Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Gajah Mada Intensifkan Pendataan Kasus Gizi Buruk

Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyerahkan bantuan kepada keluarga bayi penderita gizi buruk
Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyerahkan bantuan kepada keluarga bayi penderita gizi buruk

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan terus mengintensifkan pendataan terhadap kasus gizi buruk, khususnya bagi para bayi dan balita di wilayah kerjanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto dalam sambutannya saat menyerahkan bantuan makanan dan obat-obatan bagi 5 pasien atau bayi penderita gizi buruk, Rabu (8/7/2015) kemarin.
Dikatakan Subowo, berdasarkan data sebelumnya, di Kecamatan Tembilahan ditemukan sebanyak 7 pasien atau bayi penderita gizi buruk. Dimana, 1 pasien diantaranya sudah pindah tempat tinggal dan 1 pasien lainnya dinyatakan sudah mulai membaik.
“Jadi, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka kita akan terus melakukan pengontrolan di lapangan,” tutur Subowo.
Apalagi, lanjut Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Inhil ini, sekarang sudah ditemukan lagi 2 pasien dengan kasus gizi buruk, yakni di Sungai Beringin dan Sungai Perak, Kecamatan Tembilahan.
“Berkemungkinan, saat ini masih ada yang belum terdata. Jadi, kami akan terus mengintensifkan pendataan, guna mengetahui berapa sebenarnya jumlah kasus gizi buruk di Kecamatan Tembilahan,” imbuhnya. (adi/adv)



Puskesmas Gajah Mada Serahkan Bantuan Bagi 5 Bayi Penderita Gizi Buruk

Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyerahkan bantuan kepada keluarga bayi penderita gizi buruk
Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto menyerahkan bantuan kepada keluarga bayi penderita gizi buruk

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puskesmas Gajah Mada menyerahkan bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan kepada 5 pasien atau bayi penderita gizi buruk di Kecamatan Tembilahan Kota, Rabu (8/7/2015).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Puskesmas Gajah Mada dan Pemerintah Kecamatan setempat kepada para penderita kasus gizi buruk.

Tampak hadir saat itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil diwakili Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan, Fitri Astuti, Camat Tembilahan Kota, M Syatir Hasan, Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto dan jajarannya.

Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto mengatakan, selain untuk meringankan penderitaan pasien, bantuan tersebut juga bertujuan memotivasi para orang tua agar selalu memeriksakan dan memperhatikan kesehatan buah hatinya.

“Kepada para orang tua diharapkan, paling tidak dapat melakukan penanganan secara mandiri dan aktif untuk melakukan penyembuhan maupun langkah pencegahan,” tutur Subowo.

Dijelaskan Subowo, penyerahan bantuan ini juga dimaksudkan, untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pihanya akan terus melakukan pendataan di lapangan, guna mengetahui berapa jumlah sesungguhnya penderita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

“Kita akan terus berupaya dan giat dalam menemukan kasus ini, sehingga bisa langsung ditangani, salah satunya melalui penyaluran bantuan, baik berupa makanan maupun obat-obatan,” terang Kepala Markas PMI Inhil ini.

Selanjutnya, dalam upaya penuntasan kasus gizi buruk ini, kata Subowo, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, khususnya para orang tua dan keluarga anak, dengan secara rutin memberi asupan makanan yang bergizi kepada bayi.

Adapun 5 paket bantuan yang diberikan tersebut, terdiri dari susu bubuk, minyak goreng atau minyak sayur, gula pasir dan formula obat-obatan. (adi/adv)

 




Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Kadiskes Tekankan Pentingnya Terapkan Perilaku CTPS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menekankan kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS), salah satunya dengan melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Inhil ini dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan, air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman akan berpindah ke tangan dan pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa menimbulkan penyakit.

“Jadi, penggunaan sabun ketika mencuci tangan akan dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan,” tutur Kadiskes, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, CPTS ini sebaiknya dilakukan setiap kali tangan kotor, seperti setelah memegang uang dan binatang, berkebun, buang air besar, menceboki bayi atau anak, serta sebelum makan dan menyuapi anak, memegang makanan dan menyusui bayi.

