Buka RAT 2015, Alvi Minta Pengurus KPRI Husada Tembilahan Evaluasi dan Perbaiki Kinerja

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Husada Tembilahan diminta, untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, guna memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kinerja di masa mendatang.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2015 KPRI Husada Tembilahan, Kamis (16/4/2015).

RAT yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan PKM, Dewan Pengawas, Ketua KPRI Husada Tembilahan dan jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinkes Inhil.

Perwakilan pengurus KPRI Husada Tembilahan melakukan penandatanganan tata tertib RAT
Perwakilan pengurus KPRI Husada Tembilahan melakukan penandatanganan tata tertib RAT

Dikatakan Alvi, RAT ini merupakan momentum bagi para pengurus KPRI Husada Tembilahan, untuk mengevaluasi seluruh program yang telah dilaksanakan di tahun sebelumnya, sehingga bisa diketahui apa saja yang menjadi kendala dan kekurangan saat penerapannya di lapangan.

“Kemudian, baru dicari solusi dan jalan keluarnya secara bersama-sama, dalam upaya memperbaiki kinerja para pengurus,” tutur Alvi.

Apalagi, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, KPRI Husada Tembilahan termasuk salah satu koperasi terbesar di Negeri Seribu Parit, sehingga diharapkan apapun yang dilaksanakan bisa memperoleh hasil yang terbaik.

“Ke depan, saya harapkan para pengurus dapat membuat program dan kegiatan yang lebih baik lagi, dengan capaian hasil yang maksimal, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan para anggota,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Inhil Gelar Sosialisasi STBM Bagi Aparatur di Puskesmas

Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan
Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi aparatur di seluruh Puskesmas di Negeri Seribu Parit, Selasa (14/4/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan ini, diikuti sebanyak 54 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas dan pemegang program kesehatan lingkungan di 27 Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM, MM mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi STBM tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia (RI) nomor 3 tahun 2014.

“Tujuannya, untuk meningkatkan akses air bersih dan air minum, serta sanitasi pada jamban keluarga,” tutur Herman Mahat.

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Inhil, Herman Mahat SKM, MM menyampaikan materi sosialisasi
Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Inhil, Herman Mahat SKM, MM menyampaikan materi sosialisasi

Apalagi, lanjut Herman Mahat, jika dilihat dari skala nasional, di Bumi Sri Gemilang ini pencapaian sanitasi masih cukup rendah, yakni mencapai sekitar 50 persen, sehingga penyebaran berbagai penyakit, seperti penyakit diare sangat banyak ditemukan, khususnya di daerah yang berdekatan dan memiliki akses langsung dengan perairan atau sungai.

“Hasil dari sosialisasi ini, kita harapkan bisa diteruskan oleh aparatur di Puskesmas ke jajarannya di setiap desa, sehingga kondisi sanitasi masyarakat sekitarnya bisa semakin meningkat dan lebih baik, yang ke depannya tidak ada lagi ditemukan masyarakat yang membuat jamban keluarga di pinggiran sungai,” imbuhnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Riau, Dewani SKm, Mkes dan Koordinator Fasilitator Dinkes Provinsi Riau, Agus Suprianto SKm.(adi/adv)




Wujudkan PHBS di Rumah Tangga, Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Lakukan 10 Perilaku Ini

Kasi Promkes Dinkes Inhil
Kasi Promkes Dinkes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemaren.

Dikatakan, setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan, dengan tujuan memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

“PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mencapai dan mewujudkan rumah tangga yang ber-PHBS,” tutur Fitri.

Dijelaskan, rumah tangga ber-PHBS adalah rumah tangga yang melaksanakan 10 PHBS di rumah tangga, yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberibayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, serta mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.

“Selanjutnya, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah sekali seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah,” terangnya.

Adapun manfaat rumah tangga ber-PHBS bagi rumah tangga diantaranya, setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit, anak tumbuh sehat dan cerdas, anggota keluarga giat bekerja, serta pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha, guna menambah pendapatan keluarga.

Sedangkan manfaatnya bagi masyarakat, yaitu masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-msalah kesehatan, memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, serta masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM), seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulance desa dan lain-lain.(adi/adv)




Kadiskes : Pustu Barometer Pelayanan Terdekat Bagi Masyarakat

dsc_0213TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di seluruh wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menjadi prioritas, untuk lebih dimaksimalkan peranannya di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, pihaknya ingin seluruh Pustu yang saat ini secara fisik bangunannya sudah mencapai 154 Pustu itu dapat benar-benar mendukung dan menunjang penyediaan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Kami mau Pustu menjadi barometer untuk pelayanan terdekat bagi masyarakat. Ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah, karena perlu komitmen bersama antar seluruh pihak terkait,” terangnya.

Dijelaskan Alvi, tekad itu akan didukung 100 persen dengan penguatan perencanaan serta pemahaman terhadap aturan dan sinkronisasi antar program, yang kedepannya diharapkan bukannya hanya capaian program yang terjadi, tetapi adalah efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan anggaran, untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Inhil.

“Salah satu mungkin yang perlu kita sikapi dengan bijak, misalnya kita bertekad di tahun 2017 nanti Inhil bebas pasung. Itulah diantaranya contoh perbaikan konprehensif untuk kesehatan, yang kami sudah mulai tata sejak RPJMD dan draft Rensra kita di pemerintahan yang baru ini,” imbuhnya.(adi)




Tahun Ini, Dinkes Inhil Benahi Bangunan dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun anggaran 2015 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan pembenahan terhadap kondisi bangunan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Hulu, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, dalam upaya menyediakan pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit, maka berbagai permasalahan yang ada di Puskesmas, seperti masih banyaknya kondisi bagunan yang kurang baik harus diperbaiki dan dituntaskan sesegera mungkin.

“Dalam waktu dekat ini, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan dan peningkatan pembangunan fisik Puskesmas, misalnya yang sebelumnya ruangan itu digunakan untuk non rawat inap, kami tingkatkan menjadi ruang inap,” tutur Alvi.

Langkah tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat terutama para pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Dengan begitu, kita harapkan mudah-mudahan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat dapat tercapai,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Inhil Tingkatkan Pengembangan Tenaga Laboratorium Puskesmas

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan peningkatan pengembangan tenaga laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Inhil.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Inhil Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kabid Pembinaan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan (PPSKD), Rahmi Indrasuri saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (11/4/2015), kegiatan peningkatan pengembangan tenaga laboratorium Puskesmas ini berlangsung selama 10 hari.

“Kegiatan ini dilakukan selama 10 hari terhitung mulai tanggal 6 April kemaren dan diikuti sebanyak 27 Puskesmas se-Kabupaten Inhil,” kata Rahmi.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilakukannya yang bertujuan untuk menegakkan diagnose penyakit terapi dari dokter dengan pemeriksaan laboratorium dasar tersebut.

Ia menyampaikan, kegiatan perdana itu merupakan salah satu inisiatif Dinkes Inhil untuk mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di berbagai Puskesmas dan jaringannya. Dengan harapan, kedepan bisa lebih dimaksimalkannya.

“Harapan saya kedepan kegiatan ini dapat berlanjut dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Inhil khususnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, peningkatakan pengembangan laboratorium ini Dinkes Inhil menghadirkan dua narasumber sebagai pelatih selama 10 hari yakni Hj Ngatini dan dr Wilfred Spk yang merupakan ahli laboratorium tingkat Provinsi. Selain itu, juga dihadirkannya satu pelatih ahli laboratorium kesehatan ditingkat Kabupaten dari Dinkes itu sendiri.(mirwan/adv)