Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil dan Balita, Puskesmas Diminta Jalin Kerjasama Bersama Bikor

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk mempererat jalinan kerjasama bersama para Bidan Koordinator (Bikor) di wilayah kerjanya masing-masing.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya saat membuka salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, sangat dibutuhkan koordinasi yang baik antara UPT Puskesmas dengan Bikor, khususnya dalam menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat di Negeri Seribu Parit.

“Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antar kedua belah pihak, tentu upaya kita untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat akan bisa terwujud,” tutur Alvi.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, melalui hubungan yang harmonis tersebut, diharapkan seluruh program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

“Seperti salah satu program pemerintah yang sedang digalakan saat ini, yaitu peningkatan kesehatan ibu hamil dan balita, dalam upaya menciptakan generasi yang tangguh dan berkualitas,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Gelar Pertemuan Pemutakhiran Data Profil Kesehatan

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes memberikan sambutan.
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes memberikan sambutan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian menggelar pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan tahun 2015, Kamis (21/5/2015)

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Wijaya Kusuma Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini diikuti sebanyak 27 peserta, yang merupakan perwakilan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes dalam sambutannya saat membuka pertemuan mengatakan, data merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perencanaan, khususnya yang berkaitan langsung dengan program kesehatan masyarakat.

Para peserta mengikuti pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan tahun 2015

Para peserta mengikuti pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan
Para peserta mengikuti pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan

Oleh karena itu, setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan nantinya para peserta dapat bekerja dengan lebih serius dan maksimal dalam mengumpulkan dan menginput data. Apalagi, seperti diketahui bahwa data kesehatan ini tidak berbentuk statis, tetapi melainkan bergerak dinamis.

“Contohnya saja data kematian, tentu tidak akan tetap berjumlah 5 setiap bulannya, pasti ada naik atau turun, begitu juga dengan data-data lainnya,” tutur Ridwan.

Jadi, lanjut mantan Kepala Bagian Humas Setda Inhil ini, sangat penting memberikan penyegaran kembali kepada aparatur dan tenaga kesehatan, baik yang ada di Puskesmas maupun Dinkes Inhil, sehingga dapat terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ke depan, kita juga ingin agar Puskesmas lebih terbuka tentang data dan informasi kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar seluruh pihak terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan dan Pengendalian Dinkes Inhil, Edi Irawan SKM menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan, untuk menggambarkan secara umum situasi, kondisi dan keadaan di Negeri Seribu Parit, khususnya di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan, untuk mengevaluasi sejauhmana capaian dan hasil dari program yang selama ini kita berikan,” terang Edi.

Selanjutnya, data profil ini akan dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi program kesehatan di tahun berikutnya.

“Apalagi, setiap tahunnya kita selalu menerbitkan profil Dinkes, yang diambil dari data-data UPT Puskesmas dan jaringannya,” imbuhnya.(adi/adv)




Dukung Keakuratan Data, Ridwan : Setiap Kegiatan Harus Ada Laporannya

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat, maka dalam pelaksanaannya haruslah sesuai dengan standar dan mutu pelayanan yang telah ditetapkan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya harus didukung oleh berbagai faktor, diantaranya keakuratan data masyarakat atau pasien, sehingga program pelayanan kesehatan yang akan direncanakan dan dilaksanakan nantinya bisa lebih terarah.

“Dalam upaya mendukung keakuratan data ini, maka setiap kegiatan yang dilaksanakan harus ada laporannya,” tutur Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, Ridwan Ahim M.Kes dalam sambutannya saat membuka pelatihan Publik Speaking, di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan Ridwan, laporan ini sangat penting, agar tidak terjadi kesalahan dalam menginput data, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan data, hendaknya harus cepat diperbaiki, karena untuk sebuah proses perencanaan harus di dukung oleh data yang benar dan valid.

“Jadi, kita sangat memerlukan data yang valid dan benar di lapangan, bukan direkayasa,” pungkasnya.(adi/adv)




Sempena Pencanangan BBGRM, Ratusan Masyarakat Ikuti Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal di Keritang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ratusan masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu hingga anak-anak mengikuti pengobatan gratis dan sunatan massal di Kecamatan Keritang, Senin (18/5/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Pasar Kembang ini, sempena dengan pencanangan Bulan Bhati Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XII tahun 2015 tingkat Kabupaten Inhil, yang dibuka secara resmi oleh Bupati, HM Wardan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, pengobatan gratis dan sunatan masal ini bertujuan, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kalau selama ini masyarakat enggan berobat, dikarenakan jarak tempuh ke fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup jauh, dengan kegiatan ini kita harapkan dapat menggugah masyarakat agar lebih memahamai betapa pentingnya kesehatan bagi tubuh, sehingga mau memeriksakan dirinya,” tutur Alvi.

