Alvi Nyatakan Komit Dukung dan Atasi Masalah Pelayanan Kesehatan di Perbatasan

“Hadiri Rakontek BUKD di Jakarta”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwi menyatakan tetap berkomitmen, untuk mendukung dan mengatasi berbagai permasalahan terutama yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di daerah perbatasan.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUKD) tahun 2015, yang dilaksanakan dari tanggal 23-25 Maret 2015 di aula Hotel Bidakara Jakarta.

Kegiatan yang ditaja oleh Direktorat BUKD Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) ini, diikuti para peserta yang terdiri dari 48 Kepala Dinkes Kabupaten dan Kota, serta 15 Kepala Dinkes Provinsi se-Indonesia.

Dikatakan, pertemuan Rakontek BUKD ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2015, yang telah dilaksanakan di 3 regional, yaitu Bali, Batam dan Makasar, yang hasilnya beberapa kesepakatan, diantaranya sosialisasi Permenkes no. 75 tahun 2014 tentang Puskesmas, Sosialisasi Permenkes No. 05 tahun 2014 tentang panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer dan penempatan Tim Nusanatara Sehat di Puskesmas perbatasan.

Oleh karena itu, dalam upaya menjawab hal tersebut di atas, perlu dukungan dan kerjasama lebih keras lagi dari berbagai pihak terkait, dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada, baik itu lintas sektor, swasta dan masyarakat.

“Hal ini penting, karena tidak semua permasalahan di sektor kesehatan dapat diselesaikan sendiri oleh kita, tetapi juga membutuhkan sumbangsih sektor lain,” tutur Alvi.

Pada Rakontek ini, dibahas 4 topik yang harus menjadi perhatian serius dari pihak pelaksana, yaitu penguatan pelayanan kesehatan primer, rencana aksi pelayanan kesehatan dasar di daerah terpencil, sangat terpencil, perbatasan dan kepulauan tahun 2015-2019, Program Nusantara Sehat untuk mengatasi masalah kesehatan dan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung pelayanan kesehatan di perbatasan.

Untuk diketahui, Rakontek BUKD yang mengusung tema “Penguatan pelayanan kesehatan primer di perbatasan melalui Nusantara Sehat” ini, dihadiri oleh Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Prof Ahmad Taher. Dan selanjutnya, akan dilakukan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) dengan seluruh Bupati se-Indonesia, yang dihadiri langsung Menkes Ri, Nila F Moeloek. (adi/adv)




Seluruh Jajaran Dinkes Diminta Tingkatkan Koordinasi dan Kerjasama Dengan UPT Puskesmas

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan evaluasi tribulan program Puskesmas se-Kabupaten Inhil, Senin (23/3/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes, Jalan M Boya Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinkes, Ridwan MKes, yang diikuti jajaran Dinkes dan 27 Kepala UPT Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinkes, Ridwa MKes didampingi jajaran Dinkes ini, diikuti 27 kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Inhil,

Ketua Panitia Pelaksana, Hayandi Skm mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan, untuk memonitoring seluruh kegiatan di UPT Puskesmas, guna mengetahui berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Untuk kemudian, dicari solusi serta jalan keluarnya secara bersama-sama, khususnya yang berkaitan langsung dengan program dan kegiatan dari masing-masing bidang di Dinkes Inhil.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kendala yang ada di lapangan selama tiga bulan terakhir bisa dipecahkan, sehingga tidak ditemui lagi kedepannya,” tutur Hayandi, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Dasar Dinkes Inhil.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes dalam sambutannya berharap agar pertemuan itu tidak hanya sebatas ajang kumpul-kumpul dan seremonial belaka, tetapi hendaknya menghasilkan output yang nantinya dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan ke depan.

“Seperti masalah data, jika ada kekurangan dan kekeliruan harus cepat diperbaiki, karena untuk sebuah proses perencanaan haruslah di dukung oleh data yang benar dan valid,” kata Ridwan mencontohkan.

Selanjutnya, mantan Kabag Humas Setda Inhil ini berpesan kepada seluruh jajaran di lingkungan Dinkes Inhil, untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh UPT Puskesmas, karena kedua belah pihak saling membutuhkan dan perlu dukungan, dalam rangka penyediaan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

“Kita yang telah diberi amanah dan kepercayaan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat ini, hendaknya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, dengan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)

 




Dinkes Imbau Siswa Terapkan PHBS di Sekolah

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat diimbau, untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkunga sekolahnya masing-masing.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi kepada detikriau.org, belum lama ini.

Dikatakan Matzen, PHBS harus mampu diterapkan oleh setiap individu yang ingin meningkatkan derajat kesehatannya, dimanapun individu tersebut berada.

“Jadi, hidup sehat itu bisa dicapai dengan menerapkan PHBS, tidak hanya di rumah dan lingkungan sekitar, tapi PHBS juga sangat perlu dilakukan di sekolah-sekolah,” tutur Matzen.

