Masyarakat Diimbau Buat Jamban Sehat dan Sederhana

Kasi Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti
Kasi Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat pedesaan terutama yang tinggal di daerah terpencil dan di sekitar bantaran sungai diimbau, untuk dapat membuat jamban atau WC yang sehat dan sederhana.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti.

Dikatakan Fitri, saat ini masih cukup banyak masyarakat di Negeri Seribu Parit yang menggunakan jamban cemplung, yang dibuat di atas aliran air sungai.

Padahal, kondisi jamban itu termasuk dalam kategori tidak sehat, karena air sungai tersebut juga digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, cuci dan lain sebagainya.

“Inikan tidak baik dan tidak sehat untuk masyarakat. Jadi, kalau bisa dibuatlah jamban yang sehat dan sederhana saja, tutur fitri saat memberikan pelatihan peningkatan kapasias kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), kemarin.

Apabila pembangunan jamban yang sehat dan sederhana itu dirasakan sangat memberatkan masyarakat, dikarenakan butuh biaya yang cukup besar, maka Fitri menyarankan agar pembangunannya dilakukan secara bersama-sama.

“Salah satu caranya, bisa dilakukan dengan mengadakan arisan jamban. Nanti siapa yang dapat giliran, uangnya bisa dibuat untum membangun jamban yang sehat dan sederhana itu,” terangnya.

Yang jelas, lanjut Fitri, untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat ini, sangat diperlukan kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat itu sendiri.

“Jika masyarakat tidak mau diberdayakan, tentu hal ini akan sangat sulit untuk diwujudkan, karena itu butuh juga dukungan dari petugas kesehatan dan aparatur pemerintahan yang ada di daerah setempat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jamban yang sehat dan sederhana itu adalah jamban tangki septik atau leher angsa, yakni jamban berbentuk leher angsa, yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian atau dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya.(dro/adv)




Dinkes Inhil Gelar Pelatihan Kader PHBS di Kuala Lahang

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertempat di aula Puskesmas Kelurahan Kuala Lahang, Senin (16/3/2015) kemaren

Pada pelatihan ini dihadiri Kabid Pembina Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPK PK) Dinkes Kabupaten Inhil Matzen S Kep Msi serta jajarannya, Kepala Puskesmas Kuala Lahang Zulfikar SKM MH, serta beberapa undangan lainnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil Dr Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kabid PPK PK, Matzen saat dikonfirmasi mengatakan kegiatan PHBS tersebut akan terus dilakukan diseluruh kecamatan yang ada di Bumi Sri Gemilang, minimal pada satu kecamatan tersebut satu desa/kelurahan yang diberi pelatian PHBS dengan materi yang sama.

Dijelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar setiap peserta pelatihan mampu melakukan pendataan minimal 10 KK untuk satu kadernya. Artinya, dalam waktu dekat masyarakat sudah bisa didata secara lengkap terhadap masalah PHBS ini.

“Sangat diharapkan kepada peserta pelatihan kader PHBS ini benar-benar pemahami materi yang telah disampaikan, dan dilanjutkan pemahaman materi tersebut kepada anggota keluarga terdekat dan seluruh masyarakat yang ada disekitar tempat tinggalnya,” tutur Matzen.

Selain persoalan PHBS, pihak Dinkes juga menyampaikan kepada peserta pelatihan kader terhadap manfaat rumah tangga sehat, penyampaian ini berfungsi supaya anggota keluarga tersebut mampu menciptakan keluarga sehat dan tidak mudah sakit, serta menjadikan anggota keluarga giat bekerja.

Perlu diketahui, pada pelatihan kader PHBS kali ini diikuti sebanyak 33 orang kader Posyandu se-Kelurahan Kuala Lahang dengan pemateri sebanyak 3 orang yakni, Kabid PPK PK Dinkes Inhil Matzen S Kep Msi, Kasi Pronkes Dinkes Inhil Fitri Astuti SST, dan Stap Pronkes Dinkes Inhil Mania Hairani.

“Materi yang kami sampaikan sebanyak 10 materi diantaranya seperti melakukan aktivitas fisik setiap hari, memberi bayi ASI eksikutif dan materi lainnya,” tutupnya.(mirwan/adv)




Diskes Inhil Peringati HUT PPNI Ke-41

“Agendakan Seminar Sehari dan Workshop”

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mentaja peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Inhil bertempat di lapangan upacara Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (17/3/2015).

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil Dr Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kabid Pembina Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPK PK) Matzen S Kep Msi mengatakan, kegiatan yang dilakukan pagi itu dengan menggelar upacara bersama Bupati Inhil serta unsur Forkopimda yang diikuti perawat sebanyak kurang lebih 100 orang.

“Karena HUT PPNI ke-41 ini sejalan dengan upacara 17 Forkopimda, maka kami lakukan secara bersamaan,” kata Matzen yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana HUT PPNI Kabupaten Inhil tahun 2015.

Matzen menambahkan, setelah dilakukannya upacara pagi itu, pihaknya langsung melakukan kegiatan donor darah oleh anggota PPNI Kabupaten Inhil sebanyak 15 orang bertempat di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Inhil.

Kedepan, ia mengharapkan seluruh anggota PPNI Kabupaten Inhil ini untuk dapat mendonorkan darahnya untuk masyarakat Inhil yang memerlukan.

