Diskes Inhil Gelar Malam Silaturrahmi

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar malam silaturrahmi, di halaman kantor, Jalan M Boya Tembilahan, Sabtu (5/9/2015) malam.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Rumah Sakit dan Puskesmas se-Inhil, Kesehatan Pelabuhan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan undangan lainnya ini, dalam rangka perpisahan Kepala Diskes sebelumnya DR Hj Alvi Furwanti Alwie yang akan melaksanakan tugas ditempat yang baru.

image-1Pada kesempatan itu, DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyampaikan permohonan maafnya apabila selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta bekerjasama dengan jajaran di lingkungan Diskes Inhil terdapat kesalahan dan kekhilafan.

“Terima kasih atas kerjasama dan dukungan dari seluruh pihak, semoga silaturrahmi yang telah terbina selama ini dapat terus terjaga dan lebih erat lagi,” tutur Alvi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan berjanji akan meneruskan program-program yang telah dan akan dilaksanakan ke depan, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat.

“Mudah-mudahan, kita dapat terus saling bahu membahu dan memberikan dukungan, dalam upaya membangun dan memajukan daerah kita ini ke depan,” imbuhnya. (adi/adv)




Jangan Merokok di Dalam Rumah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama anggota keluarga diimbau, untuk tidak merokok di dalam rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Fitri, menjauhi rokok atau tidak merokok di sembarang tempat, misalnya di rumah sangat penting untuk menjadi perhatian setiap anggota keluarga, karena rokok tersebut ibarat pabrik bahan kimia.

Dimana, dalam satu batang rokok yang diisap, akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, diantaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar dan Carbon Monoksida (CO).

Lebih jauh dijelaskan, Nikotin dapat menyebabkan ketagihan, serta merusak jantung dan aliran darah. Sedangkan Tar, mengakibatkan kerusakan sel paru-paru dan kanker.

Kemudian CO, menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.

“Karena itu, janganlah merokok di rumah, apalagi di dekat anak-anak kita,” imbuhnya. (adi/adv)




Apa Itu Perokok Aktif dan Perokok Pasif, serta Bahayanya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perokok adalah orang yang melakukan aktifitas menghisap asap rokok, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dikenal juga dengan sebutan perokok aktif dan perokok pasif.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dijelaskan, perokok aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun, meskipun itu cuma 1 batang dalam sehari atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok cuma sekedar menghembuskan asap, walau tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.

Sedangkan perokok pasif adalah orang yang bukan perokok, tetapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.

Adapun bahaya bagi para perokok aktif dan perokok pasif, yaitu :

– Menyebabkan kerontokan rambut.

– Gangguan pada mata, seperti katarak.

– Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok.

– Menyebabkan penyakit paru-paru kronis.

– merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

– Menyebabkan stroke dan serangan jantung.

– Tulang lebih mudah patah.

– Menyebabkan kanker kulit.

– menyebabkan kemandulan dan impotensi.

– menyebabkan kanker rahim dan keguguran. (adi/adv)




231 Pasien Terdaata Gejala ISPA, Ini Hasil Sementara Pengukuran Kabut Asap di Inhil

“Kualitas Udara Tidak Sehat dan Berbahaya”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Kamis (3/9/2015) kemarin, jumlah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dengan gejala-gelaja Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sudah mencapai sebanyak 231 orang.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM MM terkait dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Negeri Seribu Parit sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dikatakan Herman, berdasarkan hasil sementara pengukuran kabut asap yang dilakukan oleh Team Balai Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kelas I Batam bekerjasama dengan Diskes Inhil dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tembilahan, diketahui bahwa kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil sudah tidak sehat.

“Ini baru hasil sementara, untuk kepastiannya kita tunggu Hari Sabtu (5/9/2015) besok dari BTKL Kelas I Batam,” tutur Herman saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (4/9/2015).