“Sedangkan cara mencuci tangan yang baik dan benar adalah dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, yang dimulai dari membersihkan telapak tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari dan penggung tangan. Setelah itu, barulah dikeringkan dengan lap yang bersih,” terangnya.

Adapun manfaat CPTS, yakni membunuh kuman penyakit yang ada di tangan, mencegah penularan berbagai penyakit, serta tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman. (adi/adv)




Pantau Pertumbuhan, Kadiskes Imbau Orang Tua Timbang Balitanya Setiap Bulan di Posyandu

posyanduTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para orang tua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk menimbang balitanya secara rutin setiap bulan di Posyandu.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alvi, penimbangan balita tersebut dimaksudkan, untuk memantau dan mengetahui sejauhmana pertumbuhan serta perkembangan balita setiap bulannya.
“Penimbangan balita dilakukan setiap bulan, mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun di Posyandu,” tutur Alvi.
Setelah balita ditimbang, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, catat hasil penimbangan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat (KMS), maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik.
“Kalau naik, maka garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS atau pindah ke pita warna di atasnya. Sedangkan jika tidak naik, maka garis pertumbuhannya menurun dan mendatar atau naik tetapi pindah ke pita warna yang lebih muda,” terangnya.
Adapun manfaat penimbangan balita setiap bulannya di Posyandu, yaitu :
1. Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
2. Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
3. Untuk mengetahui balita yang sakit (demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya di Bawah Garis Merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk, sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
4. Untuk mengetahui kelengkapan imunisasi.
5. Untuk mendapatkan penyuluhan gizi. (adi/adv)



Masyarakat Diajak Pilah dan Buang Sampah Pada Tempatnya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak, untuk memilih dan memilah serta membuang sampah pada tempatnya.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia dan alam yang dapat menjadi sarang kuman dan bakteri penyakit serta tempat berkembangbiak serangga dan tikus.

Selain itu, sampah juga menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara, serta dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.

“Jadi, membuang sampah pada tempatnya bisa menghindarkan tubuh kita dari penularan berbagai penyakit dan dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tutur Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini meminta kepada seluruh masyarakat, untuk lebih teliti dalam memilih dan memilah sampah-sampah yang akan dibuang, karena sampah ini tidak sama dan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sampah anorganik/kering, sampah organik/basah dan sampah berbahaya.

Dijelaskan, sampah anorganik/kering adalah sampah yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami, seperti sampah logam, besi, kaleng, plastik, karet dan botol.

Sedangkan sampah organik/basah adalah sampah yang dapat mengalami pembusukan secara alami, yakni sampah dapur dan restoran, sisa sayuran, rempah-rempah dan sisa buah.

“Kalau sampah berbahaya, contohnya baterai, botol racun nyamuk dan jarum suntik bekas,” terangnya.

Inilah tiga jenis sampah yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga diharapkan ketika akan membuangnya dapat dipilih dan dipilah terlebih dahulu, kemudian letakkan ditempat sampahnya masing-masing. (adi/adv)




Inilah Beberapa Keunggulan dan Manfaat ASI Yang Perlu Diketahui Masyarakat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kepada bayi yang baru lahir sangat dianjurkan kepada para ibu, yakni ASI yang diberikan bagi bayi usia 0-6 bulan, tanpa menambahkan makanan ataupun minuman lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alvi, ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.
“ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), yang sangat baik diberikan kepada bayi baru lahir, karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit,” tutur mantan Kepala Bappeda Inhil ini.
Adapun beberapa keunggulan ASI yang perlu diketahui masyarakat, yakni :
1. Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi, untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
2. Mengandung zat kekebalan.
3. Melindungi bayi dari alergi.
4. Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi, sehingga masih dalam keadaan segar.
5. Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat serta dapat diberikan kapan saja dan dimana saja.
6. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.
Sedangkan manfaat memberikan ASI bagi ibu, yaitu :
1. Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.
2. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
3. Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
4. Menunda kehamilan berikutnya.
5. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
6. Lebih praktis, karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan.
“Kalau manfaat ASI bagi bayi, antara lain : bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng, serta tidak sering sakit,” terangnya. (adi/adv)