DTPHP Inhil Siapkan Pelaksanaan Panen Raya di Dua Kecamatan

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil, RM Sudinoto
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil, RM Sudinoto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Saat ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sedang mempersiapkan pelaksanaan panen raya di dua lokasi berbeda di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala DTPHP Inhil, Kuswari diwakili Sekretaris, Sudinoto saat berbincang dengan awak media di ruang kerjanya, Rabu (24/2/2016).

Dikatakan Sudinoto, panen raya yang dipusatkan di Blok E Kempas Jaya Kecamatan Kempas dan Seberang Pebenaan Kecamatan Keritang ini, rencananya akan dilaksanakan pada minggu pertama Bulan Maret mendatang.

“Pada panen raya nanti, dalam satu kelompok tani ada satu hamparan lahan yang luasnya mencapai 200 hektar,” tutur Sudinoto.

Dijelaskan mantan Camat Tembilahan Kota ini, padi yang dipanen tersebut merupakan hasil tanam yang dilakukan oleh kelompok tani pad awal Bulan Desember 2015 lalu.

“Kalau varitas yang digunakan, kebanyakan adalah padi herang,” terangnya.

Untuk diketahui, pada musim tanam tahun lalu, yakni sekitar Bulan April-September 2015, rata-rata hasil panen padi di atas 6 ton perhektar di wilayah tersebut.

“Kalau musim tanam tahun ini, diperkirakan hasilnya juga tidak jauh beda dari sebelumnya,” imbuhnya. Adi/Adv




Hindari Gagal Panen, Petani disarankan Lakukan Tindakan Preventif

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil, RM Sudinoto
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil, RM Sudinoto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen pada tanaman padi, para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) disarankan agar menggunakan tindakan preventif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil, Kuswari melalui Sekretaris, RM Sudinoto saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Sudinoto, tindakan preventif ini penting dilakukan, dalam upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gagal panen di Kecamatan Kempas dan Enok.

“Kalau sudah ada tanda-tanda tanaman padi akan diserang hama, maka harus segera dikendalikan dengan pemberian pestisida dan lain sebagainya,” tutur Sudinoto.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya dan harus menjadi perhatian para petani, adalah penggunaan varitas yang tahan terhadap serangan hama, seperti hama wereng yang paling banyak menyerang tanaman padi.

“Kemudian, lakukan juga sistem pemupukan yang sesuai dengan anjuran, sehingga tanaman padi bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan beras yang berkualitas,” imbuhnya. Adi




Diserang Hama Wereng, 3,5 Ha Lahan Persawahan di Kempas dan Enok Gagal Panen

TEMBILAHAN, detikriau.org – Lahan sawah masyarakat seluas lebih kurang 3 hektar, yang terletak di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) gagal panen. Kondisi ini diakibatkan serangan hama Wereng sejak sekitar 10 hari yang lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil melalui Sekretaris, Sudinoto, SP, MM ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (15/2/2016).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Sudinoto, saat ini pihaknya telah melakukan pengendalian hama, yang bekerjasama dengan tim Perlindungan Tanaman (Perlintan) Provinsi Riau.

“Hamanya sudah diatasi dengan pestisida, namun masih terkendala dengan kondisi banjir yang melanda daerah tersebut,” tutur Sudinoto.

Selain di Kecamatan Kempas, lanjut mantan Camat Tembilahan Kota ini, ada satu lagi lahan sawah masyarakat yang terserang hama yang sama, yaitu di Kecamatan Enok, dengan luas lahan sawah sekitar setengah hektar.

“Kedua tempat itu bisa dipastikan gagal panen dan sekarang tanaman padinya sudah dimusnahkan dengan cara ditebas,” terangnya.

Dijelaskan Sudinoto, pemusnahan tanaman tersebut dilakukan agar lahan-lahan sawah masyarakat yang lainnya tidak terjangkit hama Wereng.

“Di Kecamatan Enok ini juga sudah kita lakukan pengendalian hama, dengan cara menyemprotkan pestisida di lahan yang terserang hama,” tambahnya.

Lebih jauh Sudinoto menyampaikan, hama jenis wereng ini memiliki postur tubuh yang kecil dan berwarna coklat serta memiliki sebentuk air racun yang dikeluarkan dari mulutnya.

“Air itulah yang bisa membuat tanaman padi seperti habis terbakar api dan mengering, sehingga akhirnya mati. Oleh karena itu, para petani harus mengantisipasi persoalan ini sedini mungkin, dengan melakukan tindakan preventif, yakni dengan memilih varitas yang tahan hama Wereng dan melakukan pemupukan yang sesuai dengan anjuran,” imbuhnya. Adi




DTPHP Inhil Lakukan Gerakan Tanam Padi Serentak di Kempas

dtphpTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Gerakan Tanam Padi Serentak, yang dipusatkan di Kecamatan Kempas, Kamis (28/1/2016) kemarin.

Penanaman di lokasi lahan Luas Tambah Tanam (LTT) 75 hektar ini, dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Makmur, Kelurahan Kempas Jaya.

