Tim Futsal Diskes Raih Juara Pertama di Peringatan Milad Emas Inhil

Ketua Pelaksana, H Yulizal menyerahkan hadiah kepada Tim Futsal
Ketua Pelaksana, H Yulizal menyerahkan hadiah kepada Tim Futsal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim Futsal Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih juara dan menduduki peringkat pertama pada pertandingan final olahraga Futsal, Sabtu (13/6/2015).

Pertandingan olahraga Futsal yang dipusatkan di Venue Futsal Sungai Beringin, Jalan Lingkar Tembilahan ini, dalam rangka menyemarakan peringatan Milad Emas Kabupaten Inhil ke-50 tahun 2015.

Tim Futsal Diskes berhasil unggul setelah mengalahkan Tim Futsal Polres Inhil, dengan skor tipis 2-1. Dimana, gol kemenangan ini dicetak di detik-detik akhir pertandingan.

Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes didampingi Kabid PMK, dr Saut Pakpahan foto bersama Tim Futsal Diskes Inhil.
Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes didampingi Kabid PMK, dr Saut Pakpahan foto bersama Tim Futsal Diskes Inhil.

Kapten Tim Futsal Diskes Inhil, Andre mengaku bangga dan puas atas keberhasilan yang telah diraih timnya ini, dengan mampu meraih juara pertama dan menyisihkan tim-tim lain dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi di Kabupaten Inhil.

“Ini semua atas kerjasama dan kekompakan tim kita yang solid,” tutur Andre kepada detikriau.org usai menerima hadiah dan piagam penghargaan dari Ketua Pelaksana Pertandingan Futsal, H Yulizal, Senin (15/6/2015).

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes mengucapkan selamat atas prestasi yang mampu ditorehkan oleh jajaran aparatur di lingkungan Diskes. Mantan Kabag Humas Setda Inhil ini berharap agar hal tersebut dapat menjadi contoh bagi yang lainnya, dalam upaya meningkatkan capaian prestasi di masa mendatang.

“Mudah-mudahan, prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, tidak hanya di bidang olahraga saja, tetapi juga di bidang kesehatan yang memang menjadi tupoksi aparatur kita di Diskes,” pesannya.

Adapun hadiah yang didapatkan oleh Tim Futsal Diskes Inhil selaku Juara Pertama pada pertandingan olahraga Futsal, yakni sebuah LCD TV 22 inch dan piagam penghargaan. (adi/adv)




Juni Hingga Desember 2015, 43 Ribu Lebih Masyarakat Miskin Pengguna Jamkesda Diintegrasikan ke BPJS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dari Bulan Juni hingga Desember 2015 mendatang, sebanyak 43 ribu lebih masyarakat miskin pengguna Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah diintegrasikan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org usai menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, 43 ribu lebih masyarakat dari kalangan tidak mampu yang ditanggung biaya kesehatannya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut berasal dari seluruh wilayah di Negeri Seribu Parit.

Dimana, total premi atau biaya yang disediakan dan dibayarkan oleh Pemda mencapai sekitar Rp 5,8 miliar, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Inhil dan Provinsi Riau.

“Dananya itu dibagi dua, Pemkab Inhil bayar sekitar Rp 2,9 miliar dan separuhnya lagi ditanggung oleh Pemprov Riau,” tutur Alvi seraya menjelaskan bahwa premi yang dibayarkan ini adalah untuk pelayanan kesehatan di kelas tiga.

Jumlah masyarakat miskin yang diintegrasikan dari Jamkesda ke BPJS tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, pada tahun 2016 mendatang akan meningkat lebih dari seratus persen atau mencapai sekitar 145 ribu jiwa.