Dijelaskan Matzen, PHBS yang bisa diterapkan di sekolah diantaranya, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, jajan di kantin atau warung sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

“Kemudian yang tak kalah pentingnya, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, bebaskan diri dari asap rokok, memberantas jentik nyamuk, serta buang air kecil dan air besar di jamban sekolah,” terangnya.

Adapun alasan kenapa pentingnya melakukan PHBS di sekolah, lanjut Matzen, agar para siswa terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit.

“Dengan menerapkan PHBS di sekolah, diharapkan mampu meningkatkan semangat para siswa dalam mengikuti proses belajar-mengajar dan akhirnya meningkatkan prestasi belajar meraka,” imbuhnya.(adi/adv)




Kader PHBS Diharap Mampu Rubah Perilaku Masyarakat Jadi Lebih baik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan, untuk mampu merubah perilaku sehari-hari masyarakat menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan, Fitri Astuti dalam paparannya saat memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kader PHBS di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), belum lama ini.

Dikatakan Fitri, para kader PHBS ini harus mampu memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat di wilayah kerjanya, guna merubah kebiasaan masyarakat setempat menjadi lebih baik dan menambah pengetahuan masyarakat tentang berbagai program kesehatan.

“Jadi, diperlukan strategi khusus dari para kader terutama dalam pendekatan ke masyarakat, sehingga mudah diterima keberadaannya di lapangan, guna menciptakan keluarga yang sehat.

Selanjutnya, Fitri juga meminta kepada para kader PHBS agar melakukan pendataan dan survey, untuk mengetahui apa saja dan bagaimana permasalahan yang ada di seluruh desa di Inhil, khususnya di bidang kesehata.

“Nantinya, data itu akan berguna bagi evaluasi program kita di lapangan, apakah sudah berjalan lancar dan sukses atau tidak. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan oleh instansi lainnya yang berkaitan dengan data tersebut,” imbuhnya.(adi/adv)




Peringatan HKGMS, Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Sikat Gigi 2 Kali Sehari

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama generasi muda diimbau, untuk menggosok gigi secara rutin, 2 kali dalam sehari.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi yang ditemui detikriau.org usai menghadiri kegiatan Sikat Gigi Massal 1000 Murid SD, di Lapangan Gajah Mada, Jum’at (20/3/2015).

Dikatakan Matzen, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung terlaksananya kegiatan dengan tema “Program 21 Hari Sikat Gigi Pagi dan Malam” ini, yang ditaja oleh Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS), Persatuan Dokter Giri Indonesia (PDGI) dan BPJS Kesehatan Kabupaten Inhil.

“Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia (HKGMS) ini, tentunya sangat baik untuk diterapkan oleh para anak didik kita di kehidupan sehari-hari mereka,” tutur Matzen.

Selain itu, lanjut Matzen, melalui kegiatan tersebut juga dapat membantu Dinkes Inhil dalam pelaksanaan berbagai programnya di lapangan, khususnya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut.

“Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi setiap hari ini, juga termasuk dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang merupakan salah satu program prioritas di Dinkes Inhil,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan adanya demonstrasi dan praktek langsung pada kegiatan tersebut, tentu akan memberikan pengetahuan kepada anak didik tentang tata cara merawat dan menggosok gigi yang baik dan benar.

“Yang juga tak kalah pentingnya, menggosok gigi itu harus rutin dan teratur, yaitu di waktu sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur malam,” imbuhnya.(adi/adv)




Persiapan Puskesmas dan Labor Menuju BLUD, Jajaran Dinkes Inhil Lakukan Studi Komperatif dan Pembelajaran di Dinkes Sleman Jogjakarta

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang dipimpin DR Hj Alvi Furwanti Alwie melakukan studi komperatif dan pembelajaran Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan Dinkes Sleman, Jogjakarta, Kamis (19/3/2015).

Kedatangan rombongan yang terdiri dari Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD, Inspektorat, Bappeda, Bagian Keuangan, UPT Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) dan 17 Puskesmas di Kabupaten Inhil ini, disambut langsung oleh Kepala Dinkes Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, studi komperatif dan pembelajaran ini bertujuan, untuk mempersiapkan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Labkesda dan UPT Puskesmas menuju status BLUD.

“Ini juga dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Inhil,” tutur Alvi.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, studi komperatif dan pembelajaran tersebut dimaksudkan agar para aparatur dan tenaga kesehatan bisa lebih siap dan mampu, khususnya dalam penerapan pelayanan BLUD nantinya.

Untuk diketahui, studi komperatif dan pembelajaran yang akan dilaksanakan selama 2 hari ini, diawali dengan kunjungan ke Dinkes Sleman dan Puskesmas Melati 2 di Kecamatan Melati, yang sudah menyandang status BLUD penuh.

Puskesmas Melati 2 ini juga sudah memiliki dokter anak dan ruang perawatan, dengan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 17 tempat tidur.(adi/adv)