Dinkes Inhil Lakukan Penilaian Posyandu Tingkat Kabupaten

Petugas dari Dinkes Inhil saat melakukan penilaian Posyandu Cermai TembilahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Indragiri Hilir (Inhil) melakukan penilaian Posyandu tingkat kabupaten di Posyandu Cermai, Jalan Trimas Tembilahan, Senin (11/5/2015).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini bertujuan untuk mencari Posyandu terbaik yang nantinya akan menjadi duta Kabupaten Inhil dalam mengikuti lomba Posyandu tingkat Provinsi Riau.

“Ini merupakan salah satu persiapan kita, supaya bisa meraih hasil yang maksimal seperti tahun 2014 lalu pada lomba Posyandu tingkat provinsi yakni mendapat juara satu,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi saat ditemui detikriau di ruang kerjanya, Senin (11/5/2015).

Petugas dari Dinkes Inhil foto bersama dengan pengurus dan kader Posyandu Cermai Tembilahan
Petugas dari Dinkes Inhil foto bersama dengan pengurus dan kader Posyandu Cermai Tembilahan

Adapun jumlah Posyandu yang sudah dan nantinya dinilai oleh Dinkes Inhil adalah berjumlah sebanyak 6 Posyandu yang tersebar di beberapa kecamatan di Negeri Seribu Parit.

“Dua Posyandu sudah kita nilai, yakni Posyandu di Kecamatan Concong dan Tembilahan. Jadi, yang belum tinggal Posyandu di Kecamatan Enok, Keritang, Sungai Batang dan Batang Tuaka,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen berharap agar Posyandu dan kader-kadernya dapat terus memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.

Apalagi seperti diketahui, keberadaan Posyandu ini merupakan hasil swadaya masyarakat, dikelola serta diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat.

“Mudah-mudahan, ke depan kader-kader Posyandu dapat terus meningkatkan kinerjanya, dalam rangka memberikan pelayanan dasar bagi masyarakat, seperti pelayanan kesehatan balita dan bayi, ibu hamil dan menyusui, pasangan usia subur dan pelayanan kesehatan lainnya,” imbuhnya.(adi/adv)




Ini Dia Efek Samping Rokok Mulai Dari Ujung Rambut Sampai Ujung Kaki

“WHO: Setiap 6,5 detik, Satu Nyawa Melayang Akibat Rokok”

bahaya-merokok3TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak untuk terus meningkatkan derajat kesehatannya melalui penerapan berbagai pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya dengan tidak atau berhenti merokok.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen MSi terkait dengan cukup banyaknya pengaruh buruk yang disebabkan oleh rokok, baik itu bagi perokok aktif maupun perokok pasif.

Dikatakan Matzen, berdasarkan keterangan dari World Health Organization (WHO), setiap 6,5 detik satu orang meninggal dunia karena rokok.

Apalagi, riset memperkirakan bahwa orang yang mulai merokok pada usia remaja dan terus-menerus merokok sampai 2 dekade atau lebih, akan meninggal 20-25 tahun lebih awal dari orang yang tidak pernah menyentuh rokok.

“Jadi, rokok ini bukan hanya menyebabkan penyakit kanker paru-paru dan jantung, tetapi juga berbagai masalah kesehatan yang serius lainnya,” tutur Matzen kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Adapun beberapa efek samping akibat rokok yang jarang dipublikasikan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dan harus diketahui oleh masyarakat terutama para perokok, diantaranya rambut rontok, katarak, kulit keriput, hilangnya pendengaran dan kanker kulit.

Selain itu, rokok juga bisa mempercepat karies atau beresiko kehilangan gigi 1,5 kali lipat, emphysema atau pelebaran dan rusaknya kantung udara pada paru-paru yang menurunkan kapasitasnya untuk menghisap dan melepaskan Co2, serta osteoporosisada atau hilangnya densitas tulang, sehingga tulang menjadi mudah patah/retak dan penyembuhannya 8 persen lebih lama.