Adapun hasil sementara pengukuran kabut asap di Kabupaten Inhil pada Rabu (2/9/2015) kemarin, yakni :

  1. Pukul 04.30 WIB, hasil ISPU 152, kategori tidak sehat.
  2. Pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, hasil ISPU >499, kategori berbahaya.
  3. Pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, hasil ISPU 114-221, kategori tidak sehat.
  4. Pukul 15.30 WIB, hasil ISPU >500, kategori berbahaya.
  5. Pukul 18.30 WIB, hasil ISPU 61, kategori sedang.
  6. Pukul 21.30 WIB, hasil ISPU 114, kategori tidak sehat.

“Dengan hasil sementara ini, kita imbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan dan antisipasi terhadap dampak kabut asap, seperti dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, banyak mengkonsumsi buat, minum air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri apabila terkena gejala-gejala ISPA, yakni batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Diskes Inhil Gelar Pertemuan Penatalaksanaan Kasus Malaria

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan penatalaksanaan kasus malaria yang dipusatkan di aula Hotel Telaga Puri Tembilahan, Kamis (3/9/2015).

Kegiatan yang diikuti pengelola program malaria dan bidan koordinator Puskesmas se-Kabupaten Inhil ini, menghadirkan narasumber dari perwakilan Diskes Provinsi Riau.

Plt Kepala Diskes Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Kabid PPKDPK, Ns Matzen S.Kep Msi MM mengatakan, program pencegahan penyakit menular bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit, menurunkan angka kesakitan dan kematian.

“Salah satu pencegahan penyakit menular tersebut adalah pemberantasan penyakit malaria, yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi, yakni ibu hamil, bayi dan anak,” tutur Matzen.

imageOleh karena itu, guna menekan jumlah korban malaria bertambah dan mengikis wabah penyakit ini, pemerintah telah dan akan melakukan berbagai upaya, seperti bantuan pengobatan gatis, pemberian kelambu, penyemprotan rumah, upaya perbaikan gizi dan mengurangi jumlah genangan air di parit maupun kanal, yang sebelumnya dibuat untuk menahan arus air laut memasuki daerah tersebut.

“Penanggulangan malaria harus secara komprehensif, dengan upaya promotif, preventive dan kuratif, yang dilakukan dengan berkualitas dan terintegrasi dengan program lain,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, penitikberatan pada pelayanan kesehatan yang berkualitas ini, diharapkan akan mampu memberikan kontribusi langsung dalam melepaskan beban penderita malaria yang selama ini membelenggu masyarakat.

“Jadi, pertemuan ini dipandang perlu untuk dilaksanakan, karena merupakan bagian dari upaya peningkatan dan penjagaan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit,” tambahnya.

Terkait dengan adanya kabut asap saat ini, Matzen mengimbau kepada seluruh peserta agar mengajak masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing, untuk menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

“Ajak juga masyarakat memperbanyak konsumsi buah-buahan, air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri ke Fasyankes apabila mengalami gejala-gejala batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya.(adi/adv)




Bangunan Direnovasi, Pelayanan Puskesmas Tembilahan Hulu Dipindahkan Sementara

mat
Ket foto : Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Matzen sedang memantau kondisi pelayanan kesehatan di lokasi yang baru.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Tembilahan Hulu, untuk sementara waktu dipindahkan ke ruko milik salah seeorang warga setempat, H Edy Gondrong di Jalan Sederhana Tembilahan.

Pemindahan pelayanan kesehatan ke ruko yang tepat berada di depan GOR Badminton ini, dikarenakan bangunan Puskesmas Tembilahan Hulu sedang direnovasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM mengatakan, dengan dipindahkannya tempat pelayanan kesehatan Puskesmas Tembilahan Hulu di lokasi sementara ini, diharapkan masyarakat yang ingin berobat bisa mengunjungi lokasi yang disebutkan di atas.

“Untuk pelayanan FKTP dan umum, semuanya dipusatkan di ruko milik Pak H Edy Gondrong,” tutur Matzen saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2015).

Sedangkan pelayanan UGD 24 jam, untuk sementara waktu dipindahkan ke Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Gajah Mada.

“Pembangunan dan renovasi ini dipekirakan akan berlangsung hingga akhir tahun 2015 nanti, dan pelayanan kesehatan baru bisa dipindahkan kembali setelah ada serah terima kesiapan pembangunan gedung dari pihak rekanan,” imbuhnya. (adi/adv)