Tingkatkan Pelayanan, Tenaga Kesehatan Diimbau Cari Terobosan Baru

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk mencari berbagai terobosan-terobosan baru, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Ridwan MKes dalam sambutannya saat membuka Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Program Gizi di Kabupaten Inhil, yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan, Selasa (20/10/2015) kemarin.

Dikatakan Ridwan, pengambilan keputusan yang tepat serta akurat sangat penting saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam memecahkan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, yang butuh penanganan dan tindakan cepat.

“Sekecil apapun kebijakan yang diambil, tentunya akan sangat berarti dalam melakukan pekerjaan kita, tapi haruslah dengan terobosan yang tepat,” tutur Ridwan.

Apalagi, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas, Pustu dan Polindes merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah, khususnya dalam penerapan berbagai program yang berhubungan langsung dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Jadi, mari sama-sama kita saling memberi dukungan dan bekerjasama, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Inhil Gelar Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Program Gizi

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelatihan pencatatan dan pelaporan program gizi, Selasa (20/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula salah satu Hotel di Tembilahan ini, diikuti sebanyak 27 peserta yang merupakan tenaga kesehatan pada Puskesmas Pembantu (Pustu) se-Kabupaten Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, Siti Munziarni SKM, MM mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan agar pencatatan dan pelaporan program gizi dapat dilakukan secara tepat dan akurat.

“Itu semua, dalam rangka meningkatkan hasil capaian program gizi di Kabupaten Inhil,” tutur Siti Munziarni, yang juga menjabat sebagai Kasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil.

Sementara itu, Kepala Diskes Inhil melalui Sekretaris, Ridwan Ahim SSos, MKes menjelaskan, pencatatan dan pelaporan adalah indikator keberhasilan suatu kegiatan.

“Output dari pencatatan dan pelaporan ini adalah sebuah data dan informasi yang berharga dan bernilai bila menggunakan metode yang tepat dan cara yang benar,” tutur Ridwan.

Selain itu, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, sistem pencatatan dan pelaporan terpadu juga merupakan pondasi dari data kesehatan, sehingga diharapkan terciptanya sebuah informasi yang akurat, representatif dan reliabel, yang dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan perencanaan kesehatan.

“Jadi, untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan kemampuan untuk mengolah data secara benar. Karena itu, diperlukan pelatihan seperti yang dilakukan saat ini,” imbuhnya. (Adi/adv)




Diskes Gelar Pertemuan Program KB dan AMP Bagi Petugas Kesehatan

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan program Keluarga Berencana (KB) dan Audit Maternal Perinatal (AMP) bagi petugas kesehatan, Senin (19/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, diikuti puluhan peserta yang merupakan penanggung jawab program KB dan AMP Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, Siti Munziarni SKM, MM dalam laporannya mengatakan, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk terlaksananya kegiatan pelayanan KB di Puskesmas maupun jaringannya dan kegiatan AMP, baik di tingkat kabupaten ataupun di tingkat kecamatan.

“Ini semua dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, khususnya ibu hamil, bersalin maupun nifas, serta pelayanan KB,” kata Siti Munziarni, yang juga menjabat sebagai Kasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil.

Sementara itu, Kepala Diskes Inhil melalui Kabid PPKDPK, Ns Matzen SKep, MKes dalam sambutannya menjelaskan, untuk Kabupaten Inhil angka kematian Perinatal dan Maternal masih cukup tinggi.

Dimana, hingga Bulan September 2015 lalu kematian ibu mencapai 19 jiwa, kematian bayi 112 jiwa dan kematian balita 4 jiwa, dengan jumlah angka kelahiran sebanyak 5.233 jiwa dan jumlah peserta KB aktif sebanyak 23.334 jiwa.

Oleh karena itu, untuk menekan angka kematian tersebut adalah dengan semakin ditingkatkannya mutu pelayanan kesehatan kepada ibu dan Perinatal di tingkat pelayanan dasar dan rujukan primer atau yang disebut juga konsep AMP.

“Audit ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi faktor medik, non medik dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh kepada kesakitan dan kematian ibu maupun bayi,” terang Matzen.

Selanjutnya, Matzen menuturkan bahwa AMP merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu, serta Perinatal, guna mencegah terjadinya hal tersebut di masa mendatang.

“Proses penelaahan kasus dengan menggunakan berbagai informasi dan pengalaman dari suatu kelompok terdekat ini, untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan, dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan KIA di suatu wilayah,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Inhil Lakukan Pertemuan Evaluasi Kelas Ibu Hamil di UPT Puskesmas Pengalihan Enok

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi melakukan pertemuan evaluasi kelas ibu hamil, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pengalihan Enok, Sabtu (17/10/2015).