Dijelaskan Alvi, langkah ini dinilai cukup berhasil dan mampu menarik minat masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ini terbukti dengan antusias dan banyaknya masyarakat yang turut berpartisipasi, yakni mencapai sekitar 130 orang yang mengikuti pengobatan gratis.

“Sedangkan untuk sunatan massal, kita dari Dinkes hanya membantu dalam bentuk penyediaan obat-obatan dan mengerahkan tenaga medis yang ada di wilayah setempat, dengan jumlah peserta sebanyak 125 anak,” terangnya.(adi/adv)




54 Peserta Ikuti Pelatihan Publik Speaking Tajaan Dinkes Inhil

ridwan ahimTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 54 peserta, yang terdiri dari petugas promosi kesehatan Puskesmas dan bidan desa mengikuti pelatihan publik speaking, yang ditaja oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (18/5/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan ini, bertujuan untuk menyiapkan tenaga promkes yang menguasai teknik berbicara efektif dan menarik dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat.

Para peserta mengikuti pelatihan publik speaking
Para peserta mengikuti pelatihan publik speaking

Ketua Panitia Pelaksana, Fitri Astuti berharap melalui pelatihan ini, tidak ada lagi petugas promosi kesehatan yang takut ketika berbicara di depan umum, serta akan bisa mempraktekan keterampilan yang didapatkan, dalam upaya menyebarluaskan pengetahuan dan nilai promkes kepada masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, juga diharapkan para peserta mampu memahami dasar dan elemen public speaking, teknik presentasi efektif, teknik vokal dan mampu mensimulasikan public speaking yang baik,” tutur Fitri Astuti, yang juga menjabat sebagai Kasi Promosi Kesehatan Dinkes Inhil.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes menjelaskan bahwa program promosi kesehatan harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan program kesehatan lainnya.

“Promosi kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas sesuai dengan arahan Kemenkes, dalam upaya meningkatkan pengetahun masyarakat, khususnya para pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan,” terang Ridwan.

Selain itu, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, melalui promosi kesehatan juga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan memberikan pelayanan menggunakan sistem jemput bola, seperti melalui penyuluhan langsung di lapangan.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami harapkan bidang promosi kesehatan Puskesmas dan bidan desa dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam menangani masalah yang berhubungan dengan promosi kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing,” imbuhnya.(adi/adv)




Tingkatkan Kinerja, Dinkes Lakukan Penguatan SDM Pelayanan Kesehatan dan Manajemen

Kadinkes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadinkes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen, untuk melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), baik di bidang pelayanan kesehatan maupun manajemen.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, pada tahun 2015 ini pihaknya berencana untuk mulai melakukan penjajakan dan tindak lanjut terhadap Puskesmas yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara bertahap.

“Mudah-mudahan, kerja keras kita ini juga diikuti dengan penguatan SDM bukan hanya yang memberikan pelayanan kehatan, tetapi juga yang berada dalam tatanan managemen, mulai dari Dinkes hingga Puskesmas dan jaringannya,” tutur Alvi.

Penguatan SDM tersebut, kata Alvi juga harus dilakukan secara bertahap, termasuk juga pada Pustu agar ditingkatkan perannya sehingga keberadaan pustu yang saat ini secara fisik berjumlah 154 unit di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit bisa menjadi barometer pelayanan terdekat bagi masyarakat.

Selanjutnya diakui mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, bahwa hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah dan perlu komitmen bersama dari seluruh pihak terkait.

“Tekad bulat ini akan kita dukung 100 persen melalui penguatan di bidang perencanaan, pemahaman terhadap aturan dan sinkronisasi antar program, yang ke depan diharapkan bukan hanya capaian program saja yang terjadi tetapi juga efektivitas dan efisiensi pemanfaatan anggaran untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Inhil,” pungkasnya.(adi/adv)