Terkait Meninggalnya Seorang JCH di Tanah Suci, Ini Keterangan Diskes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Almarhum Sugimin (72), salah seorang Jama’ah Calon Haji (JCH) asal Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci pada Jumat (18/9/2015) kemarin telah dimakamkan di Mekkah.

“Almarhum Sugimin yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 20 ini, sudah dimakamkan di Mekkah tadi siang,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia saat dikonfirmasi detikriau.org melalui BBM-nya, Sabtu (19/9/2015).

Dijelaskan Devi, almarhum memang menderita gagal ginjal, dan sebelum berangkat sudah berobat dengan dokter spesialis, serta sempat pula dilakukan cuci darah (hemodialisa) 2 kali di Kota Tembilahan.

“Atas rekom dokter, almarhum bisa berangkat dengan membawa traveling HD dari dokter, dan kita titipkan kepada petugas TKHI,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari petugas TKHI, lanjut Devi, almarhum sempat ditangani dengan HD di Mekkah dan sempat kritis di RSAS atau BPHI.

“Pada Jum’at pagi kemarin, kami dikabari TKHI kloter 20, kalau almarhum Sugimin dirawat dan dalam keadaan kritis, dan akhirnya meninggal dunia,” imbuhnya. (adi)




Diskes Lakukan Pembinaan Lomba Desa Ber-PHBS di Desa Sungai Raya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pembinaan lomba desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tingkat Provinsi Riau, yang dipusatkan di Desa Sungai Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Kamis (17/9/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sungai Raya ini, dihadiri Kepala Diskes Kabupaten Inhil melalui Kabid PPKDPK, Ns Matzen SKep, Msi, MMKes didampingi Kasi Promkes, Fitri Astuti dan jajaran, Sekretaris Kecamatan Batang Tuaka, Babinsa, Kades, LPM, Ketua RW dan RT, serta tokoh masyarakat Desa Sungai Raya.

image-1Kades Sungai Raya, Sulaiman mengatakan, untuk mewujudkan desa ber-PHBS ini membutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak, mulai dari Diskes, pihak kecamatan, Upika, pengusaha dan lain-lain.

“Seperti saat ini, kita mendapatkan bantuan 70 kloset dari pengusaha setempat, yakni Sudomo Wijaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Akui,” tutur Sulaiman.

Untuk itu, diharapkan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat terutama para penerima, guna mewujudkan desa ber-PHBS, yang salah satu indikatornya menggunakan jamban sehat, guna mencegah dan mengantisipasi penularan berbagai penyakit.

Kabid PPKDPK Diskes Inhil, Matzen berharap melalui kegiatan ini tidak ada lagi perilaku buang air besar sembarangan atau membuat jamban di pinggir sungai, serta menerapkan berbagai indikator PHBS lainnya, seperti melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Kita harapkan dukungan pihak kecamatan, Upika dan desa untuk memfasilitasi, mengerahkan dan mengayomi masyarakat, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Batang Tuaka, Marfoyanto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengusaha setempat, yang telah memberikan bantuan berupa kloset untuk masyarakat.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, dan dapat diikuti oleh pihak-pihak lain, khususnya kalangan pengusaha,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan bantuan kloset secara simbolis dari Sudomo Wijaya alias Akui kepada Kades Sungai Raya, Sulaiman.

Sudomo Wijaya alias Akui saat diwawancarai sejumlah awak media usai kegiatan menjelaskan, bantuan ini berasal dari hasil usahanya sebagai pengepul hasil pertanian di daerah setempat, yang disishkan sekitar 30 persen untuk membantu masyarakat.”Dengan bantuan ini, saya harapkan masyarakat tidak ada lagi yang melakukan buang air besar sembarangan atau di dalam sungai, dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesehaan masyarakat,” katanya. (adi/adv)




Jajaran Diskes Tangani Langsung, Suasana Haru Iringi Pengobatan Pasien ODGJ di Desa Sungai Raya

orgilTEMBILAHAN (detikriau) – Suasana haru mengiringi proses pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sungai Raya Kecamatan Batang Tuaka, yang dilakukan langsung oleh jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) beserta dokter spesialis jiwa dan tenaga kesehatan setempat, Kamis (17/9/2015).

