Inhil Terbaik di Wilayah Sumatera, Saut Harap Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS Terus Ditingkatkan

TEMBILAHAN (detikriau.org)  – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meraih penghargaan dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional atas kepedulian Pemerintah Daeran (Pemda), stakeholder dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS.

Prosesi penyerahan penghargaan yang dipusatkan di aula Hotel Horison Makassar ini, diberikan langsung oleh Sekjen KPA Nasional, DR Kemal Siregar kepada Bupati Inhil, HM Wardan sempena Pertemuan Nasional AIDS V, Selasa (27/10/2015).

Turut mendampingi Bupati Wardan saat itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan dan Sekretaris KPA Inhil, Umar Pulungan.

Plt Kadiskes Inhil, dr Saut Pakpahan menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin 4 tahunan, dalam rangka memberikan penghargaan kepada KPA kabupaten dan kota terbaik se-Indonesia.

“Dari 10 kabupaten dan kota yang menerima penghargaan dari KPA Nasional ini, KPA Inhil mendapat penghargaan terbaik di wilayah Sumatera tahun 2015,” tutur Saut.

Ke depan, dokter spesialis penyakit dalam ini berharap, keberhasilan yang telah diraih tersebut dapat lebih ditingkatkan lagi, dengan cara seluruh pihak terkait terus memberikan perhatian terhadap pencegahan dan penanggulanan penyakit HIV AIDS.

“Kepada masyarakat kita imbau agar mau memeriksakan diri dan bersedia berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) apabila terdeteksi mengidap penyakit HIV AIDS,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Wardan mengajak seluruh pihak, untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap penyebaran penyakit HIV AIDS di tengah-tengah masyarakat.

“Marilah sama-sama kita cegah penyebaran dan penularan penyakit HIV AIDS, sehingga daerah kita terbebas dari bahaya penyakit ini,” pesan Bupati Wardan.

Untuk diketahui, hingga kini sudah ditemukan sebanyak 134 penderita HIV AIDS di Negeri Seribu Parit, dan Pemkab Inhil telah bisa memberikan pengobatan secara cuma-cuma alias gratis selama seumur hidup penderita yang telah terdata.(adi/adv)




Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Bidan Diimbau Tingkat Kerjasama dan Saling Berikan Dukungan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh bidan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk meningkatkan kerjasama dan saling memberi dukungan dalam upaya memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MMKes saat ditemui detikriau.org usai menghadiri Seminar dan Workshop “Hypnobirthing Teknik Mengendalikan Rasa Sakit Saat Melahirkan”, Selasa (27/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan ini, dalam rangka memperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-64 di Kabupaten Inhil.

Dikatakan Matzen, peringatan HUT IBI ini harus dijadikan sebagai momentum bagi para bidan, untuk terus berjuang dengan gigih dan tulus, agar program kesehatan yang diprioritaskan dapat lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih terbilang cukup tinggi.

“Itu semua, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat, menuju Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” tutur Matzen.

Selanjutnya, Matzen juga mengucapkan selamat HUT IBI tahun 2015, diharapkan dengan bertambahnya umur, organisasi ini akan lebih baik di masa-masa mendatang dan keberadaannya dapat dirasakan manfatnya oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan, kedepannya IBI akan semakin solid, bersahaja, dan bersatu dalam membantu sesama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Inhil, Fitri Astuti menjelaskan, saat ini total keseluruhan bidan yang ada di Kabupaten Inhil adalah sekitar 800 orang. Namun yang bergabung ke organisasi IBI tercatat sedikitnya 700 bidan. (adi/adv)




Penilaian Desa ber-PHBS di Kelurahan Kuala Lahang, Masyarakat Diimbau Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Diskes Inhil, Fitri Astuti SST saat melakukan penilaian desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, pekan kemarin.

image_1Dikatakan Fitri, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini, diikuti sebanyak 10 desa. Dimana, 3 desa terbaik nantinya akan dipilih sebagai pemenang lomba.

“Dari tiga desa pemenang lomba, terbaik satu akan ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Inhil, untuk mengikuti perlombaan serupa tingkat Provinsi Riau tahun 2016 mendatang,” kata Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya.

