Dianto mampanini: Produksi Saja, Untuk Tahap Awal, Kita yang Akan Beli

contoh produksi gula semut rasa original dan rasa jahe hasil olahan salah satu kelompok pengrajin binaan Diskop UMKM Inhil
contoh produksi gula semut rasa original dan rasa jahe hasil olahan salah satu kelompok pengrajin binaan Diskop UMKM Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Upaya Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir untuk menumbuhkembangkan geliat pelaku usaha mikro dan kecil di Inhil tidak lah main-main. Bahkan Dinas yang berperan sebagai penggerak roda ekonomi terbesar masyarakat ini memotifasi salah satu kelompok usaha binaannya dengan memberikan jaminan pemasaran hasil produksi.

“Produksi saja. Untuk tahap awal, kita yang akan beli dan membantu dari sisi promosinya,” Yakinkan Dianto kepada salah satu kelompok pengrajin gula semut binaan Diskop UMKM Inhil disela kegiatan pelatihan kerajinan tempurung kelapa baru-baru ini di Tembilahan.

Dikatakan Dianto, produksi gula semut kelompok pengrajin itu nantinya akan dicoba dikemas sebaik mungkin. Nantinya Dinasnya akan mencoba melakukan promosi, misalnya dengan menyediakan produk gula semut dibeberapa rumah dinas pejabat. Dengan itu, setiap ada tamu yang berkunjung, sekaligus hasil kerajinan masyarakat ini akan dapat dipromosikan secara lebih luas.

Tidak hanya itu, bahkan Dianto juga menggambarkan berapa banyak warung-warung yang menyediakan minuman khususnya di Kota Tembilahan. Nantinya Diskop juga akan coba memintakan peranserta pelaku kuliner untuk ikut membantu mempromosikan.

“tetapi yang lebih terpenting, terus upayakan peningkatan kualitas. Jika kualitas baik dan didukung dengan promosi yang baik pula saya yakin lambat laun produk gula semut hasil produksi masyarakat Inhil akan lebih mudah dikenal masyarakat dan menumbuhkan daya beli,” Yakininya./dro




2017 Diskop UMKM Inhil Canangkan Pemasaran Secara Online Produk UMK

Tembilahan, detikriau.org – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir mencanangkan di tahun 2017 mendatang akan melakukan upaya pemasaran online bagi produk UKM.

Menurut Kadiskop UMKM Inhil, DR H Dianto Mampanini SE MT, jaman kini sudah berubah, memasarkan produk, pelaku bisnis tidak lagi memerlukan outlet pemasaran yang luas. Semua bisa dilakukan dengan mudah. Bermodalkan sebuah komputer atau cukup dengan hanya sebuah telepon genggam. Produk dipajang secara online dan segala transaksi bisa dilakukan hanya dalam waktu sekejab dimanapun kita berada.

“Makanya bapak-bapak harus memahami teknologi. Nanti kita akan lakukan pelatihan tentang  berbagai aplikasi yang dibutuhkan untuk pemasaran secara online ini.” Sampaikan Dianto disela penyampaian kata sambutan saat membuka kegiatan pelatihan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel disalah satu Hotel di jalan lingkar I Tembilahan, rabu (8/12/2016)

Untuk melakukan hal ini menurut Dianto, Diskop UMKM Inhil telah mencanangkan untuk melakukan pemasaran produk-produk UKM secara online di tahun 2017 mendatang.

“Insyaallah di tahun 2017 mendatang kita akan lakukan pemasaran produk UKM secara online,” Tandas Dianto./dro




Dianto Ancam Tutup Kelompok Pengrajin Binaan Diskop UMKM Inhil yang Tidak Serius

Tembilahan, detikriau.org – Kadiskop UMKM Inhil DR H Dianto mampanini SE MT menegaskan pihaknya akan serius membantu dalam menumbuhkembangkan Usaha Mikro Kecil  yang diberada di Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk itu, Diskop UMKM Inhil tidak akan pernah jemu untuk memberikan berbagai pelatihan-pelatihan.

