Kadinkes Imbau Masyarakat Lapor Jika Ada Warga yang Dipasung

“Menuju Inhil Bebas Pasung 2017”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk segera melapor ke petugas kesehatan terdekat apabila mengetahui atau menjumpai orang dengan penyakit gangguan kejiwaan yang dipasung.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi dalam upaya mendukung dan mensukseskan program Inhil Bebas Pasung 2017, yang telah dicanangkan oleh Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, jika ada masyarakat yang salah satu keluarganya mengalami gangguan kesehatan kejiwaan dan dipasung, hendaknya dapat segera mendatangi petugas kesehatan, untuk meminta pelayanan kesehatan bagi pasien tersebut.

“Jangan takut datang ke petugas kesehatan, karena persoalan kejiwaan ini mulai dari yang ringan sampai yang berat. Kadang-kadang karena ketidaktahuan kita, justru yang ringan diperlakukan sama dengan kejiwaan yang berat, sehingga mereka semakin stres,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini sangat mengharapkan kerjasama dan dukungan dari seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit, untuk memberikan jaminan dan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada siapapun juga tanpa mengenal perbedaan.

“Marilah sama-sama kita membantu mereka (pasien gangguan kejiwaan, red), untuk kembali sehat atau menuju sehat dan bisa berbaur serta bersosialisasi kembali dengan masyarakat sekitar,” imbuhnya.(adi/adv)




Diikuti 65 Ibu Hamil, Puskesmas Kempas Jaya dan Pengalihan Enok Lakukan Pemeriksanaan HIV AIDS

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puskesmas Kempas Jaya bekerjasama dengan Puskesmas Pengalihan Enok melakukan pemeriksaan HIV AIDS khusus bagi ibu hamil, kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Kempas Jaya ini, diikuti sebanyak 65 ibu hamil di daerah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seminar pentingnya nutrisi di masa hamil dan menyusui, yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Dari 210 ibu hamil yang terdata, hanya sebanyak 65 ibu hamil yang mau dan bersedia memeriksakan dirinya serta mengikuti tes ini,” tutur Munziarni.

image-1Dijelaskan Munziarni, tujuan pemeriksaan tersebut disamping untuk mendata dan menjaring jumlah ibu hamil, juga untuk mengetahui apakah kehamilan tersebut sehat dan tidak tertular berbagai penyakit berbahaya, seperti HIV AIDS.

“Jika kita mengetahui adanya penularan pengakit itu pada ibu hamil, maka bisa dilakukan penanganan dan pengobatan sejak dini,” terangnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak malu dan takut memeriksakan dirinya ke tempat-tempat pelayanan kesehatan. (adi/adv)




Persiapan Implemenasi PPK-BLUD di Puskesmas, Dinkes Inhil Lakukan Kuker ke Dinkes Dumai

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Dinkes Kota Dumai, Provinsi Riau, Rabu (8/4/2015).

Menurut Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, kunjungan ini bertujuan untuk belajar dari Dinkes Kota Dumai, tentang bagaimana mempersiapkan dan mengimplementasikan PPK-BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan-Badan Layanan Umum Daerah) di Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil.

image-2Sebelumnya Dinkes Inhil juga telah mengunjungi Kabupaten Sleman, Yogyakarta, namun karena dalam menerapkan PPK-BLUD di Puskesmas ini bukanlah perkara yang gampang maka Dinkes Inhil menganggap perlunya dilakukan kunjungan ke Dinkes Dumai mengingat sejak awal tahun 2015 ini, seluruh Puskesmas yang ada di Kota Dumai sudah menerapkan PPK-BLUD.

“Karena ingin belajar tentang aturan, regulasi makanya kami datang langsung ke Dumai sehingga nantinya kami bisa melakukan persiapan PPK-BLUD didaerah kami,” tutur wanita yang akrab disapa Alvi ini.

Tentu saja dengan kunjungan ini Dinkes Dumai bisa membantu Dinkes Inhil baik dari segi informasi maupun dokumen yang dibutuhkan untuk penerapan PPK-BLUD Puskesmas mengingat di Kabupaten Inhil terdapat 27 Puskesmas, 152 Pustu dan 75 Puskesdes yang tersebar di 20 Kecamatan.

“Makanya, dikunjungan ini saya juga mengajak staf agar mereka lebih termotivasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Dumai, H Paisal menyatakan sangat menyambut baik kunjungan Dinkes Inhil ini, karena ada banyak informasi yang bisa di sharing melalui kegiatan ini.

“Pada intinya kami (Dinkes-red) sangat terbuka jika ada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota lainnya yang ingin belajar bagaimana menerapkan PPK-BLUD dan melihat sejauh mana perkembangan PPK-BLUD Puskesmas yang ada di Kota Dumai yang diawal tahun ini sudah diterapkan. yang paling penting dalam penerapannya dibutuhkan komitmen bersama,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan rombongan Dinkes Inhil mengunjungi Puskesmas Dumai Kota.(adi/adv)




Penyembuhan Pasien Dengan Gangguan Kejiwaan, Alvi Harap Pasokan Obat Dari Kemenkes Tidak Terputus

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti berharap agar ketersediaan dan pasokan obat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) tidak terpurus.