Ditambahkan, sejalan dengan HUT PPNI ke-41 tahun 2015 ini Dinkes Inhil juga akan menggelar seminar sehari dan workshop dalam waktu dekat ini.

“Seminar sehari dan workshop ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret mendatang direncanakan di gedung Engku Kelana dan pada tanggal 29 Maretnya di gedung Tasik Gemilang Tembilahan,” ujarnya.(mirwan/adv)




Dinkes Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PHBS di Desa Sungai Iliran

imageGAS (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) menggelar pelatihan peningkatan kapasias kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Selasa (17/3/2015).

 

Kegiatan yang dipusatkan di aula kantor desa setempat ini, dihadiri Kades Sungai Iliran, Ahmad Sukri, Upika, Ketua TP PKK dan anggota, kader Posyandu, jajaran Puskesmas dan puluhan kader PHBS Desa Sungai Iliran.

 

Kepala Seksi (Kasi) Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti mengatakan, sehat merupakan hak setiap individu agar dapat melakukan berbagai aktifitas hidup sehari-hari.

 

image-1“Hidup sehat bisa dicapai dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau gaya hidup sehari-hari,” tutur Fitri yang saat itu disampingi anggotanya Maria Khairani dan Munawwarah.

 

Untuk itu, lanjut Fitri, perlu adanya pembinaan dan penyuluhan yang berkesinambungan kepada semua anggota keluarga, sehingga mampu dan atas kesadaran sendiri melaksanakan PHBS.

 

“Sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai penyuluh, penggerak dan pencatat sederhana, kader-kader PHBS merupakan andalan dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan, sehingga dapat memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” terangnya.

 

Oleh karena itu, melalui pelatihan ini Fitri berharap agar para kader PHBS mampu memberikan penyuluhan, mengumpulkan data dan merumuskan berbagai masalah kesehatan yang ditemui di lapangan.

 

“Hasilnya akan menjadi prioritas, untuk dibahas atau dimusyawarahkan pada forum desa, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat,” tambahnya.

 

Senada dengan itu, Kades Sungai Iliran, Ahmad Sukri mengajak seluruh kader PHBS, untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan maksimal, sehingga ke depan desa tersebut bisa bersaing dengan daerah lainnya terutama di bidang kesehatan.

 

“Kepada para kader PHBs yang mengikuti pelatihan ini, diharapkan dapat mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat yang ada di sekitarnya, supaya masyarakat bisa lebih mengetahui dan memahami bagaimana cara merubah perilaku hidup yang lebih baik, khususnya di bidang kesehatan,” imbuhnya.(adi/adv)




Bimtek KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni : Pengisian Formulir Data Harus Valid dan Tidak Direkayasa

Ket foto : Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni memberikan pengarahan langsung tentang cara pengisian formulis data atau laporan kepada para bidan.
Ket foto : Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni memberikan pengarahan langsung tentang cara pengisian formulis data atau laporan kepada para bidan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di daerahnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi KIA, KB dan Gizi kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para bidan, Senin (16/3/2015).

Bimtek yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini diberikan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni, yang diikuti para bidan dari Puskesmas Sungai Iliran dan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Siti Munziarni dalam paparannya mengatakan, tenaga kesehatan terutama para bidan harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, dimanapun ia ditempatkan.

Tugas dan tanggung jawab tersebut, yakni selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga mengisi berbagai formulir data yang diperuntukan bagi laporan kesehatan di wilayah kerjanya, untuk kemudian menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program.

“Jadi, dalam pengisian formulir data ini harus benar-benar valid dan tidak boleh direkayasa,” tutur Munziarni.

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, saat mengisi formulir data dan laporan tersebut, para bidan harus fokus dan serius, serta meninggalkan berbagai beban pikiran yang bisa menyebabkan konsentrasi dalam bekerja hilang dan teralihkan.

“Dalam bekerja, seperti saat mengisi formulir ini, jangan ketika kita sedang mengantuk, kondisi badan tidak fit atau lagi sakit, apalagi sewaktu lampu mati, nanti kalau salah, data ibu atau bayi yang hidup bisa masuk dalam kategori meninggal ataupun sebaliknya,” terangnya.(adi/adv)

 

 




Bayi tak Diimunisasi dan Ditimbang, Siti Munziarni : Petugas Harus datang Langsung Ke Rumah Sasaran Berikan Pelayanan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Turun ke Posyandu merupakan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan terutama para bidan, yang bertugas di Puskesmas. Oleh karena itu, tanpa dibantu dan diminta pun harus melaksanakannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni dalam paparannya saat memberikan sosialisasi di Puskesmas Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), beberapa waktu lalu.

Dikatakan Munziarni, Bidan PTT bertugas untuk mengisi kekosongan Bidan PNS di daerah pedesaan. Jadi, apabila ditemukan adanya bayi yang tidak diberikan imunisasi dan ditimbang oleh orang tuanya, maka petugas harus mendatangi langsung ke rumah-rumah sasaran.

“Langkah ini bertujuan, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung bagi bayi tersebut,” tutur Munziarni.

Selanjutnya, Munziarni berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan, untuk meningkatkan kerjasama dan saling memberikan dukungan, dalam upaya mensukseskan berbagai program kesehatan, khususnya di bidang KIA, KB dan Gizi.

“Laksanakanlah tugas dan tanggung jawab dengan sebaik dan semaksimal mungkin, karena keberadaan tenaga kesehatan terutama para bidan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)