Ia juga meminta kelompok-kelompok pelaku UMK yang sudah diberikan pelatihan untuk tekun dan serius menginplementasikan pengetahuan yang sudah didapatkan. Bagi kelompok yang tidak serius Dianto menyarankan untuk ditutup.

“Kita tidak akan pernah main-main. Kita targetkan semua biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mengadakan berbagai pelatihan keterampilan harus memberikan manfaat yang baik. Semua harus serius,” Tegas Dianto disela penyampaian kata sambutan saat membuka kegiatan pelatihan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel disalah satu Hotel di jalan lingkar I Tembilahan, rabu (8/12/2016)

Dikatakan Dianto, seluruh peserta yang diikutsertakan dalam berbagai pelatihan dibiaya penuh oleh pemerintah dengan nilai rupiah yang tidak kecil. Semua tentunya ditujukan agar masyarakat mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu peluang berusaha dalam mendapatkan tambahan penghasilan ekonomi keluarga.

Ia mengaku sangat menyayangkan jikalah perhatian dan bantuan pemerintah ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

“jadi jika ada kelompok-kelompok UMK binaan kita yang tidak serius, sebaiknya ditutup saja. Kita hanya ingin membimbing yang serius agar semua usaha ini dapat berjalan maksimal.” Peringati Dianto

Untuk kelompok-kelompok yang dinilai serius, pemerintah melalui Diskop UMKM menurutnya pasti juga akan serius. Jikalah memang dibutuhkan, khusunya Diskop UMKM  Inhil akan upayakan bantuan seperti misalnya berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha.

“tapi ini hanya berlaku untuk kelompok yang kita nilai sangat serius.” Akhiri Dianto./ dro




Hingga Tanggal 11 Desember “Jokowi” Berada di Tembilahan. Ada Apa?

Jokowi (kiri) pose bersama Kadiskop UMKM Inhil, DR Dianto Mampanini SE MT (dua dari kanan) sambil memperlihatkan contoh kerajinan rumahtangga berbahan tempurung kelapa
Jokowi (kiri) pose bersama Kadiskop UMKM Inhil, DR H Dianto Mampanini SE MT (dua dari kanan) sambil memperlihatkan contoh kerajinan rumahtangga berbahan tempurung kelapa

Tembilahan, detikriau.org – Sejak tanggal 6 Desember hingga 11 desember 2016 Jokowi akan berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Jokowi menginap di salah satu Hotel di jalan lingkar Tembilahan.

Namun Jokowi yang satu ini bukanlah Presiden RI Joko Widodo. Ia adalah Jokowiyono.

Jokowiyono pernah menjadi teman satu komunitas koperasi di Solo bersama Joko Widodo sebelum orang yang kini menjadi pemimpin nomor 1 di Indonesia itu menjadi Walikota Solo.

Jokowiyono  hadir di kota Tembilahan sebagai tenaga pelatih pembuatan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel.

“Sebelum kegiatan di Tembilahan, saya juga telah memberikan pelatihan serupa di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bagan Siapiapi.”sampaikan Jokowi kepada detikriau.org, rabu (7/12/2016)

Mengetahui ketersedian bahan baku tempurung kelapa yang begitu melimpah di Kabupaten Inhil menurutnya jikalah bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan serius, ia meyakini akan berdampak yang sangat besar terhadap penghidupan masyarakat.

Di solo menurutnya juga, untuk mendapatkan bahan-baku tempurung kelapa, mereka harus membeli seharga Rp 200 – Rp 300 per butir dan kadang-kadang bahan baku itupun tidak tersedia.

“Disini semua tersedia dengan melimpah. Bahkan katanya cenderung masih dianggap sebagai limbah. Ini potensi luar biasa asalkan kita mampu mengelola dan memanfaatkannya dengan benar,” pendapat Jokowi

Ia juga meyakini jika peserta pelatihan kali ini mampu dan serius menyerap transfer ilmu dengan baik, kedepannya bukan tidak mungkin kerajinan dari tempurung kelapa akan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi Kabupaten Inhil.