Adapun kategori penilaian dalam perlombaan desa ber-PHBS tersebut, yaitu :

  1. Kelengkapan administrasi, seperti sistem pencatatan yang ada di desa ber-PHBS.
  2. Adanya kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh desa, yang menunjang 10 indikator PHBS.
  3. Dukungan kebijakan pemerintah, baik tingkat desa maupun kecamatan.
  4. Observasi langsung kondisi rumah tangga (peranserta masyarakat).

“Kita harapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya sebatas penilaian pemenang. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku hidup sehat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)




Cegah Terinfeksi HIV, Ini Yang Harus Diwaspadai

HIV-Cegah-Dengan-Metode-ABCTEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan hubungan seks yang beresiko, Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga bisa menular melalui transfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskan Fitri, sebelum melakukan transfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV, maka pastikan bahwa saat mendonorkan darah ataupun berada dalam kondisi memerlukan transfusi darah, hendaknya dipastikan dulu darah tersebut steril.

“Tattoo dan tindik juga bisa menjadi media penyebaran HIV. Jadi, ini juga harus diwaspadai,” tutur Fitri.

Selain itu, lanjut Fitri, jika ada yang merasa pernah melakukan seks beresiko segera periksakan diri ke dokter atau klinik Voluntary Conselling and Tenting (VCT) terdekat.

“Mencegah adalah satu-satunya cara untuk tidak terinfeksi HIV. Namun jika sudah terinfeksi HIV, segera lakukan perawatan Antiretroviral (ARV),” imbuhnya. (adi/adv).




Cegah Penularan HIV Dengan ABCDE

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk mencegah dan mengantisipasi sejak dini penularan serta penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan menerapkan perilaku ABCDE.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskan, perilaku ABCDE ini meliputi :

A (Abstinence) = puasa, tidak melakukan hubungan seks. Model pencegahan ini lebih cocok untuk para remaja yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Pastikan untuk melakukan VCT dengan calon pasangan jika akan menikah.

B (Be faithful) = setia dengan pasangan yang juga sama-sama setia (tidak berganti-ganti pasangan), sama-sama tidak terinfeksi virus HIV dan sama-sama tidak melakukan aktifitas beresiko lainnya, seperti sama-sama tidak menggunakan narkoba melalui jarum suntik. Jadi, jika remaja telah menikah atau melakukan hubungan seks, maka ia harus setia dengan pasangannya saja.

C (Condom) = menggunakan kondom bagi pasangan sah, yang salah satunya telah teinfeksi HIV atau pasangan yang beresiko tinggi tertular HIV agar tidak tertular atau menularkan pasangannya.

D (No Drug Use) = tidak menggunakan narkoba, karena saat sakau pengguna narkoba tidak sadar, sehingg menggunakan jarum suntik yang sama dan tidak steril secara bergantian.

E (Education) = belajar lebih banyak mengenai HIV dan AIDS, lalu menyebarkan kepada orang lain. Karena informasi yang benar dan komprehensif sangat berperan dalam penurunan angka penularan HIV dan menghapus stigma serta diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). (adi/adv).




Pengguna Narkoba Rawan Terinveksi HIV/AIDS

syringeTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemakai narkoba jarum suntik sangat beresiko tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik yang berganti-ganti dengan sesama pemakai.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan, saat kondisi sakau pemakai narkoba jarum suntik tidak mungkin bisa berpikir panjang dan jernih untuk hal apapun, termasuk mensterilkan atau mengganti jarum suntik, sehingga tiap orang yang pakai narkoba biasanya tidak sadar saat melakukan tindakan beresiko tertular HIV.

“Hal ini semakin didukung juga dengan sikap solidaritas sesama pemakai, dengan menggunakan jarum yang bergantian. Padahal, diantara mereka ada juga yang tahu kondisi temannya apakah terinfeksi HIV atau tidak,” tutur Fitri.

Lebih jauh dijelaskan, memakai narkoba tidak hanya merusak tubuh dengan zat adiktif, tetapi juga sarana penyebaran beberapa virus, seperti HIV, hepatitis dan lain-lain.

“Orang yang tidak terinfeksi HIV, lalu memakai jarum suntik bersama dengan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), maka akan langsung tertular,” terangnya.

Selain itu, pemakaian narkoba tanpa jarum suntik pun dapat membuka pintu resiko terhadap penularan, apabila mendorong pemakai melakukan seks beresiko.

“Ini karena beberapa jenis narkoba menstimulasi dorongan seksual,” imbuhnya.(adi)