Berikan Penanganan Langsung, Jajaran Diskes Inhil Sambangi Rumah ODGJ

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambangi salah satu rumah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (6/8/2015).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia ini bertujuan, untuk memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien ODGJ.

Turut mendampingi saat itu, Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan, sejumlah staf Diskes Inhil, perwakilan Puskesmas Tembilahan Hulu, dr Hayatul Ahyar dan Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto.

Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia mengatakan, penemuan pasien ODGJ ini berawal dari adanya informasi pihak keluarga, yang menyatakan bahwa pada awalnya pasien mengalami halusinasi, sehingga membuatnya ingin terjun ke dalam sungai.

“Tadi pasiennya juga sempat ngamuk, melempar seng dan meninju pohon kelapa sampai tangannya luka, sehingga diikat oleh pihak keluarga,” tutur Devi.

Setelah tiba dirumahnya dan berinteraksi langsung dengan pasien, lanjut Devi, didapatlah informasi bahwa pasien sempat bekerja di Kelurahan Pulau Kijang. Disitulah pasien merasa mendapat gangguan dan berhalusinasi, sehingga membuatnya tidak bisa tidur selama 3 hari.

Selain itu, dari pengakuan pasien juga diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem (ngelem) dan meminum air tuak.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto menjelaskan, saat ini di Kabupaten Inhil sudah ada program yang khusus untuk menangani masalah kesehatan jiwa.

“Jadi, bagi masyarakat atau pihak keluarga yang mengetahui adanya pasien yang mengalami gangguan jiwa, diharapkan segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” tambahnya.

Dengan begitu, tenaga kesehatan bisa langsung melakukan penanganan dan memberikan obat-obatan yang diperlukan, guna antisipasi sejak dini serta penyembuhan pasien ODGJ.

“Kami juga ada program jemput bola. Jadi, jika ada masalah dalam membawa pasien ke fasyankes, kami bisa datang kerumahnya untuk melakukan pengobatan, baik dengan suntikan tiap bulan maupun obat lainnya,” imbuhnya. (adi/adv)




Kadiskes Ajak CJH Inhil Jaga Kesehatan dan Kebugaran Tubuh Jelang Berangkat

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengajak seluruh Calon Jama’ah Haji (CJH), untuk terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

Ajakan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, saat ditemui detikriau.org usai berbincang dengan sejumlah CJH yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap dua di Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan, Selasa (4/8/2015) kemarin.

Dikatakan Kadiskes, saat ini proses pemeriksaan kesehatan tahap dua bagi seluruh CJH asal Kabupaten Inhil, yang masuk dalam porsi keberangkatan ke Tanah Suci tahun 1436 H telah selesai dilaksanakan.

“Dari pemeriksaan tersebut, hasil sementara memang ditemukan adanya CJH yang sedang mengalami sakit. Namun telah kita lakukan pendampingan dan penanganan, dengan memberikan obat dan lain sebagainya, sehingga diharapkan semuanya bisa berangkat menjalankan Ibadah Haji,” tutur Kadiskes.

Dijelaskan Kadiskes, pelaksanaan Ibadah Haji ini memerlukan kesiapan fisik dan mental yang baik, yang bisa diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya melalui olahraga rutin.

“Karena itu, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tetap fit menjelang keberangkatan, lakukanlah olahraga rutin serta konsumsi makanan dan obat secara teratur,” pesannya. (adi/adv)




Diskes Gelar Pertemuan Lanjutan Bahas Ranperda Desa Siaga Aktif dan KTR

Tim penyusun Ranperda Desa Siaga Aktif dan KTR sedang melakukan diskusi di Kantor Diskes Inhil
Tim penyusun Ranperda Desa Siaga Aktif dan KTR sedang melakukan diskusi di Kantor Diskes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan lanjutan guna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Siaga Aktif dan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), akhir pekan kemarin.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Diskes, Jalan Kesehatan Tembilahan ini dihadiri perwakilan Bagian Hukum Setda dan diikuti tim penyusun dari Diskes Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi mengatakan, pertemuan ini membahas tentang hasil rumusan Ranperda yang telah disusun oleh tim ahli dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

“Saat itu kita bahas hasil rumusan Ranperda dari Kabag Peraturan Perundang-undangan Kemenkes, Sundoyo,” tutur Matzen.