Selanjutnya, bahaya lain yang bisa disebabkan oleh rokok adalah terserang penyakit jantung, tukak lambung, disklori jari-jari atau menimbulkan warna kuning dan kecoklatan pada kuku, serta kerusakan sperma yang bisa mengakibatkan infetilitas atau kemandulan.

“Mengingat berbagai dampak negatif dan bahaya dari penggunaan rokok ini, maka kami mengajak seluruh masyarakat, untuk menggapai hidup sehat tanpa merokok,” imbuhnya.(adi/adv)




2016, Kadiskes Alvi Maksimalkan Ketersediaan Obat dan Vitamin Bagi Masyarakat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2016 mendatang, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie akan lebih memaksimalkan ketersediaan berbagai jenis obat-obatan dan vitamin.

Langkah ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya para pasien yang akan berobat di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di seluruh wilayah Kabupaten Inhil.

“Tahun depan, kita harus lebih mengoptimalkan stok obat dan vitamanin bagi masyarakat,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, baru-baru ini

Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini berharap agar kebijakan tersebut tidak mengalami kendala dan permasalahan, sehingga bisa selesai tepat waktu dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

“Ini semua, untuk mendorong dan mendukung upaya kita dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” terangnya.

Adapun berbagai jenis obat dan vitamin yang akan dimaksimalkan pengadaannya, yakni yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pemerintah, seperti obat untuk penyakit TB Paru atau TBC, obat dan vitamin untuk ibu hamil, serta untuk penyakit-pemyakit lainnya.(adi/adv)




Dinkes Inhil Sosialisasikan Program TB Bagi Bidan Puskesmas

Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan saat memberikan materi tentang Program TB. Foto: Adi
Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan saat memberikan materi tentang Program TB. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi Program Tuberculosa (TB) bagi bidan Puskesmas se-Kabupaten Inhil, Jum’at (8/5/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula salah satu Wisma di Tembilahan ini diikuti sebanyak 27 peserta yang merupakan Bidan Koordinator di 27 Puskesmas di Negeri Seribu Parit.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan mengatakan, mengingat penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan TBC ini merupakan penyakit lama dan belum tuntas, maka setelah mendapatkan sosialisasi dan pemaparan dari pihak terkait, para peserta diharapkan dapat menyampaikan kepada seluruh bidan yang ada di wilayah kerjanya masing-masing.

“Saat ini, yang menjadi prioritas dan perhatian kami di Dinkes Inhil adalah terkait sudah resistennya obat untuk penyakit TB ini, sehingga banyak penderitanya tidak sembuh-sembuh,” tutur Saut.

Sejumlah peserta terlihat serius mengikuti sosialisasi Program TB
Sejumlah peserta terlihat serius mengikuti sosialisasi Program TB

Apalagi setelah dilakukan penelitian, ternyata obat-obatan yang dikonsumsi oleh para pasien tidak lagi mempan atau bahasa di kesehatannya Multi Drug Resisten. Karena itu, yang terpenting dan harus pasien lakukan adalah tidak lagi sembarangan menggunakan obat TB, serta tidak teratur dan tidak benar dalam mengkonsumsinya.

“Inilah yang ingin disampaikan kepada para Bidan, supaya mereka memahami dan bisa dilakukan deteksi dini terhadap penderitanya, sehingga pencegahan dan pengobatan penyakit TB bisa lebih cepat,” terangnya.

Terkait dengan penanganan para penderita TB ini, dijelaskan Saut bahwa pemerintah telah menyediakan obat-obatan secara gratis selama 6 bulan, yang dapat diperoleh di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil.

“Biasanya, dengan pemberian obat secara teratur selama 6 bulan, mudah-mudahan penyakit ini bisa disembuhkan. Jadi, bagi penderita yang mengalami batuk lebih dari 2 minggu tidak sembuh-sembuh dan tidak ada perubahan, hendaknya segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau dokter,” tambahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan diketahui ada indikasi ke arah penyakit TB ini, maka pasien akan diminta melakukan pemeriksaan dahak, guna mengetahui apakah yang bersangkutan harus diberikan pengobatan TB atau tidak.

