Terkait MoU Diskes, RSUD PH dan Kejari Tembilahan, Irianto : Untuk meminta Pendampingan dan Pertimbangan Hukum

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan pada Kamis (17/12/2015) lalu dinilai sangat penting.

 
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Irianto dalam rangka mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, khususnya terkait persoalan hukum dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
 
Dikatakan Irianto, MoU ini dalam rangka pendampingan hukum perdata dan tata usaha negara, sehingga jika ada tuntutan pasien atau keluarga pasien yang sifatnya perdata, RSUD PH bisa didampingi oleh Kejari Tembilahan sebagai pengacara negara.
 
“Selain itu, RSUD juga dapat meminta pertimbangan hukum dengan Kejari Tembilahan,” tutur Irianto saat dikonfirmasi detikriau.org melalui telepon selulernya, belum lama ini.
 
Meskipun selama kepemimpinannya di rumah sakit berplat merah tersebut belum terjadi hal-hal yang berkaitan dengan persoalan hukum, namun Irianto berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa tersandung persoalan hukum di kemudian hari.
 
“Ini untuk berjaga-jaga saja. Memang selama saya menjabat belum ada, tapi sekitar 8 tahun lalu ada,” tambahnya.
 
Untuk diketahui, sebelumnya telah dilakukan penandatananan MoU antara Diskes Inhil, RSUD PH dan Kejari Tembilahan, yang dipusatkan di aula RSUD PH Tembilahan.
 
Dengan adanya MoU tersebut, Plt Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan berharap, ke depan pihaknya bisa memiliki payung hukum dalam melaksanakan tugas-tugas Diskes dan rumah sakit sebagai pelayan publik.
 
“Diskes akan terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan segala bentuk pelayanan yang sudah menjadi tugas dan tangung jawab Dinkes Inhil, dalam hal ini  puskesmas dan rumah sakit,” terangnya.
 
Apalagi, dijelaskan Saut, saat ini jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki sekitar 1400 sampai 1500 orang, yang tersebar di seluruh wilayah di Negeri Seribu Parit.
 
“Petugas inilah yang kita harapkan dapat bekerja maksimal dalam melayani masyarakat, namun terlindungi dari permasalahan hukum,” imbuhnya. adi/adv



Diskes Inhil Gelar Pertemuan Integrasi Lintas Sektor Desa ber- PHBS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan integrasi lintas sektor desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), di aula salah satu hotel di Kota Tembilahan.

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 17-19 Desember 2015 ini, diikuti oleh pengurus TP PKK Kecamatan dan pemegang program PHBS di UPT Puskeskas se-Kabupaten Inhil.

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut, yakni perwakilan Diskes Provinsi Riau, pengurus TP PKK Kabupaten dan Diskes Kabupaten Inhil.

“Melalui kegiatan ini, kami mengimbau seluruh masyarakat desa, untuk menggalakan program PHBS, khususnya di keluarga sendiri dan kelompok masyarakat sekitar,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK) Diskes Inhil, Ns Matzen, S.Kep, MSi, MKes.

Dijelaskan, PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di Rumah Tangga, yakni :

  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberi bayi ASI eksklusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Menggunakan air bersih kni
  5. Mencuci tangan dengan air bersih sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik di rumah
  8. Makan buah dan sayur setiap hari
  9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

Adapun manfaat Rumah Tangga Sehat bagi Rumah Tangga, yaitu :

  • Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit
  • Anak tumbuh sehat dan cerdas.
  • Anggota keluarga giat bekerja,
  • Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Sedangkan bagi Masyarakat, diantaranya :

  • Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
  • Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah – masalah kesehatan.
  • Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
  • Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain. Adi/adv



Dinkes Inhil dan RSUD PH Tandatangani Nota Kesepakaan Bersama Kejari Tembilahan

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) menandatangani nota kesepakatan (MoU) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tembilahan, Kamis (17/12/2015).

