Bahaya Bagi Kesehatan, Matzen : Ingin Berhenti Merokok Harus Dengan Niat dan Kesungguhan

ddiskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi bahaya dampak rokok bagi kesehatan, yang dipusatkan di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan, Kamis (27/8/2015).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta, terdiri dari tokoh masyarakat di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, serta kader Posyandu ini, menghadirkan narasumber Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK) Diskes Inhil, Ns Matzen Msi dengan materi tentang komunikasi efektif, dan dr Hayatul Ahyar yang membawakan materi tentang tentang bahaya rokok.

image-1Pada kesempatan itu, Kabid PPKDPK Inhil, Ns Matzen Msi berharap agar para peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut, bisa menyampaikan informasi yang telah diperolehnya kepada masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing, karena bahaya dampak rokok ini sangat besar bagi kesehatan.

“Rokok ini sangat berbahaya bagi bayi hingga orang dewasa. Kalau untuk bayi, bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan untuk orang dewasa, baik perokok aktif maupun pasif bisa menyebabkan penyakit kanker, jantung dan paru-paru,” tutur Matzen.

Oleh karena itu, diharapkan para tokoh masyarakat dapat turut bersama-sama mengajak mayarakat, untuk mengurangi dan bahkan berhenti mengkonsumsi rokok. Apalagi, tidak merokok juga termasuk dalam salah satu dari 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Yang paling penting dan harus ditekankan kepada para perokok aktif adalah, kalau ingin berhenti merokok harus dengan niat dan kesungguhan,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Matzen, sosialisasi ini juga disejalankan dengan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Dengan adanya Ranperda ini nantinya, diharapkan masyarakat tidak ada lagi yang merokok di sembarang tempat, seperti di tempat dan fasilitas umum, kecuali di lokasi yang telah ditetapkan,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir meminta agar ke depan tidak hanya dilakukan sosialisasi terhadap bahaya dampak rokok saja, tetapi juga bahaya penggunaan narkoba dan lain sebagainya. (adi/adv)




27 Petugas Promkes Pukesmas se-Inhil Ikuti Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kampanye HIV AIDS

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 27 petugas pengelola program Promosi Kesehatan (Promkes) di UPT Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti pertemuan monitoring dan evaluasi kampanye HIV AIDS, Rabu (26/8/2015).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil di aula Hotel Dubest Tembilahan ini, menghadirkan narasumber dari aparatur yang memang kompeten dibidangnya, dengan materi peningkatan pengetahuan komprehensif HIV AIDS pada usia 15-24 tahun, persentase dan diskusi hasil kegiatan kampanye Aku Bangga Aku Tahu (ABAT), serta monitoring dan evaluasi.

image-3Kasi Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan agar diperolehnya data, informasi yang akurat dan potensial serta pencapaian kinerja kegiatan kampanye ABAT di seluruh UPT Puskesmas di Negeri Seribu Parit.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu melakukan persentase hasil kegiatan kampanye ABAT di wilayah kerjanya masing-masing,” tutur Fitri.

Selain itu, para peserta juga diharapkan bisa mengetahui apakah pelaksanaan penyuluhan sudah dilakukan sesuai dengan langkah-langkah penggunaan media KIE ABAT, serta mengetahui kapan pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan, penanggung jawab tempat sasaran maupun kepada sasaran.

“Mudah-mudahan, kegiatan ini dapat memberikan masukan terhadap hal-hal yang perlu dalam meningkatkan pengetahuan sasaran tentang HIV AIDS,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Ns Matzen berpesan agar seluruh pesera dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya, guna menekan penyebaran penyakit HIV AIDS di Kabupaten Inhil.

“Ini semua dalam rangka mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Persiapan Awal Menuju Belkaga, Diskes Inhil Gelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor, dalam rangka eliminasi filariasis di daerah tersebut, Rabu (26/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotal Telaga Puri Tembilahan ini, diikuti Tim Penggerak (TP) PKK dan Kepala UPT Puskesmas se-Inhil, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta Tim Kesehatan Polres dan Kodim 0314 Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, dr Saut Pakpahan mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka kesiapan awal untuk menuju Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga), yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2015 mendatang dan dicanangkan secara langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Setelah kegiatan ini, para peserta harus melakukan pertemuan koordinasi lintas kecamatan, pelatihan kader dan pedataan, guna persiapan sebelum pelaksanaan Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis nanti,” tutur Saut.

Kepala Diskes Riau diwakili H Yenvetris menjelaskan, penyakit yang bisa ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk ini dapat menyerang siapa saja. Jadi, diperlukan upaya bersama dari seluruh pihak terkait, untuk menekan dan meminimalisir penularan penyakit yang dikenal juga dengan sebutan kaki gajah.

“Mari sama-sama kita dukung pelaksanaan program ini, dengan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap masyarakat yang mengkonsumsinya, serta memberikan motivasi supaya semua masyarakat mau meminum obat,” terangnya.

