Bangunan Direnovasi, Pelayanan Puskesmas Tembilahan Hulu Dipindahkan Sementara

mat
Ket foto : Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Matzen sedang memantau kondisi pelayanan kesehatan di lokasi yang baru.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Tembilahan Hulu, untuk sementara waktu dipindahkan ke ruko milik salah seeorang warga setempat, H Edy Gondrong di Jalan Sederhana Tembilahan.

Pemindahan pelayanan kesehatan ke ruko yang tepat berada di depan GOR Badminton ini, dikarenakan bangunan Puskesmas Tembilahan Hulu sedang direnovasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM mengatakan, dengan dipindahkannya tempat pelayanan kesehatan Puskesmas Tembilahan Hulu di lokasi sementara ini, diharapkan masyarakat yang ingin berobat bisa mengunjungi lokasi yang disebutkan di atas.

“Untuk pelayanan FKTP dan umum, semuanya dipusatkan di ruko milik Pak H Edy Gondrong,” tutur Matzen saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2015).

Sedangkan pelayanan UGD 24 jam, untuk sementara waktu dipindahkan ke Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Gajah Mada.

“Pembangunan dan renovasi ini dipekirakan akan berlangsung hingga akhir tahun 2015 nanti, dan pelayanan kesehatan baru bisa dipindahkan kembali setelah ada serah terima kesiapan pembangunan gedung dari pihak rekanan,” imbuhnya. (adi/adv)




Kabut Asap, Diskes Inhil Lakukan Uji Kualitas Udara

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengujian terhadap kualitas udara di daerah tersebut, yang dipusatkan di lapangan kantor, Jalan M Boya Tembilahan, Selasa (1/9/2015).

Pengujian kualitas udara yang berkoordinasi dengan Balai Tehnik Kesehatan Lingkungan (BTKL) UPT Dirjen PP dan PL Kementerian Kesehatan RI ini, terkait kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah di Negeri Seribu Parit sejak sepekan terakhir.

Kepala Plt Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat, SKM, MM mengatakan, melihat kondisi kabut asap yang mulai mengkhawatirkan seperti saat ini, maka harus dilakukan berbagai langkah antisipasi dan pencegahan sejak dini, salah satunya melalui pengujian kualitas udara.

“Melalui pengujian ini, kita dapat mengetahui bagaimana kondisi udara di daerah kita sebenarnya, sehingga kita bisa mengambil langkah dan kebijakan ke depan, seperti memberikan pertimbangan kepada pihak lainnya terkait kondisi kabut asap ini,” tutur Herman.

Sementara itu, Sanitarian BTKL UPT Dirjen PP dan PL Kemenkes RI, Joko Srianto menjelaskan, alat yang digunakan untuk menguji kualitas udara ini adalah High Volume Air Sample (HVAS) PM 10 Mikron.

“Kalau untuk hasilnya, sekarang belum bisa diketahui, karena kita harus menunggu selama 24 jam setelah alat ini diaktifkan (periode pengukuran rata-rata),” terang Joko didampingi Pembimbing Kesehatan Kerja, Indra dan Pranata Laboratorium Kesehatan, Abdi Binsar Silaban.

Adapun angka dan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-45/MENLH/10/1997 tentang ISPU, yaitu : 1-50 (baik), 51-100 (sedang), 101-199 (tidak sehat), 200-299 (sangat tidak sehat) dan 300-lebih (berbahaya). (adi/adv)




Kabut Asap, Masyarakat Yang Alami Gejala-gejala di Bawah Ini Diminta Segera Periksakan Diri di Fasyankes

Foto ilustrasi, dw . net
Foto ilustrasi, dw . net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mewaspadai terserangnya berbagai gejala penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM terkait dengan kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya, sejak sepekan belakangan ini.

Dikatakan Matzen, jika melihat kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir ini, maka seluruh masyarakat harus melakukan langkah pencegahan terserangnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA sejak dini.

