Kabut Asap, Diskes Inhil Lakukan Uji Kualitas Udara

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengujian terhadap kualitas udara di daerah tersebut, yang dipusatkan di lapangan kantor, Jalan M Boya Tembilahan, Selasa (1/9/2015).

Pengujian kualitas udara yang berkoordinasi dengan Balai Tehnik Kesehatan Lingkungan (BTKL) UPT Dirjen PP dan PL Kementerian Kesehatan RI ini, terkait kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah di Negeri Seribu Parit sejak sepekan terakhir.

Kepala Plt Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat, SKM, MM mengatakan, melihat kondisi kabut asap yang mulai mengkhawatirkan seperti saat ini, maka harus dilakukan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan sejak dini, salah satunya melalui pengujian kualitas udara.

“Melalui pengujian ini, kita dapat mengetahui bagaimana kondisi udara di daerah kita sebenarnya, sehingga kita bisa mengambil langkah dan kebijakan ke depan, seperti memberikan pertimbangan kepada pihak lainnya terkait kondisi kabut asap ini,” tutur Herman.

Sementara itu, Sanitarian BTKL UPT Dirjen PP dan PL Kemenkes RI, Joko Srianto menjelaskan, alat yang digunakan untuk menguji kualitas udara ini adalah High Volume Air Sample (HVAS) PM 10 Mikron.

“Kalau untuk hasilnya, sekarang belum bisa diketahui, karena kita harus menunggu selama 24 jam setelah alat ini diaktifkan (periode pengukuran rata-rata),” terang Joko didampingi Pembimbing Kesehatan Kerja, Indra dan Pranata Laboratorium Kesehatan, Abdi Binsar Silaban.

Adapun angka dan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-45/MENLH/10/1997 tentang ISPU, yaitu : 1-50 (baik), 51-100 (sedang), 101-199 (tidak sehat), 200-299 (sangat tidak sehat) dan 300-lebih (berbahaya). (adi/adv)




Kabut Asap, Masyarakat Yang Alami Gejala-gejala di Bawah Ini Diminta Segera Periksakan Diri di Fasyankes

Foto ilustrasi, dw . net
Foto ilustrasi, dw . net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mewaspadai terserangnya berbagai gejala penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM terkait dengan kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya, sejak sepekan belakangan ini.

Dikatakan Matzen, jika melihat kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir ini, maka seluruh masyarakat harus melakukan langkah pencegahan terserangnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA sejak dini.

“Salah satu antisipasi yang dapat masyarakat lakukan, adalah dengan mendeteksi gejala-gejala terserangnya penyakit, sehingga bisa segera diobati,” tutur Matzen saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun gejala-gejala penyakit yang diakibatkan dari kabut asap ini, diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

“Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, seperti Pustu dan Puskesmas. Kalau tidak bisa ditangani, barulah dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen mengajak seluruh masyarakat, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya. Apalagi, ketika kondisi kabut asap seperti ini, yaitu dengan menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Yang juga tak kalah pentingnya, perbanyak konsumsi buah-buahan, minum air putih dan vitamin,” imbuhnya. (adi/adv)




Bahaya Asap Bagi Kesehatan, Aktifitas diluar, Masyarakat Dihimbau Kenakan Masker

Foto: doc detikriau.org
Foto: doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitasnya di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian, Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen SKep MSi MM ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (31/8/2015).

Dikatakan Matzen, terkait dengan adanya kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya, maka harus dilakukan pencegahan dan antisipasi sejak dini terhadap timbulnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA, salah satunya dengan menggunakan masker.

“Saat ini, kami sudah memberikan imbauan kepada setiap petugas kesehatan di kecamatan, untuk mengajak masyarakat menggunakan masker jika berada di luar rumah,” tutur Matzen.

Selain menggunakan masker, lanjut Matzen, masyarakat juga diminta agar memperbanyak konsumsi buah-buahan dan minum air, guna menetralisir dampak kabut asap yang dihirup oleh tubuh.

