Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Bidan Diimbau Tingkat Kerjasama dan Saling Berikan Dukungan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh bidan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk meningkatkan kerjasama dan saling memberi dukungan dalam upaya memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MMKes saat ditemui detikriau.org usai menghadiri Seminar dan Workshop “Hypnobirthing Teknik Mengendalikan Rasa Sakit Saat Melahirkan”, Selasa (27/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan ini, dalam rangka memperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-64 di Kabupaten Inhil.

Dikatakan Matzen, peringatan HUT IBI ini harus dijadikan sebagai momentum bagi para bidan, untuk terus berjuang dengan gigih dan tulus, agar program kesehatan yang diprioritaskan dapat lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih terbilang cukup tinggi.

“Itu semua, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat, menuju Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” tutur Matzen.

Selanjutnya, Matzen juga mengucapkan selamat HUT IBI tahun 2015, diharapkan dengan bertambahnya umur, organisasi ini akan lebih baik di masa-masa mendatang dan keberadaannya dapat dirasakan manfatnya oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan, kedepannya IBI akan semakin solid, bersahaja, dan bersatu dalam membantu sesama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Inhil, Fitri Astuti menjelaskan, saat ini total keseluruhan bidan yang ada di Kabupaten Inhil adalah sekitar 800 orang. Namun yang bergabung ke organisasi IBI tercatat sedikitnya 700 bidan. (adi/adv)




Penilaian Desa ber-PHBS di Kelurahan Kuala Lahang, Masyarakat Diimbau Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Diskes Inhil, Fitri Astuti SST saat melakukan penilaian desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, pekan kemarin.

image_1Dikatakan Fitri, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini, diikuti sebanyak 10 desa. Dimana, 3 desa terbaik nantinya akan dipilih sebagai pemenang lomba.

“Dari tiga desa pemenang lomba, terbaik satu akan ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Inhil, untuk mengikuti perlombaan serupa tingkat Provinsi Riau tahun 2016 mendatang,” kata Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya.

Adapun kategori penilaian dalam perlombaan desa ber-PHBS tersebut, yaitu :

  1. Kelengkapan administrasi, seperti sistem pencatatan yang ada di desa ber-PHBS.
  2. Adanya kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh desa, yang menunjang 10 indikator PHBS.
  3. Dukungan kebijakan pemerintah, baik tingkat desa maupun kecamatan.
  4. Observasi langsung kondisi rumah tangga (peranserta masyarakat).

“Kita harapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya sebatas penilaian pemenang. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku hidup sehat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)




Cegah Terinfeksi HIV, Ini Yang Harus Diwaspadai

HIV-Cegah-Dengan-Metode-ABCTEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan hubungan seks yang beresiko, Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga bisa menular melalui transfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskan Fitri, sebelum melakukan transfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV, maka pastikan bahwa saat mendonorkan darah ataupun berada dalam kondisi memerlukan transfusi darah, hendaknya dipastikan dulu darah tersebut steril.

“Tattoo dan tindik juga bisa menjadi media penyebaran HIV. Jadi, ini juga harus diwaspadai,” tutur Fitri.

Selain itu, lanjut Fitri, jika ada yang merasa pernah melakukan seks beresiko segera periksakan diri ke dokter atau klinik Voluntary Conselling and Tenting (VCT) terdekat.

“Mencegah adalah satu-satunya cara untuk tidak terinfeksi HIV. Namun jika sudah terinfeksi HIV, segera lakukan perawatan Antiretroviral (ARV),” imbuhnya. (adi/adv).




Cegah Penularan HIV Dengan ABCDE

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk mencegah dan mengantisipasi sejak dini penularan serta penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan menerapkan perilaku ABCDE.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskan, perilaku ABCDE ini meliputi :

A (Abstinence) = puasa, tidak melakukan hubungan seks. Model pencegahan ini lebih cocok untuk para remaja yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Pastikan untuk melakukan VCT dengan calon pasangan jika akan menikah.