“Sebenarnya program ini sudah lama, makanya perlu kita segarkan kembali kepada para petugas kesehatan, supaya mereka lebih aktif lagi di lapangan, dalam upaya mencegah dan menanggulangi penularan penyakit yang berbahaya ini sejak dini,” imbuhnya.(adi/adv)




Suhariani : Minimal Ada 1 Desa Siaga Aktif di Setiap Wilayah Kerja Puskesmas

Jajaran Dinkes Inhil saat melakukan pembinaan Desa Siaga Aktif di salah satu desa di Kabupaten Inhil
Jajaran Dinkes Inhil saat melakukan pembinaan Desa Siaga Aktif di salah satu desa di Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak seluruh pihak terkait, untuk turut mendukung dan bersama-sama mewujudkan Desa Siaga Aktif di wilayahnya masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan, Suhariani SKM saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2015).

Dikatakan Suhariani, Desa Siaga Aktif merupakan pengembangan dari Desa Siaga, yaitu desa yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar setiap harinya, baik melalui Poskesdes atau sarana kesehatan yang ada di daerah tersebut, seperti Pustu, Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya.

Jajaran Dinkes Inhil dan pihak pemerintah desa foto bersama usai pembinaan Desa Siaga AktifSelain itu, penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yang melaksanakan survailans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan, sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dengan terwujudnya Desa Siaga Aktif ini, kita harapkan masyarakat peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat,” tutur Suhariani.

Oleh karena itu, lanjut Suhariani, selain melakukan pembinaan langsung di lapangan, saat ini pihaknya juga akan menginventarisir dan melihat desa mana saja yang bisa ditunjuk sebagai Desa Siaga Aktif.

Apalagi, untuk ditetapkan sebagai Desa Siaga Aktif, harus didukung oleh seluruh elemen yang ada di daerah setempat, mulai dari Pemerintah Desa, Kader PKK dan masyarakat. Sedangkan, Dinkes Inhil hanya memfasilitasi di bidang kesehatannya saja.

“Target kita tahun ini, minimal ada 1 Desa Siaga Aktif di setiap wilayah kerja UPT Puskesmas,” terang Suhariani seraya menjelaskan bahwa saat ini terdapat sebanyak 26 UPT Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Negeri Seribu Parit.(adi/adv)




Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Pendampingan Tata Kelola Dana Kapitasi JKN

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat menyampaikan paparan materinya kepada para peserta
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat menyampaikan paparan materinya kepada para peserta

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan pendampingan tata kelola dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Rabu (6/5/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Wisma Indah Sari Tembilahan ini diikuti 50 peserta, yang terdiri dari 25 Kepala Puskesmas dan 25 Bendahara JKN.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya berharap agar setelah mengikuti pertemuan ini, para peserta bisa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang telah didapatnya di tempat tugas masing-masing.

“Ke depan, saya harapkan adanya ketertiban dalam pencatatan dan pelaporan keuangan, baik itu pada pendapatan dan pengeluaran dana kapitasi JKN, yang setiap bulannya di laporkan ke Dinkes Inhil,” tutur Alvi.

Para peserta saat mendengarkan penyampaian materi dari narasumber
Para peserta saat mendengarkan penyampaian materi dari narasumber

Sementara itu, Panitia Pelaksana, drg Enni Kholisatun menjelaskan, pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada aparatur di Puskesmas, khususnya dalam pemanfaatan dana kapitasi JKN, sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan pertemuan ini, kita harapkan pengelolaan dana kapitasi JKN di setiap Puskesmas akan lebih tertib dan teratur, baik dari segi penganggaran, pemanfaatan dan pelaporannya,” terang Enni, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Jamkesmas Diskes Inhil.

Adapun narasumber dalam pertemuan pendampingan tata kelola dana kapitasi JKN tersebut, yakni dari perwakilan Bagian Keuangan dan Bagian Hukum Setda, serta Inspektorat Kabupaten Inhil.(adi/adv)