“Dengan meningkatnya jumlah masyarakat tidak mampu pengguna BPJS ini maka tentunya kita harus menyediakan anggaran yang lebih besar lagi, sehingga seluruhnya bisa diakomodir,” imbuhnya.(adi/adv)




Wujudkan 2017 Eliminasi Malaria, Kadiskes Instruksikan Tenaga Kesehatan Lakukan Tindakan Preventiv dan Kuratif

Tenaga kesehatan saat melaksanakan kegiatan Mass Blood Survey (MBS) di Kecamatan Kateman dalam rangka mencegah penularan penyakit malaria di wilayah endemis.
Tenaga kesehatan saat melaksanakan kegiatan Mass Blood Survey (MBS) di Kecamatan Kateman dalam rangka mencegah penularan penyakit malaria di wilayah endemis.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Antisipasi timbulnya Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah endemis penyakit malaria, seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diinstruksikan untuk melakukan tindakan-tindakan preventif dan kuratif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie. Menurutnya hal ini dalam upaya mewujudkan tahun 2017 eliminasi malaria di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan Alvi, diagnosa terhadap tersangka malaria tidak bisa langsung terdeteksi melalui diagnosa klinis yang ditandai dengan gejala-gejala malaria, namun harus dilakukan secara laboratorium melalui pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop maupun Rapid Diagnostic Test (RDT).

image-6“Konsekuensi yang muncul dari ini adalah perlunya disediakan peralatan (mikroskop) yang memadai, RDT dan Reagen untuk pemeriksaan, serta tersedianya tenaga mikrokopis yang mencukupi,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di Tembilahan, belum lama ini.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan sejak dini terhadap penularan penyakit malaria tersebut, seperti melalui penyuluhan, pengobatan dan penyemprotan anti malaria.

“Berbagai tindakan preventif dan kuratif yang harus kita lakukan ini dimaksudkan agar tidak timbul daerah dengan kategori KLB di Kabupaten Inhil,” terangnya.

Dengan langkah-langkah pencegahan tersebut, Alvi berharap penyebaran dan penularan penyakit malaria dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga seluruh daerah di Bumi Sri Gemilang terbebas dari penyakit yang dapat menyebabkan angka kematian cukup tinggi ini.

“Dengan begitu, derajat kesehatan masyarakat juga akan semakin meningkat,” imbuhnya. (adi/adv)

 

 




Terus Lakukan Pembinaan, Kadiskes Kunjungi Puskesmas dan Pustu di Concong dan Tanah Merah

Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie saat memberikan pembinaan di UPT Puskesmas Concong Luar
Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie saat memberikan pembinaan di UPT Puskesmas Concong Luar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengunjungi UPT Puskesmas dan Pustu yang terletak di Kecamatan Concong dan Tanah Merah, Jum’at (12/6/2015).

Kunjungan mantan Kepala Bappeda Inhil didampingi Kasubag Perencanaan dan Pengendalian, Edi Irawan SKM beserta jajaran di lingkungan Diskes ini dalam rangka melakukan pembinaan secara terus-menerus kepada tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di wilayah perbatasan.

Saat itu, dengan menggunakan kendaraan laut speedboat, rombongan mengawali kunjungannya ke UPT Puskesmas Concong Luar, Kecamatan Concong.

Kadiskes  dan rombongan foto bersama Kepala UPT Puskesmas Concong Luar beserta jajaran
Kadiskes dan rombongan foto bersama Kepala UPT Puskesmas Concong Luar beserta jajaran

Kedatangan rombongan sekitar pukul 09.00 WIB ini disambut langsung oleh Camat Concong, Ricky Putra, Lurah Concong Luar, Ngadirin, Kepala UPT Puskesmas Concong, Rudiyanto dan Ketua TP PKK beserta jajaran.

Pada kunjungannya kali ini, Kadiskes kembali melakukan pembinaan dan penguatan terhadap para petugas dan tenaga kesehatan, serta meninjau kondisi terbaru fasilitas pelayanan kesehaan (fasyankes) di wilayah setempat, guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Usai melakukan pembinaan dan meninjau fasyankes di UPT Puskesmas Concong Luar, rombongan melanjutkan perjalanannya ke Desa Panglima Raja.

Dengan berjalan kaki, rombongan melihat secara langsung kondisi dan aktifitas masyarakat di desa yang terletak di seberang Kelurahan Concong Luar ini.

Bahkan, Kadiskes juga menyempatkan diri melihat keadaan pasien dengan gangguan kejiwaan, yang saat ini sudah menunjukan beberapa kemajuan, setelah melakukan dan mengikuti proses pengobatan dari tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, pasien gangguan jiwa yang ada disini berangsur-angsur sembuh dan ada juga yang telah membaur bersama masyarakat. Ini merupakan suatu peningkatan, dalam upaya menuju Inhil bebas pasung 2017,” tutur Alvi.

