lebih mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatannya, terutama bagi ibu dan bayi.

“Kita harus tahu tugas dan fungsi kita, serta bertanggung jawab dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program kesehatan. Jadi, ke depan tidak ada lagi bidan yang hanya bisa melaksanakan satu pekerjaan saja, tapi harus menguasai seluruh pekerjaan, khususnya terkait KIA, KB dan Gizi,” terangnya.

Sementara itu, Kelapa Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyatakan bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya gizi buruk, serta kematian ibu dan bayi di wilayah kerjanya.

“Jadi, apabila ditemukan kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program di lapangan, harus segera kita pecahkan dan cari solusinya bersama-sama,” imbuhnya.(adi)




RSUD PH Tembilahan Tak Gunakan Anestesi Buvanest Spinal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, dr Irianto menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan dan memberikan obat bius anestesi Buvanest Spinal kepada para pasien.

Oleh karena itu, masyarakat atau para pasien yang ingin berobat dan mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah ini tidak perlu khawatir dan takut akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang baru-baru ini terjadi di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang.

“Sejak dari awal, kita memang tidak pernah menggunakan anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma itu,” tutur Irianto kepada awak media, Senin (23/2/2015).

Dijelaskan Irianto, selama ini RSUD PH menggunakan obat bius produksi lainnya dan bukan diproduksi oleh PT Kalbe Farma.

“Kabarnya label obat anestesi Buvanest Spinal tertukar dengan asam tranexamat, tapi untung saja kita memang tidak menggunakannya,” terang dokter spesialis penyakit dalam ini.

Untuk itu, lanjut Irianto, para pasien yang ingin melakukan tindakan operasi tidak perlu kawatir, karena kasus seperti meninggalnya 2 pasien di RS Siloam Karawaci, Tangerang setelah diberi injeksi Buvanest Spinal produk PT Kalbe Farma tidak akan terjadi di RSUD PH. (adi)




Meski di daerah Terpencil, Tenaga Kesehatan Diminta Tingkatkan Kinerja dan Tetap Berada di Tempat Tugas

Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun ditempatkan di daerah yang terpencil, namun seluruh tenaga kesehatan terutama dokter diminta untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, serta tetap berada di tempat tugas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan penempatan 28 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer khusus dokter di sejumlah daerah terpencil, sangat terpencil dan tidak diminati.

“Mereka harus benar-benar berada di tempat tugas dan semaksimal mungkin melakukan tugas serta tanggungjawabnya di wilayah yang menjadi penempatan mereka,” tutur Alvi kepada detikriau.org, kemarin.

Dikatakan Alvi, pilihan menjadi dokter secara fungsional adalah dokter umum, tapi melekat kepada status PNS, yang merupakahan abdi dan pelayanan masyarakat. Sehingga harus bertugas penuh dimana mereka ditempatkan.

“Kita berharap tenaga dokter yang melaksanakan tugas di puskesmas, dapat segera membenahi berbagai kekurangan yang ada,” tambahnya.

Selain itu, Alvi juga berharap agar tenaga medis terutama para dokter, dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat, khususnya dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang maksimal di wilayah kerjanya masing-masing.

“Kehadiran para dokter di daerah terpencil dan tertinggal, tentunya sangat dibutuhkan masyarakat. Jadi, pekerjaan dan profesi dokter ini sangat mulia, karena bisa menolong orang sakit dan membutuhkan perawatan medis,” terangnya.

Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Inhil ini berpesan agar para dokter dapat membantu dan bekerjasama dengan pemerintah, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang damai dan kondisif dimanapun ia berada.

“Saya tidak mengharapkan adanya laporan minta pindah dan hal-hal lainnya yang melanggar ketentuan dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.(adi)




Air Pasang Kembali Melanda, Masyarakat Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

image-1 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Naiknya volume air Sungai Indragiri beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan terendam.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bermain di lokasi yang digenangi air. Padahal, air tersebut tidak bersih dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan diare.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit diminta mewaspadai penyakit-penyakit yang akan timbul disebabkan air pasang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, air pasang yang naik kepermukaan jalan tersebut merupakan air kotor yang mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Selain itu, perubahan cuaca saat ini juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Untuk itu, kita berharap warga selalu waspada dan terus menjaga kesehatannya, agar tidak terserang penyakit pada musim air pasang yang sedang melanda Kota Tembilahan saat ini,” tutur Alvi kepada detikriau.org, Jum’at (20/2/2015).

Selanjutnya, alvi juga berharap para orang tua dapat mengontrol anak-anaknya agar tidak bermain-main di air yang menggenangi permukaan jalan, apalagi saat air mulai pasang, karena disamping untuk menghindari berbagai penyakit yang akan timbul nantinya, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada orang tua kita imbau agar mencegah anak-anaknya untuk tidak mandi dan berenang saat air pasang. Karena apabila terminum air yang kotor itu, dikhawatirkan anak-anak akan mengalami sakit perut,” terang mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, salah seorang anak yang ditemui detikriau.org menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya sangat senang apabila musim air pasang tiba, karena mereka bisa bermain sambil mandi dan berenang di air yang menutupi badan jalan tersebut.

“Kalau banjir begini asyik maennya bang, kita bisa maen bola sambil basah-basahan dan berenang bersama-sama,” kata Ican, ketika sedang bermain bola dan bersenda gurau bersama teman-temannya di salah satu jalan yang digenangi air.

Pantauan di lapangan, di beberapa ruas jalan di Kota Tembilahan, seperti Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan H Said dan Arsyad Ahmad, serta Jalan Gunung Daek Tembilahan. Sekitar pukul 16.30 WIB, jalan-jalan tersebut mulai digenangi oleh air, dan lama-kelamaan menutupi seluruh badan jalan. Kondisi jalan yang tergenang tersebut, banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main air. (adi)




Cegah Penyakit Dari Gigitan Nyamuk, Masyarakat Diimbau Gunakan Kelambu Saat Tidur

kelambuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mencegah penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, salah satu upayanya bisa dilakukan dengan mempergunakan kelambu saat tidur.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie. upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang biasanya muncul saat peralihan musim seperti sekarang ini.

Upaya lainnya agar tidak mudah tertular berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, diantaranya adalah dengan menggunakan obat nyamuk atau memakai obat oles anti nyamuk.

“Namun, cara yang paling efektif dan sangat mudah untuk dilakukan adalah dengan menggunakan kelambu saat tidur, serta menjalankan pola hidup sehat dan bersih,” tutur Alvi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dijelaskan Alvi, kondisi cuaca saat ini merupakan saat-saat yang sangat tepat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan bersih, dalam upaya mencegah perindukan vektor penyakit, serta penularan dan penyebaran penyakit tular vektor.

“Kita harapkan kerjasama dan peran aktif seluruh masyarakat, khususnya dalam mengendalikan berbagai penyakit tular vektor, seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Filariasis, Chikungunya, Japanese Encepahlitis dan Pes,” terangnya.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, salah satu upaya konkrit di lapangan, terutama untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit tular vektor dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang-sarang nyamuk, serta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing.

“Kita juga mengimbau masyarakat agar mendisiplinkan diri dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, dengan melakukan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan mengubur kaleng-kaleng bekas, dalam upaya mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk,” imbuhnya.(Adi)