Inilah Peran Kader Kesehatan Dalam Wujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk ikut berperan dalam mendukung dan mewujudkan rumah tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, ada beberapa peran kader kesehatan dalam mewujudkan rumah tangga ber-PHBS, yaitu :

  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya, dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

 

  1. Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat, untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di rumah tangga.

 

  1. Sosialisasi PHBS di rumah tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan melalui kelompok dasawisma.

 

  1. Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

 

  1. Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya rumah tangga ber-PHBS.

 

  1. Memantau kemajuan pencapaian rumah tangga ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di rumah tangga.

 

Dijelaskan Kadiskes, apabila seluruh peran kader kesehatan ini dapat terlaksana di lapangan, tentunya dapat mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Ini semua dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menuju Kabupaten Inhil yang lebih sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Kader Kesehatan Diminta Berperan Bina Rumah Tangga Agar Ciptakan Rumah Bebas Jentik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk turut berperan aktif dalam membina rumah tangga agar menciptakan rumah bebas jentik.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, peran kader kesehatan ini dapat diwujudkan dengan berbagai cara, diantaranya :

  1. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB), misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, pertemuan kelompok Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan rumah dan melalui media cetak (poster, selebaran dan spanduk).
  2. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat menggerakkan masyarakat untuk melakukan PSN dan PJB.
  3. Melakukan PJB secara teratur setiap minggu dan mencatat angka jentik yang ditemukan pada Kartu Jentik Rumah.
  4. Mengumpulkan data angka bebas jentik dari setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja dan melaporkan secara rutin kepada Puskesmas terdekat, untuk mendapat tindak lanjut penanganan bila terjadi masalah/kasus.
  5. Menginformasikan angka jentik yang ditemukan kepada setiap rumah tangga yang dikunjungi, sekaligus memberikan penyuluhan agar tetap melaksanakan PSN secara rutin dan menegur secara baik apabila masih terdapat jentik nyamuk. (adi/adv)



Ini Dia Cara PJB dan Manfaat Rumah Bebas Jentik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) adalah pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti penampungan air yang ada di dalam dan luar rumah, yang dilakukan secara teratur satu kali dalam seminggu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemaren.

Adapun cara PJB yang bisa diterapkan para tenaa kesehatan di lingkungan rumah masyarakat dan sekitarnya, yakni :

  1. Mengunjungi setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja, untuk memeriksa tempat yang sering menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk, seperti tempat penampungan air di dalam dan luar rumah, serta memberikan penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada anggota rumah tangga.
  2. Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
  3. Jika ditemukan jentik, anggota rumah tangga diminta untuk ikut menyaksikan dan melihat jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3M Plus.
  4. Memberikan penjelasan manfaat dan anjuran PSN kepada anggota rumah tangga.
  5. Mencatat hasil pemeriksaan jentik pada Kartu Jentik Rumah dan pada formulir pelaporan ke Puskesmas.

Sedangkan manfaat dari rumah bebah jentik, antara lain :

– Populasi nyamuk menjadi terkendali, sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah atau dikurangi.

– Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, chikungunya atau kaki gajah.

– Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat. (adi/adv)




Idul Fitri, Seluruh UGD Puskesmas diminta Tetap Berikan Pelayanan Maksimal Bagi Masyarakat

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Inhil, Asiah M, SST, MKes
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Inhil, Asiah M, SST, MKes

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Menghadapi arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1436 H ini, seluruh Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan, Asiah M, SST, MKes saat ditemui detikriau.org di kantornya, baru-baru ini.

Dikatakan Asiah, meskipun saat lebaran nanti ditetapkan sebagai libur nasional, namun seluruh Puskesmas harus tetap buka dan siap siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di jalur mudik serta posko-posko pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.

“Jadi, selama lebaran ini, yaitu mulai dari H-5 hingga H+7, seluruh Puskesmas harus tetap beroperasi, terutama UGD dan fasilitas rawat inapnya, guna menyediakan dan memberikan pelayanan,” tutur Asiah.