“Salah satu antisipasi yang dapat masyarakat lakukan, adalah dengan mendeteksi gejala-gejala terserangnya penyakit, sehingga bisa segera diobati,” tutur Matzen saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun gejala-gejala penyakit yang diakibatkan dari kabut asap ini, diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

“Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, seperti Pustu dan Puskesmas. Kalau tidak bisa ditangani, barulah dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen mengajak seluruh masyarakat, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya. Apalagi, ketika kondisi kabut asap seperti ini, yaitu dengan menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Yang juga tak kalah pentingnya, perbanyak konsumsi buah-buahan, minum air putih dan vitamin,” imbuhnya. (adi/adv)




Bahaya Asap Bagi Kesehatan, Aktifitas diluar, Masyarakat Dihimbau Kenakan Masker

Foto: doc detikriau.org
Foto: doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitasnya di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian, Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen SKep MSi MM ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (31/8/2015).

Dikatakan Matzen, terkait dengan adanya kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya, maka harus dilakukan pencegahan dan antisipasi sejak dini terhadap timbulnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA, salah satunya dengan menggunakan masker.

“Saat ini, kami sudah memberikan imbauan kepada setiap petugas kesehatan di kecamatan, untuk mengajak masyarakat menggunakan masker jika berada di luar rumah,” tutur Matzen.

Selain menggunakan masker, lanjut Matzen, masyarakat juga diminta agar memperbanyak konsumsi buah-buahan dan minum air, guna menetralisir dampak kabut asap yang dihirup oleh tubuh.

“Insya Allah, dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan dan air putih, diharapkan bisa mencegah dan menghindari terkena penyakit ISPA,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Diskes Inhil, hingga saat ini jumlah masyarakat penderita penyakit ISPA di Negeri Seribu Parit sudah mencapai sebanyak 180 orang.

“Dari tanggal 18 hingga 31 Agustus ini, tercatat sudah ada sebanyak 180 penderita ISPA,” terangnya.




Ini Dia Syarat dan Cara Memelihara Jamban Sehat

leflet jambanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban sehat, baik untuk buang air besar maupun buang air kecil dalam upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan tidak berbau.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Adapun cara memelihara jamban sehat, yakni :

  1. Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
  2. Bersihkan jamban secara teratur, sehingga ruang jamban selalu dalam keadaan bersih.
  3. Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
  4. Tidak ada serangga (kecoa dan lalat) serta tikus yang berkeliaran.
  5. Tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih).
  6. Bila ada kerusakan segera diperbaiki.

 

Sedangkan syarat-syarat jamban sehat, meliputi :

  1. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter).
  2. Tidak berbau.
  3. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
  4. Tidak mencemari tanah di sekitarnya.
  5. Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
  6. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
  7. Penerangan dan ventilasi cukup.
  8. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
  9. Tersedia air, sabun dan alat pembersih. (adi/adv)



Sekolah Dihimbau Aktifkan UKS, Ajak Siswa Gunakan Masker

dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org
dr Saut Pakpahan. Foto: doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mengaktifkan UKS dan mengajak para siswanya menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan terkait dengan semakin menebalnya kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Negeri Seribu Parit dalam sepekan belakangan ini.

Dikatakan Saut, saat ini kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya cukup tebal, apalagi pada pagi hari disaat aktifitas masyarakat mulai ramai, khususnya para siswa yang ingin pergi ke sekolah untuk belajar.

“Karena itu, kita sarankan sekolah mengaktifkan kembali UKS dan menyuruh siswanya menggunakan masker,” tutur Saut saat ditemui detikriau.org usai mengikuti kegiatan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, kemarin.

Sementara itu, untuk kondisi kabut asap saat ini, Saut menjelaskan bahwa masih dalam tingkat sedang, namun harus tetap diantisipasi agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh udara tidak sehat, karena bercampur dengan kabut asap.

“Kondisi udaranya sedang, tapi harus diwaspadai terhadap penebaran penyakit saluran pernafasan dan iritasi mata,” imbuhnya. (adi/adv)