Antisipasi Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap, Ini Tipsnya

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat semakin pekatnya kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini, maka seluruh masyarakat diimbau agar melakukan langkah pencegahan sejak dini terhadap berbagai kemungkinan gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Langkah pencegahan ini sangat penting, apalagi mengingat dampak kabut asap yang sangat tidak baik bagi kesehatan kita,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun beberapa tips yang perlu diperhatikan, untuk mengantisipasi serta melindungi diri dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, diantaranya :

  1. Hindari atau kurangi aktifitas di luar rumah atau gedung, khususnya bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
  2. Jika terpaksa harus pergi ke luar rumah atau gedung, sebaiknya menggunakan masker.
  3. Minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering.
  4. Bagi anda yang memiliki gangguan paru dan jantung sebelumnya, lakukan konsultasi kepada dokter, untuk mendapatkan perlidungan tambahan sesuai kondisi kesehatan anda, serta segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lainnya.
  5. Budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.
  6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya.
  7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung dengan baik.
  8. Sebelum mengkonsumsi buah-buahan, sebaiknya dicuci terlebih dahulu. (adi/adv)



Waspada, Ini Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan

DSC_5409 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Secara umum, kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Karena itu, dampak akibat gangguan kabut asap ini harus diantisipasi sejak dini oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan PLT Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan, pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain.

“Seperti pada orang dengan gangguan paru, jantung, lanjut usia (lansia) dan anak-anak,” kata Fitri.

Adapun dampak akibat gangguan kabut asap bagi kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini, diantaranya :

  1. Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  2. Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
  3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernafas.
  4. Bagi mereka yang lansia dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  5. Kemampuan dalam mengatasi infeksi paru dan saluran pernafasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  6. Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
  7. Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  8. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan ( environment). (adi/adv)



Wakili Inhil, Posyandu Lestari Desa Mugomulyo Ikuti Penilaian Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Riau

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Posyandu Lestari Desa Mugomulyo, Kecamatan Sungai Batang wakili Negri Seribu parit mengikuti penilaian lomba Posyandu tingkat Provinsi Riau tahun 2015.

Penilaian terhadap Posyandu terbaik di Negeri Seribu Parit ini, dilakukan oleh perwakilan TP PKK Riau, Kasi Promkes Diskes Riau, drg Duma dan Staf Diskes Riau, drg Asih serta didampingi Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Ns Matzen, SKep, Msi, MMKes, Kasi Pemberdayaan dan Kemitraan Diskes Inhil, Suhariyani SKM, anggota Rini Indriani, SST MKes dan Masnaria, SKM.

Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Ns Matzen SKep, Msi, MMKes mengatakan, penilaian tersebut difokuskan pada tertib administrasi, sarana dan prasarana pendukung, seperti ambulance air, tanaman obat keluarga (toga) dan kolam ikan sumber pemberdayaan para pengurus Posyandu.

“Selain memiliki dan melengkapi kriteria di atas, Posyandu Lestari Desa Muhomulyo ini juga termasuk dalam salah satu percontohan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS,” tutur Matzen kepada detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (11/9/2015).

Adapun kriteria penilaian, terdiri dari :

  1. Indikator Masukan
  2. Dukungan kebijakan penyelenggaraan Posyandu.
  3. Pembiayaan kegiatan Posyandu.
  4. Sarana dan prasarana.
  5. Ruang Posyandu.
  6. Jumlah kader Posyandu terlatih.

 

  1. Indikator Proses
  2. Frekuensi hari buka Posyandu.
  3. Kegiatan pembangunan.
  4. Kegiatan imunisasi.
  5. Kegiatan kader mengisi dan membaca KMS.
  6. Rujukan balita ke Puskesmas.
  7. Pemberian tablet tambah darah dan vitamin A bagi ibu nifas.
  8. Pemberian alat kontrasepsi kondom dan pil.
  9. Kegiatan penyuluhan oleh kader.
  10. Pelacakan kasis gizi buruk.

 

  1. Indikator Keluaran
  2. Persentase kehadiran balita di Posyandu.
  3. Persentase balita yang naik berat badannya (N/S).
  4. Persentase kehadiran kader.
  5. Persentase bayi yang diimunisasi.
  6. Persentase KK yang menjadi peserta dana sakit.
  7. Persentase balita yang dirujuk.
  8. Persentase kasus gizi buruk yang dilacak.

“Kita harapkan, Posyandu Lestari mampu meraih hasil yang maksimal dan menjadi pemenang pada lomba Posyandu tingkat provinsi,” Harapnya. (adi/adv)




Asap Kian Pekat. Aktifitas di Luar Rumah, Masyarakat Harus Gunakan Masker

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali diingatkan, untuk tetap menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar ruangan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan terkait dengan masih cukup banyaknya masyarakat yang terlihat tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah atau kantor dan di jalanan.