Dijelaskan Asiah, dengan kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan prima dan maksimal di bidang kesehatan kepada masyarakat.

Apalagi, lanjut Asiah, mengingat sektor kesehatan merupakan salah satu faktor penting, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung kesuksesan pengamanan arus mudik dan balik lebaran.

“Apabila masyarakat tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya, maka dikhawatirkan dapat mengganggu mereka yang ingin merayakan lebaran bersama keluarga di rumah,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini, Pemda telah menetapkan 5 posko pelayanan, yakni di Lapangan Parkir Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Tembilahan dan simpang empat Jembatan Rumbai Kecamatan Kempas.

Selanjutnya, di Pelabuhan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah, Pelabuhan Sungai Guntung Kecamatan Kateman dan Desa Selensen Kecamatan Kemuning.

“Dari 5 posko pelayanan ini, kita melibatkan 8 Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil, yang terletak di masing-masing wilayah,” tambah Asiah.

Adapun jadwal tugas atau piket yang ditetapkan di masing-masing posko, dimulai dari pukul 08.00-15.00 WIB dan 15.00-21.00 WIB. Dimana, dalam setiap shiftnya ditempatkan 1 dokter, 1 tenaga perawat dan 1 supir ambulance.

“Jadwal ini berlaku untuk seluruh Puskesmas di Inhil, dalam upaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan merayakan lebaran,” imbuhnya. (adi/adv)




Selain Siagakan Ambulance, Diskes Inhil Sediakan Berbagai Obat-obatan Bagi Pemudik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan dan penyebaran penyakit, maka selain menyiagakan ambulance, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga menyediakan berbagai jenis obat-obatan bagi masyarakat terutama para pemudik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam laporannya saat mengikuti rapat terbatas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Kadiskes, dari H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1436 H, pihaknya menyiagakan tim medis dan ambulance di daerah yang rawan kecelakaan, seperti di Slensen Kotabaru dan Pengalihan Keritang.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, pihaknya juga menyediakan berbagai jenis obat-obatan, khususnya untuk penyakit diare, serta ISPA, yang disebabkan oleh debu dan asap.

“Siaga kita terkait penyakit diare, ISPA dan kecelakaan. Ketiga hal ini yang sangat rawan terjadi saat arus mudik dan balik lebaran,” tutur Kadiskes.

Oleh karena itu, Kadiskes menginstruksikan kepada seluruh jajarannya yang ada di Puskesmas serta pos pelayanan dan pengamanan, untuk senantiasa menjalin koordinasi dan kerjasama dengan seluruh pihak terkait, khususnya dalam pelaksanaan UGD 24 jam.

“Seluruh Puskesmas di Inhil harus siap siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak ada hari libur bagi kita, karena inilah tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” pungkasnya. (adi/adv)




Agar Rumah Bebas Jentik, Lakukan PSN Dengan 3M Plus

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Berbagai cara dan langkah bisa diterapkan masyarakat agar rumahnya bebas jentik, salah satunya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dengan 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur, Plus menghindari gigitan nyamuk).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Fitri, PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.

Adapun 3M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN, yaitu :

  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti lubang bak kontrol, lubang pohon dan lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air, seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas plastik, plastik kresek dan lain-lain.

Sedangkan Plus-nya, adalah menghindari gigitan nyamuk, sepeti dengan menggunakan kelambu ketika tidur, memakai obat yang dapat memcegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk bakar, semprot, oles/diusap ke kulit dan lain-lain, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar.

Selain itu, upayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai, memperbaiki saluran dan talang air yang rusak, menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras, misalnya di talang air atau di daerah sulit air.

Selanjutnya, bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampungan air, misalnya, ikan cupang, ikan nila dan lain-lain, serta menanam tumbuhan pengusir nyamuk, yakni zodia, lavender, risemerry dan lain sebagainya.(adi/adv)