Hadir saat itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Riau, Kepala BPTP Riau, Sekretaris Bakorlu Riau beserta rombongan, Penanggung Jawab Opsus Riau, Perwakilan Kodim 0314 dan Bappeda, Kepala BP2KP, serta Kepala DTPHP Inhil dan jajarannya.

Kepala DTPHP Inhil, H Kuswari melalui Kabid Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Usman mengatakan, Gerakan Tanam Padi Serentak ini merupakan yang pertama di lakukan di tahun 2016. Sedangkan untuk masa tanam kedua, rencananya akan dilakukan pada Bulan April mendatang.

“Untuk daerah kita ini, khusus di Kecamatan Kempas, sudah menerapkan masa tanam 2 sampai 3 kali dalam setahun,” tutur Usman.

Adapun bibit yang ditanam saat itu, yakni Varitas Padi Inpara, dengan Indeks Pertanaman (IP) 250.

“Penanaman padi ini menggunakan teknik tanam Jajar Legowo atau penanaman sejajar, dengan produktifitas mencapai 6-7 ton dalam sekali panen,” terangnya.

Ke depan, Usman berharap agar hasil tersebut bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi, dalam upaya mengembalikan Kabupaten Inhil sebagai lumbung padinya Provinsi Riau. adi/adv




DTPHP Inhil Terapkan Opsus Pajali

“Tahap I Fokus Pada Produk Pertanian Padi”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Saat ini, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sedang menerapkan Operasi Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Opsus Pajalai) di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala DTPHP Inhil, H Kuswari MP terkait dengan upaya pihaknya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pada sektor pertanian.

Dikatakan Kuswari, Opsus Pajalai tahap pertama ini, pihaknya akan lebih fokus pada produk pertanian padi, yang dipusatkan di beberapa daerah yang telah ditentukan sebelumnya, sebagai upaya peningkatan luas tanam padi dan jumlah panen.

“Dari total sekitar 20.000 Ha lahan penanaman padi, kami telah membagi menjadi 2 masa tanam dan panen, yakni masa tanam dan panen periode Oktober 2015-Maret 2016 dan periode April 2016-September 2016,” tutur Kuswari.

Untuk masa tanam dan panen di musim penghujan pada periode Oktober 2015-Maret 2016 yang belum berakhir ini, Kuswari berharap dapat mengoptimalkan hasil panen dengan luas lahan 10.000-15.000 Ha.

Sedangkan untuk masa tanam dan panen berikutnya di periode kedua, yakni April 2016-September 2016 yang jatuh pada musim kemarau, kemungkinan hasil panennya akan lebih sedikit jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Dalam pelaksanaannya, Opsus Pajalai untuk padi ini menggunakan teknik penanaman Jajar Legowo atau teknik penanaman sejajar, dengan ketentuan jarak untuk jarak tanam antar bibit, sehingga penanamannya dapat lebih teratur,” terangnya.

Ke depan, lanjut Kuswari, pelaksanaan Opsus Pajalai akan dilakukan di Kecamatan Kempas. Dimana, pemilihan lokasi ini dikarenakan di wilayah setempat lahannya cukup baik.

“Untuk itu, beberapa persiapan telah dilakukan, seperti pembersihan lahan dan pengadaan mesin tanam bibit padi yang modern, sehingga pekerjaannya dapat lebih efektif dan efisien,” imbuhnya. Adi/adv




Masuki 2016, DTPHP Inhil Persiapkan Berbagai Program Unggulan Bidang Pertanian

petaniTEMBILAHAN (detikriau.org) – Memasuki tahun anggaran 2016 ini, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) sudah mempersiapkan berbagai program dan kegiatan, dalam upaya meningkatkan hasil pertanian yang merupakan salah satu unggulan masyarakat di Negeri Seribu Parit.

Apalagi, ini sesuai dengan apa yang disampaikan Bupati Inhil, HM Wardan saat menggelar rapat koordinasi dengan seluruh (Satuan Kerja Perangkat Daerah), yang menyatakan bahwa tahun 2016 adalah tahun Prestasi.

Oleh karena itu, DTPHP Kabupaten Inhil akan terus berusaha dan bekerja keras untuk mencapai prestasi tersebut, guna mendukung serta mewujudkan pembangunan dan kemajuan daerah.

“Kita akan berusaha dan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan Pak Bupati ini,” tutur Sekretaris DTPHP Inhil, RM Sudinoto saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (5/1/2016).

Adapun langkah awal dan program yang akan dilakukan DTPHP Kabupaten Inhil, untuk menjadikan tahun 2016 Ini sebagai tahun prestasi, yakni penyesuaian jadwal tanam lebih awal dilakukan, serta memberikan arahan dan fasilitas untuk mendapatkan Sarana Produksi (Saprodi), Sarana Produksi Alat Pertanian (Saprotan) dan pengawasan.

“Dengan langkah awak ini, diharapkan keinginan pimpinan kita untuk meningkatkan Hasil pertanian di Inhil dan menjadikan tahun 2016 sebagai tahun prestasi dapat terwujud,” imbuhnya. –adi/adv-