Agar Rumah Bebas Jentik, Lakukan PSN Dengan 3M Plus

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berbagai cara dan langkah bisa diterapkan masyarakat agar rumahnya bebas jentik, salah satunya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dengan 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur, Plus menghindari gigitan nyamuk).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Fitri, PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.

Adapun 3M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN, yaitu :

  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti lubang bak kontrol, lubang pohon dan lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air, seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas plastik, plastik kresek dan lain-lain.

Sedangkan Plus-nya, adalah menghindari gigitan nyamuk, sepeti dengan menggunakan kelambu ketika tidur, memakai obat yang dapat memcegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk bakar, semprot, oles/diusap ke kulit dan lain-lain, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar.

Selain itu, upayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai, memperbaiki saluran dan talang air yang rusak, menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras, misalnya di talang air atau di daerah sulit air.

Selanjutnya, bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampungan air, misalnya, ikan cupang, ikan nila dan lain-lain, serta menanam tumbuhan pengusir nyamuk, yakni zodia, lavender, risemerry dan lain sebagainya.(adi/adv)




Hadapi Mudik Lebaran, Diskes Inhil Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Psikologis Supir Angkutan Umum

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sopir angkutan umum di Terminal Bandar Laksamana Indragiri
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sopir angkutan umum di Terminal Bandar Laksamana Indragiri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim medis dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologis para supir angkutan umum, mulai dari travel hingga bus yang akan melakukan perjalanan dan membawa penumpang dari Kota Tembilahan, Rabu (15/7/2015).

Pemeriksaan kesehatan dan psikologis yang dipusatkan di Terminal Laksamana Indragiri, Parit 8 Kecamatan Tembilahan Hulu ini, bekerjasama dengan jajaran Polres Inhil, yang saat bersamaan juga melakukan pengecekan urine para supir angkutan umum yang akan berangkat.

Pada kesempatan itu, Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, pemeriksaan kesehatan para supir angkutan umum yang meliputi pengecekan tensi darah dan psikologis ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas.

“Yang kita periksa adalah tensi dan psikologisnya. Kalau tensinya tinggi, maka akan langsung kita berikan obat, begitu juga dengan kesehatan psikologisnya guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelelahan,” tutur Alvi.

Dijelaskan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan terutama saat menyambut hari-hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri ini, dalam upaya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakannya.

Terkait dengan pengecekan urine yang dilakukan oleh Polres Inhil, Alvi menyatakan sangat menyambut baik, dan berharap hal itu dapat dilakukan secara kontiniu, serta memberikan tindakan tegas terhadap para sopir yang kedapatan dan positif menggunakan narkoba saat bekerja.

“Jika tubuh supir tidak sehat atau menggunakan narkoba dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan para penumpang yang dibawanya karena kecelakaan akan mudah terjadi jika sopir tidak fokus dan konsentrasi,” tambahnya.

Adapun jenis obat-obatan yang disediakan secara gratis oleh Diskes Inhil saat itu yakni berupa obat-obatan dasar, seperti obat sakit kepala, tensi dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil pantauan detikriau.org di lapangan, dari 17 sopir yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, 2 sopir diantaranya diketahui mengalami Hipertensi dan telah diberikan obat oleh tim medis dari Diskes Inhil. (adi/adv)




PPNI DPD II Inhil Gelar Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama

image-6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DPD II Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar silaturrahmi dan buka puasa bersama jajaran pengurus dan keluarga besarnya, akhir pekan kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah makan di Kota Tembilahan ini, dihadiri sejumlah perawat di lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Rumah Sakit dan beberapa Puskesmas di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

Pada kesempatan itu, Ketua PPNI DPD II Inhil, Ns Matzen Msi mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu media atau wadah, dalam upaya meningkatkan dan mempererat jalinan silaturrahmi, khususnya antar pengurus dan keluarga PPNI Inhil.

“Mudah-mudahan, kegiatan seperti ini dapat terus kita laksanakan, guna meningkatkan kekompakan dan kebersamaan,” tutur Matzen.

Selanjutnya, Matzen yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK) Diskes Inhil ini, menekankan pentingnya membangun kebersamaan yang baik antara seluruk pihak, guna membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit di masa mendatang.

