Ini Dia 8 Tanda Bahaya Kehamilan Yang Harus Diketahui Para Ibu

Kasi Promkes Dinkes Inhil, Fitri Astuti
Kasi Promkes Dinkes Inhil, Fitri Astuti

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mempunyai keturunan atau anak adalah impian setiap keluarga, yang nantinya diharapkan dapat menjadi penerus garis keturunan. Kendati demikian, untuk mendapatkan seorang anak itu harus melalui berbagai proses yang cukup panjang, salah satunya masa kehamilan bagi kaum perempuan atau calon ibu.

Dimana, kondisi kehamilan ini harus benar-benar dijaga dan dirawat dengan baik oleh setiap pasangan, sehingga tidak menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar dan selamat.

Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh para ibu di masa kehamilan, diantaranya melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta mengantisipasi dan segera menangani tanda-tanda bahaya kehamilan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti, ada 8 tanda bahaya kehamilan yang harus diketahui oleh masyarakat terutama kaum ibu, yaitu :

 

  1. Ibu tidak mau makan dan muntah terus
  2. Berat badan ibu hamil tidak naik
  3. Bengkak tangan atau wajah, pusing dan dapat diikuti kejang
  4. Kelainan letak janin
  5. Pendarahan
  6. Gerakan janin berkurang atau tidak ada
  7. Ketuban pecah sebelum waktunya
  8. Penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan (penyakit jantung, anemia berat, TBC, malaria dan infeksi saluran kehamilan)

 

“Bila ada ibu hamil mengalami salah satu keluhan tersebut maka diharapkan dapat segera menghubungi bidan atau dokter, sehingga bisa secepatnya ditangani oleh tim medis,” kata Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, baru-baru ini diruang kerjanya.(adi/adv)




2016, 48 Ribu Peserta Jamkesda Akan Diintegrasikan ke BPJS

“Dibutuhkan Data Masyarakat Miskin Yang Valid dan Akurat”

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan baru-baru ini di Tembilahan.
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan baru-baru ini di Tembilahan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2016 mendatang, sebanyak 48.000 peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, di Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, saat ini jumlah peserta Jamkesda di Negeri Seribu Parit adalah sebanyak 120.000 orang. Dari keseluruhan jumlah tersebut, akan di data kembali siapa-siapa yang memang berhak mendapatkan bantuan di bidang pelayanan kesehatan.

“Tahun ini, Program Jamkesda kita akan berakhir dan selanjutnya diintegrasikan ke BPJS. Dari anggaran yang tersedia, kita hanya mampu menanggung iuran BPJS untuk 48 ribu orang, dari jumlah keseluruh peserta Jamkesda sebanyak 120 ribu orang,” tutur Alvi.

Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini berharap agar data masyarakat miskin yang diberikan oleh pihak kecamatan nantinya benar-benar valid, sehingga tidak ditemukan kendala dan permasalahan di kemudian hari.

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati kemarin, data masyarakat tidak mampu ini akan dikumpulkan oleh pihak kecamatan. Jadi, kita harapkan data tersebut memang akurat, sehingga bantuan yang kita salurkan nantinya bisa tepat sasaran,” terangnya.

Apalagi, lanjut Alvi, selain bantuan dari Pemda setempat, nantinya Kabupaten Inhil juga akan mendapat kucuran dana dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau, untuk membantu peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Bumi Sri Gemilang.

“Apabila kita tidak memiliki data yang benar dan valid, kita khawatirkan bantuan ini akan sulit dan bahkan tidak bisa disalurkan,” imbuhnya.(adi/adv)




Siswa SD Sederajat di Pengalihan Enok Diajak Lakukan 3 M Plus

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok diajak untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya masing-masing, dengan melakukan 3 M Plus.

Ajakan itu disampaikan Bidan Koordinator Pengalihan Enok, Ayu Leningsih SSt sempena pelaksanaan kegiatan pelatihan kader Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik), yang dipusatkan di Desa Pengalihan, kemarin

Kegiatan yang digelar oleh UPT Puskesmas Pengalihan ini, diikuti sejumlah siswa SD sederajat di daerah tersebut.

Dikatakan Ayu, seperti diketahui bahwa nyamuk merupakan pembawa berbagai penyakit berbahaya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria, yang juga bisa menyebabkan kematian bagi para penderitanya.

Oleh karena itu, penyebaran penyakit-penyakit ini harus dicegah dan diantisipasi sejak dini, salah satunya dengan cara memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk melalui pembasmian jentik-jentik nyamuk.

“Jadi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta, khususnya tentang cara memantau dan membasmi jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekolah dan rumah,” tutur Ayu.

