Alvi Minta Pengurus SBH di Kecamatan Jadi Pelopor Gerakan Kesehatan Lingkungan

Wakil Ketua Kwarcab Inhil, DR Hj Alvi Purwanti Alwie melantik Mabiran Kecamatan Tempuling
Wakil Ketua Kwarcab Inhil, DR Hj Alvi Purwanti Alwie melantik Mabiran Kecamatan Tempuling

TEMPULING (detikriau.org)– Seluruh pengurus Saka Bhakti Husada (SBH) yang telah terbentuk di wilayah kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk menjadi pelopor bagi gerakan kesehatan lingkungan dan masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Inhil Bidang Hubungan Masyarakat, DR Hj Alvi Furwanti Alwie usai melantik pengurus Kwaran Gerakan Pramuka Kecamatan Tempuling dan pengurus SBH Kecamatan Tempuling, Rabu (22/4/2015).

“Kader-kader Pramuka yang baru saja dilantik dalam SBH ini, terdiri dari kader-kader kesehatan yang ada di kecamatan setempat,” tutur Alvi didampingi Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Dinkes Inhil, Feri Irawan.

Untuk itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, karena membidangi masalah kesehatan, maka pengurus dan anggota SBH berperan penting dalam menyampaikan program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

“Memang ada banyak peranannya, sesuai dengan bidangnya masing-masing, tapi karena berasal dari kader-kader kesehatan, maka penekanan program yang dilaksanakan juga harus berkaitan dengan pada bidang kesehatan,” terang Alvi.

Selanjutnya, Alvi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil itu berharap, para kader yang telah dilantik dapat merubah mindset masyarakat yang selama ini kurang cinta dan peduli terhadap lingkungan, sehingga menjadi masyarakat yang proaktif dalam kegiatan yang sifatnya mengarah pada kebersihan dan kesehatan.

“Segera mungkin susun program dan rencana kegiatan, supaya pramuka di kecamatan dapat eksis dan tampil di tengah-tengah masyarakat. Apalagi sesuai dengan arahan pimpinan, Inhil harus menjadi Kabupaten Pramuka,” pesan Alvi.

Adapun para pengurus SBH yang dilantik saat itu, ‎Ketua, Suryadarti AMD Keb, SE, Wakil Ketua, dr Yoga Setia Kurniawan dan Sekretaris Azmir SKM.(adi/adv)




Dipusatkan di Lapangan Kantor Dinkes Inhil, Program Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia Resmi Dicanangkan

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah memukul gong tanda dicanangkannya program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia tahun 2015-2019 di Inhil
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah memukul gong tanda dicanangkannya program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia tahun 2015-2019 di Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia tahun 2015-2019 resmi dicanangkan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia, Selasa (21/4/2015).

Untuk Kabupaten Inhil, prosesi pencanangan yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Jalan M Boya Tembilahan, dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK, Hj Zulaikhah, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Tampak hadir saat itu, Bupati Inhil, HM Wardan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pejabat eselon, Camat dan pengurus organisasi wanita di Kabupaten Inhil.

Bupati Wardan dalam sambutannya mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama kaum perempuan di Negeri Seribu Parit, untuk berkonsultasi dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks ini di pusat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas.

Selanjutnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga menginstruksikan kepada pemerintah kecamatan, untuk melakukan dan memberikan sosialisasi yang intensif di wilayah kerjanya masing-masing, sehingga masyarakat bisa mengetahui dan memahami bahaya dari penyakit kanker serviks ini.

“Kepada dinas dan instansi terkait, diharapkan melakukan pendataan setiap tahun serta menyediakan anggarannya, supaya setelah diketahui bisa secepatnya dilakukan penanganan terhadap penderita penyakit tersebut,” tutur Bupati Wardan.

Senada dengan itu, Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi menjelaskan, dengan telah dicanangkannya program tersebut, maka pelaksanaannya akan berlangsung selama 5 tahun ke depan, dengan sasaran wanita yang rawan terinfeksi kanker serviks.

“Yang kita layani nantinya, adalah mereka yang termasuk dalam Program Jamkesda dan BPJS. Dimana, pelayanannya dipusatkan di UPT Puskesmas Gajah Mada,” terang Alvi.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan ke depan, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, yaitu menemukan, mengobati dan melakukan pendataan terhadap para pasien dan penderita penyakit ini, untuk kemudian dilaporkan ketingkat yang lebih tinggi.

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah menyatakan sangat menyambut baik pencanangan program tersebut, apalagi kanker serviks ini merupakan salah satu penyakit terganas dan termasuk dalam peringkat kedua penyakit yang mematikan setelah kanker payudara.

Oleh karena itu, kaum perempuan harus menyadari betul bahaya penyakit ini, agar mau melakukan konsultasi dan deteksi dini di pusat pelayanan kesehatan yang ada, sehingga dapat ditangani sedini mungkin oleh petugas kesehatan.

“Ke depan, kita bekerjasama dengan seluruh pihak terkait akan menentukan langkah dan kebijakan dalam pelaksanaan program ini di lapangan, seperti dengan melakukan sosialisasi dan pendataan, khususnya bagi masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemutaran jingle Insfeksi Visual Asam Asetat atau IVA, penyerahan IVA KIT, sosialisasi tentang deteksi dini kanker serviks dari perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Inhil dan peninjauan ke lokasi pelaksanaan langsung deteksi kanker di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan. (adi/adv)




Dinkes Inhil Gelar Sosialisasi Zonosis Bagi Aparatur di Puskesmas

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi zonosis bagi aparatur yang ada di lingkungan Puskesmas se-Kabupaten Inhil, Senin (20/4/2015).

