Dinkes Inhil Gelar Apel Gabungan Bersama Puskesmas
Prosesi Apel Gabungan di Dinkes Inhil sedang berlangsung
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar apel gabungan bersama sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah kerjanya, Senin (6/4/2015).
Apel gabungan yang rutin dilaksanakan pada minggu pertama setiap bulannya ini, dipusatkan di lapangan Kantor Dinkes Inhil, Jalan Kesehatan Tembilahan.
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes menjadi Pembina Apel Gabungan bersama Puskesmas
Bertindak sebagai Pembina Apel adalah Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes, sedangkan Pemimpin Apel adalah Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Dinkes, Feri Irawan, yang diikuti seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer di lingkungan Dinkes, Puskesmas Gajah Mada, Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Tembilahan Hulu.
Pembina Apel, Ridwan MKes dalam amanatnya mengingatkan kepada seluruh pegawai, untuk selalu meningkatkan disiplin kerja dan mempererat jalinan kesetiakawanan antar sesama, sesuai dengan Panca Prasetya Korpri.
“Mari kita saling mendukung dan bekerjasama, dalam upaya mensukseskan berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan langung dengan bidang kesehatan,” pesan mantan Kabag Humas Setdakab Inhil ini.
Adapun para petugas apel lainnya, yakni Pembawa Acara, Hj Uliya, Perwira Upacara, Mauludi, Pembaca Do’a, Sudarto, Pembaca Pembukaan UUD 1945, Endang Heryono dan Pembaca Panca Prasetya Korpri, Erwan.(adi/adv)
Alvi : Kita Tidak Mau Ada Lagi Masyarakat Inhil Yang Dipasung
“Pemasungan Termasuk Pelanggaran HAM”
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyatakan bahwa apa yang telah dicapai oleh Puskesmas Pembantu (Pustu) Bakau Aceh, Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah dalam penanganan pasien dengan gangguan kesehatan merupakan modal awal keberhasilan dan patut menjadi contoh bagi yang lain, khususnya dalam mendukung dan mensukseskan Program Inhil Bebas Pasung tahun 2017.
“Kita bertekad dan berusaha semaksimal mungkin, supaya penuntasan pasung di Inhil bisa terwujud. Kita tidak mau ada lagi masyarakat yang dipasung,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.
Dijelaskan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, pihaknya hanya ingin menolong masyarakat, karena pasung juga termasuk dalam salah satu pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM).
“Jadi, kita tidak mau nantinya terjadi tindak pidana yang bisa merugikan masyarakat disebabkan ketidaktahuan mereka, karena peran pemerintah disini bukan hanya untuk melakukan pengobatan terhadap para pasien, tapi juga melindungi masyarakat dengan program yang sebenarnya merupakan amanah dari Undang-undang,” tambahnya.
Oleh karena itu, mewujudkan Inhil Bebas Pasung tahun 2017 bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan kerjasama serta dukungan dari seluruh lintas sektor, seperti di RSUD Puri Husada Tembilahan, yang rencanananya pada tahun 2016 mendatang akan dibangun ruang rawat inap jiwa.
Dengan begitu, lanjut Alvi, proses pelaksanaan pasung dalam arti kata bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan kejiwaan berat bisa diinapkan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru, Provinsi Riau.
“Tapi nantinya, untuk pengembalian mereka (pasien, red) ke masyarakat membutuhkan peran serta tenaga kesehatan kita di lapangan, sebagai pendamping pasien dalam memberikan pengobatan secara berkelanjutan,” imbuhnya.(adi/adv)
Menuju Inhil Bebas Pasung 2017, Sejumlah Pasien Gangguan Kejiwaan Sudah Mulai Kembali Berbaur di Masyarakat
Gbr Ilustrasi
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perlahan namun pasti, Program Indragiri Hilir (Inhil) Bebas Pasung tahun 2017 yang telah dicanangkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) beberapa waktu lalu menunjukan perkembangan dan kemajuan yang cukup mengembirakan.
Pasalnya, sejumlah pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan yang terdata oleh para petugas medis di lapangan sudah mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, hingga bisa kembali berbaur di tengah-tengah masyarakat, dimana sebelumnya mereka hanya dipasung dan jauh dari keramaian.
Seperti pengakuan Sopianto, Kepala Pustu Bakau Aceh, Wilayah Kerja Pustu Batang Tumu, Kecamatan Mandah saat berbincang dengan detikriau.org. Menurutnya, setelah dilakukan penjaringan di wilayah kerjanya, ditemukan ada 2 pasien yang mengalami gangguan kesehatan kejiwaan.
“Mereka adalah Pak Rus, yang sudah dipasung selama 20 tahun dan Ibu Ner, yang dipasung sekitar 3 tahun,” tutur Sopianto saat ditemui di Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan, kemarin.
Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif dari tenaga medis, lanjut Sopianto, akhirnya Ibu Ner sudah bisa berbaur kembali ke masyarakat, seperti pergi ke pasar sendiri, bisa melakukan pekerjaan rumah, serta mampu berkomunikasi dengan pihak keluarga dan masyarakat.
“Begitu juga dengan Pak Rus, yang pertama kali ingin diberikan tindakan injeksi atau suntikan mengamuk, tapi setelah seminggu suntikan pertama dan diberikan obat secara rutin setiap malam, kini sudah mau dan dengan keinginan sendiri minta disuntik, serta bisa berkomunikasi secara kooperatif,” terangnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyatakan bahwa apa yang telah dicapai Pustu Bakau Aceh ini merupakan modal awal keberhasilan dan patut menjadi contoh bagi yang lainnya terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan.