Selain itu, lanjut Yenvetris, seluruh pihak terkait harus berupaya memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut, salah satunya dengan mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitarnya.

“Marilah kita laksanakan program ini dengan serius, apalagi Inhil termasuk  salah satu daerah endemis Filariasis,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada, hingga saat ini penderita penyakit Filariasis kronis di Kabupaten Inhil sudah mencapai 67 orang. Dimana, paling banyak penderitanya ditemukan di Kecamatan Batang, yakni 38 orang.

“Saya harapkan di tahun keempat pelaksanaannya di daerah ini, apa yang menjadi prioritas kita, yakni pengentasan penyakit kaki gajah dapat terwujud, guna menuju Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Ikuti Tri Lomba Juang 17 Km Putera, Tim Gerak Jalan Diskes Inhil Raih Juara 3

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim gerak jalan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih juara tiga pada Tri Lomba Juang 17 Kilometer kategori putera, yang digelar di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Pada kegiatan yang digelar sempena peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-70 tahun 2015 ini, tim gerak jalan Diskes berhasil mengungguli peserta lainnya yang berasal dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil.

image-3Pembimbing Tim Gerak Jalan Diskes Inhil, Sopiyan Toni mengaku senang dan bahagia atas hasil yang telah diraih oleh timnya, sehingga mampu membawa nama Diskes Inhil sebagai pemenang.

“Alhamdulillah, kita dapat juara tiga. Ini semua karena latihan dan perjuangan yang kawan-kawan lakukan selama ini,” tutur Sopiyan kepada detikriau.org, Selasa (25/8/2015).

Ke depan, lanjut Sopiyan, prestasi yang telah diraih ini dapat terus dipertahankan dan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga bisa memacu semangat para aparatur di jajaran Diskes Inhil untuk terus berkarya.

“Mudah-mudahan, di kesempatan berikutnya kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih maksimal lagi,” imbuhnya.

Hadiah yang diserahkan pihak panitia di aula Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil ini, terdiri dari piala, piagam penghargaan dan bingkisan. (adi/adv)




Bidan Desa se-Inhil Ikuti Pelatihan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program KIA Angkatan I

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bidan desa se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti pelatihan sistem pencatatan dan pelaporan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) angkatan I, Senin (24/8/2015).

Kegiatan yang ditaja oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil di aula Grand Hotel Tembilahan ini, dilaksanakan hingga tanggal 26 Agustus 2015.

Ketua Panitia Penyelenggara, Siti Munziarni mengatakan, tujuan pelatihan ini agar kegiatan pencatatan dan pelaporan di tingkat desa sesuai dengan standar dan petunjuk teknis sistem pencatatan dan pelaporan.

“Dalam pelatihan ini, para peserta akan diberikan materi tentang kebijakan Program KIA, integrasi Program Gizi, disiplin pegawai, pelaksanaan kegiatan Program Ibu dan Anak, pencatatan dan pelaporan Program Ibu dan Anak, serta presentase program oleh Puskesmas terpilih,” tutur Siti Munziarni.

Sementara itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes yang ditemui awak media menyatakan bahwa pencatatan dan pelaporan ini sangat penting bagi pimpinan, untuk mengambil sebuah keputusan atau kebijakan seperti apa yang harus dilakukan ke depan, khususnya di bidang kesehatan.

“Kita ingatkan seluruh tenaga kesehatan yang ada di level paling bawah atau ujung tombak, supaya benar-benar serius dan fokus dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta jangan lupa bahwa pencatatan dan pelaporan itu sangat penting bagi kita,” imbuhnya. (adi/adv)




Ini Dia Jenis Jamban dan Cara Memilih Penggunaannya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia, yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung), yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, beberapa jenis jamban yang dianjurkan untuk digunakan oleh masyarakat di rumahnya masing-masinh, yakni :

 

  1. Jamban Cemplung, adalah jamban yang penampungannya berupa lubang, yang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung ini, diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
  1. Jamban Tangki Septik/Leher Angsa, adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa rangki septik kedap air, yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian/dekomposisi kotoran manusia, yang dilengkapi dengan resapannya.

 

Adapun cara memilih jenis jamban yang sesuai dengan kondisi rumah dan lingkungan, yaitu :

Jamban Cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.

Jamban Tangki Septik/Leher Angsa digunakan untuk :

– Daerah yang cukup air

– Daerah yang padat penduduk, karena dapat menggunakan multiple latrine atau satu lubang penampungan tinja/tangki septik digunakan oleh beberapa jamban (satu lubang dapat menampung kotoran/tinja dari 3-5 jamban)

“Sedangkan untuk daerah pasang surut, tempat penampungan kotoran/tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang,” terang Kadiskes. (adi/adv)