B (Be faithful) = setia dengan pasangan yang juga sama-sama setia (tidak berganti-ganti pasangan), sama-sama tidak terinfeksi virus HIV dan sama-sama tidak melakukan aktifitas beresiko lainnya, seperti sama-sama tidak menggunakan narkoba melalui jarum suntik. Jadi, jika remaja telah menikah atau melakukan hubungan seks, maka ia harus setia dengan pasangannya saja.

C (Condom) = menggunakan kondom bagi pasangan sah, yang salah satunya telah teinfeksi HIV atau pasangan yang beresiko tinggi tertular HIV agar tidak tertular atau menularkan pasangannya.

D (No Drug Use) = tidak menggunakan narkoba, karena saat sakau pengguna narkoba tidak sadar, sehingg menggunakan jarum suntik yang sama dan tidak steril secara bergantian.

E (Education) = belajar lebih banyak mengenai HIV dan AIDS, lalu menyebarkan kepada orang lain. Karena informasi yang benar dan komprehensif sangat berperan dalam penurunan angka penularan HIV dan menghapus stigma serta diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). (adi/adv).




Pengguna Narkoba Rawan Terinveksi HIV/AIDS

syringeTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemakai narkoba jarum suntik sangat beresiko tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik yang berganti-ganti dengan sesama pemakai.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan, saat kondisi sakau pemakai narkoba jarum suntik tidak mungkin bisa berpikir panjang dan jernih untuk hal apapun, termasuk mensterilkan atau mengganti jarum suntik, sehingga tiap orang yang pakai narkoba biasanya tidak sadar saat melakukan tindakan beresiko tertular HIV.

“Hal ini semakin didukung juga dengan sikap solidaritas sesama pemakai, dengan menggunakan jarum yang bergantian. Padahal, diantara mereka ada juga yang tahu kondisi temannya apakah terinfeksi HIV atau tidak,” tutur Fitri.

Lebih jauh dijelaskan, memakai narkoba tidak hanya merusak tubuh dengan zat adiktif, tetapi juga sarana penyebaran beberapa virus, seperti HIV, hepatitis dan lain-lain.

“Orang yang tidak terinfeksi HIV, lalu memakai jarum suntik bersama dengan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), maka akan langsung tertular,” terangnya.

Selain itu, pemakaian narkoba tanpa jarum suntik pun dapat membuka pintu resiko terhadap penularan, apabila mendorong pemakai melakukan seks beresiko.

“Ini karena beberapa jenis narkoba menstimulasi dorongan seksual,” imbuhnya.(adi)




Inhil Masih Dalam Status Waspada ISPA dan Diare

Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga kini, kondisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan masih waspada penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, Kamis (22/10/2015).

Dikatakan Saut, saat ini musim kemarau panjang dan kabut asap masih melanda Negeri Seribu Parit, sehingga tetap harus diwaspadai oleh masyarakat agar tidak menjadi korban dan terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin berkembang.

“Melihat cuaca yang masih belum turun hujan dan kabut asap dalam kurun waktu yang cukup lama, maka kita nyatakan Inhil masih dalam status waspada diare dan ISPA,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, untuk mencegah terkenanya penyakit diare, masyarakat dianjurkan mengkonsumsi air bersih yang telah dimasak terlebih dahulu, serta menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, yakni mandi, cuci dan kakus (MCK)

“Jadi, jangan gunakan air parit atau sungai yang kotor, karena akan mendatangkan penyakit,” terangnya.

Namun apabila sudah terkena penyakit tersebut, Saut menyarankan untuk langsung diobati dengan meminum larutan air gula, garam dan oralit atau berobat langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Sedangkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat bisa menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar rumah.

“Tapi jika ada warga yang merasa terserang gejala-gejala penyakit ISPA, seperti batuk berkepanjangan yang disertai flu, disarankan untuk sesegera mungkin berobat ke unit pelayanan kesehatan terdekat,” tambahnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pengobatan di unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas, tidak perlu khawatir karena biaya pengobatan digratiskan.

“Tidak ada pungutan biaya, semua itu gratis, kecuali di rumah sakit, karena itu hasil rujukan,” imbuhnya. (adi/adv)