“Kita bertekad dan berusaha semaksimal mungkin, supaya penuntasan pasung di Inhil bisa terwujud. Kita tidak mau lagi ada masyarakat yang dipasung,” imbuhnya.(adi/adv)
Meski UGD 24 Jam Belum Maksimal, Alvi Harap Penanganan Gawat Darurat di Puskesmas Tidak Terkendala
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi saat melakukan sidak ke Puskesmas Tembilahan Hulu
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie berharap agar penanganan kondisi kegawatdaruratan di seluruh Puskesmas tidak mengalami kendala.
Hal itu disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Puskesmas Tembilahan Hulu, kemarin.
Diakui Alvi, meskipun Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam sudah diterapkan di seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit, namun masih ada beberapa Puskesmas yang belum maksimal dalam pelaksanaannya.
“Kondisi kurang maksimalnya penerapan UGD 24 jam ini, dikarenakan masih minimnya fasilitas kesehatan yang ada di sejumlah wilayah kerja Puskesmas setempat,” tutur Alvi.
Kendati demikian, ia menyatakan akan tetap melakukan upaya semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat setempat, baik untuk penanganan kondisi kegawatdaruratan di tempat maupun untuk rujukan.
“Yang jelas, kita berkomitmen untuk mewujudkan Inhil Sehat, sesuai dengan spirit baru menuju kabupaten yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” imbuhnya.
Turut mendampingi Kepala Dinkes Inhil saat itu, Kepala Bidang PPSDK, Rahmi Indrasuri SKm, MKl, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Azri SSi Apt, serta Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan, SE. MSi.(adi/adv)
Kadinkes Inhil Pinta Aparatur Tingkatkan Disiplin dan Kualitas Kerja
“Sidak Sekaligus Apel Pagi di Puskesmas Tembilahan Hulu”
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi saat melakukan sidak ke Puskesmas Tembilahan Hulu
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh aparatur dan tenaga medis yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk lebih meningkatkan disiplin dan kualitas kerja terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinan Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Purwanti Alwie usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus apel pagi bersama di Puskesmas Tembilahan Hulu, Kamis (2/4/2015).
“Secara reguler, dinas memang harus mendatangi unit-unit layanan terkait dengan pembinaan, karena kami menyadari pelayanan di Puskesmas tidak terlepas dari sikap kerjasama dan apresiasi dari pihak jajaran kesehatan di lapangan, baik itu di Puskesmas maupun di Puskesmas Pembantu (Pustu),” tutur Alvi.
Oleh karena itu, pada sidak kali ini lebih ditekankan tentang kedisiplinan petugas. Apalagi, saat apel berlangsung, pegawai dan petugas yang mengikuti kegiatan rutin tersebut cukup ramai, hanya beberapa orang saja yang tidak hadir.
“Saya berterima kasih kepada pimpinan Puskesmas, dan saya berharap kedepannya setiap pegawai dan petugas tetap dapat menjalankan aturan sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.
Sementara itu, bagi pegawai maupun petugas yang tidak disiplin, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, maka sesuai dengan PP 53 tahun 2010 pihaknya akan melakukan pembinaan secara bertahap, baik melalui lisan maupun tulisan.
“Setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan untuk melakukan apel, dan sebagai pegawai kita tidak dibenarkan untuk mengemukakan berbagai alasan apapun, karena hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban sebagai PNS,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinkes Inhil, Azri menjelaskan bahwa sikap disiplin merupakan hal yang vital dan pokok dalam bekerja.
“Jadi, bagi mereka yang hari ini tidak mengikuti apel pagi dan tidak disiplin, kedepannya akan kami panggil untuk diberikan pembinaan bertahap dan lebih lanjut tentang kedisiplinan pegawai. Pasalnya, kehadiran pegawai merupakan langkah dasar untuk memberikan pelayanan terbaik,” terangnya.
Kemudian, Azri juga mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) No 15 tahun 2011, setiap pegawai yang tidak mengikuti apel pagi sebanyak satu kali maka pegawai yang bersangkutan dikenakan sangsi berupa di potongnya uang tunjangan kesra sebesar 2 persen.
“Rata-rata tunjangan kesra di Kabupaten Inhil perbulannya adalah sebesar Rp.800.000, jika mereka tidak mengikuti sekali apel pagi maka tunjangan tersebut akan dipotong sebesar Rp.16.000. Hal ini berlaku bagi seluruh pegawai Puskesmas maupun pegawai di dinas,” imbuhnya.(adi/adv)
Dinkes Komit Bangun Kesehatan Masyarakat Inhil
kadinkes Inhil, Hj Alvi Furwanti
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berkomitmen, untuk membangun kesehatan masyarakat di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi. Menurutnya hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Inhil sehat, sesuai dengan spirit baru menuju kabupaten yang maju, bermarwah dan bermartabat.
Dikatakan Alvi, gambaran masyarakat Kabupaten Inhil di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan sehat, dengan meningkatkan perilaku hidup bersih, nyaman, aman dan sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.
“Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dan terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” tutur Alvi.
Adapun strategi pembangunan kesehatan yang diterapkan di Kabupaten Inhil, diantaranya dengan menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, dengan menyediakan dan pemerataan SDM kesehatan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta meningkatkan pembiayaan kesehatan.
“Output yang kita harapkan nantinya adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal dan mampu mengatasi permasalahan secara mandiri,” terangnya.(adi/adv)