Inilah Beberapa Keunggulan dan Manfaat ASI Yang Perlu Diketahui Masyarakat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kepada bayi yang baru lahir sangat dianjurkan kepada para ibu, yakni ASI yang diberikan bagi bayi usia 0-6 bulan, tanpa menambahkan makanan ataupun minuman lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alvi, ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.
“ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), yang sangat baik diberikan kepada bayi baru lahir, karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit,” tutur mantan Kepala Bappeda Inhil ini.
Adapun beberapa keunggulan ASI yang perlu diketahui masyarakat, yakni :
1. Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi, untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
2. Mengandung zat kekebalan.
3. Melindungi bayi dari alergi.
4. Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi, sehingga masih dalam keadaan segar.
5. Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat serta dapat diberikan kapan saja dan dimana saja.
6. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.
Sedangkan manfaat memberikan ASI bagi ibu, yaitu :
1. Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.
2. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
3. Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
4. Menunda kehamilan berikutnya.
5. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
6. Lebih praktis, karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan.
“Kalau manfaat ASI bagi bayi, antara lain : bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng, serta tidak sering sakit,” terangnya. (adi/adv)



Tingkatkan Keselamatan Ibu dan Bayi, Kadiskes : Persalinan Sebaiknya Ditolong Tenaga Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyebutkan bahwa pada proses persalinan sebaiknya ditolong oleh tenaga kesehatan.

“Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan ini adalah proses melahirkan dengan bantuan bidan, dokter dan tenaga para medis lainnya,” tutur Kadiskes saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, beberapa waktu lalu.

Hal ini menurutnya penting untuk menjadi perhatian seluruh masyarakat, khususnya para ibu yang akan memasuki masa kelahiran. Pasalnya, tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, apabila terdapat kelainan pada proses persalinan bisa diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.

“Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan ini, menggunakan peralatan yang aman, bersih dan steril, sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya,” terang Alvi.

Oleh karena itu, Kadiskes menganjurkan kepada seluruh masyarakat terutama kaum ibu yang akan melahirkan, hendaknya dapat melakukan proses persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di daerah masing-masing.

“Dengan begitu, apabila terjadi hal-hal yang di luar kebiasaan, dapat diketahui dan diambil langkah penyelamatan,” imbuhnya. (adi/adv)




PSN Dengan 3 M Plus, Upaya Cegah DBD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari terjangkitnya penyakit DBD ini, dapat dilakukan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari,” tutur Kadiskes kepada detikriau.org, kemarin.

Dikatakan Kadiskes, pencegahan penyakit DBD ini dapat dilakukan dengan berbagai langkah, diantaranya melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Jadi, lakukanlah PSN dengan 3 M Plus,” terangnya.

Dijelaskan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, 3 M Plus tersebut, yakni mendaur ulang tempat-tempat yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng dan ban bekas, botol dan gelas plastik air mineral dan lain-lain.

Selanjutnya, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, bak mandi dan tempat sisa air, serta menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air.

“Yang juga tak kalah pentingnya dilakukan oleh masyarakat, adalah tidur dengan menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk, sehingga dapat mencegah gigitan nyamuk yang mengakibatkan tubuh terserang penyakit DBD,” imbuhnya. (adi/adv)




Hingga hari Ini Inhil Masih Kekurangan Fasyankes

Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan penjelasan pada RDP bersama Komisi IV DPRD Inhil
Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan penjelasan pada RDP bersama Komisi IV DPRD Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyebutkan, hingga saat ini Negeri Seribu Parit masih kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terutama untuk pelayanan kesehatan dasar.

Hal itu disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV, yang digelar di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Alvi, dalam penerapan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan di lapangan, masih ditemukan adanya sejumlah kendala dan hambatan, seperti kurangnya keberadaan fasyankes di seluruh kecamatan di Kabupaten Inhil.

“Selain kekurangan fasyankes, kita juga kekurangan tenaga dokter,” tutur Alvi.

Oleh karena itu, lanjut Alvi, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan dan pengangkatan tenaga dokter kepada Pemkab Inhil, dalam upaya memenuhi kekuranan tenaga kesehatan di lapangan.

“Kita mohon dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, supaya di tahun-tahun mendatang kita sudah siap untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)




Diskes Inhil Gelar Buka Puasa Bersama

Buka puasa bersama jajaran Dinkes Kabupaten Inhil
Buka puasa bersama jajaran Dinkes Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar buka puasa bersama dengan seluruh jajarannya, Senin (29/6/2015) kemaren.

Kegiatan yang dipusatkan di aula Wijaya Kusuma Kantor Diskes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini dihadiri Kepala Diskes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie beserta jajaran, perwakilan Puskesmas, KKP, Saka Bhakti Husada dan Akbid Husada Gemilang Tembilahan.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, kegiatan buka puasa bersama tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antar sesama guna meningkatkan kinerja aparatur di lingkungan Diskes Inhil.

“Meskipun saat ini kita sedang melaksanakan ibadah puasa, namun jangan sampai hal itu menjadi alasan untuk kita bermalas-malasan serta melalaikan tugas dan tanggung jawab kita. Jadikan bulan yang penuh berkah ini sebagai ladang amal bagi kita dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal bagi masyarakat,” tutur mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, Al Ustadz H Yusuf Arifin dalam tausiyahnya menjelaskan tentang waktu-waktu yang tepat dan paling baik, untuk memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

“Diantara waktu-waktu yang baik untuk kita berdo’a adalah setelah Ashar dan menjelang Maghrib, Hari Jum’at, ketika hujan lebat, di Padang Arafah dan di waktu sepertiga malam, yakni mulai dari jam 02.00 WIB hingga menjelang subuh,” terangnya.

Usai melaksanakan buka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan Shalat Maghrib berjaama’ah. (adi/adv)




Kunjungi PT Pulau Sambu Kuala Enok, Matzen Tekankan Pentingnya BPJS Bagi Tenaga Kerja

image-6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi tenaga kerja, maka sudah seharusnya seluruh tenaga kerja yang ada di setiap perusahaan didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi usai melakukan kunjungan ke PT Pulau Sambu Kuala Enok, akhir pekan kemarin.

Dikatakan Matzen, sesuai dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2004 tentang BPJS Kesehatan, dinyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia termasuk yang bekerja di perusahaan, wajib diikutsertakan dalam BPJS Kesehatan.

“Dari hasil kunjungan kemarin, masih ditemukan adanya karyawan yang belum didaftarkan menjadi peserta BPJS. Namun, pihak perusahaan berjanji dan akan terus berupaya agar seluruh karyawannya masuk dalam kepesertaan BPJS,” tutur Matzen.

Selanjutnya, Matzen mengimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di Negeri Seribu Parit ini, untuk segera mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS. Pasalnya, hal itu sudah menjadi kewajiban pihak perusahaan dan merupakan hak yang harus didapatkan oleh para tenaga kerja.

“BPJS ini sangat penting bagi seluruh masyarakat termasuk karyawan, karena nantinya akan memberikan kemudahan bagi mereka saat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan dasar di tingkat Puskesmas,” imbuhnya. (adi/adv)