Permintaan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, karena mengingat obat merupakan salah satu faktor pendukung dalam upaya penanganan dan penyembuhan pasien yang mengalami sakit gangguan kesehatan kejiwaan.

Untuk itu, lanjut Alvi, pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap kebutuhan obat penyakit gangguan kesehatan kejiwaan di seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit.

“Kita berharap mudah-mudahan obat ini tidak terputus, karena obat ini di droping dari Kemenkes melalui Dinkes Provinsi Riau,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Kendati demikian, Alvi menyatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha dan mengupayakan ketersediaan obat tersebut, sehingg pasokan obat di seluruh Puskesmas tidak terputus.

“Selain faktor obat, juga sangat dibutuhkan tenaga kesehatan yang terampil dalam penanganan pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan ini,” terangnya.

Oleh karena itu, Alvi mengimbau kepada seluruh tenaga kesehaan yang ada di seluruh Puskesmas, untuk turut mendukung dan mensukseskan Program Inhil Bebas Pasung Tahun 2017.

“Semoga ke depan tidak ada lagi kita jumpai pasien dengan gangguan kesehatan kejiwaan yang dipasung, baik oleh pihak keluarga maupun masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)




Sekaligus Pemeriksaan USG, 190 Ibu Hamil di Enok Ikuti Seminar Pentingnya Nutrisi di Masa Hamil dan Menyusui

image-1ENOK (detikriau.org) – Sebanyak 190 ibu hamil yang ada di Kecamatan Enok dan di lingkungan Puskesmas Sungai Salak mengikuti seminar pentingnya nutrisi di masa hamil dan menyusui, Senin (6/4/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan sekaligus pemeriksaan USG ini, ditaja oleh Puskesmas Pengalihan Enok bekerjasama dengan bidan koordinator, Puskesmas Enok dan Sungai Salak, Camat, TP PKK, Luran dan Kepala Desa, serta PT Kalbe Farma dan masyarakat setempat.

Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan derajat kesehatan, khususnya bagi para ibu hamil dan menyusui.

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semua kesehatan ibu hamil dapat dipantau dan mereka mendptkan informasi yang berkaitan dengan gizi,” tutur Munziarni.

Selain itu, melalui kegiatan ini akan terdata berapa sesungguhnya jumlah ibu hamil di daerah setempat, yang nantinya harus melahirkan ke tenaga kesehatan dan di fasilitas kesehatan.

Selanjutnya, Munziarni juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh lintas sektor terkait dan mitra kerja, yang sudah mendukung hingga terlaksananya kegiatan tersebut dan diharapkan kedepannya kerjasama ini tetap terjalin dengan baik.

“Kami juga sangat berharap agar kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh Puskesmas Pengalihan Enok saja, tetapi seluruh Puskesmas di Inhil, dengan membuat inovasi dalam pelaksanaan program kesehatan, sehingga dapat meningkatkan pencapaian target program kesehatan di daerah ini,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Inhil Gelar Apel Gabungan Bersama Puskesmas

Prosesi Apel Gabungan di Dinkes Inhil sedang berlangsung
Prosesi Apel Gabungan di Dinkes Inhil sedang berlangsung

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar apel gabungan bersama sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah kerjanya, Senin (6/4/2015).

Apel gabungan yang rutin dilaksanakan pada minggu pertama setiap bulannya ini, dipusatkan di lapangan Kantor Dinkes Inhil, Jalan Kesehatan Tembilahan.

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes menjadi Pembina Apel Gabungan bersama Puskesmas
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes menjadi Pembina Apel Gabungan bersama Puskesmas

Bertindak sebagai Pembina Apel  adalah Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes, sedangkan Pemimpin Apel adalah Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Dinkes, Feri Irawan, yang diikuti seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer di lingkungan Dinkes, Puskesmas Gajah Mada, Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Tembilahan Hulu.

Pembina Apel, Ridwan MKes dalam amanatnya mengingatkan kepada seluruh pegawai, untuk selalu meningkatkan disiplin kerja dan mempererat jalinan kesetiakawanan antar sesama, sesuai dengan Panca Prasetya Korpri.

“Mari kita saling mendukung dan bekerjasama, dalam upaya mensukseskan berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan langung dengan bidang kesehatan,” pesan mantan Kabag Humas Setdakab Inhil ini.

Adapun para petugas apel lainnya, yakni Pembawa Acara, Hj Uliya, Perwira Upacara, Mauludi, Pembaca Do’a, Sudarto, Pembaca Pembukaan UUD 1945, Endang Heryono dan Pembaca Panca Prasetya Korpri, Erwan.(adi/adv)