Pada kegiatan yang diikuti oleh 48 peserta, yang merupakan ibu hamil dari 6 desa yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok ini, juga digelar lomba cerdas cermat ibu hamil, lomba senam ibu hamil dan lomba pengetahuan ibu hamil tentang pelaksanaan kelas ibu hamil.

Turut hadir saat itu, Ketua TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa, Kepala UPT Puskesmas Pengalihan Enok dan jajaran, Bidan Koordinator UPT Puskesmas Pengalihan Enok dan UPT Puskesmas Sungai Salak, Kepala TU UPT Puskesmas Enok, seluruh bidan yang ada di wilayah tugas UPT Puskesmas Pengalihan Enok.

image_1Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, adalah agar ibu hamil mengetahui manfaat dari buku KIA dan ibu hamil, serta keluarga tahu apa saja yang harus didapatkan pada ibu dan anak, baik dari masa hamil, persalinan dan nifas sehingga ibu selamat, sehat bayi  selamat, sehat dan cerdas.

“Untuk Kabupaten Inhil, yang melaksanakan kegiatan seperti ini baru UPT Puskesmas Pengalihan Enok,” tutur Kepala Diskes Inhil melalui Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni kepada detikriau.org melalui telepon selulernya, Minggu (18/10/2015).

Dijelaskan wanita yang akrab disapa Imun ini, kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Puskesmas untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Atas nama Diskes, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada jajaran UPT Puskesmas Pengalihan Enok dan bidan koordinator atas kerjasama yang telah dilakukan dengan lintas program dan lintas sektor terkait, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai yang diharapkan,” tambahnya.

Selanjutnya, Imun berharap semoga kedepannya seluruh Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit ini dapat melakukan inovasi-inovasi program kesehatan, salah satunya program kesehatan ibu, anak dan gizi.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan pelaksanaan kelas ibu hamil untuk seluruh desa yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Enok. (adi/adv)




Mau Ikut Operasi Katarak Gratis, Daftar Disini

“Melibatkan Tim Dokter dari World Health Organization (WHO)”

katarakTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan tim dokter spesialis mata dari Jakarta akan menggelar operasi bagi penderita katarak secara gratis, dengan menggunakan metode baru.

Kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada minggu ketiga dan keempat Bulan November mendatang ini, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada tanggal 12 November 2015.

Kepala Diskes Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia mengatakan, pada operasi katarak gratis ini, tim dokter yang akan diturunkan melibatkan tim kesehatan dari World Health Organization (WHO).

“Setelah dilakukan operasi nantinya, para pasien tidak lagi menggunakan kacamata, tetapi langsung ditanam lensa,” tutur Devi saat dikonfirmasi detikriau.org melalui telepon selulernya, Sabtu (17/10/2015).

Oleh karena itu, bagi seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit yang menderita katarak matur berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, silakan mengikuti pendaftarannya di Kantor Diskes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan.

Adapun persyaratan untuk mengikuti operasi katarak gratis ini, yaitu dengan mendaftarkan data pasien di Seksi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, serta membawa hasil screening dokter, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan menderita katarak matur.

“Hingga saat ini, baru sekitar 50 orang yang mendaftar. Jadi, bagi masyarakat maupun anggota keluarga dan kerabatnya yang menderita katarak matur, kita anjurkan untuk mengikuti kegiatan ini,” imbuhnya.

Untuk kontak person pendaftaran operasi katarak gratis, bisa menghubungi Devi Natalia (Hp : 082284427436), Sri Ukur Sebayang (Hp : 085356548777) dan Nurhadi (Hp : 081365613263). (adi/adv)




Setelah Bertugas Setahun, Diskes Lepas Kepulangan 15 Dokter Intersif di Inhil

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melepas kepulangan 15 dokter intersif di daerah tersebut, Jum’at (16/10/2015). Prosesi pelepasan yang dipusatkan di aula Wijaya Kusuma Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan ini, turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Diskes Kabupateb Inhil.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes mengatakan, sebelumnya 15 dokter intersif ini telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Negeri Seribu Parit selama satu tahun.

“Selama setahun ini, mereka melaksanakan praktek di RSUD Puri Husada sekitar 8 bulan dan sisanya 4 bulan di UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan,” tutur Ridwan.

Dengan telah berakhirnya kegiatan tersebut, Ridwan mewakili pimpinan dan jajaran di lingkungan Diskes Inhil mengucapkan terimakasih atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat selama ini.

“Kami juga memohon maaf, apabila selama bekerjasama ada terdapat kesalahan dan kekhilafan. Mudah-mudahan, ke depan kerjasama ini dapat terus ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, 15 dokter intersif tersebut berasal dari bebagai daerah di Indonesia, seperti Siak, Kampar, Bengkalis, Dumai, Garut, Kerinci, Bengkulu dan Sumatera Barat (Sumbar). (adi/adv)