“Sepertinya daerah Kasongan di Yogyakarta. Hanya dengan mengolah material tanah menjadi berbagai produk kerajinan, kasongan kini menjadi salah satu tujuan wisata.” Dicontohkannya./dro




Galeri Foto Acara Pembukaan pelatihan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel




Buka Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Tempurung Kelapa, Dianto Harapkan Peserta Bersungguh-sungguh

Kadiskop UMKM Inhil DR H Dianto Mampanini SE MT
Kadiskop UMKM Inhil DR H Dianto Mampanini SE MT

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir DR H Dianto Mampanini SE MT berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah dapat mengikutinya dengan bersungguh-sungguh.

Dengannya diharapkan bekal ilmu keterampilan yang didapat akan menjadi daya dorong bagi masyarakat khususnya peserta pelatihan sebagai salah satu sumber usaha dan memberikan tambahan penghasilan.

“Manfaatkan kesempatan-kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, serap dan ikuti seluruh kegiatan pelatihan-pelatihan dengan bersungguh-sungguh agar dapat memberi manfaat,” Ujar Dianto dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan kerajinan rumah tangga pemanfaatan tempurung kelapa untuk souvenir dan penghias mebel tajaan Diskop UMKM Provinsi Riau disalah satu Hotel di Jalan Lingkar Tembilahan, rabu (7/12/2016)

Dikatakan Dianto, sebagai daerah sumber penghasil kelapa terbesar, bahan baku tempurung tersedia secara melimpah. Selama ini kebanyakan masyarakat baru memanfaatkan produk sampingan buah kelapa ini sebagai arang tempurung yang diolah dengan cara sederhana sehingga nilai ekonomisnya masih sangat rendah.

Dengan pelatihan ini, dengan bekal ilmu yang didapat, iya meyakini  tempurung kelapa yang cenderung masih dikategorikan limbah perkebunan di Kabupaten Inhil ini akan dapat diolah menjadi sesuatu yang berharga dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Syaratnya tentu harus bersungguh-sungguh agar transfer ilmu itu dapat diserap dengan baik,” Tekankan Dianto

Diskop UMKM Inhil menurutnya tidak akan pernah berhenti memberikan dorongan dan melakukan pantauan agar segala usaha yang dilakukan ini akan memberikan dampak positif khususnya bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Jika penilaian kita nantinya kelompok-kelompok peserta yang mengikuti pelatihan hari ini serius kita akan memberikan dukungan misalnya dengan memberikan bantuan peralatan-peralatan yang dibutuhkan,” Motifasinya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana pelatihan Diskop UMKM Provinsi Riau, M Lungga menerangkan bahwa sebelum di Kabupaten Inhil, pihaknya juga sudah melakukan pelatihan serupa di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bagan Siapiapi.

Untuk kegiatan yang dilaksanakan di Kab Inhil kali ini menurut Kasi Usaha Kecil Diskop UMKM Provinsi Riau ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terbagi dalam 4 kelompok. Kepada peserta selama pelatihan, biaya penginapan ditanggung oleh pemerintah termasuk diberikan bantuan Akomodasi dan konsumsi, uang saku serta fasilitas administrasi yang dibutuhkan selama pelatihan.

“Peserta atas permintaan kita tapi merupakan rekomendasi dari Dinas Koperasi setempat,” sampaikan Lungga.

Kegiatan pelatihan ini menurutnya dilaksanakan selama 6 hari penuh sejak tanggal 6 – 11 Desember 2016 dengan menghadirkan tenaga pelatih dari Solo

“Semalam kegiatan sudah kita mulai dengan pembentukan kelompok dan pengenalan beberapa peralatan kepada peserta pelatihan. Pembukaannya yang baru dilakukan hari ini.” Tutupnya./dro