Betapa tidak, saat berlangsungnya proses pengobatan yang dipimpin langsung Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia ini, pasien sempat bersalaman dan berpelukan bersama kedua orang tuanya, yang disertai deraian air mata.

Padahal, sebelum diobati pasien yang sudah mengalami gangguan jiwa sejak 6 tahun lalu ini, akan sangat marah dan menjadi tidak terkendali ketika melihat orang tuanya terutama sang ayah, sehingga membuat mereka takut untuk mendekati anaknya sendiri.

Suasana tersebut, sontak saja membuat tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat sekitar yang hadir serta melihat langsung kejadian itu merasa terharu dan meneteskan air mata.

Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Pasalnya, pasien tiba-tiba menunjukkan sikap yang berbeda kepada ayahnya, sehingga tenaga kesehatan menganjurkan agar ayahnya menjauh terlebih dahulu dari anaknya.

“Saya sangat terharu dan sekaligus senang melihat mereka saling berjabat tangan dan berpelukan, karena selama ini kalau melihat ayahnya bisa langsung ngamuk,” cerita salah seorang keluarga pasien yang hadir saat itu.

Selanjutnya, ia berharap kondisi pasien dapat segera sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah, serta berbaur bersama masyarakat sekitar, seperti ketika pasien masih sehat dahulu.

“Tidak seperti sekarang, dia (pasien, red) ditempatkan sendirian di sebuah gubuk kecil di belakang rumahnya, karena dikhawatirkan mengamuk dan membahayakan pihak keluarga dan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, pasien S (26) ini sudah dipasung dan diasingkan di gubuk kecil tersebut sejak 3 tahun lalu, dikarenakan pasien sering mengamuk dan menyerang keluarganya terutama sang ayah.

“Dari informasi pihak keluarga, katanya sakit pasien ini berawal ketika Sekolah Dasar (SD). Dimana saat itu, ia pernah dicegah oleh orang yang tidak dikenal di tengah jalan. Setelah kejadian tersebut, ia tidak ada bicara dan berinteraksi lagi dengan pihak keluarga,” terangnya.

Kondisi dan sakit pasien tersebut, lanjut Devi, semakin parah sejak 6 tahun terakhir ini, sehingga membuat pasien dipasung oleh pihak keluarga. Apalagi ketika melihat ayahnya, pasien akan langsung mengamuk dan berusaha memukul sang ayah.

“Tapi setelah diobati pertama kali dan kita pertemukan dengan ayahnya, pasien tidak lagi ngamuk dan malah mereka saling berpelukan. Mudah-mudahan, ini menjadi pertanda sakit si pasien akan segera membaik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, Nurmi Widiarti menyatakan bahwa penanganan pasien jiwa ini akan dilakukan dengan pemberian suntik secara rutin oleh tenaga kesehatan setempat. Apabila dinilai pasien sudah kooperatif, barulah diberi obat-obatan berupa tablet.

“Dalam pengobatan pasien ini, yang paling penting adalah dukungan keluarga dan masyarakat, dengan terus memberikan perhatian dan tidak mengucilkannya, sehingga kondisi pasien bisa segera membaik,” imbuhnya.

Usai melakukan pengobatan pasien ODGJ di Desa Sungai Raya tersebut, rombongan yang turut diikuti aparatur Diskes Inhil lainnya, yakni Sri Sebayang, Nurhadi dan Rizki ini langsung beranjak menuju Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka, untuk melihat dan melakukan pengobatan secara langsung kepada pasien ODGJ di wilayah setempat. (adi/adv)




Terserang Wabah Diare, Dua Warga Desa Tasik Raya Meninggal Dunia, Puluhan Dirawat

“Atasi KLB diare, Diskes dirikan posko pelayanan kesehatan, melakukan sweeping dan pengendalian.”

Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan saat memberikan komfirmasi
Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan saat memberikan komfirmasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setidaknya 2 warga Desa Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia dan puluhan lainnya harus mendapatkan pertolongan medis, baik dengan rawat inap maupun rawat jalan pada pekan kemarin.

Kondisi tersebut menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dr Saut Pakpahan, dikarenakan wabah diare yang menyerang desa tersebut pada Kamis (10/9/2015) lalu.