Dikatakan Saut, mengingat kondisi kabut asap yang semakin pekat saat ini, maka sangat dianjurkan bagi masyarakat untuk menggunakan masker, dalam upaya mencegah dan mengantisipasi sejak dini terkenanya dampak kabut asap, seperti terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Apalagi, seperti diketahui bersama bahwa dari hasil pengujian kualitas udara di Kabupaten Inhil, kondisi udara akibat kabut asap sudah memasuki kategori tidak sehat.

“Jadi, menggunakan masker ini sangat penting, guna melakukan langkah pencegahan terkenanya dampak penyakit yang disebabkan oleh kabut asap,” tutur Saut kepada detikriau.org, Kamis (10/9/2015).

Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam ini juga mengingatkan kepada seluruh orang tua, untuk menjaga dan memantau anak-anaknya agar tidak bermain di luar rumah saat kondisi udara dan kabut asap seperti sekarang ini.

“Bagi anak-anak kita yang libur sekolah, sebaiknya tidak bermain di luar rumah hingga kondisi kabut asap ini menghilang,” imbuhnya. (adi/adv)




Hasil Uji ISPU, Kualitas Udara di Inhil “ Tidak Sehat”

image copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Akibat kondisi kabut asap cukup tebal yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) beberapa waktu belakangan ini, membuat kualitas udara di daerah setempat masuk dalam kategori tidak sehat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Herman Mahat saat ditemui sejumlah awak media usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi IV di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Rabu (9/9/2015).

Dikatakan Herman, berdasarkan hasil pengujian kualitas udara yang dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, yang dipusatkan di halaman Kantor Diskes Inhil pada tanggal 1-2 Agustus kemarin, diketahui bahwa hasil Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 145.

“Hasil ISPU secara keseluruhan di Inhil mencapai 145, dan termasuk dalam kategori tidak sehat,” tutur Herman.

Menanggapi hasil pemeriksaan kualitas udara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Inhil, dr Saut Pakpahan mengimbau seluruh masyarakat, untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan sejak dini dari terkena penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Selain menggunakan masker, masyarakat juga kita sarankan agar memperbanyak konsumsi air putih, buah-buahan dan vitamin,” tambahnya.

Sedangkan bagi masyarakat yang mengalami gejala-gejala ISPA, seperti batuk, filek, sesak nafas dan lain-lain, juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, agar bisa segera ditangani lebih lanjut.

“Dengan melihat hasil pengujian kualitas udara ini, kita sarankan kepada sekolah-sekolah di wilayah yang kabut asapnya cukup tebal, untuk meliburkan siswanya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, hingga Rabu (9/9/2015) ini, jumlah masyarakat atau pasien yang terdata mengalami gejala-gejala ISPA di seluruh fasyankes di Kabupaten Inhil sudah mencapai sebanyak 465 kasus. (adi/adv)




Plt Kadiskes Imbau TP PKK Desa/Kelurahan dan Kecamatan Bantu Puskesmas Tekan AKI dan AKB

Plt Kadinkes Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kadinkes Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua dan jajaran pengurus Tim Penggerak (TP) PKK tingkat desa/kelurahan dan kecamatan diimbau untuk turut bersama membantu dan mendukung upaya UPT Puskesmas dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan terkait dengan masih tingginya AKI dan AKB, serta kasus gizi buruk yang ditemukan di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan Saut, saat ini Kabupaten Inhil masih menempati posisi teratas pada kasus kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, perlu adanya langkah pencegahan dan antisipasi sejak dini dari seluruh pihak terkait.

“Selain kematian ibu dan bayi, persoalan lainnya di bidang kesehatan yang juga harus menjadi perhatian serius dan prioritas utama untuk segera dituntaskan adalah kasus gizi buruk,” tutur Saut saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2015).

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menekan AKI dan AKB ini, diantaranya dengan melakukan program kemitraan antara bidan dan dukun beranak, serta mendata ibu hamil, pemeriksaan dan perencanaan kelahiran.

“Jadi kita anjurkan, sebaiknya proses persalinan atau kelahiran dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), guna mencegah dan mengantisipasi sejak dini terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan,” tambah dokter spesialis penyakit dalam ini.

Berdasarkan data yang ada di Diskes, dari Bulan Januari hingga Juni 2015 ini, di Kabupaten Inhil telah ditemukan kasus AKI sebanyak 18 jiwa dan AKB sebanyak 86 jiwa. Dimana, daerah terbanyak ditemukan kasus-kasus tersebut adalah di Guntung dan Pulau Kijang.

“Penyebab yang terbanyak pada kasus kematian ibu, yakni pendarahan dan eklamsi atau darah tinggi. Sedangkan untuk kematian bayi, paling banyak penyebabnya dikarenakan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia dan infeksi,” imbuhnya. (adi/adv)