“Insya Allah, dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan dan air putih, diharapkan bisa mencegah dan menghindari terkena penyakit ISPA,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Diskes Inhil, hingga saat ini jumlah masyarakat penderita penyakit ISPA di Negeri Seribu Parit sudah mencapai sebanyak 180 orang.

“Dari tanggal 18 hingga 31 Agustus ini, tercatat sudah ada sebanyak 180 penderita ISPA,” terangnya.




Ini Dia Syarat dan Cara Memelihara Jamban Sehat

leflet jambanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban sehat, baik untuk buang air besar maupun buang air kecil dalam upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan tidak berbau.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Adapun cara memelihara jamban sehat, yakni :

  1. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
  2. Bersihkan jamban secara teratur, sehingga ruang jamban selalu dalam keadaan bersih.
  3. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
  4. Tidak ada serangga (kecoa dan lalat) serta tikus yang berkeliaran.
  5. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih).
  6. Bila ada kerusakan segera diperbaiki.

 

Sedangkan syarat-syarat jamban sehat, meliputi :

  1. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
  2. Tidak berbau.
  3. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
  4. Tidak mencemari tanah di sekitarnya.
  5. Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
  6. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
  7. Penerangan dan ventilasi cukup.
  8. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
  9. Tersedia air, sabun dan alat pembersih. (adi/adv)



Sekolah Dihimbau Aktifkan UKS, Ajak Siswa Gunakan Masker

dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org
dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mengaktifkan UKS dan mengajak para siswanya menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan terkait dengan semakin menebalnya kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit dalam sepekan belakangan ini.

Dikatakan Saut, saat ini kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya cukup tebal, apalagi pada pagi hari disaat aktifitas masyarakat mulai ramai, khususnya para siswa yang ingin pergi ke sekolah untuk belajar.

“Karena itu, kita sarankan sekolah mengaktifkan kembali UKS dan menyuruh siswanya menggunakan masker,” tutur Saut saat ditemui detikriau.org usai mengikuti kegiatan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, kemarin.

Sementara itu, untuk kondisi kabut asap saat ini, Saut menjelaskan bahwa masih dalam tingkat sedang, namun harus tetap diantisipasi agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh udara tidak sehat, karena bercampur dengan kabut asap.

“Kondisi udaranya sedang, tapi harus diwaspadai terhadap penebaran penyakit saluran pernafasan dan iritasi mata,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Gelar Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Bayi dan Balita

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan pemantauan pertumbuhan pada bayi dan balita, yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Agustus 2015 ini, diikuti sebanyak 54 peserta, yang merupakan bidan desa se-Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil melalui Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, masa bayi dan balita bahkan sejak dalam kandungan adalah periode emas, karenanya jika pada masa tersebut pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita tidak dipantau dengan baik dan mengalami gangguan, maka tidak akan dapat diperbaiki pada periode selanjutnya.

image-1Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan pada bayi dan balita agar bisa terdeteksi apabila ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini mungkin, sehingga tidak terjadi gangguan pada proses tumbuh kembangnya.

“Salah satu tempat pemantauan pertumbuhan bayi dan balita adalah di Posyandu,” tutur Imun, begitu ia akrab disapa.

Dijelaskan Imun, pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak.

“Pemantauan pertumbuhan adalah rangkaian kegiatan, yang terdiri dari penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan setiap bulan, pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dan penilaian status pertumbuhan berdasarkan kenaikan berat badan,” terangnya.

Untuk melakukan penilaian status gizi pada bayi dan balita, lanjut Imun, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) di Puskesmas perlu dilatih, sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menentukan status gizi pada bayi dan balita secara dini dan dapat melakukan tindakan dini untuk mengatasi gangguan tersebut.

“Saya harapkan para pesera dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk kemudian diterapkan di wilayah kerjanya masing-masinh,” imbuhnya. (adi/adv)