Adapun cara untuk membasmi jentik-jentik nyamuk ini, dapat dilakukan dengan 3 M Plus, yakni Menguras dan Menutup tempat penampungan air, Membersihkan lingkungan sekitar dan Mengubur barang-barang bekas yang dapat menyebabkan munculnya genangan air, yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Kemudian, yang tak kalah pentingnya adalah menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air,” imbuhnya.(adi/adv)




UPT Puskesmas Pengalihan Enok Berikan Pelatihan Dokter Kecil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – UPT Puskesmas Pengalihan Enok menggelar kegiatan dan program penunjang kesehatan di bidang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yakni melalui pemberian pelatihan dokter kecil di wilayah kerjanya, kemarin.

Kegiatan yang diikuti perwakilan siswa SD 019, SD 25, SD 26, SD 33 dan MI Ar Rasyid Pengalihan Enok ini bertujuan untuk melatih para peserta agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, teman-teman, serta lingkungan sekolahnya masing-masing.

Kepala UPT Puskesmas Pengalihan Enok, Baihaqi mengatakan bahwa dokter kecil tersebut merupakan kader kesehatan yang ada di sekolah.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para dokter kecil dapat menyampaikan pesan kesehatan sesuai dengan materi yang disampaikan oleh narasumber,” tutur Baihaqi.

Dijelaskan Baihaqi, dokter kecil yang merupakan kader kesehatan ini tentunya akan sangat membantu dalam pelaksanaan berbagai kegiatan khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan di sekolah.

“Nantinya mereka juga akan terus dipantau oleh para petugas kesehatan yang ada di Puskesmas kita,” terangnya.

Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan dokter kecil tersebut, antara lain usaha kesehatan gigi dan mulut oleh drg Intan Puspita Sari, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di sekolah oleh dr Irene Purba, imunisasi bagi anak sekolah, Ayu Leningsih SSt, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Syamsinar, serta kesehatan lingkungan oleh Hendra Saputra.(adi/adv)




Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Gunakan Jamban Dengan Teknologi Tripikons

Terlihat sejumlah petugas sedang membuat sanitasi jamban dengan teknologi tripikons
Terlihat sejumlah petugas sedang membuat sanitasi jamban dengan teknologi tripikons

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk menggunakan jamban dengan teknologi tripikons.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat, SKM, MM dalam upaya meningkatkan kebersihan lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat di daerah pesisir.

Dikatakan Herman, cukup banyak kendala yang ditemui pihaknya dalam penerapan sanitasi keluarga yang bersih dan sehat, salah satunya yang berkaitan langsung dengan kondisi alam sekitar, seperti daerah rawa-rawa dan perairan.

“Kebanyakan masyarakat kita yang tinggal dan bermukim di pinggiran sungai belum atau tidak menggunakan teknologi penampungan tinja yang baik, sehingga kebiasaan mereka membuangnya langsung ke aliran sungai,” tutur Herman saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Inilah salah satu contoh sanitasi jamban dengan teknologi tripikons
Inilah salah satu contoh sanitasi jamban dengan teknologi tripikons

Oleh karena itu, untuk daerah pesisir di Negeri Seribu Parit ini, Dinkes Inhil coba menerapkan pembangunan dan penggunaan jamban dengan teknologi tripikon, yang dibuat dari pipa berbagai macam ukuran.

“Kita sudah buat contohnya sekitar 10 unit, ini untuk menstimulus masyarakat, sehingga mereka mau menerapkannya di lingkungan rumah masing-masing,” terangnya.

Apalagi, lanjut Herman, jamban dengan teknologi tripikons ini sudah pihaknya presentasikan hingga ke tingkat nasional. Dimana untuk Provinsi Riau, Kabupaten Inhil menjadi acuan terhadap pengembangan teknologi tersebut.

“Jadi, jangan ada lagi alasan masyarakat untuk tidak menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama di lingkungan rumah tangganya, karena asal ada kemauan, pasti semua itu bisa terwujud,” imbuhnya.(adi/adv)




Kadiskes Inhil Imbau Masyarakat Jalani Pola Hidup Sehat dan Jaga Kebersihan Lingkungan

perilaku hidup sehatTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan Inhil menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Firwanti Alwie dalam upaya mencegah dan mengantisipasi muculnya berbagai penyakit yang dapat menyerang kesehatan masyarakat.

Dikatakan Alvi, untuk mencapai hidup sehat itu ada faktor yang harus menjadi perhatian seluruh masyarakat, yakni faktor perilaku dan lingkungan.

“Faktor perilaku berhubungan langsung dengan pola hidup sehat dan bersih. Sedangkan faktor lingkungan, terkait dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal,” tutur Alvi baru-baru ini di Tembilahan

Oleh karena itu, untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, masyarakat diminta memperhatikan dua faktor tersebut, sehingga terhindar dari berbagai serangan penyakit.

“Marilah kita lakukan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, menuju Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)