Dijelaskan Matzen, dari pembahasan tersebut dihasilkan beberapa usulan, seperti perlu adanya survailans kesehatan, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan pada Ranperda Desa Siaga Aktif.

Sedangkan untuk Ranperda KTR, lanjut Matzen, perlu dilakukan teori pembelajaran atau studi banding ke daerah yang sudah melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) tersebut, seperti di daerah Sumatera Barat, Bogor dan Bali.

“Hasil pembahasan ini, selanjutnya akan dilakukan presentasi terlebih dahulu kepada Bupati inhil, sebelum diajukan usulannya ke pihak DPRD untuk disahkan,” terangnya. (adi/adv)




5 Petugas TKHI Disiapkan Dampingi JCH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 5 petugas dari Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) telah disiapkan, untuk mendampingi para Jama’ah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat berada di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia saat ditemui detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Devi, keberadaan 5 petugas TKHI ini, dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi JCH yang masuk dalam porsi keberangkatan ke Tanah Suci tahun 1436 H.

“Para petugas TKHI ini terdiri dari 2 dokter, yaitu dr Nursamsir dan dr eka Alpasra, serta dibantu 3 perawat, yakni Hj paridah, H taslim dan Andriana,” tutur Devi.

Adapun tugas dan tanggung jawab para petugas TKHI tersebut, diantaranya memberikan pengobatan bagi setiap JCH yang sedang mengalami sakit dan mengontrol kesehatan seluruh JCH.

“Dengan adanya petugas TKHI ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal bagi JCH, sehingga seluruh rangkaian Ibadah Haji dapat dilaksanakan JCH dengan baik dan sempurna, guna memperoleh Haji yang mabrur,” imbuhnya. (adi/adv)




Ini Dia Peran Kader Bina Masyarakat Untuk Miliki dan Gunakan Jamban Sehat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan dan peran kader kesehatan sangat penting di lapangan, khususnya dalam mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Salah satu peran kader tersebut, yakni membina masyarakat supaya memiliki dan menggunakan jamban sehat,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org, beberapa waktu lalu.

 

Adapun peran kader dalam membina masyarakat untuk memiliki dan menggunakan jamban sehat adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang sudah dan belum memiliki serta menggunakan jamban sehat di rumahnya.
  2. Melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan tentang jumlah rumah tangga yang belum memiliki jamban sehat.
  3. Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat berupaya, untuk menggerakkan masyarakat agar memiliki jamban.
  4. Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehat secara bergilir.
  5. Menggalang dunia usaha setempat untuk memberi bantuan dalam penyediaan jamban sehat.
  6. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya memiliki dan menggunakan jamban sehat, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, pertemuan kelompok Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjungan rumah dan lain-lain.
  7. Meminta bantuan petugas Puskesmas setempat untuk memberikan bimbingan teknis tentang cara-cara membuat jamban sehat yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah setempat.(adi/adv)



UPT Puskesmas Guntung Gelar Pelatihan Dokter Kecil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya kesehatan, UPT Puskesmas Sungai Guntung, Kecamatan Kateman menggelar pelatihan dokter kecil bagi puluhan siswa SD sederajat dan guru UKS di wilayah kerjanya, Sabtu (1/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula UPT Puskesmas Sungai Guntung ini, menghadirkan narasumber dari tenaga kesehatan setempat, yakni dr Dwi Fitriani Wijaya dan drg Irma Susanti.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Guntung, Zainuddin SKM mengatakan, pelatihan dokter kecil ini bertujuan, untuk memberikan pemahaman tentang UKS, dokter kecil, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut diharapkan peserta didik mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta bisa menjadi contoh bagi teman-teman sejawatnya dan membantu siswa lain dalam hal penanganan P3K di sekolah.

“Ke depan, rencananya kita juha akan mengadakan lomba sekolah sehat (ber-PHBS),” kata Zainuddin.

Untuk diketahui, pelatihan dokter kecil ini diikuti sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari siswa SD 001, SD 005, SD 006, SD 021, MI Tarbiyah Islamiyah dan MI Al Ikhlas kelas 4 dan 5, serta ditambah pendamping yang merupakan guru UKS dari masing-masing sekolah. (adi/adv)