“Kejadian Luar Biasa (KLB) diare ini terjadi tanggal 20 September kemarin, yang mengakibatkan 2 orang meninggal, 83 orang rawat jalan dan 3 orang rawat inap di Puskesmas Sungai Piring. Namun, hari ini sudah terkendali,” tutur Saut saat diwawancarai sejumlah awak media usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Inhil, Selasa (15/9/2015).

diare 2Untuk penyebabnya, dijelaskan dokter spesialis penyakit dalam ini, dikarenakan bakteri atau kuman ecoli dari air parit, yang digunakan oleh warga setempat untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, masak, cuci dan lain sebagainya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa penyebabnya ecoli, yang berasal dari air parit yang dikonsumsi dan digunakan warga di sana saat musim kemarau ini,” terangnya.

Adapun berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi KLB diare ini, lanjut Saut, diantaranya dengan mendirikan posko pelayanan kesehatan di wilayah setempat, serta sweeping dan pengendalian.

“Kita juga melaksanakan gotong royong membersihkan sumber air dan mengajak masyarakat agar menggunakan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari di rumah,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, sejak beberapa hari lalu terutama sejak kabut asap makin menebal, banyak warga di beberapa kecamatan menderita diare, bahkan harus dirawat serius di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Diduga, penyebab banyak warga yang terserang diare ini dikarenakan berkurangnya persediaan air bersih untuk dikonsumsi oleh warga, sehingga mereka mereka terpaksa mengkonsumsi air parit atau kolam yang tidak terjamin kebersihannnya.

Apalagi, selama ini warga di daerah-daerah mengkonsumsi air hujan untuk minum, serta kebutuhan memasak dan lain sebagainya. Namun hujan tidak kunjung turun. (adi/adv)




Diskes Inhil Gelar Pelatihan PKPR Bagi Petugas Kesehatan

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pelatihan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi petugas kesehatan, Senin (14/9/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan serta diikuti penanggung jawab program PKPR dan penanggung jawab program UKS Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan data yang ada dan tercatat di Diskes, kasus yang terbanyak ditemukan pada remaja adalah anemia (kekurangan darah) dan gangguan haid.

Kemudian, disusul hipertensi, obeksitas, merokok, pengetahuan tentang HIV AIDS yang masih terbatas, perlakukan seks pra nikah, umur pernikahan dini dan ibu melahirkan di bawah usia 20 tahun.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kegiatan PKPR dan keberadaan UKS yang selama ini tidur bisa kembali aktif,” tutur Saut.

Selanjutnya, dengan kegiatan tersebut juga diharapkan petugas kesehatan dapat melalukan berbagai langkah pencegahan san antisipasi sejak dini terhadap berbagai penyakit yang menyerang remaja.

“Output dari kegiatan ini, mereka (peserta, red) bisa mebuat laporan atau minimal melakukan pemeriksaan dan konseling terhadap permasalahan yang dihadapi oleh para remaja di wilayah kerjanya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil, Siti Munziarni, SKM MM menjelaskan, tujuan dari pelatihan PKPR ini adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada remaja.

“Kita juga sangat mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat mengurangi kasus-kasus yang banyak terjadi pada kesehatan remaja,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Lakukan Pembinaan Pencatatan dan Pelaporan Program KIA, KB dan Gizi Bagi Bidan di Puskesmas Batang Tumu

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pembinaan pencatatan dan pelaporan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi, pekan kemarin. Kegiatan yang dipusatkan di UPT Puskesmas Batang Tumu, Kecamatan Mandah ini, diikuti seluruh bidan yang berada di wilayah tersebut.

Kepala Diskes Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan program KIA, KB dan Gizi di wilayah kerja UPT Puskesmas yang ada di seluruh Kabupaten Inhil.

“Kegiatan ini penting dilakukan, guna memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman bagi para bidan tentang tugas dan fungsinya,” tutur Siti Munziarni saat dikonfirmasi detikriau.org melalui telepon selulernya, Senin (14/9/2015).

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, lanjut wanita yang akrab disapa Imun ini, diharapkan seluruh bidan mampu memahami serta dapat melaksanakan pencatatan dan pelaporan program KIA, KB dan Gizi secara baik dan benar.

“Ke depan, kita harapkan apa yang menjadi program dan kegiatan serta target kita bisa tercapai,” imbuhnya. (adi/adv)