Sosialisasi yang dilaksanakan di aula Wisma Indah Sari Tembilahan ini, diikuti seluruh penanggung jawab program di 27 Puskesmas yang tersebar di Negeri Seribu Parit, dengan menghadirkan narasumber dari perwakilan Dinkes Provinsi Riau.

image-1Ketua Panitia Pelaksana, Zainuddin SKM menjelaskan, sosialisasi itu bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan para peserta, khususnya tentang pencegahan dan penanganan penyakit yang disebabkan oleh gigitan hewan, baik hewan liar maupun hewan peliharaan.

“Apalagi dari data yang kita terima, tahun ini sudah ada beberapa masyarakat di sejumlah daerah yang terkena gigitan hewan, seperti anjing,” tutur Zainuddin.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan berharap, dengan telah mengikuti sosialisasi ini, para peserta bisa mengetahui apa-apa saja yang harus dilakukan, jika di wilayah kerjanya ditemukan korban dengan gigitan hewan.

“Jika mengetahui adanya kasus gigitan hewan terhadap manusia, maka segera laporkan secara langsung kepada pemegang dan penanggung jawab di Dinkes, guna mengantisipasi sejak dini terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan,” kata Saut.

Selanjutnya, para peserta juga diharapkan dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya benar-benar bermanfaat dan bisa diterapkan secara maksimal di lapangan.

“Mari sama-sama kita berjuang meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)




Pelayanan Kesehatan Dasar Secara Gratis, Alvi Sebut Perlu Dilakukan Pembinaan dan Kontrol

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sesuai dengan Peraturan Daerah yang ada, pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dapat diperoleh secara gratis.

Hal itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, perlu dilakukan pembinaan dan pengontrolan, sehingga menjadi suatu ruang kerja yang nyaman, baik bagi petugas di lapangan maupun di jajaran di Dinkes.

“Saya berharap semua aturan yang telah ditetapkan ini, dapat berjalan dengan baik dan maksimal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Alvi saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Tembilahan Hulu, beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, semua petugas di lapangan akan merasa diperhatikan dan menyadari seluruh tanggung jawab yang telah dipercakan dan diamanahkan kepadanya.

“Jadi, kita di dinas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan, baik itu melalui tindakan maupun pelaksanaan berbagai peraturan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Alvi, masih banyak lagi yang akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pihaknya di Dinkes Inhil, baik terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum maupun penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

“Tapi jika kita semua bekerjasama dan saling mendukung, Insya Allah tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita ini, akan dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mencapai hasil yang maksimal,” imbuhnya.(adi/adv)




Tenaga Kesehatan Diminta Berikan Pelayanan Maksimal Bagi Masyarakat

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim dalam sebuah kegiatan belum lama ini
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim dalam sebuah kegiatan belum lama ini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk meningkatkan kinerjanya, salah satunya melalui penyediaan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretaris Dinas, Ridwan Ahim beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan, mengingat bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemkab Inhil ke depan, maka seluruh pihak terkait terutama tenaga kesehatan haruslah mampu bekerja dengan lebih optimal lagi, dalam upaya menyediakan layanan kesehatan yang layak dan baik bagi seluruh masyarakat.

Selanjutnya, mantan Kepala Bagian Humas Setdakab Inhil ini berpesan kepada seluruh jajaran di lingkungan Diskes, untuk terus menjalin kerjasama dengan seluruh lintas sektor dan mitra kerja agar program pembangunan di bidang kesehatan dapat berjalan dengan baik dan terarah, demi mencapai derajat kesehatan yang optimal menuju Kabupaten Inhil sehat.

“Terus lakukan koordinasi dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, karena kita ingin selain sebagai wadah menciptakan warga sehat, juga turut andil menjadi bagian yakni sebuah ikatan keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan yang baik dan maksimal,” imbuhnya.(adi/adv)




Tahun Ini, Dinkes Inhil Targetkan 1 Puskesmas 1 Desa Andalan Stop BAB Sembarangan

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2015 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menargetkan beberapa program prioritas yang harus bisa dicapai dan diwujudkan para aparatur dan tenaga kesehatan, diantaranya 1 Puskesmas 1 desa andalan yang stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Hermat Mahat SKm, MM saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Herman, nantinya itu akan diperlombakan dan diikuti oleh seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu, dalam upaya meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Bagi Puskesmas yang berhasil dan petugas yang mendapat nilai terbaik dalam lomba itu, akan kita berikan reward atau penghargaan. Itu semua untuk memberikan motivasi agar terus bekerja dengan baik dan maksimal,” tutur Herman.

Kebijakan ini, lanjut Herman, juga berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia (RI) nomor 3 tahun 2014, yang bisa dicapai melalui peningkatan akses sanitasi pada jamban keluarga.

Apalagi, jika dilihat dari skala nasional, di Bumi Sri Gemilang ini pencapaian sanitasi masih cukup rendah, yakni mencapai sekitar 50 persen, sehingga penyebaran berbagai penyakit, seperti penyakit diare sangat banyak ditemukan, khususnya di daerah yang berdekatan dan memiliki akses langsung dengan perairan atau sungai.

“Hasil dari sosialisasi ini, kita harapkan bisa diteruskan oleh aparatur di Puskesmas ke jajarannya di setiap desa, sehingga kondisi sanitasi masyarakat sekitarnya bisa semakin meningkat dan lebih baik, yang ke depannya tidak ada lagi ditemukan masyarakat yang membuat jamban keluarga di pinggiran sungai,” imbuhnya.(adi/adv)