Usainya, rombongan kembali melanjutkan perjalanannya menuju Pustu Desa Sungai Laut dan Pustu Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah.

Meskipun sempat diguyur hujan yang cukup deras ketika diperjalanan menuju dua tempat tersebut, namun tidak menyurutkan tekad dan semangat Kadiskes untuk datang serta melihat langsung kondisi fasyankes dan pelayanan kesehatan di wilayah setempat.

“Kedatangan kita ini untuk melihat dan mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dan kendala dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Apalagi, target kita pada tahun 2017 mendatang, seluruh infrastruktur di fasyankes sudah terpenuhi,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan adanya komitmen tersebut Alvi menginstruksikan kepada seluruh tenga kesehatan, untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat menjadi puas dan nyaman saat berobat di fasyankes.

“Kita juga meminta dukungan dan kerjasama dari pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, khususnya dalam menjaga keberadaan fasyankes di wilayah kerjanya,” imbuhnya.(adi/adv)




Dipusatkan di Pelabuhan dan Tempat Hiburan, Puskesmas Kateman Gelar Klinik Mobile VCT dan IMS

image-7TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, UPT Puskesmas Kateman menggelar Klinik Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Kegiatan yang dipusatkan di lokasi pelabuhan dan tempat hiburan ini melibatkan seluruh stakeholder terkait, yakni tenaga kesehatan, pihak kepolisian, kecamatan dan kelurahan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kecamatan Kateman.

Kepala UPT Puskesmas Kateman, Zainuddin SKM mengatakan, kegiatan tersebut dimulai sejak pagi di lokasi pelabuhan, kemudian dilanjutkan pada malam harinya di tempat-tempat hiburan, seperti cafe dan lain sebagainya.

image-6“Sasaran kita adalah masyarakat yang berada pada populasi kunci atau kelompok dengan resiko tinggi, dan dengan kesadaran sendiri mau memeriksakan dirinya,” tutur Zainuddin melalui Blackberry Massenger-nya, kemarin.

Adapun tujuan dari pelaksanaan Klinik Mobile VCT dan IMS tersebut, adalah untuk menjaring serta mendata jumlah kasus HIV dan IMS di wilayah kerja UPT Puskesmas Kateman.

“Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan, seperti dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjauhi berbagai perbuatan yang menyimpang dan tidak dibenarkan oleh norma-norma yang berlaku,” imbuhnya.(adi/adv)




Sempena Milad Emas Inhil, Diskes Lakukan MBS Malaria di Kecamatan Kateman

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kegiatan Mass Blood Surveys (MBS) Malaria di Kecamatan Kateman, Rabu (10/6/2015).

Kegiatan ini sempena dengan peringatan hari jadi Negeri Seribu Parit ke-50 atau yang dikenal juga dengan Milad Emas Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, Malaria merupakan penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal itu disebabkan karena penyakit ini masih sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah endemis bahkan tidak jarang sampai menimbulkan angka kematian yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, mulai tahun 2008 lalu indikator keberhasilan program penanggulangan Malaria dipertajam dari Annual Malaria Incidence (AMI) menjadi Annual Parasite Incidence (API), yang normalnya di bawah 1 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pihaknya melakukan kegiatan MBS secara bertahap di Negeri Seribu Parit, yang anggarannya diperoleh dari APBD Inhil dan dana bantuan dari Global Fund untuk Malaria.

“Tujuan MBS ini, untuk mengetahui apakah masih ada penularan Malaria di Kecamatan Kateman, khususnya di daerah endemis, yakni Desa Kuala Selat dan Sungai Simbar. Selain itu, dimaksudkan untuk membantu diagnosa dan pemberian pengobatan melalui metode preventif dan kuratif,” terang Alvi kepada detikriau.org di Tembilahan.

Adapun sasaran kegiatan tersebut, adalah seluruh masyarakat desa dari umur 9 tahun ke atas. Dimana, di Desa Kuala Selat sebanyak 1.150 orang dan di Desa Sungai Simbar sebanyak 1.000 orang.

“Melalui kegiatan seperti ini, ditambah dengan penyuluhan-penyuluhan dari petugas kesehatan, diharapkan target kita eliminasi Malaria tahun 2017 dapat tercapai,” pungkasnya.(adi/adv)