“Karena itu, marilah kita bergandengan tangan dan bersama-sama dalam membangun dan memajukan daerah ini,” imbuhnya. (adi/adv)




Selama Lebaran, 43 Dokter di Inhil Tetap Disiagakan

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie
Kepala Dinas Kesehatan Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org– Sebanyak 43 dokter di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) disiagakan selama musim arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1436 H, sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwati Alwie mengatakan, seluruh dokter tersebut ditempatkan berdasarkan kebutuhan, khususnya di tempat-tempat yang menjadi jalur arus mudik dan balik lebaran.

“Tanpa terkecuali, semua dokter yang ada kita siagakan,” tutur Alvi kepada awak media, kemarin.

Dengan demikian, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, ketika lebaran, masyarakat yang membutuhkan dokter tidak akan kesulitan karena ada dokter jaga yang bertugas melayani.

“Dokter-dokter ini nantinya juga dibantu dengan tenaga medis, seperti perawat dan lainya,” tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu kawatir, apalagi sampai merasa kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan maupun obat-obatan.

“Semuanya sudah disiapkan, baik di rumah sakit mapun puskesmas yang ada,” terangnya.

Untuk diketahui, dari total Puskemas yang ada, 11 diantaranya di bawah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau. Sedangkan yang berkoordinasi dengan Kabupaten, Puskesmas Jalan Gajah Mada, Puskesmas Kota, Puskesmas Tembilahan Hulu,  Puskesmas Kempas, Kateman, dan Puskemas Kecamatan Kemuning.

“Petugas diwajibkan memberikan pelayanan maksimal, meski dalam suasana hari raya. Jangan sampai kita mendapat komplin dari masyarakat hanya karena tenaga medis tidak ditempat saat masyarakat butuh pelayanan,” imbuhnya. (adi/adv)




Masyarakat Diajak Berantas Jentik di Rumah Sekali Seminggu

jentik nyamukTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak, untuk turut bersama-sama dalam memberantas jentik di rumahnya, paling tidak sekali dalam seminggu.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astusi kepada detikriau.org, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Fitri, pemberantasan jentik secara rutin dan berkala ini sangat penting dilakukan, agar rumah-rumah masyarakat bisa terbebas dari jentik.

“Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala, tidak terdapat jentik nyamuk,” tutur Fitri.

Dijelaskan Fitri, Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti tempat penampungan air yang ada di dalam rumah, yakni bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas dan lain-lain, serta di luar rumah, yaitu takang air, alas pot kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu dan lain sebagainya, yang dilakukan secara teratur sekali dalam seminggu.

“PJB ini harus dilakukan oleh anggota rumah tangga, kader, Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan tenaga pemeriksa jentik lainnya,” terang Fitri. (adi/adv)




Agar Masyarakat Mau Menimbang Balita Setiap Bulan di Posyandu, Langkah Ini Yang Harus Dilakukan Kader

Manajemen-PosyanduTEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan dan peran para Kader Posyandu sangat menentukan, khususnya dalam memberikan pelayanan serta pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan balita.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan ditemukannya sejumlah kasus balita gizi buruk di Kabupaten Inhil.

Dikatakan Alvi, selain memberikan pelayanan dan pemahaman akan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, para Kader Posyandu harus mengerti betul apa yang menjadi peran dan tanggung jawabnya, seperti mengintensifkan pendataan terhadap kasus gizi buruk, khususnya bagi para bayi dan balita di wilayah kerjanya masing-masing.

“Karena itu, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka para Kader Posyandu harus terus melakukan pengontrolan terhadap kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan,” kata mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Adapun peran Kader Posyandu agar masyarakat mau menimbang balita setiap bulan di Posyandu, yaitu :

1. Mendata jumlah seluruh balita yang ada di wilayah kerjanya.
2. Memantau jumlah kunjungan ibu yang datang untuk menimbang balitanya di Posyandu.
3. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan, untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penimbangan balita, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, arisan, pengajian, kunjungan rumah dan penyuluhan massa (pengeras suara di masjid, pengumuman di desa/kelurahan, poster, spanduk, selebaran dan lain-lain.
4. Melakukan kunjungan rumah kepada ibu yang tidak datang membawa balitanya ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin menimbang balitanya di Posyandu.
5. Mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik perhatian dan mendorong masyarakat, seperti lomba balita sehat, lomba memasak makanan balita sehat, kegiatan makan bersama untuk balita dan lain sebagainya.
(adi/adv)