Prosesi penandatananan MoU yang dipusatkan di aula RSUD PH Tembilahan ini, terkait dengan bantuan dan pertimbangan hukum bidang perdata dan tata usaha negara.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan berharap, dengan dilaksanakannya kesepakatan ini ke depan pihaknya bisa memiliki payung hukum dalam melaksanakan tugas-tugas Diskes dan rumah sakit sebagai pelayan publik.

“Diskes akan terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan segala bentuk pelayanan yang sudah menjadi tugas dan tangung jawab Dinkes Inhil, dalam hal ini  puskesmas dan rumah sakit,” tutur Saut.

Apalagi, dijelaskan Saut, saat ini jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki sekitar 1400 sampai 1500 orang, yang tersebar di seluruh wilayah di Negeri Seribu Parit.

“Petugas inilah yang kita harapkan dapat bekerja maksimal dalam melayani masyarakat, namun terlindungi dari permasalahan hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Tembilahan, Lulus Mustofha mengingatkan dalam setiap melaksanakan tugas, tindakan utama adalah memberikan pelayanan bukan mendahulukan prosedur administrasi. Sehingga tidak memicu masyarakat untuk melakukan gugatan.

“Evaluasi juga perlu dilakukan secara rutin. Misalnya membuat kotak saran bagi masyarakat yang berobat atau menanyakan langsung ke masyarakatnya. Jadi pelayanan kesehatan bisa meningkat,” imbuhnya. Adi/adv




Seluruh Masyrakat Diajak Berperan Aktif Tekan AKI dan AKB

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak, untuk turut bersama-sama dan berperan aktif dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi, Siti Munziarni SKM MM saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, salah satu upaya mencegah serta mengantisipasi meningkatnya AKI dan AKB ini, adalah dengan memperhatikan dan mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar terhindar dari bahaya saat persalinan.

“Diantaranya, perempuan yang hamil sebaiknya di umur berkisar 20-35 tahun,” kata Siti Munziarni.

Selain itu, lanjut Siti Munziarni, yang lebih penting adalah menjaga jarak kehamilan atau kelahiran, yakni minimal 2 tahun dari anak sebelumnya.

“Kemudian, memiliki anak paling maksimal 4,” terangnya. Adi/adv




Diskes Inhil Laksanakan Pelatihan Desa Siaga

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan desa siaga, yang dipusatkan di aula salah satu hotel di Kota Tembilahan.

Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 14-15 Desember 2015 ini, diikuti seluruh Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Inhil, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) dan Diskes Provinsi Riau.

Sekretaris Diskes Inhil, H Ridwan S.Sos, MKes dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta yang hadir, untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan sungguh-sungguh.

“Apa yang didapat dari pelatihan ini, hendaknya dapat disebarkan dan diimplementasikan di lapangan, dalam upaya mewujudkan desa siaga aktif di seluruh Kabupaten Inhil,” kata Ridwan saat membuka pelatihan desa siaga.

Sementara itu, Fungsional Promosi Kesehatan Kemenkes RI, Ariyono menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk merefresh kembali program-program apa saja yang telah dilakukan di setiap desa dan mengulang konsep-konsep yang sudah ada, sehingga dapat dijadikan standar dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan seluruh desa siaga yang ada di Inhil ini bisa aktif, khususnya dalam rangka menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” imbuhnya. adi/adv

 




Diskes Ajak Seluruh Pihak Terkait Dukung Terwujudnya Desa dan Kelurahan Siaga Aktif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak seluruh pihak terkait, untuk turut bersama dan mendukung terwujudnya Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di seluruh wilayah di Negeri Seribu Parit.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Diskes Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MKes saat berbincang dengan detikriau.org, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, Desa Siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri.

Sedangkan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif adalah desa dan kelurahan yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Fasyankes yang dimaksud, seperti Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya, serta penduduknya mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat, yang meliputi pemantauan penyakit, KIA, gizi, lingkungan dan perilaku, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan, sehingga masyarakatnya menerapkan PHBS,” kata Matzen.

Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, lanjut Matzen, sangat dibutuhkan peran aktif dari berbagai pihak terkait, mulai dari jajaran di Diskes Kabupaten Inhil, serta aparatur dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas dan fasyankes yang ada di pelosok-pelosok desa. –adi/adv-